
Tak lama, muncul sebuah layar aneh yang terbuat dari energi unik, terlihat jelas ingatan milik Hian Yusha kini di lihat oleh Xiu Bai dan pamanya melalui layar tersebut.
“I..Ini, apakah ini pungsi dari Giok Biru ini?” Tanya Xiu Bai dengan mata penuh kekaguman, ini pertama kalinya ia melihat sesuatu semenarik ini sehingga bertanya kepada kedua pamannya.
“Benar sekali, pengembangan dunia luar memang sedikit lebih maju dari klan kita yang terisolasi, jadi maklum Tuan muda baru mengetahui dan menyadarinya,” ucap Meng Chen.
“Hem hem..!! Mungkin jauh ke depannya, Tuan muda akan menemukan yang jauh lebih menarik lagi dari ini yang kami sendiri tidak tahu.” Sambung Du Jian mengangguk-angguk.
Setelah ketiganya melihat ingatan Hian Yusha yang tersisa, kini Xiu Bai pun langsung bangkit.
“Menarik, ternyata dunia luar ini jauh lebih menarik dari yang aku bayangkan, mereka semua ternyata saling memakan satu sama lain, mau itu keluarga, demi keuntungan pribadi, mereka tidak segan-segan untuk membunuh, memfitnah ataupun memusuhinya.” Gumam Xiu Bai memasang wajah datar.
“Hati makhluk hidup di dunia luar ini memang sangat menarik, mereka tidak akan puas akan satu hal saja, keserakahan dimana-dimana selalu muncul, bahkan kepada orang yang tidak pernah melakukannya sama sekali, jika ada kesempatan, mengapa tidak,” sambung Xiu Bai dapat mengambil sedikit pelajaran dari ingatan milik Hian Yusha.
Tap tap..!!
Setelah keluar dari kamar pamannya, Xiu Bai pun langsung melesat entah kemana.
Du Jian dan Meng Chen yang melihat tingkah Tuan mudanya sedikit berbeda setelah melihat ingatan milik Hian Yusha kini saling melirik.
“Apa kau menyadari ada yang berbeda dari Tuan muda?” Tanya Meng Chen.
Du Jian langsung menggelengkan kepalanya. “Tidak ada yang berbeda, mata, hidung, bibir, wajah, tubuh, semuanya sama. Memang apa yang berbeda?” Jawab Du Jian dengan wajah bingung dan kembali bertanya.
Wajah Meng Chen sedikit memerah, terlihat ia sangat ingin memukul kepala saudaranya, namun dengan tenang ia mencoba untuk bersabar.
“Sial, aku lupa bertanya kepada orang yang salah, lain kali aku tidak akan bertanya lagi,” gumam Meng Chen dalam hati.
Tap tap..!!
“Hei, ada apa? Kenapa wajahmu sangat kesal, dan kau mau kemana?” Tanya Du Jian kini mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Tidak ada, urus saja masalahmu sendiri dan kau bebas mau kemana saja, namun waktumu hanya satu bulan. Asal jangan membuat keributan yang melebihi batas,” ucap Meng Chen dengan nada kesal, tanpa menunggu jawaban dari Du Jian, Meng Chen pun langsung pergi.
Wuss..!!
...
“Dasar aneh,” gumam Du Jian setelah kepergian Meng Chen.
__ADS_1
Tak lama, wajah Du Jian seketika tersenyum tipis.
“Hehe,, Han Liu, Han Riu, aku akan berkunjung ke Sektemu, tunggu kedatangan kawan lama mu,” kekeh Du Jian kini tersenyum lebar saat mengingat jika ia bebas kemana saja dalam waktu satu bulan.
Dret..!!
Du Jian pun langsung menghilang, tak lama, ia muncul di depan Li Hin'er tanpa di sadari oleh Li Hin'er sendiri. Setelah menanamkan sesuatu ke cucunya, Du Jian pun kembali menghilang.
***
Alam tempat Xiu Bai tinggal bernama Alam Celestial, dan Alam Celestial bukan hanya satu saja. Melainkan tidak terhitung jumlahnya, sampai saat ini, tidak ada yang mengetahui jumlah pasti Alam Celestial ada berapa.
Dan Alam Celestian Tempat Xiu Bai berada bernama Alam Celestial Piafu, yang artinya mengambang.
Seperti namanya, Alam Celestial Piafu memiliki banyak Benua yang mengambang dan tidak memiliki lautan, yang ada hanya danau saja di setiap Benuanya yang mengambang.
