
Feng Lu pun langsung mengangguk sambil melangkah, agar tidak ada yang curiga terhadapnya.
Tap tap..!!
Saat Feng Lu sampai, terlihat juga lawan bertandingnya sampai.
Pandangan lawan bertandingnya terlihat sangat meremehkan, lantaran lawannya jauh lebih tua dan jauh lebih kuat darinya.
Meng Chen yang melihat keduanya sudah sampai pun mengangguk santai.
“Sesuai aturan, jika ada salah satu yang menyerah, maka pertandingan akan di hentikan, dan jika ada yang keluar dari garis, maka di nyatakan kalah. Apa kalian paham?” Ucap Meng Chen melirik ke arah kedua peserta.
“Paham,” jawab keduanya serempak.
“Jika begitu pilihlah senjata yang ingin kalian gunakan, lalu naik ke arena.” Ucap Meng Chen menunjuk ke arah tempat senjata yang ada di sisi arena.
Tap tap..!!
Feng Lu pun langsung melangkah dan mengambil dua pedang kecil yang terbuat dari kayu.
Sementara lawannya mengambil tombak sepanjang 1 meter lebih.
Setelah itu, keduanya langsung naik ke atas arena tanpa banyak kata.
Di arena, Meng Chen yang sudah menunggu langsung berkata. “Apa kalian siap?” Tanya Meng Chen.
“Kami siap,” jawab keduanya serempak.
“Baiklah jika begitu, mulai.” Ucap Meng Chen dengan nada lantang.
Dret..!!
Tepat setelah Meng Chen selesai bicara, Feng Lu pun langsung mundur dan mendekati garis perbatasan arena.
Melihat Feng Lu mundur, wajah lawannya langsung tersenyum mengejek.
“Lebih baik kau langsung saja keluar, dari pada aku melukaimu, kau nanti akan menangis merengek,” ejek lawan Feng Lu.
Feng Lu yang di ejek, terlihat memasang wajah santai, tatapannya terus menatap lawannya, seolah-olah mencoba mengintimidasinya, dan memprovokasinya.
Benar saja, kini lawan Feng Lu terlihat memasang wajah amarah.
“Dasar bocah lemah, berani sekali kau menatapku seperti itu, mati,” teriak lawan Feng Lu langsung melesat ke arah Feng Lu.
Wuss..!!
Lawan Feng Lu yang sudah berjarak 2 meter dari Feng Lu pun langsung mengayunkan tombaknya.
Slash..!!
Feng Lu yang selalu memasang kuda-kudanya setelah mencapai garis perbatasan pun membungkukkan badannya.
Kedua tangannya pun ia ayunkan dengan cepat ke kaki musuhnya.
Trank..!!
__ADS_1
Tapi karena tingkat kekuatan mereka berbeda jauh, dengan mudah lawan Feng Lu mengubah alur serangannya menjadi bertahan.
“Heh,, sangat lemah dan lambat,” ejek lawan Feng Lu mengayunkan kakinya ke kepala Feng Lu.
Feng Lu dengan cepat berguling ke arah kanan.
Lawan Feng Lu tidak tinggal diam dan langsung mengejar Feng Lu yang menurutnya sedang lengah, serta sangat mudah di dorong keluar.
“Mati,” teriak lawan Feng Lu langsung menerjang ke arah Feng Lu.
Feng Lu yang melihat umpannya di makan, langsung tersenyum bahagia.
Dengan cepat Feng Lu mengumpulkan energinya di kakinya, lalu melompat ke atas.
“Apa?” Teriak lawan Feng Lu terkejut karena tidak menduga jika Feng Lu sangat cerdas, serta memanfaatkan dirinya yang berada di garis perbatasan arena.
Tap tap..!!
Walau hampir keluar area, beruntung lawan Feng Lu berhenti di garis perbatasan.
Kini terlihat satu kaki lawan Feng Lu yang tersisa masih di dalam arena.
Bruk..!!
Belum sempat lawan Feng Lu membalik badannya, Feng Lu yang mendarat, langsung menendang lawannya hingga keluar arena.
Woaahh..!!
“Aku menang,” teriak Feng Lu dengan nada bahagia.
“Benar kau menang bocah, jadi kau bisa ke ruangan sebelah sana. Lalu untukmu, kau bisa kesana.” Ucap Meng Chen langsung muncul.
Feng Lu pun langsung mengangguk dengan penuh semangat, tanpa memperhatikan wajah lawannya yang kini sangat marah.
Tap tap..!!
Melihat Feng Lu melangkah pergi, lawan Feng Lu pun ingin mengejarnya.
“Apa yang kau lakukan, kembali ke tempatmu, jika tidak, jangan salahkan aku melumpuhkanmu,” ucap Meng Chen dengan nada dingin.
