Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mulainya Provokasi Tu Long Yang Tanpa Pikir Panjang


__ADS_3

Sama seperti Duan Du, Tu Long seketika terhenti saat merasakan hatinya berdetak lebih cepat dan juga hatinya merasakan kebahagian seolah bertemu dengan keluarganya setelah sekian lama berpisah.


“I..Ini, apakah Tuan muda telah bertemu dengan anggota keluarga kita?” Gumam Tu Long terlihat berpikir keras.


“Urgh kenapa di saat seperti ini kepalaku jadi buntu ya,” sambung Tu Long setelah tidak bisa memikirkan siapa orang yang bertemu dengan Xiu Bai.


Wung..!!


Bom..!!


Tubuh Tu Long seketika terlempar hingga menabrak tembok yang ada di samping kanannya.


Duar..!!


“Dasar sialan, siapa? Siapa yang begitu berani memukul Yang Mulia ini,” teriak Tu Long langsung bangkit dan meraung.


Pandangan Tu Long pun langsung tertuju ke arah Du Jian yang terlihat kesal.


“Heng,, dasar mulut ember, kenapa kau tidak merespon saat ku panggil-panggil hah,” dengus Du Jian. “Jadi tidak ada pilihan lain untuk menyadarkanmu selain memukulmu,” sambung Du Jian dengan nada tampa bersalah.


Mendengar itu, wajah Tu Long seketika memerah. “Dasar kerdil sialan, apa kau menantangku bertarung lagi hah, ayo maju, akan ku ladeni kau,” teriak Tu Long langsung menjulurkan tangannya sambil menggerakkam jari telunjukkan tanda menyuruh Du Jian mati.


“Hehh,, kau tidak jera di hajar juga rupanya,” kekeh Du Jian langsung menyeringai dan ia sampai tidak sadar jika ada seorang jendral mendekatinya dan kini akan menusuknya dari belakang.


Wung..!!


“Mati,” teriak seorang Jendral Kekaisaran Qian Long.


Krek krek..!!


Piarr..!!


Bukannya malah menusuk punggung Du Jian, terlihat jelas pedang tersebut langsung hancur saat menyentuh kulit Du Jian.


Wajah Du Jian yang awalnya sangat bahagia karena tidak sabar ingin menghajar Tu Long, seketika berubah menjadi ganas.


Saking ganasnya, tanpa ia sadari jika auranya keluar seutuhnya.


Blush..!!


“Urghh..!! Sialan, apakah ini kekuatan si Kerdil sialan itu yang sesungguhnya,” gumam Tu Long seketika jatuh berlutut saat ia terkena dampak dari tekanan aura Du Jian.


Padahal jarak antara Du Jian dan Tu Long cukuplah jauh. Namun terlihat jelas jika dampak dari aura Du Jian yang keluar saat ini mampu mengelilingi seluruh area Ibukota hingga membuatnya berguncang.


Du Jian yang kini membalik badannya karena ingin meremukkan tubuh orang yang telah menusuknya, seketika memasang wajah jelek saat ia melihat orang yang telah menusuknya mati dengan wajah melotot dan kesusahan bernafas.


“Dasar sialan, kenapa kau malah langsung mati hah, aku belum memberikanmu pelajaran karena telah mempermalukanku sialan, cepat bangun woeee,,” teriak Du Jian meraung sambil mengguncang tubuh orang yang telah menusuk punggungnya.


“Uurggh,, si kerdil sialan itu sudah kambuh menjadi idiot lagi, akan bahaya jika aku mendekatinya,” gumam Tu Long langsung kecerdasannya tiba-tiba kembali.

__ADS_1


Dengan segera Tu Long melesat ke arah Istana dan saat sedang melesat, ia seketika tersenyum lebar.


“Hehe,, akan ku coba trik bocah sialan itu,” kekeh Tu Long saat mengingat Duan Du yang selalu memanfaatkan situasi sekecil mungkin dan sesuatu yang ada di sekitarnya.


Pandangan Tu Long pun mengarah ke Du Jian. “Mumpung si kerdil itu sudah menjadi idiot, akan sangat baik jika aku membawa mereka menujunya,” gumam Tu Long sambil terus melesat dan melihat ke arah belakang.


Duar..!!


“Urgh,, tembok sialan ini lagi,” gumam Tu Long seketika meraung marah saat tubuhnya menabrak tembok di depannya hingga menghancurkannya.


Bom bom..!!


Karena kesal, Tu Long pun dengan ganas menginjak puing-puing tembok yang telah ia hancurkan.


