Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Entah Siapa Yang Paling Bodoh


__ADS_3

“Tapi jika kau sudah bosan hidup, maka akan ku layani kau sepenuh hati,” sambung Tu Long menyeringai lebar.


Wung..!!


Aura Tu Long seketika meledak, dan saking marahnya karena melihat Bai Han pingsan, Tu Long sampai mengeluarkan Energi milik ibunya yang telah di tanam di dalam Dantiannya.


Karena hal itulah yang membuat Tu Long berkali-kali lebih kuat dari tingkat kultivasinya yang sebenarnya.


Bam..!!


Du Lang yang terlempar oleh hempasan energi yang Tu Long keluarkan, seketika bergetar ketakutan.


“I..Ini energi ini?” Gumam Du Lang seketika bergetar ketakutan.


Perasaan tidak nyaman serta teror pun Du Lang rasakan akibat merasakan energi dari Tu Long.


Wung..!!


Tepat di saat Du Lang bangkit, Tu Long seketika muncul di depan Du Lang.


“Hehe,, mau kemana kau monster jadi-jadian,” kekeh Tu Long langsung mengayunkan tangan kirinya.


Slash..!!


Trank..!!


Wuss..!!


Bam bam bam..!!


Mata Du Lang seketika melebar di saat ia merasakan tekanan yang mengerikan, hanya dari satu pukulan Tu Long.


Sebenarnya bukan pukulan Tu Long yang memberikan dampak mengerikan tersebut, namun energi yang kini menyelimuti tubuh Tu Long lah memberikan dampak mengerikan itu.


Wuss..!!


Tidak ingin memberikan Du Lang kesempatan untuk bernafas, Tu Long kembali muncul tepat di depan Du Lang.


Kini Tu Long yang muncul langsung mengayunkan kakinya tepat ke arah perut Du Lang yang sedang terbaring.


Wung..!!


Melihat itu, Du Lang dengan cepat melempar diri ke arah kanan.


Duaarrr..!!


Tidak ingin membeiarkan Du Lang lepas begitu saja, Tu Long yang hanya memukul tanah, kini menyeret kakinya tepat ke arah dimana Du Lang menghindar.


“Mati kau sialan,” dengus Tu Long.


Sreet..!!


“Sialan, tidak semudah itu,” teriak Du Lang, dengan cepat Du Lang mengeluarkan sebuah senjata berupa cakar.


Blush..!!


Setelah mengeluarkan senjata berupa cakar, Du Lang pun mengayunkan senjata cakarnya ke kaki Tu Long.


Duaarr..!!

__ADS_1


Bom..!!


Uhuk..!!


Tanpa memberikan dampak perlawanan, Du Lang kembali terlempar.


Sementara Tu Long yang awalnya bimbang, kini tersenyum lebar.


“Hehe,, aku tak menduga, ternyata energi yang Ibu berikan akan semengerikan ini, bahkan serangan sekuat yang dia berikan sama sekali tidak berdampak kepadaku.” Gumam Tu Long merasa di atas angin.


“Ooh ya, pantas saja Ayah sangat ketakutan dengan Ibu, aku merasa jika Energi yang Ibu berikan sedikit mirip dengan Energi milik Tuan Besar,” sambung Tu Long.


Yaps...!! Tentu saja mirip, karena Ibunya Tu Long adalah sosok yang dapat di katakan sama dengan Xiu Bai, yaitu sama-sama tercipta sendiri, bedanya Mo Meilin tercipta dari Energi Negatif yang paling mengerikan, sementara Xiu Bai tercipta dari Ruang Hampa terdalam.


...


Tap tap..!!


Kembali ke pertarungan, kini Tu Long dengan santainya melangkah menuju Du Lang terlempar.


Walau terlihat melangkah santai, tetap saja Tu Long muncul dalam sekejap.


“Hemm..!! Jika ini Tuan Besar, maka dia pasti akan menyiksa musuhnya, maka aku juga harus melakukan hal yang sama.” Gumam Tu Long kini langsung berpikir mau menyiksa Du Lang seperti apa.


Tapi Tu Long tidak sadar jika energi yang Ibunya berikan memiliki jangka waktu singkat. Tu Long juga lupa akan nasehat ibunya jika Tu Long hanya boleh menggunakan energinya di saat ia dalam bahaya saja, atau dalam keadaan terdesak.


“Aha, ketemu,” ucap Tu Long kini melirik ke arah Du Lang yang sudah tidak ada di depannya.


“Eeh,, kemana si sialan jadi-jadian itu pergi?” Ucap Tu Long menggaruk-garuk kepalanya.


