
“Hemm..!! Awasi gerak gerik mereka yang di sebut oleh Liyun tadi, berhati-hatilah dengan pihak ketiga.” Ucap Xiu Bai dengan nada serius.
“Karena firasatku mengatakan ada seseorang yang ada di belakang mereka,” sambung Xiu Bai.
“Kau dapat tenang Tuan muda, aku tidak akan pernah mengecewakanmu, karena akulah yang terbaik dalam hal seperti ini,” ucap Meng Chen dengan nada bangga.
Melihat ekspresi dan nada suara Meng Chen, Xiu Bai hanya bisa tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya. Karena sadar jika maksud dari ucapannya tadi adalah, ia tidak akan mau kalah dengan Duan Du.
“Baiklah, pergi sana,” ucap Xiu Bai, setelah itu ia melirik ke arah Qian Liyun.
“Sementara kau Liyun, kau akan pergi bersamaku ke tempat yang kau maksud Puncak Gunung Lembah Naga. Nanti kau disana, lakukan saja seperti apa yang telah di perintah Kaisar Qian Long, karena aku di sana hanya akan mengawasi saja,” ucap Xiu Bai.
“Tapi jika ada sesuatu yang janggal, maka aku akan bergerak pada saat itu juga.” Sambung Xiu Bai sembari bangkit dari tempat duduk.
Tak lama, Meng Chen pun langsung pergi melaksanakan perintah dari Xiu Bai dan Xiu Bai bersama Qian Liyun langsung pergi menuju Lembang Naga.
***
Pada hari yang sama, malam harinya.
Tap tap..!!
Duan Du, Han Liu dan 10 Anggota Iblis Penghancur muncul.
Terlihat tubuh mereka semua di selimuti oleh energi milik Han Liu.
“Apakah di sini?” Tanya Han Liu melirik Duan Du.
Duan Du tidak langsung menjawab, tapi ia langsung melirik peta yang ia beli beberapa waktu lalu di Kota yang mereka singgahi.
“Hemm..!! Benar, tidak jauh dari sini, jadi ayo kita cari tempat tersebut dengan menyebar agar menemukannya tempat tersebut lebih cepat,” ucap Duan Du.
Saat ke 10 Anggota Iblis Penghancur akan menyebar, Han Liu lebih dulu berkata.
“Tidak perlu, biar aku saja yang mengedarkan aura pedangku, aura pedangku bisa mendeteksi semua area yang ada di sekitar dan tentunya itu terhubung denganku,” ucap Han Liu.
Tapi sebelum Han Liu menggunakan aura pedangnya. Duan Du lebih dulu menepuk pundaknya.
“Apa kau mau kita ketahuan paman? Bisa-bisanya kau ingin membocorkan keberadaan kita kepada musuh,” dengus Duan Du.
“Eeh,, kenapa aku bisa lupa jika kita saat ini di area wilayah Sekte Harimau Besi ya,” ucap Han Liu langsung menggaruk kepalanya sambil cengengesan.
“Hais, kenapa aku seolah melihat paman Tu Long kedua ya,” gumam Duan Du.
“Tapi paman Tu dan paman Liu masih mending, walau bodoh, mereka sedikit lebih cerdas pada saat melawan musuh, mereka sadar apakah mampu melawan musuh atau tidak. Jika mampu mereka akan melawan sekuat tenaga, jika tidak, mereka tentu akan mundur.”
“Namun ada satu yang aku lihat jauh lebih parah dari paman Tu dan paman Liu, dia paman Jian, saat pertama kali bertemu, ia sangatlah parah, jauh lebih parah dari yang aku bayangkan,” gumam Duan Du menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Dan pada saat Duan Du menggelengkan kepalanya, pikirannya terlintas kepada kakaknya. “Bagaimana kakak bisa mengurus mereka ya?” Gumam Duan Du dalam hati.
“Hei, apa kau mendengarku? Apa yang kau lamunkan?” Tanya Han Liu langsung menepuk pundak Duan Du hingga membuatnya tersadar.
“Aah,, maafkan aku paman Liu,” ucap Duan Du langsung menyuruh semuanya menyebar dengan hati-hati.
Dret..!!
Tap tap..!!
Duan Du yang menuju area timur pun langsung berubah menjadi bayangan saat merasakan beberapa pancaran energi tidak jauh dari tempatnya berada.
Tap tap..!!
"Hei, apa kau yakin jika tidak apa-apa membawanya ke tempat ini, bagaimana jika kita ketahuan?” Tanya salah satu pemuda terlihat berumur 25 mengenakan jubah bewarna hitam dengan di baluti garis-garis bewarna merah.
