
“Kapan aku bisa sekuat Tuan Xian dan Tuan muda Ye ya?” Gumam Feng Lu dalam hati, lantaran ia merasa menjadi beban saat ini.
Namun Feng Lu tidak sadar jika kelak ia akan lebih kuat dari kedua sosok yang kini pergi bersamanya.
Wuss wuss..!!
***
Di sebuah bongkahan batu bewarna hitam pekat, terlihat 3 sosok yang Xiu Bai kenal melesat.
Tap tap..!!
Huh huh huh..!!
“Sembunyi di sini, jangan sampai ada yang mengeluarkan nafas,” ucap pedang Angin yang terlihat di penuhi luka serta tangan kiri terpotong rapi.
Zang Jin dan Zang Zen yang memiliki kondisi yang sama, namun beruntung anggota tubuh mereka tetap utuh, langsung mengangguk patuh.
Krak krak..!!
Blush..!!
Tepat setelah Pedang Angin, Zang Jin dan Zang Zen menyatuh dengan bongkahan batu.
Seketika muncul retakan celah tidak jauh dari tempat mereka bersembunyi, hal tersebut membuat ketiganya langsung menahan nafas di sertai keringat dingin.
Kini di hadapan mereka ada sosok transparan mirip udara, ia adalah sosok yang tercipta sama dengan Xiu Bai, yaitu ruang hampa.
Secara samar-samar tubuhnya mirip manusia, namun masih transparan.
Blush..!!
Seketika sosok tersebut mendekati bongkahan batu dan tubuhnya seketika berjarak 1 inci dari wajah Pedang Angin.
1 menit.
10 menit
40 menit sosok tersebut mencium bau yang ada di batu, namun ia tidak merasakan adanya jejak mencurigakan, hingga retakan tercipta lalu menghilang.
Melihat sosok yang selalu mengejar mereka menghilang, Pedang Angin, Zang Jin dan Zang Zen langsung merasa lega dalam hati, tanpa berani bergerak dan bernafas. Karena takut jika sosok tersebut berpura-pura pergi dan sedang mengintai mereka.
1 hari.
1 minggu.
1 tahun telah berlalu, kini Pedang Angin, Zang Jin dan Zang Zen mencoba untuk menggerakkan kepala mereka untuk saling memandang.
Huuf..!!
“Beruntung ia tidak bisa melihat dan hanya merasakan nafas, pergerakan dan aura kita, jika ia bisa melihat, kita mungkin sudah lama mati,” ucap Pedang Angin langsung mengusap keringatnya yang menempel layaknya lendir.
“Hemm..!! Aku tak menduga kedatangan kita langsung di sambut oleh sosok mengerikan seperti tadi. Bagaimana dengan sosok yang lainnya.” Sambung Zang Jin terlihat merinding.
“Mungkin ada lebih banyak yang sepertinya.” Balas Zang Zen dan melirik ke arah Pedang Angin.
“Jadi apa langkah selanjutnya yang akan kita ambil Tuan?” Tanya Zang Zen.
__ADS_1
Pedang Angin yang di tanya juga bingung, karena ini pertama kalinya ia datang ke tempat lahirnya Tuannya, Iblis Asura.
Pandangannya pun mengarah ke segala arah dan semuanya sama, yaitu kosong dan satu-satunya yang berisi hanya Batu tempat mereka bersembunyi saat ini.
“Aku juga bingung mau ke arah mana terlebih dahulu, karena aku saat ini ragu jika ada sosok yang seperti 1 tahun lalu sedang mengintai kita saat ini.” Jawab Pedang Angin terdengar jujur.
“Kenapa kalian tidak ke pusatnya saja, aku tahu tempatnya.”
Blush..!! Wuss wuss..!!
Seketika Pedang Angin, Zang Jin dan Zang Zen langsung melesat menjauhi batu tempat mereka bersembunyi.
Mata mereka semua melotot saat mendengar batu tersebut bicara.
“Siapa anda? Keluarlah,” ucap Pedang Angin yang tidak yakin jika batu tersebut yang bicara.
“Hemm..!! Tenanglah, ini aku yang bicara dan aku tidak akan membunuh kalian, karena aku tertarik dengan isi yang ada di tubuh kalian.” Ucap batu tersebut.
Hal tersebut membuat Pedang Angin, Zang Jin dan Zang Zen terkejut.
Mereka yang menduga maksud batu tersebut adalah darah mereka langsung mengeluarkan senjata masing-masing.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Bom bom bom..!!
Dengan kekuatan penuh, ketiganya langsung menyerang batu tersebut.
“Hemm..!! Kalian tidak akan bisa menghancurkanku, bahkan para pecahan hampa pun tidak mampu menghancurkanku, bagaimana kalian bisa begitu bodoh menyerangku. Ckck.” Ucap batu tersebut terdengar seperti mengejek.