“Sialan sialan sialan, hancur kau sialan dan awas saja jika aku bertemu dengan orang yang membuatnya, akan ku ***** tubuhmu hidup-hidup,” dengus Tu Long.


“Belum tahu kau jika aku marah, semua akan ku kaman hidup-hidup, huh,” sambung Tu Long sambil mengangkat kepalanya dengan bangga.


Wuss..!!


Wuss..!!


Setelah melampiaskan kekesalannya pada benda mati, Tu Long pun kembali melesat ke arah Istana.


Tap tap..!!


Tu Long langsung melihat sekumpulan Jendral, dan petinggi Kekaisaran yang telah menunggu kedatangannya dalam waktu yang cukup lama.


“Dia datang, kepung dia sebelum kabur,” teriak salah satu Jendral terkuat sambil menunjuk Tu Long.


“Heh,, kenapa aku selalu bertemu orang tolol ya,” ejek Tu Long sambil memasang wajah memprovokasi.


“Tentu saja aku tak akan kabur tolol, dan kenapa juga aku capek-capek kesini jika setelah sampai langsung berniat kabur. Bukankah itu tolol namanya,” sambung Tu Long sambil membuka jubahnya dan kini hanya mengenakan celana saja.


“Heehh,, kau cukup arogan juga bocah, belum tahu kau-”


Wung..!!


Sebelum salah satu Jendral yang tadi ingin membalas ucapan Tu Long selesai. Tu Long sudah muncul di depan Jendral tersebut.


“Khekeke,, banyak omong kosong kau,” kekeh Tu Long langsung mengayunkan tinjunya.


Bom..!!


Duar...!!


Tubuh jendral tersebut langsung terlempar, walau ia sudah mencoba menahan tinju Tu Long, terdengar jelas tadi suara retakan tulang sebelum tubuhnya menabrak tembok yang jauh di belakangnya.


“Hahaha,, mampus kau,” teriak Tu Long langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Wuss..!!


“Kau yang mampus sialan,” teriak salah satu Petinggi Kekaisaran Qian Long muncul di atas kepala Tu Long sambil mengayunkan tombaknya.


Bukan hanya dia saja yang muncul, namun 5 lagi muncul dari berbagai arah dan kini mengepung Tu Long sambil melancarkan serangan terkuat mereka.


Wuss wuss..!!


Slash..!!


Slash..!!


Bom bom bom bom..!!


Duar..!!


Ledakan besar seketika tercipta setelah keenam petinggi dan Jendral Kekaisaran Qian Long menyerang Tu Long tanpa bisa menghindar sama sekali.


Tidak berhenti sampai di sana, terlihat juga puluhan dari mereka langsung melancarkan serangan energi mereka dari jarak jauh.


Wungg..!!


Bom bom bom..!!


Tepat setelah ledakan susulan terjadi, sebuah suara tawa seketika terdengar dari beberapa Jendral dan Petinggi Kekaisaran Qian Long.


“Hahaha,, mampus kau sialan, siapa suruh kau sangat arogan,” ejek salah satu dari mereka.


Tak lama setelah asap bercampur debu mulai menghilang. Tubuh Tu Long mulai terlihat dan Tu Long terlihat berdiri dengan santai sambil mengkorek-korek telinganya.


“Hah,, pukulan dan serangan kalian rasanya seperti di gigit nyamuk, sangat menyedihkan,” ucap Tu Long sambil tersenyum lebar.


Wajah para petinggi dan Jendral Kekaisaran Qian Long seketika berubah menjadi jelek saat melihat Tu Long masih hidup tanpa terluka dan semakin jelek saat mendengar ejekan provokasi Tu Long.


“Akan ku bunuh kau,” teriak salah satu dari Jendral langsung meraung dan melesat ke arah Tu Long.


Wuss..!!


Setelah mendekati Tu Long dalam jarak 10 meter, ia pun langsung mengayunkan tombaknya.


Slash..!!


Tap..!!


“Hoo,, apakah ini yang kau katakan akan membunuhku,” ucap Tu Long kini menahan tombak musuhnya menggunakan kedua jarinya.


Entah mengapa Tu Long saat ini masih belum mengamuk dan hanya bertujuan memprovokasinya. Tapi yang pastinya Tujuan Tu Long jauh lebih kacau kedepannya.


“Ayo keluarkan para atasan kalian yang jauh lebih kuat lagi, kenapa juga hanya tikus kecil seperti kalian yang malah keluar, huuhh, apa mereka berniat menumbalkan kalian,” ucap Tu Long sambil menaikkan alisnya secara bergantian.

__ADS_1


__ADS_2