Pandangannya pun melihat ke segala arah. Saat ia melihat jejak Du Lang melarikan diri ke arah Barat, ia pun ingin mengejar.


Blush..!!


“Eeh eh eh,, kenapa hilang? Apa ada yang salah?” Gumam Tu Long bingung.


“Woe sialan, kenapa hilang sih, aku kan belum bersenang-senang,” sambung Tu Long kini berteriak kesal.


Tu Long pun mencoba mengeluarkan energi milik Ibunya lagi, tapi apapun usahanya, itu tidak bisa.


“Aah,, kenapa bisa begini,” raung Tu Long langsung cemberut.


...


Tap tap..!!


Di saat Tu Long seperti orang gila, karena bicara sendiri, Chen Long, Du Jian dan Bai Hu kini muncul dari balik pohon.


Mereka bertiga yang sudah cukup lama di sana, terlihat saling senggol.


“Apa baik-baik saja mendatanginya?” Tanya Chen Long yang sedikit ragu.


“Benar, aku takut ia mengamuk jika mengganggunya bicara sendiri.” Sambung Bai Hu.


“Tidak apa-apa, jika ia marah, maka aku akan memukul kepalanya yang bodoh dan idiot itu,” jawab Du Jian terlihat paling santai.


Tap..!!


“Woe bocah, kenapa kau berteriak tidak jelas layaknya orang gila?” Tanya Du Jian.

__ADS_1


Tu Long yang masih tidak terima akan energi milik Ibunya tiba-tiba lenyap, seketika tersadar akan ada orang di belakangnya.


Tu Long pun membalik badan, lalu melihat siapa yang meneriakinya.


“Ah kau paman Jian, aku kesal saja, karena energi ibuku tiba-tiba hilang sendiri. Entah apa yang terjadi aku tidak tahu, padahal aku belum bersenang-senang,” jawab Tu Long dengan nada lesu.


“Hemm..!! Jika energi itu pemberian Ibumu, maka ingatlah, siapa tahu Ibumu sempat berpesan sebelum memberikan energi itu.” Ucap Chen Long langsung memberikan masukan.


Mendengar itu, Tu Long pun dengan cepat mengingat apa yang ibunya sempat katakan.


Setelah 1 menit, ia pun seketika cengengesan layaknya orang gila saat sadar apa yang ibunya pesan saat itu.


“Haha, begitu ya, jadi batasnya hanya 2 menit dan harus menunggu 1 jam lagi jika ingin menggunakannya.” Ucap Tu Long langsung mengangguk-angguk paham.


“Bagaimana? Apa kau tahu mengapa energimu tiba-tiba menghilang?” Tanya Chen Long yang menunggu dengan sabar dari tadi. Terlihat Chen Long sangat penasaran bersama dengan Du Jian dan Bai Hu.


“Sudah, aku tahu jawabannya,” jawab Tu Long mengangguk santai.


Pandangan Tu Long pun langsung melirik Bai Han. “Ayo kita bawa Han'er pergi dari sini, sebelum monster jadi-jadian itu sadar aku kembali normal.” Ajak Tu Long.


“Akan bahaya jika ia kembali,” sambung Tu Long.


Chen Long, Du Jian, dan Bai Hu pun mengangguk patuh. “Kita akan ke arah mana?” Tanya Du Jian.


Tu Long yang di tanya pun langsung menggaruk kepalanya.


“Hemm..!! Kesana saja,” ucap Tu Long asal tunjuk.


Tap tap..!! Hap..!!


Dengan cepat Tu Long mengangkat Bai Han lalu menaruhnya di pundaknya. “Ayo,” ajak Tu Long.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Dengan cepat Tu Long dan yang lainnya melesat pergi dari sana.


...


Wuss wuss..!!


“Huh huh, beruntung saja ia sangat bodoh, karena kebodohannya aku bisa kabur dari sini,” ucap Du Lang merasa bangga akan kecerdasannya.


“Aku harus cepat, jika tidak, aku takut ia akan muncul di depanku, tanpa aku ketahui,” sambung Du Lang kembali melesat sambil memasang wajah penuh kemenangan.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Wung..!!


Bom bom bom..!!


Di tempat Bai Chu Ye, ia yang di serang secara membabi buta oleh belahan Du Lang, dengan tenang menghindari semua serangan tersebut.


Tap tap..!!

__ADS_1


Namun setelah melihat di depannya jurang tanpa batas, atau jalan buntu. Kini Bai Chu Ye pun menghentikan langkahnnya.


“Khehehe,, tertangkap juga kau bocah,” kekeh belahan Du Lang dengan wajah seringai lebar.


__ADS_2