Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Xiu Tian, Sang pembawa Bencana Berjalan


__ADS_3

“Dasar sialan, aku yakin kaulah yang telah mencuri emas yang menempel di seluruh tubuhku, cepat keluarkan, jika tidak akan ku hancurkan kau dan seluruh keluarga Bangsawan Rendahanmu,” teriak seorang wanita berumur 50 tahun, namun terlihat seperti berusia 30 tahunan, karena di tutupi oleh bedak riasan yang sangat tebal di wajahnya.


Wanita tersebut mengenakan gaun indah bewarna merah. Dan orang yang ia tuduh kini wanita mengenakan gaun bewarna biru.


“Apa kau bilang hah, malah aku mencurigai ini adalah rencana licik mu J**lng sialan, bukan hanya perhiasan milik ku saja yang hilang, namun semua yang ada di sini ikut kehilangan. Dan di saat semuanya panik, kau malah menuduh secara asal,” tak mau kalah, salah satu wanita yang seusia dengan wanita yang menuduhnya kini membalas.


“Hah,, wanita simpanan seperti dirimu, bagaimana bisa mempunyai harta, palingan kau punya karena memelas, menipu dan mencuri,” ejek wanita yang mengenakan gaun Merah.


Mendengar ucapan wanita bergaun merah, beberapa wanita yang ada di sana ada yang langsung mengangguk setuju. Namun ada juga yang membela wanita bergaun biru.


Dalam hitungan detik, terlihat kini para wanita Bangsawan berbaris menjadi dua kubu.


...


Sementara para penjaga gerbang yang sudah datang dari tadi, terlihat hanya bisa terdiam saja, karena sadar jika mereka ikut campur, maka mereka akan terkena masalah besar. Karena semua wanita yang saling hujat adalah para Bangsawan.


Tidak jauh di antara para penonton, Xiu Tian terlihat menyeringai lebar, seolah saat ini, ia menemukan ide.


Berbeda dengan Jing We, wajahnya terlihat menegang lantaran dari pertama ia sampai, ia selalu memperhatikan Xiu Tian.


Glek..!!


“Perasaanku menjadi semakin tidak nyaman saat melihat senyumnya,” gumam Jing We dalam hati.


“Ehem,, Tu..Tuan Tian, apakah kita bisa langsung pergi menuju Klan Zhen?” Tanya Jing We yang ingin langsung membawa Xiu Tian pergi.


“Heh,, kenapa begitu cepat, kita harus mengisi perut kita terlebih dahulu, karena kita telah melakukan perjalanan jauh, jadi, pastinya kau juga lapar seperti diriku bukan,” ucap Xiu Tian menaikkan alisnya secara bergantian.


“A..Aku tidak lapar Tuan Tian,” ucap Jing We terdiam sesaat.


“Kita harus menjalankan tugas kita dengan cepat, karena ini bukan situasi yang spele Tuan Tian, jadi ayo kita temui Klan Zhen terlebih dahulu, baru setelah itu kita makan atau melakukan hal apapun di kota ini sebelum kembali,” sambung Jing We mencoba membujuk.


Hemm..!!


Xiu Tian langsung terlihat berpikir.


“Aha,” ucap Xiu Tian langsung tersenyum lebar setelah ia menemukan ide.


”Begini saja, kau temui klan Zhen terlebih dahulu, jika ada masalah maka aku akan langsung membantu. Tapi menurutku, kau tidak mungkin mendapat masalah kesana seorang diri, lantaran Klan Zhen mengenal dirimu dengan baik.” Ucap Xiu Tian.


“Sementara kau pergi, aku akan menunggu di sini dengan sabar, dan pastinya aku tidak akan melukai orang atau membunuh kok, jadi kau bisa tenang dan sana pergi,” sambung Xiu Tian langsung mengusir Jing We.

__ADS_1


Mendengar itu, wajah Jing We berubah menjadi jelek, kini ia menatap Xiu Tian dengan penuh kecurigaan, karena ia tidak mempercayai apa yang Xiu Tian katakan.


“Kenapa kau masih diam? Apa kau tidak percaya yang aku ucapkan tadi?” Tanya Xiu Tian.


“Hemm..!! Begini saja, aku melakukan sumpah jika aku benar-benar tidak akan membunuh maupun melukai semua orang yang ada di kota ini. Bagaimana? Apakah kau tidak percaya lagi?” Sambung Xiu Tian kini melirik Jing We dengan tatapan serius.


Melihat itu, Jing We pun mau tak mau percaya, karena tidak ada jejak kebohongan yang terlihat dari wajah Xiu Tian.


