
“Komandan Perang bersama Pasukan Elit ikuti aku, jelajahi area ini hingga perbatasan, jika ada sosok Iblis Asura atau sosok yang mencurigakan, tangkap dia, apa kalian paham.” Teriak Jendral Perang Zuan kini melirik ke arah Komandan Perang bersama pasukan elit.
Woooh..!!
Suara seruan dari Komandan Perang bersama Prajurit elit Istana Kedua Dinasty Kuno seketika menggema.
Gema suara teriakan mereka bahkan sampai terdengar hampir ke seluruh Benua tersebut.
“Bentuk kelompok lalu menyebar,” teriak Jendral Perang Zuan.
Dret..!!
Dret..!!
Dalam hitungan detik setiap puluhan ribu dari Prajurit elit langsung membentuk kelompok yang berjumlah 500 orang dan di pimpin oleh 10 komanda perang.
Setelah itu mereka pun menyebar ke berbagai arah untuk mencari seorang mata-mata.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Itu hampir saja sialan, jika saja kau seorang diri, sudah ku ***** kepalamu hidup-hidup,” dengus Du Jian yang kini muncul di perbatasan atau pintu keluar masuk Benua.
Tepat saat Du Jian memandang ke arah kiri, pandangannya seketika berubah jelek saat ia melihat dua sosok yang berasal dari Dinasty berada di depannya.
Salah satunya Du Jian yakini seorang Jendral Perang terkuat, karena saat ini Du Jian mampu merasakan energi orang tersebut yang bahkan jauh lebih kuat dari kedua Jendral Perang yang ia lihat tadi.
“Sial,” gumam Du Jian langsung memasang kuda-kuda.
Sementara Jendral Perang Fang yang melihat sosok manusia tiba-tiba muncul di depannya saat ini tentu sedikit terkejut, saat ia mencoba mendekati, ia pun terhenti.
“I..Ini, aura Iblis yang sangat kuat berada di dalam tubuhnya,” gumam Jendral Perang Fang dalam hati.
“Hati-hati Li'er, paman merasakan aura iblis di dalam tubuh orang itu, bisa jadi ia seorang Iblis tingkat tinggi yang menyamar,” ucap Jendral Perang Fang langsung memperingati keponakannya.
Tapi Duan Li yang melihat ke arah Du Jian kini terlihat membeku. “Jejak energi itu, aku yakin itu jejak energi ayah,” gumam Duan Li kini dengan tubuh bergetar hebat.
“Bukan hanya ayah, melainkan paman Tu juga,” sambung Duan Li kini langsung melesat ke arah Duan Li.
Tapi sebelum Duan Li melangkah, Jendral Perang Fang dengan cepat menarik tangan keponakannya lalu melemparnya jauh ke belakang.
Wung..!!
Bom..!!
Bersamaan dengan itu, sosok Iblis Asura muncul tepat di samping Du Jian yang masih memasang kuda-kuda siap bertarung.
“Hemm..!! Kembalilah Penjaga gerbang Jian, aku akan mengurus mereka semua,” ucap Tetua Han kini melirik ke arah Du Jian.
__ADS_1
Du Jian yang melihat sosok Tetua Han langsung bersemangat. “Tetua, setelah ribuan tahun, baru kali ini aku melihat wujud aslimu lagi,” ucap Du Jian tersenyum lebar.
“Hem..!! Menjauhlah jika kau tidak ingin terluka penjaga gerbang Jian, aku akan memulainya dari mereka terlebih dahulu,” ucap Tetua Han kini melirik ke arah Jendral Perang Fang yang kini terlihat berkeringat dingin.
“Si..Sialan. A...Apakah ini yang di maksud oleh Nona Xie, jika mencoba mencari masalah dengan Klan Iblis Asura, maka Dinasty Kuno akan hancur,” gumam Jendral Perang Fang langsung mengumpat.
“Kini aku membenarkan apa yang di ucapkan Nona Xie, bahkan aku mendengar ia hanyalah seorang tetua,” sambung Jendral Perang Fang kini memasang wajah penuh siaga.
“Tidak perlu tetua, di lihat dari saat aku pertama kali muncul di sini, ia tidak menyerangku sama sekali, itu artinya dia mungkin memiliki tujuan tertentu, tapi yang pasti, ia tidak berniat melukai atau membunuhku, terlebih lagi aku merasakan aura dari seseorang yang aku kenal di dalam tubuh bocah itu,” ucap Du Jian langsung menghentikan langkah Tetua Han yang ingin membunuh Jendral Perang Fang.
