Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Sosok Yang Tu Long Kenal dan Menuju Wilayah Dewa Naga Air


__ADS_3

Bukan hanya itu saja, terlihat saat ini telapak tangan monster tersebut melesat ke arah Tu Long. Hal tersebut membuat Tu Long langsung memejamkan matanya.


Wuss..!!


Dret..!!


Tepat di saat telapak tangan monster bertubuh manusia setinggi 100 meter akan menyentuh tubuh Tu Long. Terlihat kini tangan tersebut berhenti.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Terlihat dua sosok pemuda melompat dari atas telapak tangan monster tersebut.


“Hoho,, kakek, kenapa kau memejamkan matamu seperti itu,” ucap salah satu pemuda yang paling muda.


Mendengar suara yang familiar, dengan segera Tu Long membuka matanya, setelah itu, secara perlahan ia mengangkat kepalanya.


Bruk..!!


“Woaaahh,, apakah jiwa mu bergentayangan hingga ke sini Juan?” Teriak Tu Long langsung melempar tubuh Bo Wuhan dan mundur hingga terjatuh.


“Heng,, baru pertama kali ketemu setelah sekian lama, kau malah berharap aku mati kakek,” dengus Xi Juan memasang wajah kesal.


Mendengar jawaban Xi Juan. Tu Long pun langsung bangkit dan mendekati Xi Juan dengan hati-hati.


Tap tap..!!


“Apa ini benar-benar kau Juan?” Tanya Tu Long dan dengan cepat ia mengangkat tangannya untuk menyuruh Xi Juan jangan menjawab terlebih dahulu.


“Jika kau benar-benar Juan dan Luan, maka, bagaimana bisa kau ada di sini? Dan juga, kami menduga kau telah mati dulu.” Sambung Tu Long.


“Tunggu dulu,” Tu Long kembali mengangkat tangannya.


“Bagaimana kalian bisa sekuat ini? Aku yakin kalian pasti bukan Juan dan Luan,” ucap Tu Long.


Xi Juan yang dari tadi ingin menjawab, hanya bisa melototi Tu Long. Karena tidak memberinya kesempatan untuk menjawab.


Dan di saat Tu Long mundur karena mengira dirinya bukan Xi Juan. Xi Juan pun melirik ke arah kakaknya yang kinu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Kak, ayo kita kembali, percuma menyelamatkan kakek Tu, dan juga, Guru Besar Du pasti akan bahagia jika kakek Tu mati,” ucap Xi Juan melangkah ke atas tangan Monster yang telah mereka tundukkan.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Xi Juan dan Xi Luan pun langsung melesat.

__ADS_1


Saat tangan monster akan terangkat, terdengar suara teriakan.


“Dasar bocah-bocah sialan, tunggu aku,” teriak Tu Long sambil melirik ke arah belakangnya, dimana jutaan monster berdiri dalam jarak 100 meter dari tempatnya.


Jutaan monster tentu tidak berani mendekati Monster yang telah Xi bersaudara tundukkan tersebut. Karena jika mereka berani, hanya kematian yang akan mereka terima.


Dret..!!


Tu Long yang berteriak lantang, dengan cepat mengangkat Bo Wuhan lalu melesat ke arah Xi bersaudara.


Tap tap..!!


Wung..!!


Pak pak..!!


“Dasar sialan, berani sekali kalian meninggalkan leluhur kalian ini, apa kalian ingin jadi anak durhaka hah,” teriak Tu Long langsung memukul kepala Xi bersaudara.


Xi bersaudara hanya bisa tertawa kecil saat di pukul tepat mengarah ke kepala mereka.


Mereka tertawa karena mengingat dulu Guru mereka Duan Du, sering melakukan hal yang sama dengan apa yang Tu Long lakukan saat ini.


“Huh, kau ini tidak berbeda jauh dengan kakek Du, tapi kenapa kau selalu di tindas oleh kakek Du ya?” Tanya Xi Juan sambil mengangkat alis kanannya.


“Heh,, kau terlalu meremehkan ku, tentu saja saat ini akulah yang selalu menindas Guru kalian itu,” ucap Tu Long langsung mengangkat kepalanya dengan bangga.


Mendengar itu, Xi bersaudara tentu saja tidak akan percaya.


“Apa kau bilang hah? Siapa yang membual,” dengus Tu Long menatap tajam Xi Juan.


Saat Tu Long akan kembali memukul Xi Juan, terdengar suara rintihan.


Urgh..!!


