
Saat keduanya pergi, Patriak klan cabang Li pun menghela nafas lega. “Dia sangat sombong dan arogan, beruntung Leluhur Zhang telah menghapus semua jejaknya.”
“Dan entah mengapa mereka juga terlihat sangat mengidolakan Tuan muda Bai,” gumam Patriak cabang sambil melirik ke arah semua anggota sektenya.
***
Tap tap..!!
“Woah,, jadi ini Kota Harimau Langit,” ucap Xiu Bai dengan senyum lebar setelah melewati gerbang kota.
“Hemm..!! Kota ini masih dalam wilayah klan Li, tapi di kota ini tidak ada klan Li yang tinggal atau membuat markas klan Besar seperti di kota-kota besar. Aku tak tahu kenapa, hanya kakek saja yang mengetahuinya,” ucap Li Hin'er yang bergelantungan di punggung Xiu Bai.
“Ooh,, menarik, apakah ini ada kaitannya dengan klan Wei?” Ucap Xiu Bai sambil melirik ke arah Li Zhang.
Li Zhang yang berjalan bersama Meng Chen, Du Jian yang entah kapan kembali dan satu sosok pria pendiam, tapi jika suasana hatinya telah berubah, maka ia akan ceria dan lucu.
“Hemm..!! Aku tidak tahu menjelaskannya dari mana, yang pasti Kota ini adalah kota tertua,” ucap Li Zhang.
“Dulunya kota ini adalah markas Utama klan Li, namun semenjak konflik di masa lalu, Klan Utama pindah ke Timur, tempat ini juga tempat dimana pertemuan Tuan Jian bertemu dengan leluhur kami, atau leluhur dari Hin'er.” Sambung Li Zhang.
Xiu Bai yang telah mengetahuinya melalui beberapa informasi dari Wei Fusen mengangguk. Pandangannya kini mengarah ke Du Jian yang terlihat sedikit sedih.
“Ayo kita cari penginapan,” ajak Xiu Bai langsung melangkah.
Semua orang pun langsung mengikuti Xiu Bai.
...
Tidak lama setelah kepergian Xiu Bai dan kelompoknya, beberapa pejalan kaki yang berlalu lalang seketika saling menatap satu sama lain lalu melangkah pergi.
Tap tap..!!
“Mereka di sini Tuan, Leluhur Li Zhang dan cucunya Hin'er,” ucap salah satu pemuda terlihat 30 tahunan kini berlutut di depan pria berumur 40 tahun, dia dengan santai duduk sambil menikmati arak yang di suapi oleh beberapa wanita penghibur.
“Hoo,, aku tak menyangka jika ia bisa sampai secepat ini setelah keluar dari Hutan Tanpa Batas,” ucap pria tersebut.
“Terus awasi pergerakan mereka semua, dan setiap menitnya laporkan kepadaku.” Sambung pria tersebut melambaikan tangannya memerintahkan bawahannya pergi.
Wuss..!!
Tepat setelah kepergian bawahannya, pria tersebut bangkit dari tempat duduknya yang mirip dengan ranjang.
__ADS_1
“Kalian semua keluar dulu dari sini,” ucap pria tersebut dengan nada dingin.
Semua wanita penghibur langsung berhamburan keluar dengan jejak ketakutan.
Dret..!!
“Hemm..!! Apa yang di lakukan oleh Li Cheon Dang sialan itu, padahal aku sudah menyuruhnya untuk membunuh Li Zhang dan cucunya di kota Jiandan,” teriak pria tersebut dengan penuh amarah.
“Sialan, mau berapa lama aku harus berada di tempat terpencil ini, jika saja aku di perbolehkan bergerak, sudah ku hancurkan seluruh klan Li ini dari dulu,” raung pria yang bernama Wang Daexin.
“Klan Wei, hemm..!! Walau dulu klan Wei gagal menjalankan perintahku, bahkan sampai sekarang, rupanya aku harus menyuruh mereka mulai bergerak secara penuh lagi. Lalu untuk Li Cheon Dang, jika ia tidak muncul ke kota ini di malam hari, aku harus mencari penggantinya dan menyingkirkan si bodoh itu.” Ucap Wang Daexin.
Tidak ada yang menyadarinya dalang di balik hancurnya klan Li di masa lalu dan terlibatnya Du Jian yang di anggap pengkhianat dan akan di bunuh di masa lalu adalah akibat rencana dari Wang Daexin.
