
Bahkan ibu Xiu Lou pun ikut menjadi korban. Dan ayah Xiu Lou mengorbankan diri bersama para tetua dengan cara meledakkan diri agar bisa memukul mundur musuh yang terus berdatangan tanpa henti pada waktu itu.
Beruntung saat ayah Xiu Lou yang sudah mengorbankan diri. Xiu Mu Lian dan Xiu Lou sudah menjadi kuat dan bertarung melawan ayah Xiu Mu Lian selama 10 tahun tanpa henti.
Saat mereka berhasil melukai ayah Xiu Mu Lian, dan akan membunuhnya, ayah Xiu Mu Lian lebih dulu melarikan diri dan hingga kini mereka tidak pernah bertemu kembali.
...
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa sudah 10 tahun terlewatkan begitu saja.
Kedamaian di Klan Asura masih tetap sama.
Hanya beberapa saja yang membuat sedikit keributan, itu pun mereka yang tak lain Du Jian, Meng Chen, Meng She dan Ming Qi Long, keempat penjaga gerbang ini selalu membuat keributan yang tidak terlalu jelas, hingga mereka berempat selalu di hukum oleh salah satu tetua klan, dengan cara berburu.
Sementara untuk ke 6 Iblis muda yang bukan berasal dari Klan Asura, mereka kini di latih oleh tetua klan Asura.
Kini terlihat Mo Yanse, Mo Zang dan Mo Nhe telah tumbuh dewasa, mereka juga di latih oleh Tetua Han.
“Ayo jangan lembek seperti itu, katanya kalian ingin melindungi ketiga adik perempuan kalian, jika seperti ini bukan melindungi, malah kalian lah yang di lindungi,” teriak Tetua Han dengan nada tegas.
“Apa kalian tidak tahu jika saat ini adik-adik perempuan kalian jauh lebih kuat dari kalian hah. Jika kalian tidak mau kalah, maka bangkit dan buktikan jika kalian bisa lebih kuat sampai bisa melindungi mereka,” sambung Tetua Han memberikan mereka dorongan.
Mo Yanse, Mo Zang dan Mo Nhe pun dengan cepat bergerak sekuat tenaga sambil mengayunkan pedang mereka ke arah salah satu Binatang Buas yang terlihat akan menjadi Binatang Iblis.
Wung..!!
Trank..!!
Bom..!!
“Adik Zang,” teriak Mo Yanse dan Mo Nhe ingin menolong Mo Zang.
“Apa yang kalian lakukan hah, perhatian kalian teralihkan dan itu bisa membuat kalian mati jika telat sedetik saja,” teriak Tetua Han.
Mo Yanse dan Mo Nhe pun tersadar sambil menyilang pedang mereka.
Bom bom..!!
Gerr..!!
Dua Serigala Hitam yang mengayunkan cakarnya kini menggeram saat melihat serangan mereka di tahan.
“Sial, jika saja gelang ini tidak terpasang, sudah ku hancurkan kepalamu itu,” teriak Mo Nhe dalam hati.
Saat ini Mo Yanse, Mo Nhe dan Mo Zang tidak bisa bergerak bebas lantaran gelap yang mereka kenakan di kaki dan tangan mereka.
Gelang tersebut adalah sebuah pemberat dan itu berguna untuk melatih otot-otot mereka, bukan hanya itu saja, itu juga bisa untuk melatih kecepatan mereka dan memiliki banyak fungsi lainnya.
Berat satu gelang yang mereka kenakan adalah 200 kilo, dan kini terpasang 4 yang artinya 800 kilo sedang mereka coba tahan di tubuh mereka.
Dret..!!
Mo Zang yang bangkit kini menghindari serangan kejutan Serigala Hitam.
__ADS_1
“Aku tidak apa-apa kakak, kalian fokus saja untuk membunuh musuh kalian terlebih dahulu, itu jauh lebih baik. Karena jika kalian bisa membunuh musuh kalian, maka kalian bisa datang membantuku,” ucap Mo Zang kini terlihat mengusap darah yang menetes di sela-sela bibir mereka.
Mo Yanse dan Mo Nhe yang mendengar itu pun langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah musuh mereka.
Saat mereka mengangkat pedang, mereka juga mendengar teriakan Tetua Han yang terus memarahi mereka. Tapi mereka tahu jika Tetua Han tidak marah, melainkan memang sifatnya seperti itu saat mengajari dan mengarahkan mereka agar bisa cepat paham dan jauh lebih kuat.
Dengan susah payah Mo Yanse dan Mo Nhe bergerak ke arah musuh mereka.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
“Nenek, apakah begini caranya?” Tanya Mo Li dan Mo Ji Ling kini menunjukkan cara memotong sayuran super cepat, seolah itu hanya satu potongan saja.
