Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Keluarga Kecil Baru Xiu Bai dan Pergerakan Xiu Bai serta Li Zhang


__ADS_3

Walau bingung, kedua sepasang suami istri tersebut tetap mengangguk di sertai wajah sedikit khawatir lantaran ayah mereka atau Li Zhang sangat takut dan hormat terhadap Xiu Bai.


Dengan penuh keragu-raguan mereka melirik ke arah Li Zhang untuk meminta pendapat.


Li Zhang yang melihat itu juga sedikit mengerti jika putri dan menantunya meminta pendapat ingin bicara apa? Mereka terlihat takut jika salah bicara.


Melihat situasi yang cukup canggung, Xiu Bai yang ingin mengatakan sesuatu terdiam saat suara anak kecil berusia 2 tahun di gendongan ibu Li Hin'er terdengar nyaring dan imut.


“Kakak, apakah kau kakak ku? Jika kakak ku, kenapa aku tidak pernah melihat kakak sebelumnya?” Tanya Li Ji Qen dengan berteriak keras.


“Dan,, dan juga hanya Hin Jie-jie saja yang sering kemari, jadi kenapa kakak tidak pernah menemui Qen'er?” Sambung Li Ji Qen terlihat ingin turun dari gendongan ibunya dan menuju Xiu Bai.


Sementara ibu Li Hin'er atau Li Ying terlihat ingin menutup mulut putranya dengan tangan kirinya terhenti saat Xiu Bai menjawab.


“Hehe,, itu karena kakak mu ini sibuk berlatih di tempat yang jauh, kakak ingin secepatnya menjadi kuat agar dapat melindungimu, Hin'er, ibu, ayah, kakek dan yang lainnya,” jawab Xiu Bai mengulurkan tangan kanannya.


Li Ji Qen pun langsung melirik ibunya untuk minta di turunkan. Li Ying pun mengangguk dengan senyum hangat.


Tap tap..!!


Terlihat Li Ji Qen langsung berlari kecil, dan caranya berlari sangatlah lucu dan membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas.


“Kakak, ayo kita main, Qen'er selalu ingin bermain, tapi ibu melarangnya, katanya di luar banyak Binatang Buas.” Ajak Li Ji Qen sambil memanyunkan bibirnya saat bercerita.


“Hoho kemanakah kita akan pergi bermain Qen'er?” Tanya Xiu Bai terlihat mengingat dirinya saat berusia 1 bulan.


“Kakak akan mengikuti keinginan Qen'er kemana saja dan Qen'er kini tidak perlu takut kepada Binatang Buas, karena semua Binatang Buas takut terhadap kakak,” sambung Xiu Bai dengan senyum hangat.


“Woah,, kakak sangat kuat ya sampai-sampai para Binatang Buas takut, jika begitu Qen'er sudah tetapkan, saat Qen'er sudah dewasa nanti, Qen'er ingin menjadi sekuat kakak agar bisa melindungi ibu, ayah, kakak, kakek dan semua yang Qen'er sayangi,” teriak Li Ji Qen dengan penuh semangat dengan mata besarnya yang polos.


Tak lama Li Ji Qen pun membawa Xiu Bai bermain, dan terlihat saat di bawa terbang oleh Xiu Bai, Li Jin Qen menunjuk semua tempat secara acak yang ingin ia tuju.


Dan tujuan Xiu Bai ingin pergi bersama Li Ji Qen, agar Li Zhang bisa mengobrol dengan putri dan menantunya.


Dapat Xiu Bai pahami jika paman dan bibinya itu sangat merindukan Li Zhang dan Li Hin'er.


Tap tap..!!

__ADS_1


Tidak sampai 30 menit, kini Xiu Bai kembali bersama Li Ji Qen.


“Hin Jie-jie kau sudah di sini,” teriak Li Ji Qen saat melihat Li Hin'er sudah ada di sana bersama ayah ibu dan kakeknya.


“Kakak kau tahu tidak, Qen'er tadi di bawa oleh Bai Gege berkeliling dengan cara wuss wuss,” ucap Li Ji Qen langsung menceritakan perjalanannya dengan wajah ceria.


“Woah,, benarkah. Kemana saja Qen'er pergi sama kakak Bai?” Tanya Li Hin'er sambil mengangkat Li Ji Qen lalu di ajak pergi.


Tap tap..!!


Sementara Xiu Bai, ia kini mendekati ketiga orang dewasa tersebut.


