
“Tunggu dulu, aku juga akan ikut bertarung, jadi aku nomer berapa bersama bocah ini,” teriak Tu Long dengan lantang.
Meng Chen yang mendengar itu pun ikut melirik ke arah Tu Long.
“Bocah ini, aku merasa tidak yakin ia ikut bertarung dengan serius,” gumam Meng Chen dalam hati.
“Apa kau yakin ingin ikut? Kau tidak hanya ingin main-main?” Tanya Meng Chen.
“Heh, paman, walau kami nakal, kami itu tahu batasan dan tahu terhadap siapa saja kami nakal,” dengus Duan Du.
“Hem...!! Jika begitu baiklah,” ucap Meng Chen langsung mengangguk, karena ia tadi mendapat pesan telepati dari Xiu Bai, jika tidak, ia berniat tidak mengizinkan keduanya ikut.
Tap tap..!!
“Aku, aku juga ingin ikut,” dalam sekejap 3 sosok yang Meng Chen kenal langsung muncul sembari mengangkat tangannya.
“Kau itu sudah tua, jadi kau tidak di izinkan ikut,” dengus Meng Chen melirik Han Liu.
“Apalagi kau,” sambung Meng Chen melirik Du Jian.
“Lalu untukmu, kau mungkin bisa, tapi jangan mencoba menipuku, jika tidak, akan ku usir kau keluar arena,” ucap Meng Chen melirik Bai Da Xing.
Bai Da Xing pun langsung mengangguk-angguk senang.
“Tentu saja paman, kau tenang saja, aku tidak mungkin bercanda dalam bertarung, terlebih aku melihat banyak sekali yang seumuran denganku dan mereka semua sangat kuat.” Jawab Bai Da Xing sambil mencengkram erat tangannya, tanda tidak sabar ingin ikut.
...
Tap tap..!!
Setelah memberikan Tu Long, Duan Du dan Bai Da Xing nomer urut peserta individu dan nomer kelompok, kini Meng Chen kembali melanjutkan tugasnya sebagai juri.
“Mulai,” ucap Meng Chen melirik ke arah nomer 19 dan 59.
Keduanya pun langsung melesat sambil memasang wajah bahagia, mereka bahagia karena ingin menang dan bisa bertemu atau melawan salah satu dari ketiga peserta baru, atau tak lain Tu Long, Duan Du dan Bai Da Xing.
***
Wung..!!
Duarr..!!
“Sialan, kenapa dia bisa ada di sana,” teriak Dewa Iblis Neraka kini terlihat mengamuk sejadi-jadinya.
Arrgghh..!!
Saking tidak menerima yang ia lihat, kini Dewa Iblis Neraka meraung layaknya orang gila.
__ADS_1
Terlihat saat ia mengamuk, semua yang ada di sekitarnya langsung meleleh menjadi bara api yang sangat panas.
“Huh huh,, jika Asura bersama Iblis Jiwa, maka itu akan mustahil bagiku melawan mereka, walau telah bergabung dengan Iblis Penghancur.” Gumam Dewa Iblis Neraka terlihat mulai tenang.
“Terlebih lagi aku sadar jika Dewa Iblis Penghancur memiliki niat tersembunyi di belakangku, dan bisa saja ia menusuk ku dari belakang saat aku lengah. Itulah yang membuatku selalu berhati-hati dan menyembunyikan informasi tentang diriku yang sesungguhnya termasuk semua jumlah bawahanku,” sambung Dewa Iblis Neraka.
“Muncul,” ucap Dewa Iblis Neraka dengan nada dingin.
Dret..!!
Tak lama, ribuan monster yang memiliki tingkat kultivasi Kaisar Dewa Energi ⭐ 9 Puncak.
Sungguh pasukan kekuatan yang mengerikan, walau mereka jauh lebih lemah dari monster yang setingkat dengan mereka. Tapi setidaknya mereka menang jumlah. Itu juga mampu membunuh Wang Si dengan 10 sampai 20 bawahan Dewa Iblis Neraka jika bekerjasama.
“Mulailah menyebar ke semua wilayah, cari semua informasi tentang kelemahan Iblis Penghancur, Asura dan Iblis Jiwa.” Ucap Dewa Iblis Neraka memberikan perintah.
“Satu lagi, jika kalian ketahuan, maka langsung hancurkan diri kalian. Ingat itu,” sambung Dewa Iblis Neraka.
Semua pasukan Dewa Iblis Neraka pun langsung mengangguk dan mengubah diri mereka menjadi manusia, monster dan iblis untuk menyamar.