“Jika begitu suruh ia menjauh, jangan salahkan aku jika kelompok mereka yang bersembunyi di balik awan mati karena dampak seranganku,” ucap Tetua Han langsung melesat ke arah sekumpulan musuh yang kini ia rasakan di arah Barat.
Dret..!!
Wung..!!
Tetua Han yang melesat ke arah dua Jendral Perang serta prajuritnya pun langsung muncul tidak jauh dari mereka.
Tanpa basa basi Tetua Han mengayunkan tangan.
Blush..!!
Saat Tetua Han mengangkat tangannya, muncul sebuah tombak setinggi 10 meter, dua kali lipat dari tinggi Tetua Han.
Jder..!!
Wung..!!
Di tambah tekanan yang Tetua Han berikan, membuat udara di sekitar berubah menjadi berat.
“Si..Siapa kau,” sementara dua Jendral Perang yang melihat sosok Iblis Asura pun terlihat ketakutan saat merasakan aura ganas dari tetua Han. Dan mau tak mau mereka berpura-pura bertanya untuk mencoba menenangkan Tetua Han.
Bukannya tenang, Tetua Han malah memasang wajah semakin ganas.
“Sangat berani,” ucap Tetua Han meraung.
“Kalian berani sekali memprovokasi Klan Asura, dan mencoba melukai Pemimpin muda kami, kematian adalah hukuman yang ringan bagi kalian,” teriak Tetua Han.
“Gerakan Kedua, Tombak Petir Penghakiman,” teriak Tetua Han langsung mengayunkan tombaknya.
Jder..!!
Jder..!!
Wuss..!!
“Sialan, semua bentuk pertaha-” sebelum Jendral Perang Zuan menyelesaikan teriakannya, terlihat semua pasukan Istana Kedua sudah kocar kacir melarikan diri, bahkan Jendral Perang Faying pun sudah tidak terlihat berada di sisinya.
“Bangsat, sialan, dasar pengecu-”
__ADS_1
Duar..!!
Bom bom bom bom..!!
Sebelum Jendral Perang Zuan sempat menyelesaikan umpatannya, jutaan sambaran petir kini mengenai dirinya dan yang lainnya.
Dalam sekejap tempat tersebut langsung hancur lebur. Dari Puluhan juta pasukan, kini hanya menyisakan ribuan saja. Itu pun mereka yang sudah mencoba melarikan diri sejauh mungkin saja yang berhasil selamat.
Sementara Tetua Han yang melihat beberapa musuhnya masih selamat pun langsung bergumam. “Karena tidak pernah bertarung, aku menjadi sangat lemah saat ini, huuf, rupanya aku harus sering berolahraga agar kekuatanku tidak melemah atau tidak menumpul,” gumam Tetua Han dalam hati.
...
Du Jian yang di kejauhan melihat dampak serangan Tetua Han hanya bisa membuka tutup mulutnya berkali-kali.
“Si..Sial, apakah itu kekuatan tingkat seorang Tetua?” Gumam Du Jian kini bertekad untuk bertambah kuat agar ia bisa menjadi seorang tetua klan suatu saat nanti.
Dan jika Du Jian mendengar gumaman Tetua Han tadi, mungkin ia akan mengutuk tetua Han, karena serangan tadi saja sudah sangat mengerikan bagi Du Jian, jika ada serangan Tetua Han yang jauh lebih kuat lagi, mungkin ia akan mengurungkan niatnya menjadi seorang tetua klan.
Dret..!!
Bom bom..!!
Tetua Han yang berdiri sesaat pun langsung melesat membunuh semua musuh yang melarikan diri.
“Si..Sialan, dia sangat mengerikan,” umpat Jendral Perang Faying melirik ke arah belakang.
Glek..!!
Melihat tetua Han tidak memberikan ampun sama sekali kepada para prajuritnya, membuat Jendral Perang Faying mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk melarikan diri ke arah Istana Kedua.
Wuss..!!
Wuss..!!
“Se..Sedikit lagi, hahaha sedikit lagi aku akan sampai,” ucap Jendral Perang Faying terlihat memasang wajah penuh kebahagiaan.
Wung..!!
Jder..!!
Duar..!!
Tapi itu langsung sirna, tepat saat Jendral Perang Faying akan mencapai gerbang Kota Istana Kedua, sebuah petir melesat ke arahnya lalu menghancurkan tubuhnya tanpa sisa.
Bahkan saking kerasnya sambaran petir tersebut, gerbang yang ada di depan Jendral Faying langsung hancur.
Tap tap..!!
“Akhirnya beres juga,” gumam Tetua Han terdengar santai, seolah-olah ia sedang membereskan hama yang ada di sawah.
__ADS_1