Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Tiada Hari Tanpa Keributan dan Pertemuan Bai Chu Ye Yang Kaku


__ADS_3

Tu Long yang asik makan, langsung melirik ke arah Duan Du, wajahnya yang tadinya senang, kini berubah jelek saat mendengar ejekan Duan Du.


“Dasar sialan, bukankah kau lihat aku dari tadi duduk saja, mengapa juga kau kaitkan aku dengannya,” teriak Long langsung bangkit.


“Heh,, bukankah itu ajaranmu, lihatlah kelakuan kalian sangat mirip,” ucap Duan Du dengan senyuman tipis.


“Mau ngajak ribut kau rupanya,” dengus Tu Long langsung menaikkan lengan bajunya.


“Ayo sini maju kau bocah sialan, akan ku hajar mulut busukmu itu,” teriak Tu Long langsung menantang Duan Du.


“Heh heh,, apa kau yakin ingin menantangku?” Tanya Duan Du dengan menaikkan sedikit alisnya. “Aku takut setelah kau menantangku, wajahmu itu akan babak belur, setelah itu kau nanti pulang mengadu kepada Bibi,” sambung Duan Du tersenyum penuh kebahagian.


Mendengar ejekan itu, wajah Tu Long seketika menjadi gelap. Tapi tak lama, ia pun memasang ekspresi lugu.


“Ehh,, Tuan Besar, kami tadi sedang bercanda, jangan di ambil ke hati,” ucap Tu Long langsung melirik ke arah belakang Duan Du.


Mendengar itu, dengan cepat Duan Du ikut mengubah ekpresinya dan langsung membalik badan sambil berkata.


“Benar kak, kami tadi-”


Wuss..!!


Tepat saat Duan Du membalik badan, dengan cepat Tu Long melesat dengan tangan terkepal dan di arahkan ke kepala Duan Du.


Bam..!!


Uhuk..!!


“Hahaha,, mampus kau bocah sialan,” ucap Tu Long yang kini tertawa sangat bahagia, karena bisa mengerjai Duan Du, hingga bisa memukul kepalanya sampai tertanam ke tanah.


Setelah itu, Tu Long terlihat langsung bergerak ke arah Xiu Bai berada, karena sadar Duan Du pasti akan membalas apa yang ia lakukan.


Duaarr..!!


Benar saja, tepat setelah Tu Long kabur, kini Duan Du bangkit dengan wajah cemberut.


“Sialan, bisa-bisanya aku termakan jebakannya,” umpat Duan Du.


Pandangan Duan Du pun mengarah ke Tu Long yang melesat ke arah kakaknya berada. “Awas saja kau otak dongol, akan ku balas ini nanti,” gumam Duan Du dengan seutas senyum licik.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Woe,, dia sudah mati, cepat bereskan mayatnya lalu ke penginapan,” ucap Duan Du muncul di depan Bo Wuhan yang masih terus memukul musuhnya hingga menjadi daging cincang.


“Eeh,, dia mati ya, padahal aku belum puas bertarung lo,” ucap Bo Wuhan langsung tersadar sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Hais, dongol kedua akhirnya benar-benar muncul,” ucap Duan Du menggelengkan kepalanya.


“Ayo pergi,” ajak Duan Du langsung membalik badan.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Melihat Duan Du pergi, Bo Wuhan pun langsung melambaikan tangannya.

__ADS_1


Sret..!!


Setelah membereskan musuhnya, ia pun melihat area sekitar. “Eeh, ini pasti ulah Tuan Tu yang mengamuk,” ucap Bo Wuhan menduga tempat yang hancur adalah ulah Tu Long. Padahal ini adalah ulahnya.


***


Di penginapan Klan Ren.


Tap tap..!!


Kini Chen Long terlihat datang bersama Bai Han, Bai Chu Ye dan yang lainnya.


Bruk..!!


Chen Long yang membawa Ren Saxin, dengan hati-hati membaringkan Ren Saxin di meja panjang lalu melirik ke arah Xiu Bai dengan penuh hormat.


“Ayah.”


“Tuan besar.”


Seketika terdengar dari putra dan semua anggota keluarga menyapa Xiu Bai.


Xiu Bai pun mengangguk dengan senyuman hangat.


“Bagaimana perjalanan kalian? Apakah ada kendala?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah kedua putranya.


“Tidak ada ayah, semuanya baik-baik saja, tapi peningkatan kamilah yang tidak baik-baik saja,” jawab Bai Han tersenyum masam.


“Itu hal yang biasa Han'er, karena kau berkelompok, maka peningkatan kalian pun terbagi rata. Mungkin jika kau seorang diri, mungkin peningkatanmu sesuai harapan.” Ucap Xiu Bai dengan senyum hangat.


