
“Hehe,, penyesalan di ahir, tiada gunanya, akan lebih baik kita bersenang-senang sekarang.” Sambung Bo Wuhan muncul dengan kapak terayun ke wajah Iblis Tombak.
Dret..!! Slash..!!
Trank..!!
Mata Bo Wuhan seketika berkerut saat ia merasakan bilah tombak transparan di depannya.
“Woah,, jika kau tidak menahan tebasanku, aku pasti tidak akan mengetahui tombak transparan yang kau genggam ini.” Ucap Bo Wuhan tersenyum lebar.
“Ayo buatlah aku semakin bahagia lagi dan tunjukkan pertunjukan yang semenarik mungkin,” sambung Bo Wuhan langsung mengayunkan tangan kirinya yang telah memegang kapak.
Wung..!!
“Huh, sial, menahan satu seranganmu sudah sangat berat, bagaimana bisa aku berani menahan seranganmu yang satunya lagi,” umpat Iblis Tombak.
Dret..!!
Iblis tombak dengan menaikkan kaki kananya ke lengan kanan Bo Wuhan yang masih menekan tombaknya.
Trank..!!
Tepat setelah ia menendang lengan kanan Bo Wuhan, sekaligus melakukan manuver dan langsung menjauhi Bo Wuhan.
Tap tap..!!
Bo Wuhan yang melihat kecepatan musuh, semakin bahagia, darahnya semakin mendidih saat ini.
“Haha,, hahaha, kecepatanmu mengingatkanku kepada Tuan muda Tian dan matamu mengingatkan ku kepada monyet nakal itu,” ucap Bo Wuhan yang kini seperti orang gila.
Iblis Tombak yang melihat Bo Wuhan semakin lama, seketika bergumam.
“Sial, apakah aku melawan orang yang gila, jika begini melarikan diri akan percuma saja, karena aku pernah melawan orang sekalibernya, walau orang yang pernah ku lawan lebih lemah.” Umpat Iblis Tombak.
Dan Iblis Tombak tidak mengetahui jika Bo Wuhan belum sepenuhnya gila saat ini. Bo Wuhan juga belum menggunakan 20% kekuatannya saat ini, yang artinya ia masih menggunakan di bawah 20%.
Blush..!!
__ADS_1
“Baiklah, aku akan menahanmu selama mungkin, agar bala bantuan bisa tiba tepat waktu.” Ucap Iblis Tombak yang terlihat berubah ke wujud aslinya.
“Khehe,, jika begitu, aku akan menaikkan sedikit kekuatanku menjadi di bawah 30%” Kekeh Bo Wuhan menyeringai bahagia.
Wuss wuss..!!
Seketika keduanya langsung menerjang serempak dan langsung mengayunkan senjata mereka masing-masing.
***
Tap tap..!!
“Aku merasakan dua sosok kuat tengah bertarung di sana,” gumam Duan Du seketika menghentikan langkahnya dan melirik ke arah kanan, dimana Bo Wuhan berada.
“Apa ada lebih dari 1 monster setingkat Kaisar Dewa Energi ⭐ 9 Puncak di kota ini?” Sambung Duan Du merenung sesaat, karena sepengetahuannya, hanya ada 1 yang setingkat itu di kota ini, yang tak lain Penguasa kota.
Tapi karena yang di lawan adalah orang gila bertarung dan sangat kuat, Duan Du pun tidak terlalu memikirkannya dan kembali melanjutkan perjalanannya ke pusat kota.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
“Sialan, ia pasti akan banyak bacot setelah kami bertemu nanti,” umpat Duan Du yang merasa iri, lantaran musuh yang kuat mendatangi Tu Long.
“Aku harus cepat membereskan para Bangsawan sialan itu, agar aku membalas ocehannya nanti,” sambung Duan Du.
Blush..!!
Dengan cepat Duan Du melukai ibu jarinya dan menggerakkannya.
Terlihat tetesan darah di ibu jari Duan Du membentuk pola di udara dan langsung menciptakan lubang dimensi.
Dret..!!
Tap tap..!!
Terlihat dari balik lubang, satu persatu bayangan muncul di depan Duan Du dan langsung berlutut.
__ADS_1
“Kami menyapa Yang Mulia,” ucap para bayangan.
Duan Du yang melihat para bayangan yang mendiami Dimensi Bayangan, langsung mengangguk puas, karena yang muncul di depannya adalah para Bayangan tingkat tinggi dan setara dengan dirinya.
“Mohon kerja samanya, bantu aku menegak keadilan dan bunuh semua penghuni kota ini, kecuali para budak dan rekan ku,” ucap Duan Du.
“Siap laksanakan Yang Mulia,” jawab para bayangan, tanpa basa basi, para bayangan langsung menyebar ke segala arah.
Duan Du tak mau kalah, ia pun ikut melesat ke pusat kota.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Wung..!!
Dengan cepat Tu Long menggerakkan tubuhnya ke samping, di saat ia hendak membunuh penduduk kota yang ia temui.
Duarr..!!
Ledakan besar tercipta tepat di samping Tu Long.
Tu Long yang melihat pedang, besar masih menanjap di tanah, memasang senyuman lebar.
Ia pun dengan cepat melirik dari mana asal pedanh besar tersebut berasal.
Tap tap..!!
Bersamaan dengan Tu Long melirik, terlihat Penguasa Kota menapakkan kakinya dan ikut menatap Tu Long dengan tatapan tajam.
“Siapa kau? Apa kau sudah bosan hidup datang mengacau ke kota ku,” tanya Penguasa Kota di sertai niat membunuh.
“Khehe,, aku adalah Yang Mulia Tu Long,” kekeh Tu Long dengan nada bangga.
Mendengar itu, Penguasa kota semakin gelap mata, lantaran mengira Tu Long mengejek dirinya.
“Sialan, akan ku cincang mulut busuk mu itu idiot,” teriak Penguasa kota yang langsung mengeluarkan 7 Pedang senjata andalannya.
__ADS_1
Blush..!!