Wang Daexin berperan besar menghasut klan Wei dan klan Li, bahkan ia jugalah yang menyembunyikan Istri Du Jian yang asli hingga saat ini.
Dret..!!
“Siapa di sana? Keluar kau,” teriak Wang Daexin menembakkan bola energi ke arah yang ia rasa ada yang memata-matainya.
Wuss..!!
Bom..!!
Tak lama, ia menghubungi klan Wei Utama dan menghubungi Li Cheon Dang untuk membereskan Li Zhang dan cucunya yang saat ini berada di Kota Harimau Langit.
***
“Apakah paman mengetahui yang sebenarnya sekarang,” lirik Xiu Bai dengan seutas senyum tipis.
“Sialan, aku dapat merasakan sedikit energi dari istriku menempel di tubuh manusia menjijikkan tadi, apakah dia yang telah membunuh istriku di masa lalu?” Tanya Du Jian dengan wajah mengerikan.
Wajah Xiu Bai seketika sedikit gelap. “Paman, mengapa aku mempunyai paman bodoh seperti dirimu sih, tadi aku sengaja membawamu kesana agar kau mengerti dan tahu siapa dalang kejadian di masa lalu. Tapi otakmu sangat lambat bekerja,” ucap Xiu Bai dengan geram.
“Eeh,, bukankah klan Wei dalangnya?” Ucap Du Jian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Dasar sialan, percuma bicara denganmu. Pantas saja kau sangat gampang di manfaatkan di masa lalu dan begitu mudahnya di tuduh pengkhianat,” dengus Xiu Bai melangkah pergi.
“Eeh,, kenapa Tuan muda malah marah terhadapku?” Ucap Du Jian melirik Meng Chen yang juga terlihat langsung pergi meninggalkan dirinya.
“Hei hei,, berikan aku penjelasan lebih dulu, mengapa Tuan muda marah kepadaku,” teriak Du Jian mengejar Meng Chen.
__ADS_1
...
Tap tap..!!
Saat Xiu Bai melangkah, ia seketika terhenti. “Mengapa kau selalu mengikutiku?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah dinding.
Melihat sosok yang mengikutinya tidak menjawab. Xiu Bai pun melangkah ke penginapan untuk menemui Li Zhang dan Li Hin'er.
“Dasar aneh, mengapa paman Jian membawa orang yang mirip dengan dirinya sih, akan menyusahkan jika ingin mengobrol dengannya,” gumam Xiu Bai dalam hati.
...
“Benar-benar luar biasa, usia yang masih muda namun memiliki kekuatan menentang Hukum Alam,” gumam Han Liu.
“Tidak sia-sia aku merengek kepada Senior dan menyogoknya dengan arak agar ia mau membawaku bertemu Tuan muda mereka,” sambung Han Liu dengan wajah tenang.
...
Malam harinya.
Tap tap..!!
Saat Xiu Bai dan kelompoknya telah duduk untuk menikmati acara makan malam bersama.
Du Jian terlihat melangkah dengan raut wajah mengerikan.
Tap tap..!!
Bruk..!!
“Tuan muda, izinkan aku pergi menghancurkan si sialan yang tadi kita mata-matai itu,” ucap Du Jian berlutut di depan Xiu Bai.
Xiu Bai sedikit terkejut, pandangannya mengarah ke Meng Chen yang tersenyum canggung.
“Hais,, duduklah dulu paman, ini mungkin sedikit terlambat kalian dengar. Tapi tujuanku ke kota ini adalah menyelidiki masa lalu pamanku Du Jian,” ucap Xiu Bai.
“Aku mengajak paman Jian dan paman Chen tadi siang agar paman Jian dan paman Chen mengerti, tapi kalian masih belum paham semuanya,” sambung Xiu Bai.
Ia pun langsung menjelaskan jika masa lalu Du Jian bukanlah rencana Klan Wei, Klan Wei hanya di kendalikan dengan iming-iming setengah harta Klan Li dan kebetulan juga klan Wei sangat menginginkan banyak Kota-kota yang di bawah kekuasaan klan Li, sehingga mereka setuju.
Dalangnya adalah sosok yang Du Jian dan Meng Chen lihat tadi. Tapi setelah memata-matainya tadi, Xiu Bai menyadari jika ia juga telah di tugaskan.
__ADS_1
“Nah, jika kau membunuhnya, bagaimana kita tahu siapa dalang yang sesungguhnya yang ingin menghancurkan klan Li dan yang ingin membunuhmu di masa lalu, termasuk apa tujuan mereka yang sesungguhnya,” dengus Xiy Bai.