
“Aku tidak dengar, ucapkan lebih keras serta tulus, jika tidak, aku tidak akan melepaskanmu.” Ucap Fei Sia Ying memasang wajah ganas.
“I..Iya, Gege tidak akan mengulanginya lagi, Gege janji tidak akan pernah lagi membunuh orang-orang yang tidak bersalah, termasuk membunuh anak-anak kecil serta wanita seperti di masa lalu.” Ucap Duan Diyu terdengar tulus.
Fei Sia Ying yang mendengar itu, langsung mengangguk puas.
Fei Sia Ying tidak akan pernah melukan kejadian di masa lalu yang membuatnya sempat membenci suaminya.
Saat itu, Fei Sia Ying yang sengaja mengikuti suaminya diam-diam, terkejut luar biasa. Lantaran suaminya secara asal menyerang, hingga membumi hangusnya banyak wilayah.
Masih teringat jelas hingga saat ini di telinga dan benak Fei Sia Ying, yaitu jerit teriakan anak-anak serta para wanita yang kesakitan serta meminta ampun.
Bruk..!!
Tanpa sadar Fei Sia Ying terjatuh pingsan.
Beruntung Duan Diyu dengan cepat menangkap istrinya.
“Hais,, maafkan aku Ying'er, mungkin pada saat itu aku memang laki-laki yang cukup jahat dan liar, hingga membantai banyak orang tidak bersalah, yang langsung membuat mu shok hingga saat ini.” Ucap Duan Diyu dengan nada tulus.
“Tapi di satu sisi, saat itu, aku tidak bisa membiarkan mereka semua hidup, karena pada saat itu, mereka semua tertular oleh energi nigatif, serta virus yang di sebar oleh Iblis Penghancur.” Sambung Duan Diyu.
“Dan karena kejadian kau melihatku, aku tidak lagi melakukan pembantaian masal. Alhasil, banyak monster tercipta lantaran tugasku belum selesai.”
“Semua monster yang kau lihat saat ini, dulunya adalah manusia, tapi di setiap aku ingin menjelaskannya, kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku. Aku pun tidak lagi memaksa untuk memberitahumu kejadian mengapa aku melakukan itu.” Ucap Duan Diyu terlihat meneteskan air mata.
Buk buk..!!
“Sabar saudara Diyu, memang begitulah wanita, mereka selalu melihat dari sisi sepihak saja, tanpa tahu sesuatu di balik kebenarannya.” Ucap Wang Si mencoba membuat Duan Diyu tidak merasa bersalah atau bersedih lagi.
“Tapi yakinlah, apa yang kau lakukan saat ini adalah hal yang tepat, dengan tetap diam serta selalu mengalah. Wanita adalah makhluk yang sebenarnya lemah, tapi berusaha terlihat kuat di depan pasangannya. Agar mereka tidak selalu di tindas.” Sambung Wang Si.
Duan Diyu pun mengangguk membenarkan apa yang Wang Si ucapkan.
“Aku tahu itu, makanya aku juga mulai berubah pada saat kejadian, walau sifatku jahil serta licik ku tidak bisa di ubah, tapi aku tidak ingin memperlihatkannya di depan Ying'er. Terlebih lagi Tuan juga menasehati ku beberapa waktu lalu di saat ia kembali.” Ucap Duan Diyu.
Tap tap..!!
“Ibu, apa yang terjadi dengan Ibu, ayah?” Tanua Duan Du langsung melesat ke arah ibunya.
__ADS_1
Pandangan Duan Diyu pun melirik ke arah putranya.
“Ibumu hanya trauma akan masa lalu, jadi jagalah ibumu dengan tulus, jangan buat dia kecewa.” Ucap Duan Diyu terlihat serius.
“Ayah yakin kau pasti paham apa maksud ayah bukan?” Tanya Duan Diyu.
“Hemm..!! Tentu, makanya Du'er selalu menyembunyikan kelakuan Du'er yang sebenarnya dan juga, Du'er akan berusaha berubah mulai saat ini, Du'er tentu ingin berubah karena Du'er tidak ingin mengecewakan Ibu.” Ucap Duan Du terdengar jujur dan tulus dari hati.