“Tapi, bukankah kau merasakan ikatan kalian dengan berkelompok, itulah yang ayah inginkan,” sambung Xiu Bai.


...


Dret..!! Tap tap..!!


“Haha,, Tuan besar, dimana dia orang yang akan kami hadapi? Apakah seluruh penghuni kota ini?” Tanya Tu Long dengan nada sedikit tinggi, sehingga suara menggema ke seluruh area penginapan.


Wuss..!!


Bam..!!


“Kecilkan suaramu sialan, ini tempat orang, bukan tempat kita,” dengus Duan Du muncul dan langsung memukul kening pamannya.


”Sialan,” teriak Tu Long ingin membalas pukulan Duan Du.


Tapi Xiu Bai lebih dulu mengangkat tangannya, sehingga membuat Duan Du dan Tu Long tidak bisa bergerak.


“Hais kalian ini jika bersama, maka akan membuat kepalaku pusing, sama seperti ayah kalian,” ucap Xiu Bai terlihat jengkel.


“Duduk dan diam, awas saja jika di antara kalian ada yang ribut kembali di depanku, aku akan menyuruh ibu kalian datang untuk menyeret kalian pulang,” sambung Xiu Bai dengan nada ancaman.


Glek..!!


Wajah Duan Du dan Tu Long langsung membeku.


“Hehe,, kami akan patuh kakak, ya kan paman,” ucap Duan Du langsung menyenggol pamannya.

__ADS_1


“Hem hem,, kami akan patuh Tuan besar, percayalah,” sambung Tu Long sambil melirik ke arah Bo Wuhan yang ikut berdiri di sampingnya yang kini ikut-ikutan mengangguk-angguk tidak jelas.


“Kau sedang apa Wuhan?” Tanya Tu Long heran.


“Bukankah kita di hukum karena bertarung tadi? Jadi aku tentu ikut berdiri di sini dan meminta maafkan kepada Tuan Besar,” jawab Bo Wuhan dengan nada polos.


Prok prok prok..!!


Seketika Bai Han, Chen Long, Bai Da Xing, Du Jian, Bai Ha, Meng Chen, Bai Hu, dan Lan Yuheng langsung menepuk jidat mereka.


Bahkan Xiu Bai kini menggelengkan kepalanya.


“Nah kan, sudah ku bilang, jangan ikuti dia Wuhan, maka kau akan ikut idiot sepertinya.” Ucap Duan Du kini merasa iba terhadap Bo Wuhan.


Mendengar itu, Bo Wuhan pun hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum canggung.


“Aku salah ya, kalau begitu maafkan aku,” ucap Bo Wuhan langsung mundur dan berdiri sejajar dengan yang lain.


...


10 menit berlalu.


Tap tap..!!


Terlihat kini Ren Jiang datang membawa banyak makanan seorang diri.


“Ren'er datang paman,” teriak Ren Jiang dari balik pintu.


Melihat Ren Jiang membawa banyak makanan, pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Bai Chu Ye.


Paham akan maksud tatapan ayahnya, Bai Chu Ye pun bergegas maju menuju Ren Jiang.


Tap tap..!!


Saat melihat Bai Chu Ye maju seorang diri, terlihat yang lain ikut membantu, tapi di hentikan oleh Xiu Bai melalui telepati.


“Ehem, biarkan aku membantu,” ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.


Mendengar suara datar Bai Chu Ye, Ren Jiang yang awalnya mengira Bai Chu Ye seperti kebanyakan orang yang ia bayangkan, kini ternyata salah.


Ren Jiang pun langsung cekikikan.


“Hem hem,, ini cepat bawa,” celetuk Ren Jiang mengangkat kepalanya untuk melihat sosok Bai Chu Ye.


Blush..!!


Seolah di tiup angin, wajah Ren Jiang langsung bersinar saat melihat wajah Bai Chu Ye yang sangat-sangat tampan dan kalem.


“Woah,, kau tampan sekali Gege,” celetuk Ren Jiang.


Teriakan Ren Jiang pun mengundang tawa bagi yang lain, mereka semua juga langsung membayangkan putri Xiu Bai, yaitu Ling Bai Xie yang memiliki sifat serupa dengan Ren Jiang.


Sementara Bai Chu Ye yang di sodorkan nampan, dan selalu di tatap oleh Ren Jiang, sedikit kaku.


Tapi Bai Chu Ye langsung memberanikan diri melirik Ren Jiang sambil mengambil nampan berisi makanan dari tangan Ren Jiang.


Tap tap..!!

__ADS_1


Keduanya pun langsung melangkah, satunya terlihat ceria, dan satunya terlihat datar dan sedikit kaku.


__ADS_2