Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Merasakan Hal Aneh Di Bawah Tanah Pusat Penjara


__ADS_3

“Kali ini kau bisa menikmati udara segar, saat kita sampai penjara, akan ku buat kau berteriak minta ampun sialan,” ancam penjaga tersebut sembari melangkah pergi.


Ctar..!!


***


“Apa yang kau lihat hah, cepat jalan,” teriak penjaga tersebut mencambuk beberapa tahanan yang melihat ke arahnya.


Zang Jin yang hanya diam saja, melirik ke arah penjaga tersebut.


“Akan ku tandai kau, kau akan menjadi terahir ku bunuh, akan ku buat kau menyadari apa itu penyiksaan yang sesungguhnya,” ucap Zang Jin dengan nada dingin.


“Sst,, sudah ku peringatkan untuk diam,” bisik Zang Zen melirik adiknya yang tepat berada di belakangnya.


Zang Jin pun hanya diam, dalam hati ia berharap Tuannya datang kesini menyelamatkannya.


“Jangan terlalu berharap jika Tuan datang kesini, tapi jika itu kakak Xiai Leng, maka aku yakin ia pasti akan datang menyelamatkan kita setelah ia meningkatkan kekuatannya.” Ucap Zang Zen yang tahu apa yang adiknya pikirkan.


Tap tap..!!


Terlihat di pintu masuk penjara, ada beberapa penjaga berdiri dan mengecek satu persatu tahanan tersebut.


Kini terlihat bagian Iblis tua yang pernah di siksa oleh salah satu penjaga di tanyai.


“Nomermu berapa?” Tanya pemimpin pusat tahanan melirik ke arah Iblis tua tersebut.


“37.190,” jawab Iblis tua tersebut dengan nada datar.


Pemimpin pusat tahanan pun melihat ke arah berkas nomer 37.190.


“Menjadi Raja Iblis di Dimensi Kegelapan kecil, dan juga bukan seorang makhluk yang tercipta dari Alam Semesta. Untuk kekuatan, berada di puncak Kaisar Dewa Energi. Masuk,” ucap pemimpin pusat tahanan setelah mengindentifikasi Iblis tua tersebut.


Dengan wajah dingin, Iblis tua tersebut pun melangkah masuk ke dalam penjara.


Tap tap..!!

__ADS_1


“Nomermu berapa?”


“37.191.”


“37.192.” “37.193.” “37.194.”


Terlihat para tahanan satu persatu di tanyai dan masuk setelah mendapat informasi.


Tap tap..!!


Hingga giliran Zang Zen.


“Nomermu?” Tanya pemimpin pusat tahanan.


“37.270.” Jawab Zang Zen santai.


Mendengar jawaban Zang Zen, sontak pemimpin pusat tahanan yang melihat ke arah berkas, mengangkat kepalanya ke arah Zang Zen.


“Baru kali ini selama aku menjadi pemimpin, mendengar ada yang begitu santai menjawab, biasanya mereka semua sangat dingin.” Ucap pemimpin pusat tahanan.


Zang Zen yang mendengar itu, seketika mengerutkan keningnya.


Mendengar itu, para penjaga tahanan pun emosi dan hendak mengayunkan cambuknya. Tapi dengan cepat pemimpin pusat tahanan menatap mereka dengan haus darah.


“Apa kalian semua bosan hidup,” ucap pemimpin pusat tahanan mengulurkan tangannya.


Arghh..!!


Dalam sekejap ke 5 penjaga yang ingin menyiksa Zang Zen mengering, lantaran darah mereka di serap habis.


“Hemm..!! Tertangkap di salah satu pecahan batu yang menuju Dimensi Batu. Tapi asal usul tidak di ketahui,” ucap pemimpin pusat tahanan melirik ke arah data milik Zang Zen.


“Menarik,” gumam pemimpin tersebut kembali melirik ke arah Zang Zen.


“Masuk,” ucap pemimpin pusat tahanan.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Nomer?”


“37.271.” Jawab Zang Jin di sertai tatapan membunuh.


Merasakan itu, pemimpin pusat tahanan pun melirik ke atah Zang Jin, saat melihat wajahnya, ia pun tersenyum tipis.


“Sungguh menarik, dua bersaudara yang memiliki sifat berbeda,” ucap pemimpin pusat tahanan. “Masuk,” ucap pemimpin tersebut tanpa mengecek datanya lagi.


Heng..!!


Terdengar suara dengusan dingin dari Zang Jin sembari melangkah masuk.


Tap tap..!!


“Ayo cepat, dasar lelet,” teriak salah satu penjaga yang membenci Zang bersaudara setelah melihat apa yang mereka lakukan di pintu masuk tadi.


Zang bersaudara terlihat di giring bersama beberapa tahanan menuju ruangan besar yang bernomer 300.


“Masuk,” teriak para penjaga.


Zang bersaudara pun melangkah masuk, dan pada saat mereka masuk, udara di dalam tersebut sangatlah panas.


Beberapa dari tahanan yang sudah lebih dahulu berada di sana, kini melirik ke arah para tahanan baru dengan wajah lesu.


Zang bersaudara yang melihat itu, hanya bisa diam. Pandangan Zang bersaudara pun teralihkan menuju banyak tulang-tulang yang di yakini tulang para mantan tahanan sebelum-sebelumnya.


“Apa kau merasakannya Jin?” Tanya Zang Zen melirik ke arah adiknya.


“Hemm..!! Aku merasa darahku sedikit demi sedikit di serap, bukan hanya itu saja, energiku yang di segel juga terasa di serap melalui pijakan kita, itu artinya ada sesuatu di bawah tanah ini.” Jawab Zang Zen di sertai anggukan kecil.


“Kau benar, dan bukan hanya kita saja yang menyadarinya, ada dua lagi yang langsung menyadarinya, lihatlah,” bisik Zang Zen melirik ke arah Iblis Tua dan sosok Elf wanita yang terlihat sangat memprihatinkan.


Banyak darah keluar dari paha Elf tersebut, tanda ia beberapa waktu lalu mendapatkan kekesaran.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Apa kalian juga merasakan apa yang aku rasakan?” Tanya Iblis Tua mendekati Zang bersuadara.


__ADS_2