
“Akhirnya beres juga,” gumam Tetua Han terdengar santai, seolah-olah ia sedang membereskan hama yang ada di sawah.
Dret..!!
...
Tap tap..!!
Bertepatan dengan perginya Tetua Han, kini muncul beberapa sosok pria berjubah mewah dengan kekuatan cukup mengerikan.
“Hemm..!! Aura beserta jejaknya seketika lenyap begitu saja, itu artinya orang tersebut adalah sosok yang lebih kuat dari ku maupun kau kakak,” ucap seorang pria yang terlihat seperti berumur 30 tahunan.
“Bisa jadi,” ucap sosok pria yang terlihat berumur 40 tahunan.
“Apakah sebelumnya kau pernah memiliki konflik dengan klan atau sosok tertentu?” Tanya Jing Chen kini melirik ke adiknya sekaligus Penguasa Istana Kedua dan juga Pangeran kedua.
“Coba ku ingat dulu,” ucap Jing Lujie langsung memegangi dagunya.
Jing Lujie sama sekali tidak tahu jika dua Jendral terkuat miliknya secara sepihak ingin pergi menyerang klan Iblis Asura. Dan pada saat semua petinggi Istana Kedua berkumpul, Jing Lujie tidak berada di istana, melainkan pergi ke Istana Pusat menemui Pangeran Mahkota, sekaligus kakak kandungnya yang kini berdiri di hadapannya.
“Aku rasa Istana kedua yang ku pimpin selama ini baik-baik saja, kami sama sekali tidak pernah membuat konflik dengan Klan kuno tersembunyi maupun Dinasty yang berasal dari Alam Celestial lain.” Ucap Jing Lujie sambil mengangkat kepalanya.
“Jika begitu, ada sesuatu yang tidak kau ketahui saat kau pergi beberapa waktu lalu, rupanya kau harus mengumpulkan semua orang-orangmu,” ucap Jing Chen langsung memasang wajah serius.
Jing Lujie pun langsung mengangguk patuh, ia pun langsung mengajak kakaknya kembali ke Istana.
Wuss..!!
Saat Jing Lujie melesat terlebih dahulu, Jing Chen masih melayang di tempatnya.
Pandangannya kini mengarah ke segala arah, dan terahir ke gerbang yang kini hancur.
“Aku sempat mendengar suara teriakan beberapa saat sebelum terjadinya ledakan di sertai petir yang tiba-tiba muncul. Tapi teriakan siapa itu?” Gumam Jing Chen dalam hati.
Tap tap..!!
“Kau kemari,” tunjuk Jing Chen ke arah salah satu penjaga gerbang yang berhasil selamat dari ledakan serangan Tetua Han.
“Ba..Baik Yang Mulia,” ucap penjaga tersebut dengan tubuh bergetar hebat.
“Katakan apa yang sebenarnya terjadi tadi di tempat ini? dan jelaskan aku bagaimana bisa, sampai ada sosok kuat datang menyerang gerbang ini,” tanya Jing Chen dengan nada dingin.
Glek..!!
“I..Itu, itu karena Jendral Perang Zuan dan Jendral Perang Faying mengumpulkan seperempat dari pasukan Istana Kedua untuk pergi menyerang Klan Iblis Asura, Yang Mulia,” ucap penjaga gerbang yang memberanikan dirinya untuk berbicara jujur.
Blush..!!
__ADS_1
“Betapa bodohnya mereka berdua,” ucap Jing Chen seketika meraung saat mendengar dua Jendral Perang mencoba melawan Klan Iblis Asura.
Bukan hanya Jing Chen.
Di aula Istana Kedua, terdengar suara ledakan besar di sertai aura yang sangat dahsyat muncul dari tubuh Jing Lujie.
“Berani sekali kalian mengambil tindakan tanpa seizin dariku, rupanya kalian semua telah bosan hidup.” Teriak Jing Lujie.
Glek..!!
Semua petinggi yang melihat Penguasa Istana Kedua sangat marah, kini hanya bisa menelan ludah sambil menahan tekanan yang di keluarkan Jing Lujie.
“Jika kalian semua sudah bosan hidup, maka jangan bawa nama Istana Kedua Dinasty kuno, dasar sampah sialan,” sambung Jing Lujie kini mengepalkan erat tangannya.
Blush..!!
Terlihat kini gumpalan energi menyelimuti tangan Jing Lujie.
“Maju kalian semua yang terlibat, jika ada yang berani berbohong atau mengelak, maka aku akan membantai seisi keluarga kalian tanpa terkecuali,” ucap Jing Lujie dengan nada dingin.
Glek..!!
Seketika tubuh orang-orang yang terlibat dalam merencanakan ingin menyerang Klan Iblis Asura langsung lemas tanpa bisa menggerakkan tubuh mereka saking takutnya.
