
“Hemm..!! Ada parasit, aku akan membereskan mereka terlebih dahulu,” ucap Fei Wei Xian yang sangat benci jika ia sedang makan lalu di ganggu.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Sementara dari arah utara, ada segerombolan monster yang sangat banyak.
Terlihat mereka semua seperti ketakutan dan di kejar oleh seseorang.
Wuss wuss..!!
“Ayah, kenapa kita semua berlari? Bukankah rumah kita ada di sana?” Tanya sosok anak berusia 3 tahun yang di gendong oleh ayahnya.
Ayahnya yang mendengar itu pun tersenyum hangat. “Kita akan pindah ke tempat yang jauh lebih indah nak. Seperti keinginanmu beberapa minggu lalu, jadi ayah membawamu kesana,” jawab ayahnya sosok monster bertanduk 6.
Wung wung..!!
Bom bom..!!
Arghh..!!
Seketika suara raungan dari berbagai penduduk kota terdengar pilu.
Saat monster bertanduk 6 melirik ke arah belakang, tubuhnya seketika bergetar melihat setengah dari mereka di babat habis.
“Haha,, teruslah berlari para sampah, ayo ayo,” seketika terdengar suara menggema yang membuat sekumpulan monster lemah semakin ketakutan.
Pandangan mereka yang mengarah ke atas, langsung membuat semua monster membeku dan yakin tidak memiliki kesempatan untuk hidup.
Tap tap..!!
“Yinyin, larilah ke arah sana, di sana adalah tempat yang ayah maksud, dan bertahanlah hidup di dalam sana.” Ucap monster bertanduk 6.
Putranya seketika berkaca-kaca, karena ia sadar akan ucapan ayahnya.
“Ta..Tapi, tapi Yinyin tidak mau pergi tanpa ayah, hiks hiks,” ucap Yinyin dengan isak tangis yang di tahan.
“Cepat Yinyin,” ucap sang ayah membentak putri kecilnya agar putrinya mau meninggalkannya.
Terlihat jelas jika sang ayah terpaksa membentak putrinya, dan di dalam lubuk hatinya, ia tidak ingin menyakiti putri kecilnya.
Wuss..!!
Dengan cepat sang ayah mengalirkan sedikit energinya, lalu menghempaskan putrinya.
“Tidak..!! Ayaaaah,” teriak Yinyin mencoba mengulurkan tangannya saat terhempas.
...
Bersamaan dengan terhempasnya Yinyin, terlihat sosok monster berlendir yang tak lain bawahan Dewa Iblis Kehancuran langsung menembakkan bola api dari mulutnya.
Blushh..!!
Terlihat bola api melesat dan membesar di saat terlepas dari mulut monster tersebut.
Wung..!! Sret sret..!!
Dalam sekejap bola api membelah diri hingga menjadi ratusan bola api kecil dan semakin mempercepat lesatannya ke arah bawah.
Monster bertanduk 6, bersama para monster yang masih hidup langsung memejamkan mata mereka.
“Maafkan ayah Yinyin, semoga kau bisa bertahan hidup tanpa ayah dan ibumu yang telah meninggalkanmu terlebih dahulu saat kau terlahir,” gumam monster bertanduk 6 dengan seutas senyum kehangatan saat membayangkan senyuman putri kecilnya.
__ADS_1
***
Wung..!!
Slash..!!
Bom bom bom bom..!!
Namun saat bola api mencapai 10 meter di daratan, terlihat sebilah pedang energi memotong semua bola api tersebut hingga membuatnya meledak di udara.
“I..Ini,” ucap monster yang tadinya menyeringai lebar saat bersenang-senang, langsung meruang penuh amarah.
“Siapa? Siapa yang begitu berani ikut campur dengan-”
Wung..!!
Duar..!!
Bom bom..!!
Sebelum monster tersebut menyelesaikan teriakannya, sebongkah batu lebih dulu melesat ke arah mulutnya dan masuk.
Bukan hanya itu saja, saking kuatnya lesatan bongkahan batu, membuat monster tersebut terlempar jauh.
“Kau terlalu berisik sialan, membuat gendang telinga ku geli saja,” dengus Fei Wei Xian.
Tap tap..!!
“Woah, paman, kau sangat hebat, Yinyin mau sehebat paman agar bisa melindungi ayah,” teriak Yinyin dengan nada bersemangat di sertai suaranya sangatlah imut.
Hal tersebut membuat Fei Wei Xian semakin gemas dengan Yinyin, namun di satu sisi sangat marah karena menemukan Yinyin terlempar hingga hampir mati. Beruntung dirinya datang tepat waktu, hingga berhasil menangkap Yinyin.
Pandangan Fei Wei Xian pun mengarah ke bawah.
“Katakan siapa yang berani melempar Yinyin? Biar paman hancurkan dia,” tanya Fei Wei Xian dengan nada lembut, namun bagi para monster yang mendengar itu, seolah itu adalah suara yang akan menarik nyama mereka.
