
“Hehe,, datanglah membalas dendam setelah kau lahir kembali,” kekeh Bo Wuhan tepat sebelum tubuh Gu Siujin hancur.
Bomm..!!
Tubuh Gu Siujin langsung meledak tepat setelah Bo Wuhan mengalirkan energinya ke telapak tangannya.
Bersamaan dengan itu, Bo Wuhan juga telah kembali ke tubuh normalnya.
Tap tap..!!
Tidak lama setelah itu, terlihat Cen Tian dan Zhu Fei datang dari arah utara.
Duan Du dan Tu Long juga langsung ikut mendekat.
“Baiklah, ayo kita ke Bukit Hianji, di sana kita akan menyamar sebagai pengunjung yang ingin bermain judi.” Ucap Bai Han sembari melirik semua orang.
Mereka pun mengangguk dan sadar mengapa Bai Han menyuruh mereka menyamar sebagai pengunjung yang ingin berjudi. Selain memulihkan energi mereka, mereka juga bisa mendapat informasi tambahan sebelum menghancurkan Kota di bukit Hianji.
Sret..!!
Tanpa basa basi Zhu Fei pun langsung menciptakan portal.
Blush..!!
Satu persatu pun mereka masuk, hingga terahir Bai Han dan Zhu Fei. Namun sebelum Bai Han masuk ke dalam portal, ia lebih dahulu mengambil abu milik Gu Siujin dan menaruhnya ke dalam botol yang telah ia siapkan.
“Ayo,” ajak Bai Han melirik Zhu Fei.
Tap tap..!!
__ADS_1
Jlep..!!
Tepat setelah Zhu Fei masuk, portal langsung lenyap.
...
10 menit setelah kepergian anggota Bai Han.
Terlihat siluet bayangan muncul.
Wuss wuss..!!
“Hemm..!! Aku ternyata terlambat,” gumam sosok yang mengenakan jubah Ungu.
Dengan santai sosok tersebut melihat area sekitar untuk mencari beberapa petunjuk. Walau terlihat semua petunjuk di hapus, sosok tersebut menyadari jika pelakunya lebih dari satu.
Tap tap..!!
“Mereka kuat hingga mampu membunuh Sang Tubuh Abadi,” gumam sosok tersebut menyebut Gu Siujin dengan julukan tubuh Abadi, lantaran Gu Siujin memiliki kekuatan fisik terkuat.
Dari apa yang sosok berjubah Ungu lihat, ia mampu melihat sekilas pertarungan Gu Siujin dengan musuhnya yang hanya satu orang. Terlihat jejak siluet sosok tersebut bayangankan yang tak lain adalah pertarung Gu Siujin dan Bo Wuhan.
Dalam bayangan siluet tersebut, awalnya Gu Siujin mendominasi dan menyiksa lawannya. Tapi tidak butuh waktu lama, lawannya membalikkan ke adaan dan dengan gila menghajar Gu Siujin.
“I..Ini, lawannya benar-benar gila, akan bahaya jika ia dan kelompoknya menyerang Bukit-Bukit yang di pimpin oleh sosok sekuat Gu Siujin,” gumam sosok berjubah ungu langsung bangkit.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Sosok berjubah ungu pun langsung melesat pergi ke arah Barat, bertujuan untuk memberitahu rekannya.
Tepat di saat sosok tersebut pergi, ada sebuah Batu bewarna merah tidak jauh dari mengeluarkan sinar.
Batu tersebut tak lain, batu yang sengaja Duan Du letakkan untuk melihat siapa sosok yang datang dan merekamnya. Batu itu juga adalah buatan Bai Chu Ye yang di khususnya untuk memata-matai musuh tanpa di ketahui, bahkan bisa di gunakan untuk merekam.
Bai Chu Ye mendapatkan motivasi cara untuk merekam, di saat ia berada di Bumi dan menghukumkan perekam tersebut ke suatu media, atau mentransfernya, dan medianya adalah batu juga.
***
Tap tap..!!
Sementara anggota kelompok Bai Han yang kabur, kini terlihat muncul di salah satu pemukiman kumuh, tanpa di ketahui Oleh penguasa Bukit Hianjin. Walau Penguasa Bukit Hianjin telah memasang deteksi energi asing sekalipun.
“Baiklah, dari sini kita akan menyebar ke dua tempat, yaitu Menara Gelap, dimana disana tempat judi terbesar dan Distrik kedua, dimana tempat judi kedua terbesar.” Ucap Bai Han langsung tanpa basa basi.
Duan Du dan Tu Long pun langsung mendekati Bai Han. Sementara Cen Tian dan Zhu Fei mendekati Bo Wuhan.
Kedua kelompok pun langsung menyebar ke arah berlawanana.
Wuss wuss..!!
“Han'er, saat kita sampai tadi, aku sudah mendapat rekaman sosok yang datang di tempat Gu Siujin mati,” ucap Duan Du sembari melesat ke arah Distrik kedua.
“Bagus, jika begini, lambat laun kita akan mengetahui dimana ke 4 sosok yang setara paman Wuhan menyembunyikan diri, aku yakin mereka semua sedang merencanakan sesuatu yang besar, sehingga hanya menyuruh 5 dari sosok yang setara paman Wuhan untuk muncul dan menjadi penguasa di 5 Bukit terbesar. Atau bisa di katakan mereka hanya umpan.” Ucap Bai Han.
Tap tap..!!
Setelah cukup lama berkeliling, dan membaur untuk menghilangkan kecurigaan para penduduk yang semuanya adalah bawahan Penguasa Bukit Hianji.
__ADS_1
Kini Bai Han, Duan Du dan Tu Long terlihat memasuki sebuah bangunan yang cukup besar bertulis Rumah Judi Kematian.
Tap tap..!!