Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Tugas Meng Chen Adalah Menyelidiki Rencana Kaisar Qian Long


__ADS_3

Tak lama setelah keduanya pergi, Xiu Bai membuka matanya. “Lama-lama kepalaku bisa pecah memikirkan tingkah kalian, jadi lakukan saja sesuka kalian. Sungguh merepotkan,” gumam Xiu Bai lalu kembali memejamkan matanya.


Sementara Meng Chen terlihat diam saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun, ia juga sedang fokus dalam meditasinya dan akan bangun jika Xiu Bai ingin memberikannya tugas.


***


Tap tap..!!


Qian Liyun yang kini melangkah memasuki aula Istana, langsung di sambut oleh penjaga gerbang.


“Salam Jendral, kebetulan anda sudah di tunggu dari tadi oleh Yang Mulia bersama Penasehat di dalam, biar saya antar anda masuk,” ucap penjaga tersebut membungkukkan badannya.


Bukannya langsung mengiyakan, Qian Liyun langsung menyipitkan matanya sesaat. “Hemm..!! Semenjak aku mengenal Tuan muda bersama keluarganya, kini aku baru saja menyadari jika aku bisa merasakan seseorang yang benar-benar tulus maupun tidak,” gumam Qian Liyun dalam hati.


Kini Qian Liyun tahu jika penjaga ini ingin menjilatnya, itu dapat di ketahui dari raut wajahnya.


“Tidak perlu, aku punya kaki dan aku bisa masuk sendiri,” ucap Qian Liyun dengan nada datar.


Glek..!!


Penjaga tersebut sedikit berkeringat dingin, tapi tak lama, ia langsung menghela nafas setelah melihat Qian Liyun sudah meninggalkannya tanpa mengatakan apapun.


Tap tap..!!


Mendengar suara langkah kaki, Kaisar Qian Long yang berdiskusi dengan Penasehatnya pun melirik ke arah pintu masuk Aula.


“Hahaha,, beruntung kau datang dengan cepat Jendral muda, ayo cepat ikut duduk, karena Yang Mulia akan memberitahumu sesuatu yang sangat penting,” ucap Penasehat langsung melambaikan tangannya untuk menyuruh Qian Liyun ikut duduk di meja yang mirip meja makan.


Tap tap..!!


“Salam Yang Mulia, salam Penasehat Qian,” sapa Qian Liyun langsung berlutut memberi hormat.


“Bangunlah, jangan terlalu formal jika hanya kita bertiga di sini,” ucap Kaisar Qian Long tersenyum tipis.


“Baik Yang Mulia,” ucap Qian Long langsung bangkit lalu duduk di kursi yang telah di tunjuk.

__ADS_1


...


“Baiklah, langsung ke intinya saja,” ucap Kaisar Qian Long melirik Jendral Qian Liyun.


“Dua hari lagi, utusan dari Dinasty akan datang, dan sebelum mereka datang, mereka sempat mengirim surat jika ingin di sambut di puncak Gunung tertinggi, yaitu Puncak Gunung Lembah Naga,” ucap Kaisar Qian Long.


“Seperti yang aku katakan sebelumnya, kaulah yang akan mengarahkan mereka dimana lokasi kedua Sekte dan Kekaisar Daun Langit, tidak ada tugas lain selain mengarahkan mereka.”


“Jadi alangkah baiknya jika kau berangkat sekarang ini, tapi sebelum itu, aku ingin kau mengarahkan mereka ke Hutan Tanpa Batas juga. Apakah bisa?” Tanya Kaisar Qian Long.


“I..Ini,” mata Qian Liyun sedikit melebar. Karena menuju Hutan Tanpa Batas, sama saja dengan bunuh diri, bahkan di masa lalu, pernah ada Jendral terkuat yang berasal dari Dinasty mencoba ke tempat tersebut, namun sampai detik ini ia tidak pernah keluar dari sana. Dan itulah yang menyebabkan kegemparan yang cukup besar pada masa itu.


Dinasty Kuno tentu saja terpukul akan kejadian tersebut dan langsung melarang orang-orangnya memasuki area terlarang Hutan Tanpa Batas.


“Aku tahu apa yang kau pikirkan, tentu saja kami juga memikirkan dampak akan kemarahan utusan Dinasty saat mendengar kau ingin membawanya ke tempat tersebut. Tapi jika kita memberikan mereka beberapa hadiah, aku yakin mereka akan setuju,” ucap Penasehat menepuk pundak Jendral Qian Liyun.