“Huuf baiklah Tuan Tian, ingat janjimu, jangan melukai maupun membunuh orang yang tidak bersalah,” ucap Jing We melirik Xiu Tian sesaat, setelah itu, Jing We pun langsung melangkah pergi.


Satu hal yang Jing We tidak sadari, ia lupa akan harta yang ia kenakan tadi. Jika ia bisa sedikit tenang, maka ia pasti akan tersadar jika perasaan tidak nyamannya bukanlah karena Xiu Tian membunuh maupun melukai penduduk kota. Melainkan lebih dari itu, yaitu menjarah harta seluruh penduduk kota.


Itu bahkan jauh lebih mengerikan dari kematian secara langsung, karena jika semua harta hilang, maka itu bisa membuat penduduk kota menderita.


...


Tap tap..!!


“Ehem,, permisi nona-nona, bagaimana jika kita membuktikan siapa yang salah dan yang benar di sini, karena dengan begitu, kalian tidak saling menuduh lagi, dan masalah akan lebih cepat selesai.” Ucap Xiu Tian muncul dengan jubah elegan layaknya seorang pangeran.


Mendengar sebuah suara yang ingin ikut campur masalah mereka, awalnya para wanita Bangsawan ingin mencaci maki Xiu Tian.


Tapi mereka kini terpana saat melihat ketampanan wajah Xiu Tian.


“Dari mana Pangeran tampan ini?” Tanya wanita mengenakan gaun merah.


“Awas, kau menghalangi jalan,” teriak wanita bergaun biru kini menarik wanita bergaun merah.


Tatapan wanita bergaun biru kini mengarah ke arah Xiu Tian dengan tatapan haus.


“Sayang, jangan dekati nenek tua ini, dia ini sangat tidak tahu malu, ikut tante saja yuk,” ajak wanita bergaun biru langsung mengulurkan tangannya ke arah tangan Xiu Tian.


Brak..!!


“Dasar wanita mu***rah**n,” teriak wanita bergaun merah langsung menepis tangan wanita bergaun biru.


“Jangan mau, dia ini jal**ng, jadi, ikut tante saja,” ucap wanita bergaun merah tak mau kalah.


Mendengar itu, wanita bergaun biru langsung menarik wanita bergaun merah hingga keduanya kembali bertengkah.


“Cukup, bagaimana jika aku mengikuti kalian berdua saja, kemanapun kalian pergi, akan ku temani,” ucap Xiu Tian dengan nada tegas di sertai senyum manis yang langsung membuat kedua wanita tersebut mengangguk setuju tanpa membantah ucapan Xiu Tian.

__ADS_1


Bukan hanya kedua wanita bergaun merah dan biru saja, para wanita yang mengikuti kedua wanita tersebut ikut mengangguk tanpa sadar.


“Hehe,, ini jauh lebih mudah dari yang aku bayangkan,” kekeh Xiu Tian dalam hati.


“Jika begitu, kita akan kemana dulu?” Tanya Xiu Tian.


Tap tap..!!


Dengan cepat wanita bergaun merah dan biru menggandeng tangan kiri dan kanan Xiu Tian lalu menariknya keluar dari Restaurant tersebut.


Mereka tidak akan menyangka jika saat ini mereka membawa bencana berjalan.


Tujuan Xiu Tian menggunakan para wanita Bangsawan karena ia yakin jika mereka akan membawanya ke tempat yang mewah dan tentunya berisi banyak harta.


Tap tap..!!


Melihat kepergian para wanita Bangsawan, semua penonton hanya bisa melongo dan para penjaga terlihat menghela nafas lega.


“Huuf,, siapa pemuda itu? Tapi beruntung juga dia datang dan langsung bisa menyelesaikan masalah.” Gumam para penjaga dalam hati.


Hanya penjaga yang pernah menemui Xiu Tian saja yang kini terlihat membeku dan berpikir banyak hal.


***


Wuss wuss..!!


“Semoga saja tidak terjadi masalah besar,” terdengar di setiap langkahnya, Jing We terus menerus berharap jika Xiu Tian tidak membuat kekacauan.


Tap tap..!!


Hingga Jing We kini berhenti di pintu masuk dunia bawah tanah.


“Ada dua buah.” Ucap sosok suara dari balik pintu.


“Ada satu kebaikan,” jawab Jing We.


Dret..!!


Tak lama pintu langsung terbuka.


“Silahkan masuk Tuan,” ucap sosok Musang bewarna hitam pekat.

__ADS_1


”Terimakasih Penjaga Barat,” ucap Jing We membungkukkan badannya, setelah itu, ia pun langsung melangkah pergi.


Tap tap..!!


__ADS_2