“Oh ya, satu lagi, mungkin kalian salah menebak maksudku, yang aku maksud adalah aku merasakan banyak besi tersimpan di benda bulat yang ada tubuh kalian itu.” Sambung batu tersebut kembali menjelaskan.
Mendengar itu, Pedang Angin, Zang Jin dan Zang Zen pun menjadi lega.
“Apa yang kau maksud adalah cincin penyimpanan ini?” Tanya Pedang Angin.
“Hemm..!! Aku tidak tahu namanya, aku bisa bicara karena mengambil beberapa ingatan kalian dan meniru cara kalian bicara.” Ucap batu tersebut.
“Aku juga tidak tahu nama ku, dan yang aku inginkan hanya yang ada di dalam tubuh kalian itu.”
“Jika kalian memberikanku, maka aku akan membantu kalian dengan membawa kalian menuju pusat, di sana ada banyak makhluk-makhluk aneh seperti kalian yang datang kesini.” Sambung batu tersebut.
Tap tap..!!
Blush..!!
Tepat saat Pedang Angin mengeluarkan beberapa pedang usang dan tidak terpakai, batu tersebut langsung menyerapnya layaknya magnet.
“Ah, nikmatnya. Apakah ada lagi?” Tanya batu tersebut.
Zang Jin dan Zang Zen pun memberikan semua senjata mereka yang tidak terpakai, bukan hanya itu saja, benda-benda yang terbuat dari besi pun mereka keluarkan juga.
Batu tersebut dengan gembira menyerapnya.
“Kenyangnya,” ucap batu tersebut terdengar puas.
__ADS_1
“Jadi, apakah kau bisa menepati janjimu untuk membawa kami?” Tanya Pedang Angin kini menarik janji batu tersebut.
“Tentu saja, tapi sebelum itu, kalian harus apa ya?” Ucap batu tersebut bingung tidak tahu harus mengatakan apa.
Blush..!!
Tanpa tahu harus menjelaskan bagaimana, batu tersebut mengeluarkan sumber energi yang sangat kuat.
Menyadari maksud dari batu tersebut, mata Pedang Angin, Zang Jin serta Zang Zen melotot.
“I..Ini, apa maksud mu kami harus menyerap energi ini?” Tanya Pedang Angin memastikan.
“Benar itu namanya dan ini adalah hasil kotoran yang tadi aku makan, tapi ini bisa sangat bermanfaat bagi makhluk seperti kalian. Itulah yang aku ketahui,” jawab batu tersebut lalu menjelaskan dari mana energi ini berasal.
Seketika ketiganya saling memandang dengan wajah tersenyum bahagia.
Tanpa ragu mereka bertiga langsung menyerap energi yang Batu tersebut berikan.
Blush blush blush..!! Sret..!!
Saat menyerap energi yang di berikan Batu hitam pekat, tanpa ketiganya sadari Batu tersebut melindungi mereka dari penghuni asli tempat ini.
Dan jika Xiu Bai ada di sini, maka ia akan terkejut jika Batu yang dulu pernah ia cari-cari sebelum keluar dari Inti Ruang Hampa, ada di depan ketiga bawahannya.
Batu tersebut Xiu Bai namai Batu Informasi, karena mampu merekam semua Inti Ruang Hampa dan meniru semua makhluk hidup yang menghigapinya.
***
Wuss..!! Tap tap..!!
“Sebentar lagi kita akan sampai, jadi kita akan istirahat dulu di sini,” ucap Fei Wei Xian saat sadar Feng Lu kelelahan.
Eehh..!!
“Apa kita sudah sampai?” Tanya Feng Lu langsung bersemangat dan ingin bertemu Xiu Bai secara langsung, tanpa melihatnya dari kejauhan lagi.
“Belum, kita akan istirahat dan makan di sini karena beberapa jam kita akan sampai,” jawab Fei Wei Xian.
“Ah begitu ya,” ucap Feng Lu langsung lemas, lantaran mengira tujuan mereka sudah sampai.
Tap tap..!!
“Kita istirahat demi kebaikanmu yang mulai melemah, jadi makan saja terlebih dahulu dan pulihkan kekuatan fisikmu.” Ucap Bai Chu Ye datar.
Feng Lu pun mengangguk patuh. “Hem hem,, baiklah,” ucap Feng Lu dengan polos.
Ketiganya pun langsung terlihat membakar beberapa daging yang telah di potong dan di bumbui terlebih dahulu oleh Fei Wei Xian.
Beberapa menit kemudian, setelah selesai membakar semua daging hingga matang. Ketiganya langsung memakan dengan nikmat.
Srek srek..!!
Bersamaan dengan itu, terdengar suara gesekan serta langkah kaki dari arah utara tempat mereka duduk.
“Hemm..!! Ada parasit, aku akan membereskan mereka terlebih dahulu,” ucap Fei Wei Xian yang sangat benci jika ia sedang makan lalu di ganggu.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1