
“Hehe,, pertama-tama jika aku sekuat paman Kerdil, maka aku akan menginjak-injak bocah sialan itu terlebih dahulu, lalu menantang paman kerdil dan terahir, aku akan membuat namaku dan Tuan muda menggema ke seluruh Alam Celestial ini,” Kekeh Tu Long dengan nada bangga.
Wung..!!
Bom..!!
Tepat setelah Tu Long selesai bergumam, sebuah batu besar langsung menuju ke arahnya dan langsung mengenai wajahnya.
Duar..!!
“Dasar Kerdil sialan, bisa-bisanya kau bertarung melebar ke arah sini,” teriak Tu Long langsung bangkit sambil memasang wajah yang sangat jelek.
Terlhat juga wajah Tu Long sedikit bengkak lantaran kuatnya hempasan dari batu besar yang mengarah tepat ke wajahnya.
Wung..!!
Wung..!!
Bom bom bom..!!
Dengan cepat Tu Long menghindar saat melihat banyak bekas sisa-sisa bangunan kini menuju ke arahnya.
Setelah menghindar, Tu Long dengan cepat melarikan diri karena sadar jika terkena dampak dari pertarungan mereka, ia bisa terluka parah.
Wuss wuss..!!
“Urgh,, nasib jadi orang lemah,” gumam Tu Long memasang wajah cemberut dan terus lari layaknya dia anak kecil yang di kejar Binatang Buas.
...
Sementara Du Jian yang baru saja menghempaskan Kaisar Qian Long, kini terkekeh menyeramkan.
“Akan ku buat kau menderita,” teriak Du Jian kembali melesat ke arah Kaisar Qian Long.
Kaisar Qian Long yang baru saja bangkit kini melirik ke arah Du Jian sambil mengumpat dalam hati.
“Sial, bagaimana bisa aku tidak menyadari ada orang sekuat dia ada di Kekaisaran ku,” gumam Kaisar Qian Long.
Terlihat walau selalu di serang dan tak bisa membalas serangan Du Jian, Kaisar Qian Long masih baik-baik saja. Yang artinya ia mungkin setara atau setidaknya Du Jian sedikit lebih kuat. Tapi karena emosi Du Jian, kini Du Jian tidak mampu melukai Kaisar Qian Long.
Wung..!!
“Mati,” teriak Du Jian mengayunkan tinjunya yang telah di aliri Energinya.
Saat Du Jian mengayunkan tinjunya, terlihat jelas area sekitar Du Juan langsung hancur, saking kuatnya serangan Du Jian.
Duar..!!
__ADS_1
Bom bom bom..!!
Kaisar Qian Long yang mampu memblokir serangan Du Jian langsung terlempar kembali dan menabrak beberapa sisa-sisa bangunan yang tidak hancur.
Dret..!!
Huh huh huh..!!
“Sial, kenapa dia lama sekali datang? Jika begini hanya tinggal menunggu beberapa jam saja aku pasti akan mati di tangannya,” gumam Kaisar Qian Long.
Du Jian tentu tidak sadar mengapa Kaisar Qian Long tidak menyerang balik dan selalu di serang, itu karena Kaisar Qian Long sadar tidak mampu membunuh atau melukai Du Jian.
Jadi satu-satunya jalan adalah menunggu bantuan datang sambil mencoba untuk memanfaatkan amarah Du Jian yang selalu menyerangnya. Karena hanya dengan begini Kaisar Qian Long tidak akan kehabisan energinya dalam waktu yang cukup lama.
Wung..!!
Du Jian yang muncul di belakang Kaisar Qian Long pun mengayunkan kaki kanannya.
Wuss..!!
Jlep..!!
Mata Kaisar Qian Long seketika melotot tak percaya saat melihat sebuah anak panah bewarna perak kini menanjap di dadanya.
Bahkan Du Jian yang akan menyerang Kaisar Qian Long pun ikut terkejut hingga mengurungkan serangannya.
Wuss..!!
Jlep..!!
Bom..!!
“Dasar sialan, kenapa kau membunuh buruanku hah,” teriak Du Jian kini melirik ke arah Meng Chen di atas sebuah sisa benteng yang paling tinggi.
“Apa kau ingin melawanku?” Du Jian kembali berteriak dengan penuh amarah ke arah Meng Chen.
“Hemm..!! Jangan banyak tanya, walau kau bisa membunuhnya, tapi itu membutuhkan waktu yang lama, kau sadar jika emosimu meledak maka kau di luar kendali dan itu membuatmu sedikit melemah. Seandainya kau tidak di kendalikan emosi, mungkin kau bisa membunuhnya setidaknya selama 30 menit.” Dengus Meng Chen.