”Tu..Tuan muda-”


“Jangan terlalu formal paman, panggil saja Bai'er, bibi juga begitu,” ucap Xiu Bai langsung menghentikan sikap Yen Feng yang ingin membungkukkan badan sambil melirik Li Ying.


“Tapi Tuan muda,” ucap Li Ying yang merasa tidak enak, setelah mengetahui siapa Xiu Bai yang tak lain adalah pemimpin masa depan klan Asura dan umurnya yang sebenarnya. Tentunya mereka tidak terlalu percaya, tapi karena ayah mereka tidak pernah berbohong, mereka pun mau tak mau percaya.


“Ayolah, kalian kan juga ibu dan ayah angkat ku, apa kalian tidak ingin menganggapku putra?” Tanya Xiu Bai memasang wajah sedih.


“Untuk masalah Li Zhang itu kasus yang berbeda, aku tidak menganggapnya kakek karena itu adalah hukuman baginya yang menyembunyikan dan tidak percaya terhadap ku dan yang lainnya. Jadi berhentilah bersikap seperti itu,” sambung Xiu Bai.


Xiu Bai tentu saja keras kepala untuk masalah seperti ini, ia tidak ingin di anggap kurang ajar terhadap yang lebih tua, terlebih itu adalah keluarga atau ayah dan ibu angkatnya. Walau yang Xiu Bai secara sepihak meminta hal tersebut.


...


“Baiklah Ayah, Ibu, Bai'er akan pergi lebih dulu memberantas nyamuk-nyamuk yang selalu berdengung setiap malamnya,” ucap Xiu Bai langsung menyalami Yen Feng dan Li Ying, terlihat keduanya masih sedikit kaku saat Xiu Bai sangat hormat kepada mereka.


“Ayo Li Zhang,” ajak Xiu Bai langsung pergi dan di ikuti oleh Li Zhang.


Tap tap..!!


Wuss..!!


Setelah keluar dari pintu bangunan tua tersebut. Xiu Bai dan Li Zhang langsung melesat ke arah yang berbeda.


Wung..!!

__ADS_1


Dret..!!


Xiu Bai langsung muncul di salah satu bangunan milik salah satu Leluhur Klan Li yang berkhianat.


“Hemm..!! Apakah mereka masih berkumpul? Jika masih, itu akan memudahkanku,” gumam Xiu Bai kembali melesat ke arah tertentu.


...


Tap tap..!!


Di tempat Li Zhang, ia yang sudah di perintahkan oleh Xiu Bai kini mendatangi kediaman Patriak Li.


Wuss..!!


“Eeh,, tumben sekali kau datang tanpa memberikan info terlebih dahulu saudara Zhang,” ucap Patriak Li Tang Du sedikit terkejut saat keluar untuk melihat siapa yang mendatangi kediamannya.


Melihat Li Zhang tidak merespon, namun matanya sangat serius. Patriak Li Tang Du tersadar jika ada masalah serius yang tidak bisa di ucapkan dengan sembarangan, bahkan melalui telepati sekalipun.


Setelah melihat tidak ada yang mengawasi. Patriak Li Tang Du pun membalik badan sambil berkata. “Ikuti aku.”


Tap tap..!!


Li Zhang pun langsung melangkah setelah Patriak Li Tang Du melangkah lebih dulu.


...


Beberapa menit kemudian.


“Apakah kau datang kesini ingin bertanya tentang pergerakan Leluhur Agung Li Yun yang semakin mencurigakan?” Tanya Patriak Li Tang Du sambil melirik Li Zhang yang duduk sambil menyerap teh yang telah di tuangkan oleh Patriak.


Li Zhang tidak langsung mengatakan tujuannya, ia dengan santai menikmati tehnya terlebih dahulu yang masih hangat.


Srupp..!!


Ah..!!


“Ehem,, ini bukan masalah itu, tapi aku mau berkata jujur jika aku dan Hin'er tidak kembali dengan tangan kosong, melainkan membawa langsung Legenda Dua Iblis Angin dan sosok yang paling mengerikan,” ucap Li Zhang tersenyum bahagia.

__ADS_1


Patriak Li Tang Du yang mendengar itu kini membuka mulutnya lebar-lebar dengan mata melotot di sertai tubuh bergetar hebat.


“A...Apakah yang kau katakan ini benar saudara Zhang? Jangan mengada-ada,” teriak Patriak Li Tang Du tidak percaya dan tidak akan pernah percaya sebelum melihat keberannya secara langsung.


__ADS_2