
“Haha,, Han Liu, Han Riu keluarlah. Sambutlah kedatangan ayahmu yang telah tiba,” teriak Du Jian di sertai tawa menggelegar.
Sret..!!
Bom bom bom bom..!!
Bersamaan dengan Du Jian berteriak, hembusan angin seketika keluar dari mulutnya dan membuat badai di sertai guncangan hebat.
Tepat di depan Du Jian yang berjarak 10 gunung, Sekte Elang Petir kini sedang gempar akibat guncangan hebat yang mereka rasakan di sertai angin layaknya sebuah ombak terus menerus menerjang ke tempat itu.
Tap tap..!!
“Selamatkan diri kalian, berlindunglah di bangunan terdekat,” teriak salah penetua luar kini melindungi tubuhnya dengan energinya agar tidak terkena dampak dari yang telah Du Jian perbuat.
Sret..!!
Argh..!!
Argh..!!
Baru saja penetua tersebut selesai mengintruksi beberapa murid untuk berlindung di bangunan, tak lama, atap bangunan tersebut seketika terangkat akibat kencangnya ombak angin dari suara Du Jian dan membuat para murid luar yang bersembunyi di terbangkan.
“Eeh,, jika di bangunan saja berakibat buruk, lalu dimana mereka harus bersembunyi?” Gumam penetua luar tersebut bingung sambil melihat kiri kanan layaknya orang tua yang telah pikun.
Wung..!!
Tapi lama, guncangan dan ombak angin langsung berhenti tiba-tiba.
“I..Itu Master Sekte, dia menyelamatkan kita,” teriak beberapa murid yang tak sengaja menghadap ke arah langit dan melihat Han Riu muncul sedang membuat formasi pelindung.
“Kalian semua bisa tenang saat ini, karena tidak akan ada lagi gangguan seperti ini lagi. Lanjutkanlah aktifitas kalian, sementara yang terluka akan di berikan poin kontribusi nantinya sebagai kompensasi dan akan di obati sampai sembuh.” Ucap Master Sekte Han Riu dengan nada yang membuat semua anggota sektenya merasakan kenyamanan dan ketenangan.
***
Kembali ke tempat Du Jian.
Saat ini Du Jian memasang wajah jelek saat melihat Han Liu di depannya.
“Hei bocah palsu, dimana si bocah ompong sialan itu, cepat suruh ia juga datang.” Teriak Du Jian.
Namun teriakan Du Jian tidak di tanggapi oleh Han Liu, wajah Han Liu terlihat tetap tenang dari waktu ke waktu.
Hingga tak lama, sebuah suara terdengar tenang. “Cukup aku, cukup hanya dengan diriku saja mampu mengalahkanmu Senior,” ucap Han Liu kini mulai memegangi pedangnya di sertai tatapan mata mengarah ke Du Jian.
Mendengar itu, wajah Du Jian seketika menyeringai lebar. “Haha,, akan ku sumpal mulutmu itu bocah palsu,” kekeh Du Jian langsung membungkukkan sedikit badannya.
Bam..!!
Dret..!!
Du Jian langsung melesat dengan kecepatan mengerikan ke arah Han Liu.
Melihat Du Jian melesat ke arahnya, wajah Han Liu yang awalnya selalu tenang dan datar seketika menyeringai lebar.
Wuss..!!
Tak mau kalah, dengan cepat Han Liu melesat ke arah Du Jian sambil mengayunkan pedangnya yang masih belum keluar dari sarungnya.
Sret..!!
__ADS_1
Duar..!!
Bom bom bom bom..!!
Bom bom bom bom..!!
Ledakan beruntun terdengar saat serangan Du Jian dan Han Liu bentrok. Kini terlihat area sekitar mereka luluh lantah.
“Hahaha,, bocah palsu, akhirnya kau menunjukkan wajah aslimu,” ejek Du Jian.
“Hoho,, tentu saja aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan bertarung dengan orang bodoh sepertimu senior,” balas Han Liu dengan nada mengejek.
“Hahaha,, aku suka kata-kata yang keluar dari mulutmu bocah palsu. Tapi alangkah baiknya jika itu sedikit di perbaiki dengan tanganku,” dengan cepat Du Jian melesat.
Wuss..!!
Du Jian langsung muncul tepat di atas Han Liu dengan kaki kanan terayun mengarah ke mulut Han Liu.
Bom..!!
Han Liu langsung menahannya menggunakan pedangnya.
“Hehe,, tanpa Bocah si ompong sialan itu, apa kau yakin bisa menang,” ejek Du Jian kini muncul tepat di samping Han Liu dengan tangan di baluti energi yang mengerikan.