“Baguslah, jaga ibumu hingga ia sadar, setelah sadar, jika kau ingin pergi mencari anggota keluargamu serta putra Tuan, maka mintalah Izin terlebih dahulu, jangan asal pergi sebelum Ibumu memberikan izin.” Ucap Duan Diyu.
Duan Du pun langsung mengangguk patuh.
“Tentu ayah, Du'er juga berniat akan pergi bersama saudara Tu dan saudara Wuhan nantinya setelah saudara Tu menyelesaikan pernikahan. Du'er yakin jika ibu pasti akan memberikan izin jika pergi bersama mereka.” Ucap Duan Du santai.
“Bagus, kau sama cerdasnya dengan ayah ternyata. Jika begitu, ayah akan pergi, karena banyak sekali tugas yang akan lakukan bersama para pamanmu,” ucap Duan Diyu.
“Beritahu ibu juga jika ayah pergi karena ini adalah perintah dari Tuan, agar ia bisa tenang nantinya saat melihat ayah tidak ada di dekatnya.” Sambung Duan Diyu.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Tanpa banyak kata lagi, Duan Diyu pun langsung pergi bersama para saudaranya.
Duan Diyu sengaja langsung pergi, karena jika ia terlalu lama di sana, maka ia akan berat untuk melangkah pergi dan akan semakin bersalah dengan dirinya saat melihat wajah istrinya yang selalu memasang wajah takut.
...
Tap tap..!!
***
“Ketemu,” gumam Long Qiu kini memasang wajah seringai lebar.
“Du Lang, aku yakin kau pasti ada di wilayah ini,” ucap Long Qiu langsung melesat terbang ke atas.
Wuss..!!
Pandangan Long Qiu pun mengarah ke bawah.
Saat ia hendak mengeluarkan energinya untuk menghancurkan kota yang ada di bawahnya, tangannya seketika terhenti.
__ADS_1
“Huff, untung saja aku cepat, jika terlambat, bisa-bisa aku di kebiri hidup-hidup oleh Tuan,” gumam Long Qiu langsung mengusap keringat yang menetes di keningnya.
...
Sementara bawah Long Qiu, tepatnya tidak jauh dari pintu masuk kota, terlihat kedua putra Xiu Bai bersama anggota keluarganya sedang mengawasi kota yang ada di depannya.
“Bagaimana kak? Apakah kota ini tempat dimana pusat markas Monster Serigala Ungu?” Tanya Bai Chu Ye datar.
“Hemm..!! Masih belum di pastikan Ye'er, tapi ada kemungkinan 60% di sinilah tempatnya, karena semua kota yang kita lewati beberapa waktu lalu, terlihat cukup mudah untuk kita hadapi para penghuninya. Padahal ini sudah wilayah Garis kuning,” jawab Bai Han dan menjelaskan apa yang ia cermati selama perjalan gerak cepat.
Tap tap..!!
”Ehem,, apakah sebaiknya kita istirahat saja dulu kak, lihatlah yang lainnya sangat kelelahan secara mental. Karena kita terus menyerang dan bertarung tanpa istirahat selama 3 hari 3 malam.” Ucap Bai Da Xing kini menghampiri Bai Han.
Bai Han dan Bai Chu Ye pun melirik Bai Da Xing. Lalu pandangan kedua bersaudara melirik ke arah anggota keluarga mereka.
“Hais, saking semangatnya, aku sampai lupa akan kelelahan kalian, maafkan aku paman, saudara maupun yang lainnya.” Ucap Bai Han dengan nada tulus.
“Tidak apa-apa, Han'er, setidaknya kau sudah paham akan mental mereka.” Ucap Chen Long.
“Jika begitu, lebih baik kita menjauh dari sini,” ajak Bai Chu Ye.
Melihat semuanya mengangguk, kini semuanya langsung melangkah mundur.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
***
Melihat kedua putra tuannya serta anggota keluarganya melangkah kembali.
Wajah Long Qiu seketika berubah menjadi bersemangat.
“Hehe,, aku tak tahu apa yang mereka rencanakan, tapi ini adalah kesempatan emas bagiku,” kekeh Long Qiu.
“Tapi aku harus bergerak senyap agar aku tidak ketahuan mereka. Karena bisa saja mereka melapor ke Tuan nanti,” ucap Long Qiu dalam hati.
Dengan cepat Long Qiu melesat turun menuju kota.
__ADS_1
Dret..!!
Wuss wuss..!!