Glek..!!
Tubuh lawan Feng Lu seketika berkeringat dingin saat merasakan aura Meng Chen yang sangat mengerikan.
Dengan cepat ia membalik badan lalu berlari ke ruangan yang di tunjukkan oleh Meng Chen.
”Cek,, anak-anak ini cukup susah di atur jika menggunakan cara halus.” Gumam Meng Chen dengan nada kesal.
“Baiklah, selanjutnya nomer urut-” Meng Chen seketika berhenti saat melihat Tu Long sudah berdiri di dalam arena.
“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Meng Chen.
“Eeh,, bukankah kini aku yang akan bertarung,” ucap Tu Long menaikkan kedua alisnya secara bergantian.
“Tch..!! Setidaknya kau harus mengikuti peraturan bocah sialan,” dengus Meng Chen.
__ADS_1
“Hei,, ayolah, apakah aku melakukan kesalahan? Apakah aku membuat kekacauan, tidak kan, jadi lanjutkan saja.” Dengus Tu Long dengan wajah kesal.
Meng Chen yang mendengar itu, ingin sekali memukul kepala Tu Long, tapi ia sadar jika ia bertarung melawan Tu Long, maka dirinya yang akan kalah.
“Hemm..!! Lawan dari Tuan muda Tu adalah nomer urut 91,” ucap Meng Chen dengan nada lantang.
Mendengar nomernya di sebut, Iblis yang terbilang seusia dengan Tu Long pun langsung bangkit.
Tap tap..!!
“Saya mengaku kalah Tuan, karena Tuan muda Tu sangatlah kuat, melawannya sama saja dengan mempermalukan diri sendiri dan keluarga saya. Jadi akan lebih baik saya mengaku kalah di awal.” Ucap sang Iblis dengan nada sopan.
Meng Chen yang mendengarnya langsung tersenyum penuh kebahagiaan.
Sementara Tu Long, memasang wajah cemberut. “Sialan, lalu apa gunanya aku ikut turnamen ini jika lawanku langsung mengalah.” Dengus Tu Long menggerutu kecil.
“Sudah, jangan banyak omong, kau kembali saja sana, karena kau sudah menang, jadi kau ke ruangan itu,” ejek Meng Chen.
Tu Long pun dengan wajah lesu melangkah turun dari arena bersama dengan lawannya.
...
Kini Meng Chen yang akan kembali memanggil peserta, melirik ke arah Bai Da Xing yang sudah ada di sampingnya juga.
“Hais,, lama-lama kepalaku bisa pecah melihat mereka yang sangat sulit di atur,” umpat Meng Chen dalam hati.
“Nomer urut 21,” ucap Meng Chen
Tap tap..!!
Sama halnya dengan lawan Tu Long, lawan Bai Da Xing pun langsung mengalah.
Begitu pun dengan lawan Duan Du dan lawan Bai Han yang berada dalam urutan terahir.
Jadi dalam sesi pertama ini, dari 400 peserta yang ikut dalam pertarungan individu, ada 200 yang lolos.
Kini 200 yang lolos akan langsung masuk sesi kedua.
“Baiklah, sama halnya dengan sesi pertama, kalian akan mencabut lot kalian masing-masing, dan lawan kalian akan sama, yaitu di panggil dengan nomer urut kalian.” Ucap Meng Chen terdiam sesaat.
“Tapi kali ini, nomer urut akan secara acak di ambil di dalam kotak yang miliki 200 tokem berisi nomer, jadi ini tidak seperti sesi pertama yang menggunakan nomer awalan melawan nomer ahiran, apa kalian paham?” Tanya Meng Chen dengan santai.
“Hehe,, tentu saja kami paham,” teriak Tu Long, Bai Da Xing, Feng Lu dan beberapa peserta yang memiliki semangat tinggi.
“Jika begitu langsung saja ambil nomer kalian terlebih dahulu, lalu dua yang nomernya aku panggil, akan tetap di arena, sisanya langsung kembali ke bangku peserta.” Ucap Meng Chen.
Tap tap..!!
Bai Han, Tu Long, Duan Du, Bai Da Xing dan yang lainnya pun langsung mengambil nomer urut mereka di dalam sebuah kotak, setelah itu mereka yang telah mengambil token nomer langsung kembali.
Melihat semuanya telah mengambil token, Meng Chen pun melangkah menuju kotek berisi token nomer yang satunya.
Tangan Meng Chen pun langsung masuk ke dalam kotak yang telah di lubangi tengahnnya.
Sret..!!
__ADS_1
Tak lama, dua token pun Meng Chen genggam. “Nomer 5 dan nomer 178,” ucap Meng Chen sambil melirik ke arah peserta.