Di sekian banyaknya Benua, hanya beberapa saja yang berpenghuni. Dan pusatnya adalah Benua yang paling besar, itu di tempati oleh sebuah Dinasti, sisanya terbagi dan di tempati oleh beberapa Sekte dan klan.
Benua Huande, yang di isi oleh 3 Sekte, klan-klan besar dan satu Kekaisaran. Salah satu sekte tersebut adalah Sekte Elang Petir.
Di puncak gunung utama Sekte Elang Petir, salah satu pemuda yang tubuhnya di selimuti oleh petir langsung membuka matanya.
“Dia datang,” gumam pemuda yang tak lain Han Liu langsung bangkit.
Wuss..!!
Saat terbang menuju salah satu puncak gunung utama lainnya, terdengar banyak suara dari para murid maupun penetua sekte Elang Petir menyapa Han Liu dengan sebutan Leluhur Agung dengan hormat.
Tap tap..!!
Pandangan Han Liu langsung mengarah ke Master Sekte yang telah ia anggap saudara.
“Apa kau juga dapat merasakannya?” Tanya Han Liu dengan nada tenang.
“Hemm..!! Dia datang, mari kita sambut-” Sebelum Master Sekte yang tak lain Han Riu menyelesaikan ucapannya, Han Liu lebih dulu mencela.
“Kali ini biar aku yang akan menyambutnya, jangan ikut campur apapun yang terjadi. Karena ia tak mungkin membunuhku,” ucap Han Liu terdengar serius.
“Huuf,, baiklah, walau ia selalu ceroboh dan terlihat bodoh, ia sangatlah kuat, kaupun menyadarinya di masa lalu. Untuk sekarang, mungkin ia jauh lebih mengerikan lagi. Pesanku hanya satu, berhati-hatilah dengan tinjunya, sebisa mungkin untuk menghindarinya.” Ucap Han Riu menatap tajam ke arah Han Liu.
__ADS_1
Han Liu pun mengangguk serius.
Dret..!!
Melihat kepergian saudara sesumpahnya. Han Riu pun hanya bisa menghela nafas. “Entah mengapa ia kembali lagi kesini, semoga saja tidak terjadi sesuatu seperti di masa lalu lagi. Itu bisa membuat Sekte mengalami penurunan,” gumam Han Riu ikut menghilang dari tempatnya duduk.
***
“Mengapa aku tiba-tiba meneteskan air mata,” gumam Xiu Bai saat ini setelah mendapat banyak pengetahuan dan makna dari ingatan Hian Yusha.
Wung..!!
Tak lama kepala Xiu Bai mulai berdengung, sepintas ingatan demi ingatan muncul di kepala Xiu Bai.
5 menit berlalu.
Urgh..!!
“Ingatan siapa lagi itu?” Gumam Xiu Bai saat melihat melihat sosok manusia tampan bertarung melawan sosok bertopeng di ruang hampa lalu sosok manusia tersebut langsung meledakkan dirinya.
Bukan hanya itu saja yang muncul, ada dua sosok pemuda juga yang ia lihat tiba-tiba lenyap.di sebuah altar gurun es.
“Siapa mereka berempat. Apakah mereka keluargaku? Atau musuhku?” Gumam Xiu Bai kini memegangi kepalanya.
Tap tap..!!
“Jangan membawanya sebagai beban, itu akan membuat Tuan muda kesakitan lagi,” ucap Meng Chen menepuk pundak Xiu Bai.
Meng Chen sadar jika Xiu Bai kembali mengingat ingatan yang muncul di kepalanya lagi, dan karena hal itulah ia merasa aneh tadi.
Tapi ada satu yang sedikit menjanggal di pikiran Meng Chen saat ini. Namun ia tidak ingin bertanya di saat kondisi Xiu Bai seperti ini.
“Terimakasih paman,” ucap Xiu Bai tersenyum hangat.
“Hemm..!! Apakah Tuan muda tidak ingin berbagi kenangan yang Tuan muda dapat? Siapa tahu aku bisa membantu, walau hanya dari beberapa saran saja.” Ucap Meng Chen terlihat sangat ingin berguna untuk Tuan mudanya.
Meng Chen tentu ikut merasakan rasa sakit yang Tuan mudanya rasakan saat ini. Karena itulah ia ingin membantu.
...
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu paman, tiba-tiba saja aku membenci seluruh tempat ini setelah mengambil makna sisi gelap dunia ini,” jawab Xiu Bai mencoba tenang.