Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Melumpuhkan 12 Pengkhianat Tanpa Bertarung dan Mempermainkan Li Yun


__ADS_3

“Hoho,, kau masih bisa berdiri ya, kalau begitu ayo hibur aku bocah.” Kekeh Du Jian yang dari awal terlihat bosan karena tidak adanya perlawanan, kini berubah menjadi semangat.


“Tu..Tunggu, mari kita bicarakan-”


Leluhur Agung Li Yun langsung mengutuk Du Jian saat ia tidak di berikan kesempatan untuk bicara sama sekali.


Kini ia dengan cepat menyelimuti kedua tangannya dan tubuhnya menggunakan Teknik Cakar Naga Emas dan Tubuh Naga Emas.


Bom..!!


Dret..!!


Mata Leluhur Agung Li Yun seketika melotot saat menahan tinju Du Jian menggunakan kedua tangan dan badannya. Saat ini ia merasa seolah-olah tangan dan badannya hanya kayu lapuk yang mencoba menahan sebuah meteor yang terjatuh dari atas langit.


Duar..!!


Tubuh Leluhur Agung Li Yun langsung terhempas tepat ke tembok yang tersisa di kediaman milik Leluhur Agung Li Yun.


Leluhur Agung Li Yun yang terhempas kini langsung bangkit dan memanfaatkan kesempatan jaraknya yang jauh dengan Du Jian. Dengan cepat ia membalik badan lalu melesat melarikan diri.


“Eeh,, rupanya aku terlalu lunak kepadanya,” ucap Du Jian saat melihat musuhnya mencoba melarikan diri.


Dret..!!


Du Jian seketika menghilang dari tempatnya berdiri.


Wuss..!!


Tak lama ia muncul tepat di depan Leluhur Agung Li Yun yang terlihat bahagia karena merasa bisa lepas dari Du Jian.


“Jangan langsung mati bocah,” ucap Du Jian kini mengayunkan tangan kanannya yang telah di lapisi sedikit energi.


“Sialan kau,” teriak Leluhur Agung Li Yun langsung memasang wajah jelek saat sadar Du Jian sudah berada di depannya.


Wuss..!!


Bom..!!


Krak krak..!!


Argh...!!


Leluhur Agung Li Yun seketika berteriak kesakitan saat kedua lengannya patah.


Namun terlihat Leluhur Agung Li Yun bangkit lalu mencoba melarikan diri untuk menjauhi Du Jian.


Melihat hal itu membuat Du Jian tersenyum lebar, karena hal ini adalah favoritnya.


Tak lama, suara ledakan di sertai suara jerit teriakan terus terdengar setiap menitnya.

__ADS_1


Li Zhang, Patriak Li, 8 Leluhur dan tetua hanya bisa melongo melihat Du Jian mempermainkan Leluhur Agung Li Yun layaknya boneka.


“I..Ini, melebihi yang di rumorkan di catatan,” ucap Patriak Li sedikit berkeringat dingin. Tak lama, tatapannya pun mengarah ke Li Zhang dan berpikir bagaimana cara Li Zhang membaca Monster seperti ini ke sini.


Bukan hanya Patriak Li, 8 Leluhur dan Tetua juga berpikir hal yang sama, bahkan mereka juga saat ini di selimuti oleh ketakutan lantaran melakukan kesalahan yang telah meragukan Leluhur Li Zhang beberapa waktu lalu.


Duar..!!


Terlihat Leluhur Agung Li Yun kini dalam kondisi terluka parah, tapi semangatnya dalam berjuang hidup tetap memaksanya bangkit lalu melarikan diri walau sadar itu mustahil baginya. Wajah Leluhur Agung Li Yun juga saat ini di penuhi oleh teror Du Jian.


“Aku suka semangatmu bocah, ayo terus larilah,” ucap Du Jian tersenyum lebar tanpa merasa iba sama sekali.


Seandainya Xiu Bai tidak memberitahunya jika keturunanya Li Ying atau ibu Li Hin'er terluka akibat Leluhur Agung Li Yun, mungkin Du Jian akan sedikit mengampuninya dari awal.


Dan terlihat kini arah Leluhur Agung Li Yun yang mencoba melarikan diri adalah di mana tempat Xiu Bai berada.


Tentu Leluhur Agung Li Yun memiliki alasan juga lari ke arah sini, yaitu mencoba meminta bantuan kepada para pengkhianat yang telah ia cuci otaknya dengan berbagai janji.


“A..Aku harus bisa sampai ke sana, jika aku berhasil maka aku yakin ada peluang bagiku untuk selamat,” gumam Leluhur Agung Li Yun mencoba mengorbankan para pengkhianat hanya untuk kesalamatannya.


