Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Sosok Yang Memiliki Kekuatan Duplikat ( Dewi Fuzhi )


__ADS_3

“Hemm..!! Sepertinya ia menyadari sesuatu dengan bangunan yang ada di kota ini, apa ia tahu jika aku yang telah mengambil Benua yang ada di Bumi ya?” Gumam sosok wanita tersebut terlihat santai sambil memakan mie yang mirip dengan yang ada di Bumi.


Sruuufff..!!


“Umm,, akhirnya aku kenyang juga,” gumam sosok wanita yang biasa di panggil Nona Rin oleh penduduk kota ini.


Namun jika Xiu Bai, Mo Meilin, Dewi Iblis Kegelapan, Dewa Iblis Neraka dan Dewa Iblis Kehancuran melihatnya. Maka mereka tahu jika ia adalah Dewi Fuzhi, yang di artikan duplikat.


Dewi Fuzhi adalah sosok yang mampu menduplikat atau meniru apa yang ia lihat, mau itu benda mati, energi, atau apapun yang ada di seluruh Alam ini. Bahkan ia mampu meniru energi yang Xiu Bai punya, yaitu energi Asura.


Jika di urutkan, Dewi Fuzhi adalah sosok yang paling mengerikan dari ke 6 makhluk yang terlahir dari alam. Namun beruntung ia tidak berminat akan pertarungan dan lebih senang meniru benda mati yang menarik minatnya. Seperti yang ada di sekelilingnya saat ini.


Dari mereka berenam yang termuda dan memiliki sifat kekanak-kanakan adalah Dewi Fhuzi, bahkan saat ini usianya pun masih 20 tahun, karena ia mampu menghentikan waktu untuk usianya sendiri.


Tap tap..!!


“Waktunya menemui bocah itu,” ucap Dewi Fuzhi atau biasa di panggil Nona Rin.


Dret..!!


Dalam sekejap ia melewati pintu yang bercahaya di depannya.


***


“Apa kau yakin jika tempat ini adalah tujuan kalian?” Tanya sosok pemuda sambil melirik Fei Wei Xian dan Bai Chu Ye.


”Benar, apakah ada masalah?” Jawab Fei Wei Xian dan balik bertanya.


”Hemm..!! Tidak ada, hanya saja di tempat tersebut adalah di luar kendali kami, dan setiap orang yang kesana, sangat jarang ada yang bisa kembali.” Jawab pemuda tersebut dengan jujur.


“Jadi aku menyarankan kalian untuk lebih baik mengurungkan niat kalian kesana. Karena ini demi keselamatan kalian.” Sambung pemuda yang bertugas menerima tamu yang ingin berpergian jauh menggunakan portal dimensi.


“Sebelumnya terimakasih sudah mengkhawatirkan kami, tapi tujuan kami tetap sama. Jadi berikan saja kami akses menuju kesana. Atau kalau memang kau tidak mengizinkan, maka kami akan mencari akses lain.” Ucap Bai Chu Ye terdengar datar.


”Huuff,, baiklah jika kalian keras kepala, maka jangan salahkan aku jika kalian tidak kembali hidup-hidup,” ucap pemuda yang mengenakan pakaian mirip dengan Bumi.


Tap..!!


Setelah menaruh stempel, ia pun memberikan selembaran yang telah ia stempel kepada Bai Chu Ye.


“Tunggu dulu, yang pergi hanya dia saja, sedangkan aku hanya mengantar sampai di pintu portal saja. Jadi jangan hitung biayaku,” ucap Fei Wei Xian melihat ada dua tinta di selembaran kertas yang di berikan pemuda tersebut.

__ADS_1


Mendengar itu, pemuda tersebut mengambil stempel lain lalu menempelnya.


Tap..!!


Alhasil, salah satu tinta bewarna hitam tadi, langsung hilang dan hanya menyisakan satu tanda stempel saja.


“Ini, bawa dan berikan kepada penjaga yang ada di pintu no 5,” ucap pemuda tersebut dengan sangat tenang.


Bai Chu Ye pun langsung mengambilnya lalu melangkah bersama Fei Wei Xian.


Tap tap..!!


“Jadi, apakah paman akan langsung kembali?” Tanya Bai Chu Ye datar.


“Hemm..!! Karena aku harus bergegas melatih Du'er, Han'er, dan Bai Da Xing, mereka pasti bosan menunggu.” Jawab Fei Wei Xian santai.


“Baiklah jika begitu, sampai di sini saja paman mengantarnya dan jangan lupa titipkan salamku kepada Jiang'er,” ucap Bai Chu Ye langsung menghentikan langkahnya sambil melirik pamannya.


Fei Wei Xian pun ikut berhenti. “Hemm..!! Apa kau yakin jika paman tidak perlu mengantarmu hingga ke pintu portal?” Tanya Fei Wei Xian mengerutkan sebelah alisnya.


“Aku bukan anak kecil paman, bahkan aku sudah mempunyai istri.” Jawab Bai Chu Ye santai.


Dan mendengar jawaban Bai Chu Ye, kini membuat Fei Wei Xian merasa tersinggung karena keponakannya ini menyebut kata istri.


