
2 jam telah berlalu, waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba setelah mendengar suara telapak kaki.
Tap tap..!!
“Aku telah datang, cepat keluar ka-”
Sret..!! Bruk..!!
Sebelum penjaga pemberontak sempat menyelesaikan ucapannya, terlihat Tu Long muncul di belakangnya, tanpa di sadari dan langsung menebas kepala penjaga pemberontak.
“Berisik,” ucap Tu Long terdengar menyeringai lebar.
Tap tap..!!
“Hemm..!! Kau ini tidak bisa sedikit bersabar ya,” dengus Duan Du melototi Tu Long. Tapi tak lama, Duan Du langsung membuat bayangan dalam wujud bewarna biru.
Sret..!! Jlep..!!
Dengan cepat bayangan yang Duan Du ciptakan langsung masuk ke dalam mayat penjaga pemberontak.
“Salam Yang Mulia, perintah anda adalah kehormatan bagi saya.” Ucap sosok penjaga pemberontak yang sebenarnya bayangan milik Duan Du.
“Hemm..!! Serap ingatan milik monster ini terlebih dahulu, setelah itu lakukan seolah kau adalah dia.” Ucap Duan Du dengan tenang.
“Tapi sebelum itu, cari ingatan dimana ia menaruh kantong dimensinya. Karena itu penting bagi kami yang ingin menyusup.” Sambung Duan Du.
Kantong Dimensi yang Duan Du maksud sedikit berbeda dengan kantong dimensi maupun cincin Dimensi yang mereka punya.
Kantong dimensi milik penjaga pemberontak adalah sesuatu yang khusus yang di ciptakan oleh Dewa Iblis Neraka untuk menaruh para pasukan rendahan. Dan kantong Dimensu ciptaan Dewa Iblis Neraka adalah hal yang paling di butuhkan untuk melewati perisai yang di buat oleh Dewa Iblis Neraka. Karena semua sisi luar kantong dimensi tersebut dapat di katakan terhubung dengan perisai energi yang ada di depan mereka. Dan rencananya Bo Wuhan bersama kelompoknya akan masuk ke dalam kantong dimensi tersebut.
__ADS_1
Jadi, jika mereka menggunakan kantong dimensi berbeda, maka Dewa Iblis Neraka akan langsung menyadarinya.
...
Beberapa menit telah berlalu, terlihat bawahan Duan Du yang kini telah mengeluarkan kantong Dimensi ciptaan Dewa Iblis Neraka, langsung menyuruh Bo Wuhan, Bai Han, Duan Du dan Tu Long masuk. Setelah itu bawahan Duan Du dengan cepat kembali.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Kemana saja kau?” Tanya salah satu penjaga pemberontak menatap rekannya.
Bawahan Duan Du yang sudah mendapatkan semua ingatan pemilik tubuh sebelumnya, dengan santai menjawab.
“Aku merasakan adanya pergerakan di arah Utara tadi, tapi ternyata aku hanya berhalusinasi saja.”
Mendengar itu, rekannya pun mengangguk ringan. “Baiklah, ayo kita kembali, para pengganti sudah tiba.” Ucap sosok monster berkepala Elang.
Tap tap..!!
“Tunggu,” teriak penjaga pengganti saat kedua penjaga pemberontak hendak melewati pos.
“Ada apa Hein?” Tanya rekan bawahan Duan Du melirik ke arah penjaga pengganti.
“Bukan kau, tapi Shano,” ucap Hein melirik ke arah bawahan Duan Du yang bernama Shano.
Shano pun mengerutkan keningnya. “Ada apa Hein?” Tanya Shano bingung.
“Kantong dimensi yang ada di pinggangmu itu, apa isinya arak? Shano, jika ia, bagi-bagilah untuk kami yang jaga malam.” Ucap Hein.
__ADS_1
Shano yang awalnya hendak melakukan sesuatu, langsung merasakan lega, ia pun dengan cepat berkumonukasi dengan Tuannya dan langsung mengeluarkan arak dari kantong Dimensinya.
Sret..!!
“Tangkaplah, itu adalah arak terbaik milik ku, bahkan kau tak mampu membelinya dengan gaji mu selama sebulan.” Ucap Shano dengan nada sombong.
Hein yang mendengar itu langsung bersemangat dan mengabaikan wajah sombong Shano, karena semua orang tahu jika Shano memang sedikit sombong dan angkuh.
“Kenapa diam, apa kau akan diam di sini dan tidak kembali?” Tanya Shano yang terlihat kembali melangkah, sembari melirik rekannya yang hanya bisa melongo dengan air liur menetes saat melihat arak yang Shano berikan.
“Eeh,, tunggu aku Kakak Shano, apakah arak yang tadi masih ada?” Teriak rekan Shano terlihat memasang wajah bersinar cerah dan berlari kencang ke arah Shano.
“Tentu saja ada, nanti akan ku berikan saat sudah sampai, kau tenang saja,” ucap Shano dengan seutas senyum tipis.
***
“Hemm..!! Ini, sudah dua kali aku merasakan adanya sosok yang menembus perisai yang aku buat.” Gumam Dewa Iblis Neraka yang duduk di singgasananya.
“Tapi kenapa aku tidak merasakan adanya perisaiku yang hancur?” Sambung Dewa Iblis Neraka bertanya-tanya dalam hati.
Dewa Iblis Neraka memang sangat sensitif dan paling teliti dengan segala sesuatu yang ada di daerah kekuasaannya. Tapi karena ia sangat yakin akan kekuatannya, ia pun menjadi sedikit sombong dengan tidak langsung mengecek apa yang ia rasakan tadi.
Jika ia langsung mengeceknya saat ia merasakan perisainya merasa di tembus, ia mungkin akan langsung bertemu Bo Wuhan di bawah laut ataupun di pos.
Dewa Iblis Neraka memang di akui memiliki pertahan perisai paling kuat di antara para Makhluk yang setara dengannya. Sehingga itulah yang membuat Dewa Iblis Neraka terlena akan pujian yang di terima. Sehingga ia lupa jika kelemahan perisainya ada pada Bayangan.
Tap tap..!!
“Yang Mulia, Dewa Iblis Angin Darah ingin bertemu anda, dan dia sedang menuju kemari.” Ucap salah satu penjaga yang langsung masuk, lalu memberitahu Tuannya.
__ADS_1
Dewa Iblis Neraka yang awalnya ingin marah, seketika menyeringai lebar.
“Khehe,, akhirnya calon sekutu ku datang,” kekeh Dewa Iblis Neraka dengan wajah seringai licik.