***


Sementara di tempat Xiu Bai.


Xiu Bai saat ini duduk dengan santai sambil menghadap ke arah ke 12 Pengkhianat yang saat ini telah ia ikat.


“Dasar bocah licik, berani-beraninya kau meracuni minuman kami dengan pelumpuh energi, jika aku lepas, akan ku cabik-cabik tubuhmu. Jadi cepat lepaskan aku.” Teriak salah satu Tetua dengan ludah muncrat saat ia berteriak.


Xiu Bai yang mendengar ancaman demi ancaman dari awal ke 12 pengkhianat ini sadar hanya diam saja. Karena tidak tahan, ia pun tersenyum tipis.


“Apa kalian semua hanya kerjaannya makan, tidur, lalu buang air besar saja,” ucap Xiu Bai mengerutkan keningnya.


“Otak kalian mungkin sudah di penuhi kotoran kalian, sehingga tidak bisa berpikir jernih,” sambung Xiu Bai dengan nada mengejek.


“Apa kau bilang hah, akan ku-”


Eemmm..!!


Tap tap..!!


Xiu Bai pun bangkit lalu menyumpal mulut tetua yang akan meneriakinya.


“Baiklah, mungkin saat ini mereka telah selesai, jika begitu waktunya kalian semua menerima hadiah karena kontribusi kalian selama ini terhadap Klan,” ucap Xiu Bai dengan senyum cerah.


Tap tap..!!


Li Hin'er, Li Ying dan Yen Feng langsung muncul dari balik pintu, terlihat jelas wajah mereka saat ini penuh dengan kebencian.


“Ah,, kau sudah datang Ayah, ibu, Hin'er,” ucap Xiu Bai langsung melangkah menyambut ayah ibu dan adik angkatnya.

__ADS_1


Setelah memeluk mereka, Xiu Bai pun langsung berkata. “Selesaikanlah dendam kalian.”


Mendengar itu, Yen Feng dan Li Ying pun mengangguk.


...


“A..Apa yang kau lakukan di sini Yen Feng, Li Ying, apa kau tidak takut jika Leluhur Agung Li Yun akan membunuhmu,” teriak beberapa Leluhur dan Tetua dengan nada ancaman.


Li Ying yang sudah berdiri di depan ke 12 pengkhianat langsung mengayunkan tangannya.


Plak..!!


Agrh..!!


“Kau kira aku takut dengannya,” ucap Li Ying dengan nada dingin di sertai mata bersinat.


“Biar ku beritahu kau, mungkin saat ini Tuanmu itu telah mati,” sambung Li Ying kembali mengayunkan tangannya.


Plak..!!


Tanpa ampun Li Ying menampar mereka semua satu persatu hingga membuat semua gigi mereka rontok dan wajah setengah hancur, rintihan demi rintihan terdengar.


Duar..!!


Bersamaan dengan Yen Feng akan menghunuskan pedangnya ingin membunuh para pengkhianat.


Leluhur Agung Li Yun seketika muncul dari atap bangunan.


“I..Ini,” para pengkhianat yang melihat sosok yang tidak mereka kenali muncul sedikit ketakutan lantaran wajah sosok tersebut telah di baluti darah seutuhnya dan daging di wajahnya juga terlihat yang membuat semakin mengerikan.


“Kau,” teriak Leluhur Agung Li Yun melihat ke arah Li Ying dan Yen Feng.


“Hehe,, dengan menyanderamu, aku yakin bisa hidup,” kekeh Leluhur Agung Li Yun kini tidak memperhatikan para pengkhianat dan Xiu Bai.


Sementara para pengkhianat, Li Ying, dan Yen Feng dengan mendengar suara familiar tersebut seketika sadar jika sosok di depan mereka adalah Leluhur Agung Li Yun.


Walau saat ini Leluhur Agung Li Yun terluka parah dan seluruh tulangnya hampir remuk, tetap saja ia sangat kuat untuk Li Ying dan Yen Feng yang saat ini hanya manusia biasa.


Dengan cepat Li Ying dan Yen Feng mundur beberapa langkah saat Leluhur Agung Li Yun melangkahkan kaki kanannya.


Bruk..!!


Bersamaan dengan kaki kanan Li Yun yang maju selangkah, kaki kanannya langsung terpotong rapi.


Argh..!!


“Berani sekali sampah tidak tahu malu sepertimu ingin mendekati kedua orang tuaku,” ucap Xiu Bai dengan nada dingin.


Glek..!!

__ADS_1


__ADS_2