“Hemm..!! Masih belum lembut Li'er, Ji'er.” Ucap Tetua Yishi yang bertugas di dapur sebagai koki.
“Gunakan perasaanmu dengan sepenuh hati, anggap makanan yang ada di depan kalian ini adalah musuh kakak kalian yang ingin kalian lindungi,” ucap Tetua Yishi memberikan sedikit arahan.
Setelah itu, pandangan Tetua Yishi kini melirik Mo Gian, yang terkecil di antara mereka semua dan yang paling jenius dari ketiganya menurut Tetua Yishi.
“Gian'er, bagaimana? Apakah kau sudah mengaduknya dengan benar?” Tanya Tetua Yishi.
“Hemm..!! Apakah seperti ini nek?” Tanya Mo Gian kini mempraktekan apa yang Tetua Yishi ajarkan.
Saat melihat pergerakan tangan Mo Yishi yang terlihat acak-acakan, tapi jika fokus melihatnya, maka orang pasti sadar itu adalah pergerakan paling rumit jika di coba.
“Bagus Gian'er, kini kau boleh mencoba menggunakan pedangmu untuk berlatih, lakukan seperti kau mengaduk daging kuah itu,” ucap Tetua Yishi.
Tap tap..!!
***
Jauh di dalam Hutan Inti Wilayah Binatang Iblis.
Wuss..!!
Wuss..!!
Terlihat sosok pemuda yang tak lain Xiu Bai melesat di area titik Merah.
Wajah Xiu Bai saat ini jauh lebih dewasa dari 10 tahun yang lalu, dan tidak ada perubahan lain selain wajah yang lebih dewasa.
Sementara untuk tingkat kultivasi, ia saat ini sedikit lebih kuat dari kedua Pamannya Du Jian dan Meng Chen, itu pun jika tingkat kultivasi kedua pamannya masih seperti dulu.
Wung..!!
Duar..!!
Goarr..!!
Raungan Binatang Iblis setinggi 7 meter seketika terdengar keras saat kepalanya di tembus oleh sebuah tombak.
__ADS_1
“Hemm..!! Aku kira ia bisa mati dengan sekali serang,” gumam Xiu Bai kembali bergerak.
Dret.!!
Jlep..!!
Bom..!!
Xiu Bai yang muncul lalu mendorong tombaknya sambil mengalirkan sedikit energinya kini membuat kepala musuhnya meledak.
Setelah berhasil membunuh yang terahir, kini Xiu Bai mengambil inti Binatang Iblis tersebut.
Tap tap..!!
“Hemm..!! Tinggal 2 titik lagi yang belum aku datangi di area titik merah, aku harus cepat agar hitam ke titik hitam dan titik bewarna emas.” Gumam Xiu Bai kembali bergerak tanpa menyia-nyiakan waktu.
Wuss..!!
***
Wung..!!
“Kenapa kalian malah mundur dasar sialan? Ayo cepat serang aku,” teriak Tu Long menatap tajam sekumpulan Singa bersayap Phoenix.
Tapi sekumpulan Singa Bersayap Phoenix terus mundur saat merasakan tekanan mengerikan yang bocor dari tubuh Tu Long.
Tu Long saat memiliki otot yang terbilang sempurna di mata para wanita, perubahannya bukan hanya pada otot, melainkan wajahnya kini semakin tampan dan muda. Jika orang yang tidak mengenal Tu Long melihat Tu Long, mungkin mereka mengira Tu Long berusia 20 tahunan.
“Jika kalian tidak ingin maju maka-”
Wung..!!
Tu Long langsung melayang dan merubah wujudnya ke mode Berserk.
Gerr..!!
“Akan ku buat kalian menyerangku,” ucap Tu Long menyeringai kejam.
Bukannya marah melihat ejekan Tu Long, para Singa Bersayap Phoenix malah semakin ketakutan.
Dengan segera mereka semua berhamburan kesana kemari.
“Kena kalian,” kekeh Tu Long dalam hati.
Padahal Tu Long tidak yakin mampu melawan mereka semua jika mereka menyerang bersama, tapi dengan sengaja ia membunuh beberapa dari kawanan mereka dengan ganas dan memakan tubuh mereka hingga habis untuk menakuti mereka.
Dan hasilnya rencana Tu Long berhasil untuk membuat mereka menyebar ke segala arah.
Dengan cepat Tu Long mengejar mereka satu persatu yang kini berpencar.
Wung..!!
Duar..!!
__ADS_1
Tubuh Singa Bersayap Phoenix langsung hancur saat Tu Long muncul dari atas sambil mengayunkan tinjunya.