Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menjadi Sasaran Kesalah Pahaman


__ADS_3

“Arah kanan Hu'er, jangan sampai lolos,” ucap Bai Ha, langsung memberikan adiknya perintah.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Bai Hu pun langsung melesat ke arah kanan, saat merasakan ada 15 yang hendak melarikan diri, namun membalik badan untuk menyerang Bai Hu.


Bai Hu pun dengan cepat melakukan manuver untuk menghindar, bersamaan dengan itu, tangan kanan yang telah terkepal pun ia arahkan ke tengah-tengah musuh.


Bam..!!


Duaarr..!!


Dari yang awalnya terlihat sederhana, namun dampak dari tinju Bai Hu langsung melebar, yang membuat ke 15 musuhnya terhempas.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Bai Hu pun mengalirkan energinya ke kakinya, lalu melesat zig zag.


Wuss wuss..!!


Bom bom..!!


Satu persatu terdengar suara ledakan di setiap ayunan tinju Bai Hu.


Bai Hu yang sudah tidak merasakan jejak energi musuh pun langsung membuka kain penutup matanya.


“Hemm..!! Masih kurang, aku harus menguasai cara bertarung yang dengan merasakan aliran energi musuh dan aliran angin.” Gumam Bai Hu terlihat mengepalkan erat tangannya.


Dret..!!


Dengan cepat Bai Hu menutup kembali matanya, lalu melesat mengejar kakaknya dan Chen Long yang selalu membawa Du Jian.


***


Wung..!!


Bom bom bom bom..!!


Bom bom bom bom..!!


Sementara di tempat Bai Han, ia kini menggila, terlihat jelas ia tidak memperdulikan area sekitarnya.


Semua ia ledakan selagi musuh ada di sana. “Tak akan ku biarkan semua dari kalian mati dengan tubuh utuh,” teriak Bai Han.


Dret..!! Blush..!!


Bai Han terlihat mulai melayang ke udara, dan jutaan bahkan ratusan juta benang energi langsung menyebar ke segala arah.


Wung wung wung..!!


Suara dari dengungan benang energi yang menyerap energi sekitar terdengar jelas.


Semua monster yang berada di berbagai arah pun terhenti saat mendengar suara dengungan.


Mata mereka langsung melotot saat merasakan pusaran energi ada dimana-mana.


“La..Lar-”


Duaarr..!!


Duar..!! Bom bom bom bom bom..!!


Bom bom bom bom..!!

__ADS_1


Wuss..!!


Terlihat ledakan beruntun terdengar, hingga dampak dari ledakan langsung menyebar hingga ke tempat dimana Bai Da Xing, Meng Chen, Lan Yuheng, Chen Long, Bai Ha dan Bai Hu berada.


“I..Ini,” gumam semuanya langsung menghentikan langkah mereka yang awalnya ingin mendekati Bai Han.


“Mundur,” gumam semuanya dalam hati.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Di tempat Bai Chu Ye.


Ia tak kalah mengerikan, bahkan kini area di sekitar tempatnya telah berubah menjadi warna merah darah.


Langit pun terlihat ikut berubah.


Tepat di depan Bai Chu Ye, musuhnya kini terlihat sudah sekarat, hanya tersisa kepala dan badan saja. Untuk kedua tangan dan kakinya sudah melepuh.


“Akan ku perlihatkan sebuah rasa sakit yang belum pernah kau rasakan seumur hidupmu, karena telah mengganggu hidup dan memprovokasi keluarga kami.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.


Dret..!!


Tanpa banyak kata lagi, atau menunggu reaksi dari musuhnya, Bai Chu Ye langsung berubah menjadi kabut darah.


Blush..!!


Argh..!!


Arghhh..!!! Goaaarr..!!


Tak lama, jerit teriakan di sertai raung kesakitan dan minta ampun pun terdengar dari monster berkepala Serigala Merah.


Jika Bai Chu Ye dalam wujud manusia, mungkin semua keluarganya akan merinding saat melihat wajah Bai Chu Ye yang sangat dingin dan kejam.


Karena Bai Chu Ye sangat benci musuh yang berteriak kesakitan, apalagi meminta ampun tanpa rasa malu.


...


Tap tap..!!


Terlihat Bai Han yang sudah selesai membunuh semua musuhnya, kini muncul bersama anggota keluarganya yang lain.


“I..Ini,” ucap Bai Hu dan Meng Chen merinding, saat melihat kabut darah, secara perlahan menggerogoti tubuh musuhnya.


Setiap inci kulit, daging dan tulang musuhnya terus melepuh.


Glek..!!


“Aku yakin sangatlah sakit,” ucap Bai Hu langsung memeluk tubuhnya.


