Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kembali Ke Dimensi Dewa Surgawi dan Bertemu Keluarga


__ADS_3

“Ehem..!! Apa yang membuat kalian begitu berpikir keras? Terutama kau kakak? Apa kau berencana untuk melarikan diri dari sini?” Tanya Xiu Bai yang kini memunculkan kepalanya saja.


Wung..!! Bomm..!!


Wuaaa..!! “Setan nyata.” Teriak Cen Tian sembari melayangkan pukulan ke arah Pixiu, yang tepat berada di sebelahnya.


Beruntung Pixiu dengan sigap menyilang kedua tangannya, untuk menahan pukulan serta mengurangi dampak serangan dari Cen Tian.


Tap tap..!!


“Eehh,, Bai'er, apakah ini kau?” Teriak Cen Tian yang langsung tersadar saat melihat adiknya.


Xiu Bai hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah kakaknya. Entah dendam apa yang Cen Tian miliki terhadap Pixiu, sehingga memanfaatkan dirinya yang muncul, untuk memukul Pixiu.


“Hemm..!! Bagaimana keadaan kalian semua? Apakah kalian semua baik-baik saja?” Tanya Xiu Bai dengan seutas senyum hangat.


“Kami baik-baik saja Tuan muda?” Jawab Pixiu, Lang Zai dan Long Yuan serempak.


“Sebaliknya, apakah kau baik-baik saja?” Tanya Cen Tian balik bertanya.


“Tentu saja, tujuan ku kesini juga untuk melihat keadaan kalian bersama Ibu, istri dan yang lainnya.” Ucap Xiu Bai menganggukkan kepalanya ringan. “Bukan hanya itu saja, aku juga berniat melanjutkan rencana ku yang dulu pernah aku katakan sebelum pergi dari sini.” Sambung Xiu Bai.


Hal tersebut langsung membuat Cen Tian, Lang Zai, Long Yuan dan Pixiu bersinar cerah.


Tapi tak lama, mata mereka yang bersinar cerah seketika menjadi redup.


Melihat itu, Xiu Bai sadar mengapa mata mereka redup.

__ADS_1


“Tenang saja, masalah yang ada di Dimensi Kegelapan sudah ku tangani saat menuju kesini.” Ucap Xiu Bai sembari melangkahkan kakinya menuju ke arah kediaman Ibu, Istri, nenek, putri dan yang lainnya.


“Ayo, jangan berdiam diri di sana, kita kembali,” ajak Xiu Bai.


Tap tap..!!


***


Sementara di dalam sebuah ruangan yang sederhana, terlihat Xiu Mu Lian, Ling Mei, bersama kedua istri Xiu Bai dan putrinya, duduk sembari melihat taman yang ada di sebelah mereka dan menikmat teh yang ada di meja.


“Hemm..!! Kira-kira, bagaimana kabar Gege di sana ya?” Tanya Ling Mu Xia sambil melirik ke arah ibu mertuanya.


Terlihat jelas jika Ling Mu Xia sangat merindukan suaminya. Sama halnya dengan Ling Chu Jia, istri kedua Xiu Bai.


“Bai'er pasti baik-baik saja di sana, dia itu kuat, jadi jangan khawatirkan dia.” Jawab Xiu Mu Lian dengan santai di sertai seutas senyum hangat.


Walau Ling Bai Xie terlihat cemberut, terlihat jejak mata berkaca-kaca ia perlihatkan, tanda sangat merindukan ayahnya.


“Hemm..!! Gege memang seperti itu jika orang terdekatnya di lukai, ia akan melakukan apapun untuk membalas dendam, itulah yang mengerikan dari Gege,” balas Ling Chu Jia terdengar dengan nada lembut.


“Ibu yakin, Bai'er pasti bisa berubah seiringnya waktu, jadi jangan mendo'akan suami dan ayah kalian seperti itu.” Ucap Ling Mei mencoba menenangkan.


“Percayalah padanya, karena kepercayaan kalian lah yang membuat Bai'er merasakan ketenangan yang pasti bisa membuatnya secara perlahan berubah.”


“Walau kita jauh darinya, ibu yakin jika Bai'er pasti mendengarkan setiap isi hati kita yang mendoakan dan mengkhawatirkannya.” Sambung Ling Mei yang langsung membuat istri dan putri Xiu Bai mengangguk di sertai merasa bersalah.


Tap tap..!!

__ADS_1


Tepat saat Xiu Bai menyembunyikan auranya, ia yang sudah berada di depan gerbang masuk kediaman keluarganya dan telah mendengar apa yang para wanita bicarakan. Langsung mengeluarkan aurnya dengan sengaja.


“Eeh,, ini,” seketika Ling Mei, Ling Mu Xia, Ling Chu Jia, Ling Bai Xie dan Xiu Mu Lian melebarkan mata mereka dengan berbagai ekspresi.


“Ayah,” teriak Ling Bai Xie berekasi pertama, dengan cepat ia melesat ke luar, di susul Ling Mu Xia dan Ling Chu Jia.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Bruk..!!


“Ayah, Xie'er sangat merindukan ayah,” teriak Ling Bai Xie dengan sedikit isak tangis.


Wung wung..!!


Bruk bruk..!!


Tak mau kalah, kedua istri Xiu Bai pun ikut muncul dan memeluk Xiu Bai dari arah kiri dan kanan.


Xiu Bai yang melihat semua orang yang ia rindukan kini memeluknya, langsung membalas dengan pelukan hangat di sertai senyuman bahagia.


“Maafkan ayah jika terlambat mendatangi kalian, karena urusan ayah di sana jauh dari kata selesai. Dan saat ini pun masih belum selesai.” Ucap Xiu Bai dengan nada hangat di sertai ada jejak keraguan di wajah Xiu Bai yang mampu di rasakan oleh semua wanita.


“Ada apa Bai'er? Apakah ada masalah yang tidak bisa kau selesaikan?” Tanya Ling Mei dan Xiu Mu Lian serempak.


Terlihat Ibu dan Nenek Xiu Bai sedikit heran, mereka berdua yakin jika Xiu Bai pasti mampu menyelesaikan setiap masalahnya, karena Xiu Bai kuat, kecuali masalah wanita.


“Ja..Jangan-jangan kau menikah lagi?” Tanya Ling Mu Xia langsung melepaskan pelukannya dan langsung menatap tajam suaminya dengan bengis.

__ADS_1


Apa yang di ucapkan oleh Ling Mu Xia, hampir sama dengan apa yang ada di pikiran semua wanita saat ini, yang langsung membuat Xiu Bai, tidak mampu berkata-kata.


__ADS_2