
“Haha,, waktu bermain dan berbincang-bincang kalian telah selesai, kini waktunya kita tanya jawab,” ucap Ji Zian membalik badan di sertai senyuman lebar sembari memegang alat pemotong besi dan alat potong kayu.
Glek..!!
“Si..Sialan, kenapa aku tidak bisa mengeluarkan energiku,” umpat pria paruh baya seketika ketakutan.
“A..Aku juga merasakan tubuhku semakin lemah, terlebih lagi kenapa kaki ku tidak bisa ku gerakkan,” sambung Iblis berkulit hijau yang mulai merinding.
Bukan hanya keduanya, rekannya pemuda berusia 25 tahun dan Iblis bertanduk juga merasakan hal yang sama.
Tap tap..!!
Tatapan keempat penyusup tersebut pun mengarah ke Ji Zian yang kini melangkah ke arah mereka. Hal tersebut membuat mereka semakin ketakutan.
“I..Ini, cepat telan racun yang ada di mulut kalian, jangan sampai membocorkan informasi,” teriak Pemuda berusia 25 tahun yang sadar jika saat ini Ji Zian ingin mengintrogasinya.
Wung..!!
Wung..!!
Jlep jlep jlep..!!
Namun saat mereka hendak mengigit lidah mereka, sebuah bola energi langsung masuk ke mulut mereka semua dan langsung membuat mulut mereka tidak mampu di gerakkan.
...
Ji Zian yang sudah sampai di depan pria paruh baya, kini menjulurkan alat potong besinya ke dalam mulut pria tersebut.
Crash..!!
__ADS_1
Arghh..!!
Seketika suara teriakan pertama terdengar menggema di ruangan tersebut saat lidah pria paruh baya tersebut di potong.
“Khehe,, jangan harap kalian bisa bunuh diri,” kekeh Ji Zian yang terlihat kembali menjulurkan alat potongnya.
Sret..!! Sret..!!
Argh..!! Arghh..!!
Teriakan kedua dari pria paruh baya tersebut kembali terdengar, kini yang Ji Zian lakukan adalah mencabut semua gigi pria tersebut.
Tidak berhenti sampai di sana saja, Ji Zian secara perlahan memotong jari pria paruh tersebut satu persatu.
Ji Zian terlihat sangat menikmati apa yang ia lakukan saat ini.
Baru kali ini ia melihat seseorang sangat menikmati penyiksaan yang ia lakukan.
Mungkin mereka sering melihat sebuah penyiksaan, tapi rata-rata orang yang melakukan siksaan hanya ingin melakukan introgasi dan ingin mencari informasi.
Tapi apa yang di lakukan Ji Zian ini jauh berbeda, ia menyiksa secara perlahan targetnya tanpa banyak tanya. Semakin ia menyiksa, semakin ia terlihat tersenyum lebar.
20 menit berlalu.
Ji Zian yang membuat pria paruh baya kehilangan lidah, gigi, jari tangan, jari kaki, tangan kanan dan tangan kiri.
Kini mulai ingin memotong kaki pria paruh baya tersebut.
...
__ADS_1
Xiu Bai yang masih di tempatnya, hanya bisa terdiam selama beberapa saat dan sedikit bingung dengan cara Ji Zian melakukan introgasi.
Tapi tak lama kemudian, ia langsung sadar jika tujuan Ji Zian adalah menimbulkan rasa takut, terkena mental, mulai membayangkan yang tidak-tidak seperti halusinasi kepada rekan-rekan targetnya.
Bukan hanya itu saja, menurut tebakan Xiu Bai, ada lagi yang tujuan tertentu Ji Zian sengaja menyiksa tanpa bertanya sama sekali. Tapi Xiu Bai tidak tahu apa tujuan Ji Zian yang sesungguhnya.
Xiu Bai juga tidak langsung bertanya kepada Ji Zian, karena ia tahu jika tak lama lagi ia akan tahu jawabannya.
...
Kembali ke Ji Zian yang masih menyiksa pria paruh baya.
“Khehe,, bagaimana? Apakah kau ikut menikmatinya juga?” Tanya Ji Zian sembari menyeringai lebar ke arah pria paruh baya yang hanya bisa melongo dengan pandangan kosong.
Melihat tatapan pria paruh baya tersebut telah kosong, sontak Ji Zian mendekatkan mulutnya ke telinga pria tersebut dan berbisik.
“Siapa yang memiliki wewenang paling tinggi di sini, atau memiliki tanggung jawab paling besar?” Tanya Ji Zian dengan nada yang hanya mampu di dengar oleh pria paruh baya tersebut dan juga Xiu Bai.
Karena tak bisa bicara, secara perlahan pria paruh baya tersebut hanya menggeserkan kepalanya ke arah pemuda berusia 25 tahun dan Iblis berkulit hijau.
“Hoo,, jadi mereka, jika begitu target selanjutnya adalah dia,” gumam Ji Zian melirik Iblis bertanduk.
Glek..!!
Iblis bertanduk, Iblis berkulit Hijau dan pemuda berusia 25 tahun hanya bisa menelan ludah mereka saat rekan mereka dan Ji Zian melirik ke arah mereka saat ini.
“A..Ampuni aku Tuan, aku tak tahu mengapa anda tiba-tiba kesini menyiksa kami,” teriak Iblis bertanduk di sertai mencoba untuk mundur dengan menyeret paksa kakinya yang tidak mampu ia gerakkan.
Sret sret..!!
__ADS_1