“Hem..!! Mereka yang memulai, maka mereka harus menanggung semua yang mereka mulai,” ucap Bai Han.


***


Di saat Bai Han dan semua anggota keluarganya baru selesai membantai semua musuh dan berkumpul menunggu Bai Chu Ye.


Terlihat Tu Long dan Bo Wuhan kini melesat keluar dari kota.


Tepat di belakang mereka, ada 10 sosok yang jauh lebih kuat dari Tu Long dan Bo Wuhan mengejar mereka.

__ADS_1


“Sialan, ini gara-gara kau sialan, bagaimana bisa mulut mu itu selicin bocah licik itu,” dengus Tu Long langsung menyalahkan Bo Wuhan.


“Hehe,, bukankah ini yang kau inginkan Tuan,” bukannya merasa bersalah, Bo Wuhan malah tertawa kecil dalam menanggapi kekesalan Tu Long.


“Huh,, tentu aku gemar bertarung bodoh, tapi bukan begini juga caranya sialan,” dengus Tu Long sambil melirik ke arah belakang.


“Sialan, jangan lari kau manusia *** ***,” teriak sosok wanita muda bertanduk dua, yang mengumpati Tu Long dan Bo Wuhan dengan amarah meledak-ledak.


“Heh,, seandainya kau laki-laki, sudah ku hajar kau jal**ng sialan, apa kau tidak tahu jika Tuan ku adalah sosok yang sangat perkasa, seharusnya kau bahagia melayaninya,” ejek Bo Wuhan.


Glek..!!


Wajah Tu Long semakin gelap saat mendengar ejekan Bo Wuhan. “Si sialan ini, apa yang bocah licik itu tanam di kepalanya hingga ia seperti ini,” umpat Tu Long langsung mencoba mengingat apa yang Xi Juan lakukan dulu saat Bo Wuhan di bawa pergi oleh Xi Juan.


Karena setelah Bo Wuhan kembali, ekspresi dingin Bo Wuhan langsung hilang drastis menjadi sosok ceria seperti Xi Juan. Bahkan tak jarang Bo Wuhan memprovokasi setiap monster yang mereka lewati, hingga berujung pertarungan.


Beruntung saja Bo Wuhan tidak berani mengejek Tu Long, jika tidak, mungkin mereka akan selalu ribut seperti saat Tu Long bersama Duan Du.


Dret..!!


Wungg..!!


Tepat di saat Tu Long dan Bo Wuhan akan mencapai gerbang kota. Sebuah bola energi dan bilah cambuk muncul di depan mereka.


Bom..!!


Duaarr..!!


Beruntung Tu Long yang selalu waspada, dengan segera menarik Bo Wuhan untuk menghindar.


Tap tap..!!


Tepat di saat Tu Long dan Bo Wuhan bangkit, sosok wanita cantik dengan dua tanduk di keningnya muncul bersama para bawahan setianya.


“Akhirnya tertangkap juga kau manusia mesum sialan,” ucap sosok wanita dengan dua tanduk, atau biasa di panggil Iblis Mawar.


Ia di panggil Iblis Mawar, lantaran kecantikannya, dan di balik kecantikannya, ia sangat berduri, atau galak.


Tatapan Iblis Mawar terlihat selalu menatap Tu Long, dari ia sampai, tatapannya tidak pernah terlepas.


“Kau dan kau, tangkap bawahannya itu, untuk dia, biar aku yang akan menangkapnya, lalu sisanya menyebar ke setiap dinding kota, agar mereka berdua tidak bisa kabur,” ucap Iblis Mawar.


Tu Long yang terdiam dari awal, hanya bisa menggaruk kepalanya.


Tap tap..!!


Tu Long pun langsung maju dan hendak menjelaskan. “Ehem,, nona yang cantik, saudaraku ini-”


“Ayo Tuan, hancurkan mulut wanita iblis ini, jangan kasih ampun,” teriak Bo Wuhan dengan nada lantang.


Blush..!!


Aura Tu Long seketika melonjak, lantaran ia yang ingin menjelaskan, langsung di potong oleh teriakan Bo Wuhan. Bahkan ia kini melihat Iblis Mawar yang semakin marah dan yakin tidak akan ada negosiasi.


“Akan ku hancurkan mulut busuk mu itu,” teriak Tu Long.


“Heh,, apa kau mampu Manusia Mesum,” dengus Iblis Mawar muncul di Tu Long.


“Eeh..!! I..Ini salah paham, yang aku maksud tadi adalah-”


Sebelum Tu Long kembali sempat menyelesaikan ucapannya, sebilah lesatan energi langsung mengarah ke Tu Long.

__ADS_1


Wung..!! Wuss wuss..!!


__ADS_2