“Baiklah, hati-hati setelah sampai sana dan ingatlah semua yang ayahmu pesankan waktu itu.” Ucap Fei Wei Xian ingin memeluk Bai Chu Ye. Tapi langsung di hindari oleh Bai Chu Ye.


“Aku sudah memiliki istri paman,” ucap Bai Chu Ye setelah menghindari pelukan pamannya.


“Bocah ini,” umpat Fei Wei Xian kini sangat kesal, hingga kedua alisnya bertemu karena kerutan di wajahnya.


Tap tap..!!


Dengan cepat ia membalik badan lalu melangkah pergi.


Melihat kepergian pamannya. Bai Chu Ye pun tersenyum kecil dan ikut membalik badan lalu melangkah menuju pintu no 5.


Tap tap..!!


Setelah menyerahkan selembaran kertas yang ia dapatkan tadi. Bai Chu Ye pun langsung di bawa masuk.


Tepat saat Bai Chu Ye masuk, ia melihat sosok wanita bermata merah dan berambut merah berdiri di depannya. Seolah ia menunggu keberangkatan menuju tempat yang Bai Chu Ye tuju.

__ADS_1


“Hemm..!! Kau lama sekali, membuatku kesal saja.” Ucap wanita yang tak lain Nona Rin atau Dewi Fuzhi.


Bai Chu Ye yang mendengar itu sedikit mengerutkan keningnya. Tapi ia langsung kembali ke ekspresi datarnya dan tidak ingin menanggapi ucapan Dewi Fuzhi.


“Hoo,, sangat menarik juga putra Asura ini,” gumam Dewi Fuzhi yang langsung membuat Bai Chu Ye menatapnya dengan tatapan dingin, karena Bai Chu Ye sadar jika wanita di depannya sengaja bergumam dengan keras.


Tap tap..!!


“Nona, apa tak apa anda pergi dengan pemuda ini?” Tanya penjaga yang mengantar Bai Chu Ye.


“Tidak apa, karena aku tahu tujuannya kesana, atau lebih tepatnya tujuan ayahnya yang menyuruhnya kesana.” Jawab Dewi Fuzhi dengan nada santai sambil melirik Bai Chu Ye yang sama sekali tidak menatapnya.


Bai Chu Ye yang mendengar ucapan Dewi Fuzhi kini sadar jika sosok di depannya ini adalah sosok yang pamannya tadi bicarakan.


Bai Chu Ye juga sengaja acuh, karena ia sadar jika wanita di sampingnya tertarik dengannya. Dalam hatinya, Bai Chu Ye mencoba menebak apa tujuan Dewi Fuzhi mendekatinya.


...


Beberapa menit kemudian.


Tap tap..!!


Bai Chu Ye yang sudah sampai di tujuannya, kini melihat area sekitar yang semuanya di penuhi oleh warna merah dan bau darah yang menyengat.


“Jadi, apa tujuanmu kesini ingin membangkitkan kekuatan darahmu bocah?” Tanya Dewi Fuzhi terdengar tersenyum ringan ke arah Bai Chu Ye.


“Berisik,” ucap Bai Chu Ye datar dan terus melangkah.


“Ho,, semakin kau memasang ekspresi dingin, maka kau semakin membuatku tertarik bocah, karena sampai saat ini aku tidak bisa membaca pikiranmu serta tidak bisa mengetahui jejak darah yang ada di dalam tubuhmu,” ucap Dewi Fuzhi terlihat sama sekali tidak menutupi tujuannya mendekati Bai Chu Ye.


Mendengar itu, membuat Bai Chu Ye sedikit aneh dengan pola pikir Dewi Fuzhi. Tapi ia tidak bertanya, karena akan tambah runyam jika ia bertanya.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Bai Chu Ye pun langsung melesat sambil mengeluarkan selembaran peta yang ayahnya berikan.


Melihat arahnya benar, membuat Bai Chu Ye mengangguk ringan dan sedikit risih, karena secara tiba-tiba kepala Dewi Fuzhi ikut muncul di sampingnya.


“Hem...!! Jadi benar jika tujuan ayahmu mengirim mu kesini adalah menyuruhku melatihmu.” Ucap Dewi Fuzhi yang langsung membuat Bai Chu Ye terdiam.


Melihat Bai Chu Ye terdiam, kini membuat Dewo Fuzhi tersenyum kecil.

__ADS_1


“Ketahuilah jika aku di juluki peniru, atau bisa menduplikat sesuatu yang ada di seluruh alam ini bocah, termasuk meniru kekuatan salah satu Binatang Darah Kuno yang hampir memiliki kakuatan mendekati kami yang terlahir dari Alam.” Ucap Dewi Fuzhi santai.


“Dan tujuan ayahmu menyuruhku melatihmu adalah agar kau bisa menggunakan kekuatan darahmu setingkat dengan Binatang Darah Kuno yang tadi aku katakan.” Sambung Dewi Fuzhi terlihat tersenyum tipis seolah memiliki maksud tertentu.


__ADS_2