“Benar, setelah Kekaisaran Daun Langit dan dua sekte runtuh, tugasmu hanya membujuknya ke tempat tersebut, karena aku merasa ada sesuatu yang janggal di dalam Hutan Tanpa Batas, seperti ada seseorang yang tinggal di sana, dan mungkin karena orang-orang yang tinggal di Hutan itulah yang membunuh orang-orang yang memasuki Hutan.” Sambung Kaisar Qian Long.


Wuss..!!


“Bujuklah ia dengan senjata ini, aku yakin kau pasti bisa, karena aku pencaya kepadamu. Tugasmu hanya satu, melihat apakah benar adanya jika ada orang tinggal di sana. Tidak ada yang lain.” Ucap Kaisar Qian Long.


Tangan Qian Liyun bergetar hebat saat menerima Pedang yang memiliki ukiran lambang Naga di gagang dan bilahnya.


“Dasar bodoh, bisa-bisanya kau begitu idiot memberikanku secara gratis Pedang Naga ini,” gumam Qian Liyun dalam hati.


“Dan juga, aku rasa harus memberitahu Tuan muda akan berita ini, siapa tahu ia memiliki perubahan rencana,” sambung Qian Liyun dalam hati.


“Percayalah kepada saya Yang Mulia, saya tidak akan mengecewakan anda,” ucap Qian Liyun langsung bangkit dari tempat duduknya lalu berlutut dengan satu kaki.


“Jika begitu, saya akan berangkat sekarang, karena akan lebih baik jika tugas yang Yang Mulia berikan cepat di selesaikan.” Ucap Qian Liyun melirik Kaisar Qian Long.


“Haha,, bagus, aku suka semangatmu, jika begitu berangkatlah.” Ucap Kaisar Qian Long sambil tertawa terbahak-bahak.


Tap tap..!!

__ADS_1


Setelah melihat kepergian Qian Long, Kaisar Qian Long bersama sang Penasehat seketika menyeringai licik sambil saling memandang satu sama lain.


“Khekeke,, jika utusan Dinasty mati, ini akan memudahkan rencana, aku yakin jika beberapa sosok kuat yang ada di Dinasty pasti akan datang ke tempat ini untuk menyelidiki kematian mereka, lalu tempat terahir mereka mengarah ke Hutan Tanpa Batas.” Kekeh Kaisar Qian Long.


“Dan mau tak mau mereka pastinya akan masuk ke dalam sana,” sambung Penasehat.


“Pada saat itu juga, pastinya Perang akan pecah melawan semua penghuni Hutan Tanpa Batas.” Balas Kaisar Qian Long seketika menyeringai lebar.


Entah apa tujuan keduanya membuat Dinasty melakukan perang dengan semua penghuni Hutan Tanpa Batas, yang pastinya itu bukan tujuan baik.


***


Tap tap..!!


Setelah mengelabui orang-orang yang mengikutinya, Qian Liyun pun berhasil memasuki ruangan tempat Xiu Bai berada.


“Tuan muda, ada berita yang cukup bagus,” ucap Qian Liyun tanpa basa basi.


Xiu Bai dan Meng Chen pun langsung membuka mata mereka secara serempak.


“Berita apa?” Tanya Xiu Bai dengan nada santai.


Tanpa basa basi, Qian Liyun pun menceritakan semua yang Kaisar Qian Long dan Penasehat Kekaisaran ucapkan selama di Aula Istana.


Terlihat juga Qian Liyun mengeluarkan pedang yang di gunakan untuk menghasut kedua utusan agar mereka mau ke Hutan Tanpa Batas.


15 menit berlalu.


“Hem...!! Ada dua kemungkinan jika mereka menginginkan kedua utusan ke Hutan Tanpa Batas. Pertama karena adanya dendam hingga ingin membuat kekacauan dan yang menyebabkan kerugian besar bagi Dinasty.”


“Kedua, karena adanya pihak ketiga yang menghasut mereka melakukan ini, agar terjadinya perang, lalu saat melihat pihak Dinasty melemah, pihak ketiga akan keluar membunuh mereka semua.” Ucap Xiu Bai sambil memegangi dagunya di sertai senyum kecil.


“Bisa jadi tujuan utama mereka juga ingin memasuki Hutan Tanpa Batas tanpa mendapat kerugian, jadi pihak ketiga memanfaatkan kesempatan ini.” Sambung Xiu Bai sambil melirik Meng Chen.


“Hehe,, apakah sudah saatnya?” Tanya Meng Chen dengan nada semangat.

__ADS_1


“Hemm..!! Awasi gerak gerik mereka yang di sebut oleh Liyun tadi, berhati-hatilah dengan pihak ketiga.” Ucap Xiu Bai dengan nada serius.


__ADS_2