Dengan segera Xi bersaudara dan Tu Long melirik ke arah Bo Wuhan yang tersadar.


“Eeh,, aku jadi lupa akan kondisimu Wuhan,” ucap Tu Long terlihat tanpa rasa bersalah sama sekali.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Kondisinya membaik dengan sendirinya, itu karena ada darah dari Leluhur Besar Bai, darah Leluhur muda Ye dan juga darahmu kakek, jadi 3 inti darah tersebut bergabung dan membentuk inti datah baru yang terbilang hanya dia satu-satunya memiliki kondisi seperti ini.” Ucap Xi Luan dengan nada kagum.


“Hemm..!! Bukan kah dia ini dulunya adalah musuh yang telah Leluhur Besar jadikan budak? Kenapa dia bersamamu kakek? Dan juga bagaimana cara kalian sampai ke tempat ini?” Tanya Xi Juan sambil memasang wajah penasaran.


“Apakah kakek kesini karena hal yang sama dengan kami? Yaitu sebuah lubang hitam menarik kakek?” Sambung Xi Luan kini melirik Tu Long.


“Hemm..!! Bertanya kalian nanti saja, lebih baik kita pergi dari sini. Karena jika tidak, bisa-bisa aku akan membantai mereka semua,” ucap Tu Long sambil melirik ke arah jutaan monster yang menunggu dirinya dan Bo Wuhan.

__ADS_1


Wajah Xi Juan seketika menjadi jijik saat mendengar ucapan Tu Long. Sementara Xi Luan hanya memasang wajah datar.


Dret..!!


Walau begitu, Xi bersaudara tetap mengikuti perintah Tu Long dan menyuruh monster yang mereka tundukkan bergerak.


Wuss wuss..!!


***


Berbeda dengan Duan Du di dalam air dan Tu Long yang muncul jutaan para Monster.


Bai Da Xing dan Lan Yuheng terlihat yang paling beruntung, karena mereka berdua muncul tidak jauh dari lokasi ledakan berada.


Dan saat ini mereka sudah bersama Xiu Bai, Bai Han dan Bai Chu Ye.


Wuss..!! Wuss..!!


Terlihat mereka berlima terus bergerak ke arah Timur kali ini, Xiu Bai yang mencium jejak energi Duan Du sebelum membuat portal, memiliki firasat ia saat ini berada di Wilayah kekuasaan sosok yang ia kenal.


“Ayah, kemana kita kali ini?” Tanya Bai Han.


“Wilayah kekuasaan Dewa Naga Air,” jawab Xiu Bai.


“Apa dia kuat?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada datar.


“Hemm..!! Dia salah satu yang selamat dahulu di saat perang perebutan Penguasa Alam King Immortal ini.” Jawab Xiu Bai mengangguk ringan.


“Jadi ayah mengenalnya, jika begitu, apakah dia musuh atau tidak?” Sambung Bai Han kini melirik ayahnya dengan wajah penasaran.


“Dapat di katakan kami bukanlah musuh, dan juga wilayah kekuasaan Dewa Naga Air terbilang yang paling kacau, semua jenis Monster berada di sana. Peperangan juga tetap terjadi setiap harinya. Jadi kalian harus bersiap-siap saat kita sampai kesana.” Jawab Xiu Bai langsung menjelaskan.


Xiu Bai juga memberitahu alasan mengapa Dewa Naga Air tidak turun tangan, itu karena di istana tempat ia memimpin, banyak pengkhianat, salah bergerak. Maka ia akan di serang oleh berbagai penguasa wilayah lainnya.


Jadi Dewa Naga Air terpaksa hanya diam dalam waktu yang lama, hingga saat ini.


Tap tap..!!


Setelah 3 hari, kini Xiu Bai dan anggota keluarganya berhenti di tepi daratan. Pandangan mereka pun mengarah ke lautan yang sangat luas.


“Woaah,, aku tak menduga lautan akan sangat luas,” teriak Bai Da Xing kini terlihat sangat ingin berenang.


“Tunggu Da'er,” ucap Bai Han menghentikan Bai Da Xing.


“Kenapa kita tidak langsung masuk ayah? Apa ada masalah?” Tanya Bai Han kini melirik ayahnya.


“Tidak ada, kalian bisa terus maju menuju Timur, nanti ayah akan menyusul, karena ada seseorang yang sudah menunggu kedatangan ayah.” Jawab Xiu Bai dan tanpa menunggu balasan, Xiu Bai pun langsung menghilang.

__ADS_1


Dret..!!


Wuss wuss..!!


__ADS_2