Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Beraksinya Sang Pencuri Bayangan


__ADS_3

“Tunggulah harta-hartaku, Paman mu ini akan datang menjemputmu. La..La..La..La.” Seketika terdengar suara bahagia Cen Tian di sertai nyanyian saat melesat ke arah Utara.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Di wilayah Barat, kekuasaan Mo Meilin.


Terlihat para wanita duduk di meja panjang dengan santai, di atas meja, ada beberapa selembaran kertas yang berisi laporan dari para Bayangan Duan Diyu, atau biasa di kenal Mata Bayangan.


“Bagaimana Meilin? Apakah ada laporan tentang masuknya Tian'er menuju Daerah kekuasaan Dewa Iblis Neraka?” Tanya Xiu Mu Lian sembari melirik ke arah Mo Meilin.


Mo Meilin yang sedang memegang selembaran laporan dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang secangkir teh pun melirik ke arah Xiu Mu Lian.


“Sudah Nyonya, dari yang Meilin baca dari salah satu bayangan Diyu, ia sudah masuk tanpa kendala, tapi-” Ucap Mo Meilin terdengar menghentikan ucapannya.


“Aku ragu ia bisa selamat masuk ke kandang musuh seorang diri,” sambung Mo Meilin terlihat menghela nafas panjang.


Melihat ekspresi Mo Meilin, Xiu Mu Lian, Ling Mei dan Ling Xia Xie, seketika tersenyum tipis.


“Dia mungkin lemah dari segi tingkat kultivasi, tapi jangan meremehkan kecepatan dan otak liciknya saudari Meilin.” Ucap Ling Mei.


“Benar, walau saat ini Gege Tian ada di tingkat Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 5 Awal, kecepatannya itu tidak akan bisa di kejar oleh seseorang yang memiliki tingkat kultivasi Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 9 Puncak, bahkan walau dia spesialis pada kecepatan juga.” Sambung Ling Xia Xie.


Mendengar itu, Mo Meilin masih memasang wajah sedikit ragu, lantaran terlalu melebih-lebihkan Cen Tian.


Tentu saja Mo Meilin ragu, karena ia belum mengenal sosok Cen Tian, lantaran ia baru beberapa saat di tempat ini dan langsung di tugaskan membantu kelompok Bai Han untuk membuat kekacauan.

__ADS_1


Dengan adanya Cen Tian di sana, maka tingkat kesuksesan kekacuan yang akan di buat akan menjadi lebih besar. Itulah yang di katakan Ling Mei dan Ling Xia Xie.


“Huff,, baiklah, aku akan percaya dengan apa yang kalian katakan. Semoga saja ia baik-baik saja dan secepatnya bertemu dengan kelompok Bai Han.” Ucap Mo Meilin.


“Tentu Tian'er akan baik-baik saja. Dan sudahi membahas Tian'er, karena aku membaca laporan jika suami kalian berdua lagi-lagi membuat keributan. Jadi apa yang akan kita lakukan terhadap mereka?” Ucap Xiu Mu Lian melirik ke arah kertas laporan dan bertanya ke arah Mo Meilin dan Fei Sia Ying.


Mendengar itu, Mo Meilin dan Fei Sia Ying pun memasang wajah memerah kesal, lantaran suami mereka tidak ada jeranya membuat keributan.


“Tentu saja kita akan lakukan pendisiplian seperti yang kita bahas beberapa waktu lalu,” ucap Fei Sia Ying dengan nada geram.


“Hemm..!! Tangan ku juga sudah mulai gatal ingin menghajar mereka, terutama Naga bodoh itu,” sambung Mo Meilin dan menyebut suaminya Naga Bodoh.


“Jika begitu kita buat umpan dulu agar mereka mendekat sendiri, tanpa perlu kita mengejar mereka.” Ucap Ling Xia Xie tersenyum tipis.


Tap tap..!!


“Umpan sudah Xie'er pasang Bu, jadi kapan kita pancing mereka mendekat?” Tanya Ling Bai Xie yang langsung membuat Fei Sia Ying dan Mo Meilin terkejut. Lantaran mereka seolah sudah bisa menebak ini jauh sebelumnya.


“Jangan terkejut seperti itu Bibi, kami semua sudah sering mengalami ini, jadi masalah seperti ini sudah di luar kepala.” Ucap Ling Bai Xie tersenyum bahagia, karena target mereka saat ini berubah.


“Jika begitu, ayo kita lihat umpan apa yang kau buat Xie'er,” ucap Mo Meilin langsung bangkit, di susul para wanita lainnya.


Tap tap..!!


***


Di sebuah kota yang cukup besar, terlihat sosok berjubah hitam melesat sembari mengambil apa yang ia lihat di depannya.

__ADS_1


Di belakangnya, terlihat salah satu Komandan prajurit kota berusaha mengejar.


Wuss..!! Wuss..!!


“Pencurinya ada di sini, para warga harus masuk dan menutup pintu rapat-rapat, sementara para prajurit atau ahli tingkat tinggi bantu kami untuk menangkap pencurinya,” teriak sang Komandan.


Mendengar itu, para warga lemah langsung berlarian ke arah pintu rumah siapapun yang terlihat. Sementara para ahli yang berkumpul di kota tersebut, atau dapat di katakan mereka datang dengan tujuan ingin menangkap Cen Tian, langsung melayang ke udara untuk melihat dimana letak Cen Tian berada.


Dret..!! Wuss wuss..!!


...


“Hehe,, semakin banyak kalian berkumpul, semakin memudahkanku,” gumam Cen Tian tersenyum bahagia.


Dengan cepat Cen Tian melesat masuk ke salah satu rumah yang di rasa penghuninya paling padat, karena di dalam rumah tersebut, bukan hanya pemilik rumah saja bersembunyi, melainkan penduduk yang takut kehilangan hartanya.


Wuss wus..!!


Tepat setelah masuk, dalam sekejap Cen Tian keluar dari bangunan tersebut.


Kiaa..!! Argghh..!! “Dasar pencuri sialan, kembalikan pakaianku,”


“Kembalikan ****** ***** ku.”


“Argh..!! Kembalikan rambut palsuku.”


Tak lama, suara teriakan pun terdengar menggema di dalam bangunan yang di masuki Cen Tian.

__ADS_1


__ADS_2