
Ini baru pertama kalinya mereka mendengar dan melihat kejadian seperti ini selama hidup mereka.
“Hem...!! Li Sou, aku mengenal dirimu dari kau kecil, hingga menjadi seorang patriak klan Cabang, karena aku mengenalmu, maka akan ku berikan kau kemudahan. Apa kau paham maksudku?” Ucap Li Zhang dengan nada mengerikan sambil melirik Li Sou.
“Pa..Paham Leluhur,” ucap Li Sou mengangguk dengan cepat.
“Jadi katakan semua prilaku anggotamu, jika ada kebohongan, jangan salahkan aku jika kau mati tanpa tubuh utuh.” Ucap Li Zhang dengan dingin.
Glek..!!
Li Sou seketika menelan ludahnya, tapi dengan cepat ia memberitahu semua yang ia ketahui tanpa adanya jejak kebohongan.
...
Xiu Bai yang mengintai dari balik dinding hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Mengapa aku mendapat bawahan yang menyusahkan,” gumam Xiu Bai sedikit kesal dalam hati. “Ini akan jadi merepotkan, sama merepotkannya dengan paman Jian dan paman Chen saat mereka membuat keributan,” sambung Xiu Bai.
Xiu Bai mengatakan Li Zhang menyusahkan karena caranya untuk memberantas sampah klan Li salah. Ia yang sedikit paham tentang dunia luar dari semua ingatan tetua Wei Yuan Hu sadar jika apa yang di lakukan Li Zhang tidak akan bisa memberantas semua sampah di anggota klan cabangnya saat ini.
Tentu saja tidak mungkin bagi Patriak cabang klan Li atau Li Sou mengetahui semua apa yang di lakukan oleh anggota klannya saat menjalankan tugas, karena tidak mungkin Li Sou setiap detik mengawasi mereka semua.
Dan pastinya akan ada anggota klan Li yang bermain halus.
...
Kembali ke tempat Li Zhang berada.
“Hemm..!! Semua orang yang aku sebutkan namanya tadi, masukkan mereka ke penjara, tanpa terkecuali dan tanpa toleransi,” ucap Li Zhang dengan nada dingin.
“Le..Leluhur, aku tidak melakukan kesalahan apapun, aku mohon jangan hukum aku, jika aku di hukum, anak istriku nanti makan apa,” teriak salah satu anggota klan Li yang ikut di sebut namanya.
Bukan hanya dia saja yang meminta ampunan, banyak dari mereka ikut meminta ampunan. Tapi Li Zhang hanya diam saja sambil memasang wajah dingin.
Tidak sampai 30 menit, kini Penginapan Li kembali sunyi setelah kembalinya semua anggota cabang klan Li.
Tap tap..!!
“Hemm..!! Apa kau benar-benar seorang Leluhur yang berumur ribuan tahun atau kau hanya seorang jiwa berumur 15 tahun yang menempati tubuh pria tua?” Tanya Xiu Bai tanpa basa basi.
__ADS_1
“Eeh itu???” Li Zhang terlihat bingung mau menjawab apa saat mendapati pertanyaan tiba-tiba dari Tuan mudanya.
“Hais,, kau ini, apa karna kau sudah tua sehingga menjadi sedikit pikun atau kau memang bodoh?”
“Maksudku itu, jika kau seorang leluhur, pastinya kau sudah tua dengan umur ribuan tahun, nah yang jadi pertanyaan, selama itu kau ngapain saja? Apakah hanya tidur?” Tanya Xiu Bai mengerutkan keningnya.
“Te..Tentu saja tidak Tuan muda, sudah banyak pengalaman hidup yang saya jalani selama puluhan ribu tahun,” jawab Li Zhang sedikit ketakutan.
“Lalu kemana pengalaman hidup yang kau jalani itu? Aku yakin kau pasti pernah merasa di khianati atau bertarung hingga di paksa menembus batasan dan lain-lain?” Tanya Xiu Bai menatap Li Zhang dengan nada dingin.
“Di sini?” Jawab Li Zhang dengan polos menunjuk ke kepalanya.
“Nah, jika masih di situ, mengapa caramu memberantas sampah seperti seseorang yang tidak pernah keluar rumah hah,” dengus Xiu Bai.
Glek..!!