Melihat Du Jian ada dua, bukannya terkejut atau panik, ia malah semakin tersenyum lebar.
Bom..!!
Duar..!!
Tubuh Han Liu langsung terhempas jauh hingga menabrak beberapa bukit dan gunung.
Wuss..!!
Saat Du Jian tersenyum lebar sambil mengayunkan tinjunya. Ia seketika merasakan bahaya.
Crash..!!
Bom..!!
Bilah pedang secara tiba-tiba langsung menebas tubuh Du Jian hingga hancur.
Han Liu yang baru mengeluarkan pedangnya dari sarungnya hanya beberapa inci kembali menyarungkan pedangnya.
Tap tap..!!
Tepat setelah Han Liu mendarat, Du Jian muncul layaknya berteleportasi.
“Haha,, Teknik Pedang Dimensimu semakin kuat saja bocah palsu, ayo keluarkan kekuatan yang sebenarnya,” teriak Du Jian tertawa terbahak-bahak sambil mengayunkan tangan kirinya.
Bom..!!
Dengan seringai lebar Han Liu menahannya dengan sarung pedangnya.
Du Jian tak kalah gila, ia juga tersenyum lebar sambil mrngayunkan tangan kanannya.
Bom..!!
Bom..!!
__ADS_1
Terlihat Du Jian mengayunkan tinjunya menggunakan kedua tangannya dan membuat Han Liu mundur terus menerus.
Crash..!!
Bom..!!
Lagi-lagi tubuh Du Jian terkena tebasan yang langsung membuat tubuhnya meledak.
“Hoho,, apakah pemanasarannya telah selesai bocah palsu,” ejek Du Jian muncul di atas langit.
Melihat Du Jian di atas langit, Han Liu langsung tersenyum lebar, ia pun ikut melesat ke atas langit.
“Hehe,, sudah berapa lama aku tidak merasakan kesenangan seperti ini lagi senior, terahir kali, aku teringat saat melawan salah satu Komandan Dinasti Dewa Kuno,” kekeh Han Liu kini dengan tubuh bergetar hebat karena tak mampu menahan kebahagiaannya.
“Tapi entah mengapa setiap melawanmu, ada sesuatu yang berbeda, itu tak bisa di ungkapkan dengan-”
Duar..!!
Tubuh Han Liu langsung terhempas sebelum ia menyelesaikan ucapannya.
“Hahaha,, seperti yang di katakan Tuan mudaku saat berburu, jangan banyak bicara saat bertarung,” teriak Du Jian di sertai tawa bahagia.
Tapi tawa Du Jian seketika terhenti saat tidak melihat Han Liu bangkit.
“Eeh,, apa bocah palsu itu pingsan?” Gumam Du Jian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Padahal aku memukul wajahnya tadi hanya mengalirkan kurang dari 5% energiku, jadi tidak mungkin ia pingsan atau terluka berat,” sambung Du Jian.
Karena sedikit penasaran, Du Jian pun langsung melesat ke tempat Han Liu terhempas.
Tap tap..!!
“Hei bocah palsu, bangun,” teriak Du Jian membungkukkan badan dan ingin menyentuh wajah Han Liu.
Dret..!!
Bom..!!
Du Jian langsung terhempar ke atas setelah terkena serangan sarung pedang Han Liu.
“Hehe seperti kata saudaraku, jika ingin bertarung jangan lengah,” balas Han Liu tersenyum lebar.
Tap tap..!!
Du Jian muncul dengan wajah cemberut. “Dasar bocah palsu, rupanya kau ingin di beri pelajaran, beraninya kau memukul orang tua,” dengus Du Jian.
Saat Du Jian ingin menggunakan setengah kekuatannya.
Han Liu langsung tersenyum lebar. “Heh dasar senior idiot, mana mungkin aku berani melawanmu jika seserius ini seorang diri, itu sama saja dengan bunuh diri,” ejek Han Liu langsung melesat kabur.
“Dasar bocah palsu, jangan lari kau sialan, aku belum selesai pemasanannya,” teriak Du Jian kini memasang wajah kesal.
Wuss..!!
Dengan cepat Du Jian langsung mengejar Han Liu yang lari menuju Sektenya.
***
Satu jam kemudian.
__ADS_1
Kini terlihat jika wajah Han Liu babak belur akibat di hajar oleh Du Jian. Ia kini duduk di samping Han Riu yang tertawa kecil sambil menutup mulutnya menggunakan kipas.
“Dasar bocah palsu, berani sekali kau mempermainkan seniormu yang kuat dan tampan ini hah,” dengus Du Jian kini berdiri sambil berdecak pinggang.