“Kau tenang saja, kita sudah jauh dari markas. Jadi kita tidak akan ketahuan,” kekeh pemuda yang berumur sedikit lebih tua dengan mengenakan jubah yang sama.
Terlihat di bahu kanan pemuda yang paling tua, ada seorang gadis berumur 20 tahunan tengah terikat dengan mulut di sumpal mengenakan kain.
Umm umm..!!
Beberapa kali gadis tersebut berusaha keras untuk memberontak, tapi karena kekuatannya yang lemah, ia tidak bisa melakukan perlawanan.
Bruk..!!
“Haha,, biar seniormu ini lebih dulu menikmati budak kecil ini,” ucap pemuda yang lebih tua tersebut sambil tertawa lebar.
“Ayo budak kecil, jangan takut, kakak mu ini akan bermain lembut,” ucap pemuda yang lebih tua dengan seringai menjijikkan sambil terus berjalan ke arah sang gadis yang terus berusaha mundur.
Eemm..!!
Em..!!
Kepala gadis tersebut langsung menggeleng saat melihat pemuda yang membawanya kini ingin menyentuh wajahnya.
Wuss..!!
Slash..!!
Bruk..!!
Wajah pemuda tersebut bersama juniornya seketika membeku. Tak lama pemuda tersebut seketika berteriak kesakitan.
Argh..!!
“Sialan, ini sangat sakit,” teriak pemuda tersebut saat melihat tangan kanannya terpotong rapi.
__ADS_1
“Si..Siapa siapa yang berani menyerangku diam-diam,” teriak pemuda tersebut dengan cepat membalikkan tubuhnya.
Slash..!!
Bruk..!!
Tepat saat pemuda tersebut membalik badannya, kepalanya langsung melayang lalu menggelinding.
“I..Ini, ampuni aku Tu-”
Slash..!!
Duan Du muncul dalam bentuk bayangan lalu memotong kedua kaki pemuda yang tersisa.
“Dasar menjijikkan, kematian adalah hal yang terlalu baik bagi kalian, tapi apa boleh buat, jika aku terlalu lama. Maka waktuku akan terbuang sia-sia,” ucap Duan Du mendengus kecil.
Tangan Duan Du dengan cepat terayun ke arah kepala pemuda tersebut.
Wuss..!!
Slash..!!
Bruk..!!
Setelah membunuh yang tersisa, Duan Du pun melirik ke arah wanita yang ia yakini adalah seorang budak, karena ada rantai tanda budak di kakinya.
Tap tap..!!
“Jangan takut, aku bukan orang jahat,” ucap Duan Du saat melangkah, ia melihat gadis tersebut terlihat ketakutan.
Krak.!!
Dengan santai Duan Du menghancurkan rantai yang ada di tangan dan kaki gadis tersebut sambil mengalirkan energinya untuk memulihkan kondisinya.
“Apa kau sudah merasa baikan?” Tanya Duan Du.
Hem..!!
Gadis tersebut hanya bisa mengangguk pelan.
“Huuf,, dari mana kau berasal? Jika tidak jauh dari sini, maka aku akan menyuruh salah satu orang ku untuk mengantarmu pulang,” tanya Duan Du.
Tapi jawaban wanita tersebut hanya menggelengkan kepalanya. “I..Ibu dan ayah telah di bunuh. Ka..Kakak dan adik ku masih berada di tempat neraka itu. Ji..Jika aku pulang, aku tidak bisa menemukan siapa-siapa lagi, karena desa kami telah di hancurkan,” ucap gadis tersebut dengan kepala tertunduk.
“Hais,, ini sedikit merepotkan,” gumam Duan Du. Tapi tak lama, ia pun tersenyum tipis karena bisa memanfaatkan gadis di depannya ini.
“Hemm..!! Apa yang kau maksud tempat Neraka itu adalah sebuah markas tempat banyak orang melakukan pelatihan, dan seragam mereka sama seperti kedua mayat itu?” Tanya Duan Du sambil menunjuk ke arah kedua pemuda yang telah ia bunuh.
__ADS_1
“Be..Benar, jumlah mereka ada ribuan, tapi mereka tidak hanya berlatih di sana saja, sesekali mereka berlatih dengan menyerang langsung desa-desa yang ada di dekat sini lalu membawa orang-orang yang menurut mereka cocok di jadikan budak latihan untuk di bunuh.” Jawab gadis tersebut.
“Hemm..!! Akhirnya ketemu, lokasi target pertama,” gumam Duan Du langsung menyeringai licik.