“Huh,, kenapa paman ingin membunuh ayah Yinyin,” teriak Yinyin cemberut.
“Jika paman ingin membunuh ayah Yinyin, itu artinya paman orang jahat,” sambung Yinyin dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Fei Wei Xian.
Fei Wei Xian tentu terkejut jika sosok yang melempar Yinyin ternyata ayahnya sendiri.
Dan saat Fei Wei Xian ingin mengatakan sesuatu.
Aura yang cukup kuat meledak dari kejauhan.
Blush..!!
Duarr..!!
“Sialan, akan ku bunuh kau,” teriak monster berlendir di penuhi niat membunuh.
“Hemm..!! Kau ternyata masih hidup lintah sialan,” ucap Fei Wei Xian dengan nada dingin.
Tap tap..!!
“Siapa kau hah, apa kau tidak tahu aku ini siapa? Aku ini adalah bawahan Dewa Iblis Kehancuran.” Teriak monster berlendir dengan lantang setelah sampai di depan Fei Wei Xian.
“Hemm..!! Jadi kau tidak mengenaliku,” ucap Fei Wei Xian langsung mengubah wajahnya ke sosok yang monster berlendir kenali dan selalu ia hindari jika bertemu.
“Ka..Kau kau, kau adalah Jendral ke 4 Wajah Neraka.” Teriak monster berlendir seketika ketakutan dan langsung membalik badannya.
Slash..!!
__ADS_1
Argh..!!
Namun lebih dulu Fei Wei Xian memotong kaki dan tangannya secara bersamaan.
Wuss..!! Jlep..!!
Bam..!!
Tidak sampai di sana, Fei Wei Xian langsung menembak tepat ke arah dantian monster tersebut yang membuat tubuhnya terjatuh.
“Hemm..!! Untuk membuktikan paman bukan orang jahat, maka paman akan menyuruh mereka semua yang keluarganya di bunuh oleh monster jelek itu. Bagaimana?” Tanya Fei Wei Xian dengan nada lembut.
Humm..!!
Yinyin langsung mengembungkan pipinya untuk berpikir. Pandangannya pun mengarah ke ayahnya yang menatapnya dengan seutas senyum bahagai.
Ia juga melirik ke arah penduduk kota yang menatap monster berlendir dengan tatapan di penuhi dendam.
“Baiklah, tapi dengan satu syarat,” ucap Yinyin mengangguk-angguk.
“Apa syaratnya?” Tanya Fei Wei Xian mengerutkan alis kanannya.
“Jangan bunuh ayah Yinyin, dan mereka semua,” ucap Yinyin memasang wajah serius sambil menatap Fei Wei Xian.
Melihat tatapan Yinyin, membuat Fei Wei Xian tidak bisa menahan tawanya.
Pfftt..!!
Hahahahaha..!!
Hahaha..!!
“Baiklah, paman janji tidak akan membunuh atau menyakiti mereka semua,” ucap Fei Wei Xian ikut mengulurkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Yinyin yang sudah di depan Fei Wei Xian.
“Nah janji ya, awas saja jika paman ingkar,” ucap Yinyin dengan nada ancaman.
Hem hem..!!
“Kalian dengar, jadi kalian boleh melampiaskan amarah kalian,” ucap Fei Wei Xian melirik ke bawah.
Seketika para monster langsung mengeluarkan senjata mereka dan di ayunkan dengan brutal ke monster berlendir.
Monster berlendir yang melihat itu langsung berteriak.
“Ti..Tidak.”
Slash..!!
Crash..!!
Bom bom bom..!!
Tidak sampai 5 menit, kini monster berlebih mati dengan tubuh menjadi daging cicang.
Di saat bersamaan, kini Fei Wei Xian yang mendengar alasan Ayah Yinyin pun mengangguk ringan. Walau begitu, ia tetap sedikit kesal dengan caranya yang tega melempar anak seimut dan sekecil ini.
”Baiklah, tapi jangan sampai ulangi caramu itu, jika tidak, aku akan mencarimu hingga ke Alam Jiwa sekalipun,” ucap Fei Wei Xian melalui telepati, agar Yinyin tidak mendengar ancamannya.
“Ba..Baik Yang Mulia,” ucap ayah Yinyin langsung ketakutan.
“Hemm..!! Jika begitu aku akan kembali, dan jika kalian ingin memulai hidup baru, maka bangunlah rumah di sini, karena tempat ini cukup aman bagi kalian. Setidaknya dalam beberapa puluh tahun.” Ucap Fei Wei Xian hendak pergi.
Tapi tangannya lebih dulu di tahan oleh Yinyin.
__ADS_1
“Paman mau kemana? Jangan tinggalkan Yinyin, ayah dan yang lainnya di sini,” ucap Yinyin memasang mata berkaca-kaca. Karena sosok yang ia harapkan tinggal di sini sebagai penyelamatkan malah ingin pergi.