Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
3 Hari Menuju Pernikahan Dan Kelakuan Dua Pembuat Onar


__ADS_3

“Jika Ren'er memang bersedia menikah denganku, maka dia harus siap menerima perpisahan sementara. Dan pada saat yang sama, aku berjanji akan selalu menjaga hatiku untuknya.” Ucap Bai Chu Ye terdengar serius dan mengatakan yang sejujurnya tanpa membohongi pihak manapun.


Mendengar itu, Ren Saxin, Ren Len dan Ren Ji pun langsung melirik ke arah Ren Jiang.


Sementara Ren Jiang yang mendengar itu langsung mengangguk ringan. “Hem hem,, Ren'er tentu mau, tapi saat berpisah nanti, apakah Ren'er akan bersama keluarga Ren'er juga atau harus mengikuti keluarga Ye Gege?” Tanya Ren Jiang setelah mengangguk.


“Untuk itu, ayah yang akan menjawabnya,” ucap Bai Chu Ye, langsung melirik ke arah ayahnya.


Xiu Bai yang di sebut namanya, sedikit mengerutkan keningnya.


“Hais, anak ini terlalu bergantung kepadaku,” gumam Xiu Bai dalam hati. Tapi di satu sisi Xiu Bai tentu senang sebagai kepala keluarga Besar, ia sangat di percayai oleh anaknya, maupun semua anggota keluarganya.


Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Ren Jiang, Ren Len, Ren Ji dan Ren Saxin.


“Untuk masalah ini, kalian nanti akan tinggal bersama keluarga paman Ye'er, karena menurutku kalian jauh lebih aman tinggal di sana,” ucap Xiu Bai dengan nada santai.


...


Waktu terus berlalu, tanpa terasa mereka yang membahas masalah pernikahan Xiu Bai, kini telah mencapai puncaknya.


“Jadi, dapat di pastikan jika Ye'er dan Ren'er akan menikah 3 hari lagi?” Tanya Ren Len dan Ren Ji serempak.


“Be-”


Duarr..!!


Bom bom..!!


Sebelum Xiu Bai menyelesaikan ucapannya, terdengar suara ledakan yang cukup memekak telinga di luar penginapan.


“Ini, siapa yang menyerang kita?” Tanya Ren Ji dan Ren Len langsung bangkit.


Sementara Xiu Bai yang mengetahui ini ulah siapa, langsung bergumam dalam hati. “Kedua berandalan itu.”


Tap tap..!!


“Kalian tunggu di sini, aku akan membereskan masalah di luar,” ucap Xiu Bai melirik ke arah besannya dan menantunya.


Ren Jiang yang mendengar itu, langsung tersenyum. “Hem hem..!! Jangan berikan mereka ampun paman, hajar terus mereka sampai kapok,” ucap Ren Jiang yang tahu ledakan terjadi karena ulah siapa.


“Tentu,” jawab Xiu Bai langsung menghilang.


Dret..!!


***


Di tempat Duan Du, Tu Long, Du Jian, Meng Chen, Bai Da Xing dan Lan Yuheng.

__ADS_1


Mereka berenam yang awalnya melakukan permainan, kini menjadi kacau akibat ulah Duan Du dan Bai Da Xing.


“Woe bocah sialan, akan ku hajar kau sampai mati,” teriak Tu Long yang baru saja memukul tanah hingga terdengar suara ledakan.


“Jangan banyak bicara, langsung saja hajar dia,” teriak Du Jian dan Meng Chen langsung melesat ke arah Duan Du.


Wuss wuss..!!


Mereka berdua langsung mengayunkan tinju dan senjata mereka dengan di aliri energi penuh, atau tanpa menahan diri.


Dret..!! Blush..!!


“Mati,” teriak Du Jian dan Meng Chen serempak.


..


Duan Du yang di serang, terlihat memasang senyum mengejek.


Kini pandangannya mengarah ke Bai Da Xing, melihat Bai Da Xing mengangguk, Duan Du pun menggerakkan tangannya.


Blush..!!


Namun keheningan seketika terjadi, kini terlihat semua orang yang ada di sana tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.


Tap tap..!!


“Dia, dia yang memulai lebih dulu Tuan,” teriak Du Jian, Meng Chen dan Tu Long serempak, mata mereka melirik ke arah Duan Du sebagai isyarat.


“Enak saja, dia yang memulai kakak, aku di kira curang, dan karena tidak menerima kekalahan, aku langsung di serang oleh paman Tu,” teriak Duan Du membela diri.


Mendengar itu, Xiu Bai yang sudah menduga ini adalah ulah mereka pun memasang wajah kesal.


“Selain Du'er dan Tu Long, kembali dan jangan melakukan hal yang memalukan lagi,” ucap Xiu Bai datar.