“Maju dasar sampah sialan,” raung Jing Lujie langsung mengayunkan tinjunya tepat ke arah salah satu petinggi Istana Kedua.
Wuss..!!
Sebuah lesatan energi seketika muncul lalu meledak kan kepala petinggi tersebut dan hanya menyisakan tubuhnya saja.
“Ya..Yang Mulia, saya bisa-”
Wuss..!!
Bomm..!!
Sebelum petinggi tersebut menyelesaikan ucapannya, kepalanya seketika meledak.
“Aku tidak butuh penjelasan kalian, jadi cepat maju sebelum kesabaranku habis,” ucap Jing Lujie dengan nada dingin.
Tap tap..!!
Karena takut keluarga mereka akan di bunuh, satu persatu petinggi Istana Kedua pun langsung maju.
Salah satunya Jendral Perang Hong, bawahan Jendral Perang Fang.
“Bagus, lebih dari setengah rupanya yang ikut,” amarah Jing Lujie seketika semakin tidak bisa di kontrol saat melihat hampir semua bawahannya kini maju.
__ADS_1
“Akan ku buat kalian semua membayar apa yang kalian lakukan,” ucap Jing Lujie kini menggerakkan kedua tangannya.
Wung..!!
Hembusan angin kencang seketika muncul dari tubuh Jing Lujie, dan pada saat ia akan membunuh mereka semua dalam sekali serang.
Tap tap..!!
“Hentikan Lujie, itu tidak akan ada gunanya,” ucap Jing Chen kini menepuk pundak adiknya.
“Tapi jika aku tidak menyelesaikannya maka, Istana Kedualah yang akan hancur, apa kau tidak mengerti itu,” teriak Jing Lujie langsung berteriak keras ke arah kakaknya.
“Aku paham, bahkan Istana Pusat pun pasti akan ikut merasakan akibatnya, jadi aku kini memiliki solusi untuk meredam amarah Klan Iblis Asura. Dan sebelum aku jelaskan, kau sebaiknya dinginkan kepalamu terlebih dahulu.” Ucap Jing Chen terdengar tenang.
Jing Lujie yang mendengar itu, terdiam sesaat, dan tak lama ia pun mengangguk setuju.
Selang beberapa menit, Jing Lujie pun melirik kakaknya. “Aku sudah tenang, jadi jelaskan solusimu.”
“Kita hanya tinggal membawa mereka semua lalu menjelaskan semua permasalahannya, maka dengan itu, aku yakin setidaknya mereka pasti sedikit mengerti.” Ucap Jing Chen.
“Selain itu, kita bisa memberikan mereka kompensasi untuk permintaan maaf untuk lebih meyakinkan mereka jika kita benar-benar tidak ikut campur.” Sambung Jing Chen.
Pada saat bicara, Jing Chen kini melirik ke arah Jendral Perang Fang yang baru saja datang dan kini melangkah masuk.
“Satu-satunya orang yang menolak ikut pada saat pertemuan adalah Jendral Perang Fang, aku tahu itu tentunya dari pada penduduk.”
“Jika kau ragu, maka kau tinggal bertanya kepada mereka semua yang ada di depan mu.” Ucap Jing Chen.
“Hemm..!! Lalu apa masalahnya jika Jendral Perang Fang tidak ikut campur? Bukankah itu bagus jika ia satu-satunya orang yang masih berpikir waras.” Tanya Jing Lujie.
“Tentu saja Jendral Perang Fang adalah saksinya, dia juga berkata jika ia sempat melihat sosok Iblis setinggi kurang lebih 5 sampai 6 meter dengan dua tanduk bewarna putih keemasan. Itu artinya Iblis yang membantai bawahanmu yang tadinya akan menyerang hanya memberikan peringatan saja.”
“Jadi ini adalah kesempatan kita sebelum Klan Iblis Asura benar- benar marah,” jawab Jing Chen.
Jing Lujie pun terdiam, ia tahu jika kakaknya ahli strategi dan sangat cerdas dalam mengambil kesimpulan maupun situasi. Tapi ia tak menduga jika kakaknya dapat mengumpulkan semua informasi dalam sekejap hingga membuat solusi yang tepat menurutnya.
“Baiklah, kapan kita akan berangkat?” Tanya Jing Lujie.
“Setelah aku memberitahu Ayah masalah ini, karena jika kita menyembunyikannya, atau ia terlambat tahu, kau sadar konsekuensinya bukan,” ucap Jing Chen.
Jing Lujie pun mematung. Ia lupa akan sosok ayahnya yang suka meledak-ledak jika terlibat masalah besar.
“Baiklah, itu artinya kita akan berangkat besok bukan?” Tanya Jing Lujie memastikan.
“Benar, jadi aku akan pergi dulu, dan pastikan mereka semua tidak ada yang melarikan diri.”
Wuss..!!
__ADS_1