Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Rencana Pertama Gagal, Maka Rencana Kedua di Jalankan.


__ADS_3

“Ayo, jangan terlalu lama,” ajak Duan Du terdengar serius dan di angguki Tu Long.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Dengan cepat Tu Long melesat ke arah Selatan dan Duan Du ke arah Utara.


Para penjudi dan semua orang yang ada di lantai 5, terlihat bingung saat melihat Tu Long melesat ke arah mereka.


Mereka sama sekali tidak waspada, lantaran Tu Long melesat ke arah mereka tanpa niat jahat atau niat membunuh.


Wung..!!


Namun tepat setelah Tu Long sampai, tangan kiri Tu Long langsung terayun secara Horizontal mengarah ke para penjudi yang berkumpul.


Slash..!!


Karena jaraknya yang terlalu dekat, para penjudi yang Tu Long serang, hanya bisa melongo.


Crash..!! Bom bom bom..!!


Dalam sekejap, mereka semua mati tanpa melakukan perlawan.


Sementara para penjudi yang tidak terkena serangan, karena bukan target, kini langsung berteriak.


“Serangan, dia mencoba membunuh kita,” teriak salah satu yang berdiri di sisi Barat.


Alhasil keributan di lantai 5 pun terjadi.


Namun Tu Long dengan cepat bergerak, ia memaksakan kakinya yang telah di aliri energi untuk melesat kesana kemari sembari mengayunkan tangan kirinya yang berbentuk pedang cakar.


Crash crash crash..!!


Tidak sampai satu menit, banyak sekali mayat bergeletakan di lantai.


***


Sementara di sisi Utara, Duan Du yang sudah menaruh para Bayangannya di dalam tubuh musuhnya beberapa hari sebelum peyerangan, kini hanya melangkah dengan santai sembari melihat musuhnya yang di bunuh oleh bayangannya.


Tap tap..!!

__ADS_1


Pandangan Duan terlihat fokus melihat ke segala arah, ia takut ada pendatang baru yang belum ia tandai dengan bayangannya.


Tapi saat melihat semua sisi Utara tidak ada musuh lagi, Duan Du pun membalik badan dan melihat ke arah Tu Long.


Bertepatan dengan Duan Du melihat Tu Long, Tu Long telah selesai menghabisi bagiannya.


Tap tap..!!


“Ayo ke bawah,” ajak Tu Long dengan nada bersemangat.


Tapi Duan Du hanya bisa mengerutkan keningnya. “Kendalikan dulu aura membunuhmu itu, jika tidak, bisa-bisa kau tidak bisa mengendalikannya jika sudah terlalu banyak membunuh.” Dengus Duan Du.


Walau nada suara Duan Du terdengar kesal dan mengejek, tapi sebenarnya ia peduli dengan pamannya ini.


“Hehe,, tentu saja,” kekeh Tu Long dengan wajah bodoh menggaruk kepalanya.


Blush..!!


Tu Long pun langsung menyetabilkan pikirannya dan mengendalikan semua aura membunuh yang ia dapat dari membunuh musuhnya yang ada di lantai 5.


Melihat Tu Long sudah tidak membocorkan aura membunuhnya. Duan Du pun mengangguk dan ingin bergerak ke lantai 4.


Tapi langkahnya seketika terhenti di saat merasakan bayangan yang ia tugaskan untuk mengawasi pintu masuk menuju Rumah Judi Kematian yang ada di lantai 1.


Bersamaan dengan itu, sebuah ledakan dan tekanan energi kini Duan Du dan Tu Long rasakan dari lantai 1.


Blush..!! Bom bom bom..!!


“Bahaya, ayo panggil Zhu Fei untuk membuat portal, kita harus menghindar-”


Dret..!! Wuss wuss..!!


Baru saja Duan Du selesai bicara, Tu Long sudah melesat ke lantai 4 dengan seringai lebar.


“Dasar idiot,” umpat Duan Du, yang mau tak mau kini mengikuti paman bodohnya itu.


Wuss wuss..!!


***

__ADS_1


Sementara di perjalanan menuju Rumah Judi Kematian.


Kini terlihat Cen Tian melesat seorang diri, karena ia yang tercepat.


Wuss wuss..!!


Tidak terlalu jauh di belakangnya, ada Bo Wuhan yang membawa Zhu Fei dan Bai Han.


“Sialan, jika saja paman Tian memberitahu lebih dulu ia menyerang sebelum memberi sinyal, aku mungkin akan memberikan sinyal kepada paman Du dan Tu untuk keluar dari sana.” Gumam Bai Han yang terdengar menggerutu.


Tapi ia tidak menyalahkan kesalahan Cen Tian, menurutnya kesalahan pasti bisa terjadi. Karena ia ingat ucapan ayahnya yang mengatakan tidak ada yang sempurna di alam semesta ini.


“Paman, kau langsung cari paman Tu dan paman Du, langsung bawa mereka keluar dari Rumah Judi Kematian,” ucap Bai Han berteriak kepada Cen Tian.


“Tidak, jika kita membunuh mereka semua, masalah yang lebih besar akan terjadi, jadi lebih baik kita membunuh mereka semua Tuan muda, ini pilihan terbaik kita untuk saat ini.” Sambung Bo Wuhan yang langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Bai Han.


“Benar Han'er, jika kita kabur, maka pergerakan musuh akan jauh lebih besar dan para Penguasa Bukit lain akan ikut mengejar kita jika penyerangan kita menyerah di Bukit Hianjin ini.” Sambung Cen Tian membenarkan apa yang Bo Wuhan katakan.


Bai Han pun terdiam sesaat.


“Jika begitu turunkan aku dan Zhu Fei di sini, akan lebih baik kita membuat kekacauan yang jauh lebih besar lagi. Karena saat ini kita dalam masalah besar, akan lebih baik kita buat lebih besar lagi.” Ucap Bai Han.


Tap tap..!!


Bo Wuhan pun langsung menghentikan langkahnya.


“Apa anda yakin Tuan muda? Saya takut akan ada musuh yang kuat mendatangi anda jika tidak ada yang melindungi?” Tanya Bo Wuhan.


“Jangan khawatir, aku bersama Zhu Fei yang mampu membuat sebuah portal tanpa di deteksi, jadi melarikan diri dari musuh yang tidak mampu aku hadapi cukup mudah.” Ucap Bai Han meyakinkan Bo Wuhan.


Bo Wuhan pun mengangguk dan melesat mengejar Cen Tian yang terus melesat.


Wuss wuss..!!


Melihat Bo Wuhan sudah pergi, Bai Han pun melirik Zhu Fei.


Sret..!!


“Baiklah, beruntung aku sudah mengantisipasi jika hal seperti ini akan terjadi, jadi aku sudah menandai beberapa titik di setiap sudut kota,” ucap Bai Han sembari mengeluarkan banyak Batu bewarna merah.

__ADS_1


“Zhu Fei, kau taruh semua batu ini di setiap titik yang aku tandai ini, kita akan meledakkannya, agar membuat semua bawahan Penguasa Bukit Hianjin bingung.” Sambung Bai Han.


Zhu Fei yang melihat ratusan titik, seketika sedikit merinding. Ia tak pernah membayangkan jika Bai Han ingin meratakan kota ini di saat rencana pertamanya gagal.


__ADS_2