Setelah itu, mereka pun langsung melesat keluar dari Dimensi milik Tuan mereka.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
“Keluarlah, aku ada tugas untuk mu,” ucap Dewa Iblis Neraka.
Dret..!! Tap tap..!!
Tak lama, sosok pemuda yang terlihat berusia 20 tahun muncul.
“Ya Tuanku, tugas apapun itu, akan langsung saya jalani,” ucap pemuda tersebut dengan nada sopan.
Wajah Dewa Iblis Neraka seketika menyeringai saat melihat sosok di depannya sangat patuh.
“Hehe,, tidak sia-sia aku menunggu selama jutaan tahun di Neraka terdalam, aku akhirnya bisa mendapat sosok yang setara denganku,” kekeh Dewa Iblis Neraka.
“Pergi ke Dewi Iblis Kegelapan, katakan jika..??” Dewa Iblis Neraka langsung mengirimkan pesan telepati kepada pemuda di depannya.
Pemuda di depannya yang di namai Qiu Di langsung menghilang setelah mengetahui tugasnya.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
“Kau adalah kartu terahirku, tapi kau juga bencana bagiku. Tapi aku berharap kau akan selalu patuh dan tidak menyadari jika kau sebenarnya terlahir dari Cahaya Neraka Abadi.” Gumam Dewa Iblis Neraka dalam hati.
__ADS_1
Dan hanya Dewa Iblis lah yang mengetahui keberadaan Qiu Di, termasuk sosok yang sama dengan dirinya, terlahir dari Alam itu sendiri.
***
Tap tap..!!
“Hemm..!! Perasaan ini, apakah ada sosok yang terlahir kembali dari Alam Surgawi ini?” Gumam Dewa Iblis Penghancur langsung menghentikan langkahnya.
Krak krak..!!
Duarr..!!
Saat menghentikan langkahnya, Dewa Iblis Penghancur tidak sengaja menekan kakinya ke kepala sosok monster yang ia seret hingga meledak.
“Ah sialan, dia jadi mati, jadi aku harus mencari lagi untuk di jadikan bahan latihan,” ucap Dewa Iblis Penghancur terlihat kesal, hingga melupakan apa yang ia rasakan tadi.
***
Tap tap..!!
Mo Meilin yang terlihat sedang melangkah bersama Fei Sia Ying pun terlihat ikut merasakan yang sama dengan yang Dewa Iblis Penghancur rasakan. Yaitu detak jantungnya berdetak lebih cepat.
“Hemm..!! Ada apa Jie-jie? Kenapa berhenti?” Tanya Fei Sia Ying bingung.
“Ah tidak apa-apa saudari Ying, kau jalan lebih dulu, aku akan menyusul nanti, karena aku meninggalkan cincin penyimpananku di tempat kita duduk tadi,” ucap Mo Meilin tersadar dan langsung membuat alasan lalu melesat pergi.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tepat saat Mo Meilin hendak belok di pertigaan lorong, terlihat Xiu Bai sudah menunggunya di sana.
“Klon Asura,” ucap Mo Meilin langsung mengenalinya.
“Kembalilah, aku tahu tujuanmu ingin menemuiku. Dan apa yang kau rasakan tadi memang benar, jika ada satu sosok yang selama ini kita tidak ketahui memiliki kekuatan seperti kita, atau dapat di katakan terlahir dari Alam.” Ucap Xiu Bai langsung menyuruh Mo Meilin kembali, serta sedikit menjelaskan, agar Mo Meilin tidak bertanya.
Mo Meilin pun langsung membalik badan lalu menghilang dari sana.
***
Di tempat Xiu Bai duduk bersama kedua putra, besan dan menantunya, termasuk istri Tu Long.
Terlihat Xiu Bai memejamkan matanya.
“Apakah aku harus mengecek siapa itu? Apakah ia musuh atau rekan,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Setelah berpikir selama beberapa menit, Xiu Bai pun langsung menggelengkan kepalanya. “Belum saatnya, karena aku harus membahagiakan orang-orang yang ada di sini terlebih dahulu, aku tidak ingin memaksakan egoku lagi.” Gumam Xiu Bai sambil melirik ke arah sosok Phoenix yang paling kecil di kejauhan.
__ADS_1
“Terlebih lagi aku sudah menemukan muridku yang di masa lalu telah mati, jadi aku harus melatihnya terlebih dahulu, karena ia akan menjadi bala bantuan besar di kemudian hari,” gumam Xiu Bai tersenyum bahagia, tapi tidak memperlihatkan wajahnya yang sedang bahagia di depan semua orang.