Li Zhang seketika menelan ludahnya saat di sadarkan oleh Xiu Bai.
Bisa-bisanya dirinya melakukan cara bodoh seperti tadi lantaran berpikir mereka adalah anggota klannya.
“Ma..Maafkan aku-”
”Ah ya, maa,, eeh itu, kalau begitu saya mau kembali lagi Tuan muda, permisi,” ucap Li Zhang sedikit tergagap dan dengan cepat kembali ke klan cabang sebelum semuanya terlambat.
Melihat tingkah Li Zhang, Xiu Bai sadar jika Li Zhang terlalu takut terhadapnya.
“Hais,, ini gara-gara kedua paman idiot itu yang menakutinya sehingga ia begini,” gumam Xiu Bai tentu tidak menyalahkan Li Zhang yang takut, malah ia merasa sedikit kasihan.
...
Cukup lama Xiu Bai berdiri di tempatnya, hingga ia pun langsung melirik ke arah tertentu.
“Jika begitu, ayo ke tempat itu,” gumam Xiu Bai dalam hati.
”Entah mengapa, saat menelusuri ingatan Tetua Wei itu, aku tidak sengaja menemukan tempat tersebut dan langsung mendorongku untuk ingin kesana, sepertinya ada beberapa petunjuk penting di sana tentang ingatan yang selalu muncul di kepalaku, semoga saja itu benar agar memudahkanku siapa sebenarnya orang yang ada di ingatanku. Apakah itu aku atau memang pendahuluku,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Wuss..!!
__ADS_1
Dengan cepat Xiu Bai bergerak ke arah sebuah bangunan yang selalu ramai pengunjung.
Tempat itu bukanlah rumah makan maupun penginapan, melainkan sejenis rumah bordir.
Tap tap..!!
“Ah tampan, apakah kau mau ikut tante,” ucap seorang wanita dengan pakaian terbuka menyapa Xiu Bai saat ia melangkahkan kakinya menuju halaman Rumah Bordir.
Namun Xiu Bai hanya memasang wajah datar saja sambil terus melangkah ke arah bangunan yang paling besar.
Berbagai wanita penghibur terlihat selalu menghampiri Xiu Bai, dari yang tua berumur ribuan tahun dengan memakai wajah pengawet, hingga yang paling muda, berumur 14 tahun.
“Berhenti, jika kau ingin masuk, tunjukkan kartu Rumah Bunga mu,” ucap seorang penjaga yang memiliki kekuatan tingkat Grand Master ⭐ 9 Puncak.
Xiu Bai sedikit terkejut melihat tingkat kultivasi seorang penjaga tersebut, walau tidak setara dengan penetua klan Li, tapi ia setidaknya bisa menjadi seorang Guru senior bagi para generasi muda yang baru menapaki jalan Kultivator, atau menjadi kapten penjaga.
“Hemm..!! Bunga Malam di Hiasi Bulan,” ucap Xiu Bai mengingat dari ingatan tetua Wei jika anggota tertentu bisa masuk tanpa kartu, namun harus mengucapkan kata-kata kode seperti tadi.
“Ah ternyata seorang tamu VIP, silahkan Tuan,” ucap penjaga tersebut langsung mempersilahkan Xiu Bai masuk.
Xiu Bai pun masuk dengan tenang yang membuat penjaga tersebut sama sekali tidak curiga.
Tap tap..!!
Saat Xiu Bai masuk, seorang mucikari langsung menghampiri Xiu Bai.
”Ah Tuan muda tampan, mau yang belum di pakai, sekali pakai atau memilih sendiri?” Tanya mucikari tersebut.
“Hitam di hiasi Bunga malam,” ucap Xiu Bai datar.
“Ah, maaf Tuan muda, silahkan lewat sini,” ajak Mucikari tersebut membawa Xiu Bai menuju pintu tertentu.
Tap tap..!!
Setelah melewati pintu, Xiu Bai hanya melihat ruangan kosong, namun ia sadar jika ada sebuah pintu tersembunyi di tempat ini dan hanya bisa di buka dengan tombol yang hanya di ketahui oleh pegawai Bunga Malam ini.
Dret..!!
__ADS_1
Cklek..!!
Saat Mucikari tersebut menekan tombol di salah satu dinding, sebuah tembok terangkat yang tak lain adalah pintu.