“Tapi bukan karena membunuhnya adalah masalahnya di sini, tapi karena waktu kita sudah tidak banyak lagi, karena sebentar lagi orang yang mengendalikan Kaisar Qian Long akan datang, jadi kita harus secepatnya pergi dari sini,” sambung Meng Chen terdengar acuh.
Mendengar nada suara Meng Chen yang acuh, wajah Du Jian yang sudah di penuhi amarah kini tak bisa di bayangkan lagi cara meluapkan emosinya.
“Dasar sialan, aku tidak peduli siapapun dia, jika dia ikut campur, maka akan ku bunuh juga dia,” teriak Du Jian meraung.
“Hais,, rupanya kau harus di berikan sedikit bimbingan oleh Penetua Agung, apa kau lupa jika tugas kita sebenarnya di sini sedang apa hah? Dan kau saat ini melalaikan tugasmu.” Teriak Meng Chen memarahi Du Jian.
“Jika Penetua Agung tahu kau melalaikan tugasmu, entah Neraka seperti apa yang akan kau hadapi nan-”
__ADS_1
Dret..!!
Du Jian seketika muncul dengan bola mata yang besar dan cerah. Terlihat dengan cepat ia berubah ekspresinya, dari marah hingga menjadi anak polos berusia 1 tahunan.
“Hehe,, ayolah saudara Chen, kita ini kan saudara. Jadi jangan mengadu ke Penetua Agung maupun Tuan muda ya,” ucap Du Jian memasang wajah memelas.
“Heng,, dasar tak tahu malu,” dengus Meng Chen terdengar acuh.
“Aahh,, aku punya arak terbaik yang berasal dari-” Sebelum Du Jian menyelesaikan ucapannya, Meng Chen langsung memotongnya.
“Hehe,, tentu saja aku akan tutup mulut, kita kan saudara,” kekeh Meng Chen langsung menyambar arak yang baru saja Du Jian keluarkan.
Du Jian yang melihat araknya telah di sambar langsung merasa bahagia tanda Meng Chen telah setuju. Ia sama sekali tidak sadar jika sedang di manfaatkan.
...
Sementara Tu Long yang di kejauhan hanya bisa plonga plongo saat melihat Meng Chen dengan mudahnya membunuh Kaisar Qian Long.
Padahal Du Jian saja tidak mampu melakukannya secepat dan sesingkat itu.
“Me..Mereka luar biasa, kini aku akan menambah tujuanku, aku harus melawan paman Chen juga,” gumam Tu Long dengan nada semangat.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Tu Long yang melesat ke arah Du Jian dan Meng Chen pun langsung memasang wajah jijik saat melihat keduanya yang tentunya tidak tahu malu menurut Tu Long.
Satunya sangat tidak tahu malu dan menjijikkan saat memelas, orang yang Tu Long maksud tentunya Du Jian.
Dan satunya lagi mencoba memanfaatkan sesuatu demi mendapatkan keuntungan.
“Apa kau lihat-lihat, tidak pernah melihat orang bahagia ya,” dengus Du Jian dan Meng Chen serempak.
“Heng,, siapa juga yang mau melihat kalian,” dengus Tu Long langsung mengalihkan pandangannya ke arah para tahanan yang mencoba mendekati mereka.
Melihat itu, Meng Chen pun langsung berkata. “Tinggalkan mereka, karena kita harus cepat menyusul Tuan muda.”
“Siapa juga yang ingin membawa mereka,” dengus Tu Long.
“Ayo pergi, tadi aku dengar paman Chen membicarakan seseoranf yang mengendalikan Kaisar itu akan datang, itu artinya dia pastinya jauh lebih kuat. Jadi pastinya akan bahaya jika kita berlama-lama di sini,” ajak Tu Long langsung melesat ke sembarang arah..
Wuss..!!
Wuss..!!
Melihat Tu Long melesat ke arah Barat, Meng Chen pun langsung mendengus kecil.
__ADS_1
“Kau mau kemana dongol, arah kita bukan kesana, melainkan sana,” tunjuk Meng Chen ke arah yang berlawanan.
“Heh,, siapa juga yang mau langsung pergi, aku hanya memberitahu para tahanan ini untuk langsung pergi dari sini jika mereka tidak ingin terlibat masalah yang jauh lebih besar,” kilah Tu Long terdengar mengelak.