“Kalian ini sudah tua, tapi masih saja mau-maunya di hasut oleh kedua pembuat masalah ini,” sambung Xiu Bai menggelengkan kepala ke arah Du Jian, Meng Chen, Bai Da Xing dan Lan Yuheng.


Keempatnya pun hanya bisa tersenyum canggung, dan saat merasa tubuh mereka mampu bergerak, dengan cepat mereka masuk ke dalam penginapan.


...


Kini yang tersisa hanya Duan Du dan Tu Long saja.


Terlihat keduanya memasang wajah memelas, tapi Xiu Bai acuh.


“Kalian berdua rupanya tidak mendengar ancamanku ya, jika begitu, akan ku pulangkan kalian kepada Ibu kalian,” ucap Xiu Bai datar.


Glek..!!

__ADS_1


“Kakak, apa salah ku coba, aku kan tidak berbuat salah,” ucap Duan Du terdengar merengek.


”Hem hem..!! Dia yang duluan, jadi hukum saja dia Tuan, jangan ikut sertakan aku, dan tadi itu, aku hanya spontan saja mengayunkan tanganku, jadi jika kau ingin marah, maka marahi saja tanganku karena menghancurkan tempat ini,” sambung Tu Long ikut membela diri.


Dahi Xiu Bai pun langsung berkerut saat mendengar alasan Tu Long. “Jika kalian tidak ingin ku bawa ke ibu kalian, maka bersihkan semua sampah yang ada di kota ini tanpa menggunakan energi, dan perbaiki semua bangunan yang rusak di seluruh kota ini dalam waktu 3 hari.” Ucap Xiu Bai.


“Dan jika saja kalian berani menggunakan energi, maka siap-siap saja kalian akan langsung ku kirim ke ibu kalian. Tanpa adanya negosiasi lagi,” sambung Xiu Bai.


Duan Du dan Tu Long yang mendengar itu langsung memasang wajah cerah.


“Hehe,, tentu saja Kakak, Du'er pasti akan menjalankan perintah kakak detik ini, tanpa menggunakan energi,” ucap Duan Du berseri-seri.


“Hem hem..!! Ini adalah masalah kecil, dalam 2 hari pun aku bisa menyelesaikannya Tuan Besar,” sambung Tu Long dengan nada bangga.


“Ooh, apa kalian yakin, jika begitu mulailah,” ucap Xiu Bai langsung menggerakkan tangannya untuk melepaskan tekanannya.


Jlep..!!


Setelah melepaskan tekanannya, Xiu Bai langsung menghilang.


...


Duan Du dan Tu Long yang awalnya sangat bahagia, kini memasang wajah jelek.


“I..Ini, kakak ayolah, apa kau bercanda,” teriak Duan Du dengan nada lantang saat Dantiannya di segel dan tubuhnya di selimuti sedikit energi Asura, sehingga Duan Du tidak bisa bergerak leluasa.


”Sialan dongo, ini salahmu karena tadi bilang ini masalah kecil,” dengus Duan Du langsung melangkah layaknya bayi yang baru bisa belajar melangkah.


Tu Long yang memasang wajah jelek, langsung mendengus dan menyesali apa yang tadi ia ucapkan kepada Xiu Bai.


Ia pun dengan cepat melangkah, tapi di setiap satu langkah yang ia ambil sangatlah berat, seolah-olah tubuhnya di timpa ratusan Gunung.


“Urghh..!! Ini berat sekali,” umpat Tu Long dalam hati.


“Jangankan 3 hari, 2 minggu saja ini tak akan selesai,” sambung Tu Long terlihat ingin mengeluh, tapi ia sadar jika ia menyerah dan mengeluh, maka akan ada sosok mengerikan yang akan menunggunya di rumah.


Membayangkan itu, Tu Long pun menguatkan tekadnya untuk harus bisa menyelesaikan hukumannya ini.


...


Tap tap..!!


“Apa ayah tidak keterlaluan?” Tanya Bai Han yang terlihat duduk dengan Bai Chu Ye.


“Tidak juga, ini demi kebaikan mereka, jika mereka mampu melakukannya dalam 3 hari, maka mereka akan merasakan peningkatan yang mereka alami, dan juga ini akan baik untuk mereka jika bertemu salah satu bawahan langsung dari Dewa Iblis Kehancuran atau Dewa Iblis Neraka.” Ucap Xiu Bai dengan nada santai.


“Eeh,, jika begitu, Han'er juga mau ayah,” ucap Bai Han terlihat ingin mencoba. Karena selama ini, ia sangat ingin di latih oleh ayahnya.

__ADS_1


“Tidak, nanti kau akan mendapatkan latihan yang berbeda bersama adikmu dan bocah kera itu.” Ucap Xiu Bai terhenti sesaat sambil melirik Bai Da Xing.


__ADS_2