Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menuju Kota Huansen


__ADS_3

“Kau juga tenang saja, karena kami membunuh yang layak di bunuh saja, bukan membunuh sembarang orang.” Sambung Duan Du dengan nada santai dan dengan elegan ia menyeripuput teh yang ada di depannya.


Bai Han hanya bisa menepuk jidatnya saja saat mendengar itu. Ia sudah tidak tahu mau mengatakan apa lagi saat ini, untuk memperingati mereka.


Karena dalam tugas mereka saat ini, adalah membuat kekacauan. Dan mereka langsung memanfaatkan tugas mereka dengan membuat sedikit kekacauan di saat pertama kali datang.


...


Keesokan harinya, Sore hari.


Tap tap..!!


Tok tok...!!


“Yang Mulia, ini saya.”


Terdengar suara bawahan Duan Du dari balik pintu.


Bai Han, Bo Wuhan, Tu Long dan Duan Du yang sedang duduk bersila di masing-masing sudut ruang, langsung membuka mata.


“Masuklah,” ucap Duan Du dengan nada tenang.


Cklek..!!


“Jadi, apakah kau mendapatkan apa yang aku minta?” Tanya Duan Du melirik ke arah bawahannya yang kini berjalan ke arahnya.


Bawahan Duan Du, atau yang biasa di panggil Shano oleh orang-orang sekitar.


“Sudah Yang Mulia, dan maafkan saya jika terlalu lama mendapatkan semua informasi yang anda minta. Karena tingkatan saya sebagai prajurit penjaga perbatasan, hanya bisa mengakses beberapa informasi.” Ucap Shano.


“Butuh sedikit usaha bagi saya, agar bisa mendapatkan semuanya. Tapi,” sambung Shano terdiam sesaat dan terlihat ragu menjelaskannya kepada Duan Du.

__ADS_1


Duan Du yang sadar, langsung melambaikan tangannya dengan santai.


“Tidak perlu merasa bersalah atau tertekan, karena aku sudah menebak ini semua.” Ucap Duan Du tersenyum tipis.


Tap tap..!!


“Kerja bagus sudah bisa mendapatkan semua informasi yang aku minta, kecuali informasi Istana yang di tinggali Dewa Iblis Neraka.” Sambung Duan Du memberikan pujian.


Seketika wajah Shano langsung bersemangat.


Bruk..!!


“Terimakasih Yang Mulia, jika begitu, saya akan langsung kembali,” ucap Shano yang ingin menghilang dari tubuh pemilik aslinya.


Tapi dengan cepat Duan Du menghentikannya.


“Tunggu, biarkan kau menempati tubuh ini, dan aku punya tugas lain untuk mu.” Ucap Duan Du yang langsung membisikkan bawahannya.


“Serahkan saja tugas ini kepada saya Yang Mulia.” Ucap Shano dengan nada tegas.


“Bagus,, jika begitu, kau boleh pergi dan ingat, berjalah di perbatasan kota menuju Kota Huansen, karena malam ini kami akan pergi dari kota kecil ini menuju Kota Huansen.” Ucap Duan Du menepuk pundak Shano.


Shano pun langsung pergi meninggalkan Duan Du dan yang lainnya dari ruangan tersebut.


...


“Jadi, apa saja informasi yang paman dapatkan?” Tanya Bai Han yang terlihat diam saja dari tadi.


“Hemm..!! Semua Daerah Kekuasaan Dewa Iblis Neraka, kecuali Istananya.” Jawab Duan Du tersenyum tipis.


“Lalu, tentang kota Huansen itu, apa saja yang ada di sana? Sehingga kita harus menuju kesana malam ini?” Tanya Bai Han terdengar curiga jika pamannya merencanakan sesuatu.

__ADS_1


“Hemm..!! Langsung saja aku bagikan semua informasi yang bawahanku berikan tadi.” Ucap Duan Du, langsung menjentikkan jari telunjukkan ke arah kening Bai Han, Bo Wuhan dan Tu Long.


Blush..!!


Setelah menerima semua informasi jika di Kota Huansen ada pasar gelap yang memperbudak orang-orang miskin, lemah, maupun memperbudak monster yang kalah berperang.


Mereka yang di perbudak, di jadikan alat untuk bertarung di sebuah arena dan beberapa Bangsawan selalu datang kesana untuk bertaruh.


Dan yang paling berkuasa di Pasar gelap, adalah Penguasa Kota.


Penguasa Kota di katakan mempunyai 70% kekuasaan di pasar gelap, sisanya para Bangsawan dan pedagang budak.


Bukan hanya itu saja, di Kota Huansen juga kebanyakan semua penduduknya dapat di katakan bawahan atau yang memuja Dewa Iblis Neraka.


Sehingga Duan Du yang mendapatkan info ini, bertujuan kesana untuk mengacaukan seluruh isi kota tersebut.


***


“Hemm..!! Jadi malam ini adalah acara pesta ulang tahun Penguasa Kota, dan ia berniat membuat semua budak di kumpulkan di arena, lalu di suruh saling membunuh.” Ucap Bai Han terdengar dengan nada dingin saat mendapat informasi tersebut.


“Khehe,, boleh juga, ini bisa membuat lengan ku bisa di gerakkan lagi.” Kekeh Tu Long menyeringai lebar.


“Ini yang aku tunggu-tunggu. Jadi, apakah kita tidak bisa berangkat sekarang?” Tanya Bo Wuhan terdengar tidak sabar berangkat ke kota tersebut.


“Sabar Wuhan, kita harus membuat sedikit strategi terlebih dahulu saat sampai di sana. Karena tidak akan menarik jika kita langsung menghancurkan mereka. Bukan kah begitu Han'er?” Ucap Duan Du tersenyum licik.


Bai Han terlihat langsung mengangguk. “Kali ini Han'er setuju, kematian akan lebih mewah bagi mereka. Aku tidak ingin memberikan mereka kemewahan seperti itu.” Ucap Bai Han dengan nada dingin.


“Nah, jika gitu, langsung saja kita akan membuat rencananya sekarang. Han'er, ayo keluarkan petanya.” Ucap Duan Du langsung duduk di sertai senyuman bahagia.


“Hehe,, aku tidak sabar apa tugasku kali ini, apakah aku bisa masuk arenanya dan langsung mengamuk di sana.” Ucap Tu Long dengan cepat ikut duduk sambil menggosok telapak tangannya di sertai memasang wajah bodoh.

__ADS_1


__ADS_2