Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mendatangi Kota Dimana Bawahan Dewa Iblis Penghancur Tinggal dan Insiden


__ADS_3

Setelah itu, Du Lang terlihat kembali melesat mengarah ke tempat Tuannya berada. Namun Du Lang tidak sadar jika tujuannya saat ini adalah salah satu yang Xiu Bai tuju untuk membunuh semua bawahan langsung Dewa Iblis Penghancur.


***


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Ketemu,” gumam Xiu Bai langsung berhenti di udara, saat melihat sebuah kota yang sangat besar berada di depannya.


Pandangan Xiu Bai pun langsung mengarah ke salah satu bangunan yang paling tinggi.


“Ternyata kau bersembunyi di sana Gu Chen,” ucap Xiu Bai mengeluarkan seutas senyum lebar.


...


5 menit berlalu, setelah melihat semua penghuni kota, yang berisi sekitaran 2 juta penduduk dan dimana sekitar 500 ribu penghuninya tidak bersalah atau tidak memiliki ikatan dengan Gu Chen, Xiu Bai pun langsung memejamkan matanya.


“Membunuh jauh lebih mudah dari pada menyelematkan, jadi aku harus lebih menahan nafsuku terlebih dahulu,” gumam Xiu Bai.


Tap tap..!!


Xiu Bai pun langsung melangkah menuju gerbang kota yang terlihat ada dua penjaga berdiri di sana untuk mengecek semua Ras yang ingin memasuki kota.


Setelah mengantri selama 10 menit lebih, kini Xiu Bai pun melangkah menuju salah satu penjaga yang ada di sisi kanan.


“Tujuan datang ke kota ini apa Tuan?” Tanya penjaga tersebut dengan nada sopan.


“Ingin menikmati dan bersenang-senang, karena aku mendengar jika kota ini di katakan Kota Perjudian,” jawab Xiu Bai dengan santai.


Mendengar itu, penjaga yang tadinya melihat ke arah selembaran kertas pun melirik ke arah Xiu Bai.


Setelah melihat Xiu Bai sangat tampan di sertai jubah yang ia kenakan terbilang tidak murahan, penjaga tersebut pun mengangguk ringan.


“Tulis nama anda di sini dan berikan biaya masuk 1 koin emas,” ucap penjaga tersebut terdengar sedikit dingin dan tidak lagi sopan.


Xiu Bai pun langsung menulis namanya lalu memberikan satu koin emas.


Tap tap..!!


Dengan seutas senyum, Xiu Bai melangkah masuk ke kota.


Hingga ia berhenti tepat di depan sebuah penginapan yang sama sekali tidak memiliki pengunjung.


Tap tap..!!


“Selamat datang di penginapan sederhana kami Tuan muda, selamat datang,” ucap seorang wanita terlihat berusia 20 tahunan.


Wajahnya sangat bahagia saat melihat ada tamu yang ingin berkunjung ke penginapannya.

__ADS_1


Xiu Bai yang sudah mengidentifikasi seluruh kota ini, tentu tahu mana tempat terbaik baginya untuk menjalankan rencananya dan tempat inilah yang menurutnya terbaik.


Setelah mengangguk ringan, Xiu Bai pun melangkah dan di bimbing oleh gadis muda tersebut.


Tap tap..!!


“Ehem..!! Apakah anda ingin menginap? Atau hanya ingin menikmati makanan ringan kami Tuan muda?” Tanya gadis tersebut dengan nada sesopan mungkin, agar pelanggannya tidak kabur dari ini.


“Sajikan makanan terbaik penginapan ini dan juga, siapkan ruangan terbaik milik kalian, aku ingin menginap selama 1 bulan,” ucap Xiu Bai sambil mengulurkan cincin penyimpanan yang telah Xiu Bai siapkan.


Mendengar itu, wajah gadis tersebut semakin tersenyum bahagia, tanpa melihat cincin yang Xiu Bai ulurkan, gadis tersebut dengan cepat membalik badannya.


“Tu..Tunggu dulu Tuan muda, kami akan menyiapkan makanan terbaik penginapan sederhana kami, lalu untuk bayaran, nanti saja setelah anda menikmati apa yang kami suguhkan,” ucap gadis tersebut membalik badan lalu kembali berlari kecil.


Tap tap..!!


Melihat tingkah gadis tersebut, bayangan Xiu Bai pun teringat akan putri kecilnya yang ceria dan selalu bersemangat.


“Hemm..!! Aku rasa ia cocok dengan Han'er,” gumam Xiu Bai berencana mengenalkan putranya kepada gadis pelayan tersebut.


Tapi saat mengingat putranya sudah mempunyai calon istri, ia pun langsung menggelengkan kepalanya.


“Hemm..!! Aku rasa Ye'er juga harus mempunyai pendamping, semoga saja ia mau berkenalan dengan gadis kecil ini,” gumam Xiu Bai dalam hati sembari tersenyum hangat.


Tap tap..!!


“Maafkan saya karena telah membuat Tuan muda menunggu lama, silahkan di nikmati,” ucap gadis yang bernama Rin Jiang sembari menaruh nampan berisi cukup banyak makanan.


“Rin'er, jaga sifatmu terhadap sosok yang jauh lebih tua darimu, dan juga beliau bukanlah manusia sembarangan,” ucap wanita melalui telepati dan menyenggol Ren Jiang.


Ren Jiang yang tadinya tersenyum, seketika memasang wajah terkejut.


“Eeh,, memang berapa usia anda Tuan muda? Seperti yang Ren'er lihat, Tuan muda sedikit lebih tua dari Ren'er dan jika Ren'er boleh tebak, usia Tuan muda pasti 25 tahun bukan,” celetuk Ren Jiang yang langsung mengeluarkan sifat aslinya.


“Ren'er, nenek bilang jaga sopan santunmu,” ucap wanita tua langsung melototi cucunya.


Terlihat tubuh wanita tua tersebut sedikit bergetar.


Bruk..!!


“Ma..Maafkan kelakuan cucu saya Tuan, dia masih muda, tolong jangan lukai dia,” ucap wanita tua tersebut langsung berlutut di depan Xiu Bai.


Namun sebelum lutut wanita tua tersebut menyentuh lantai, sebuah energi lebih dulu menahannnya.


“Nenek, apa yang kau lakukan, ayo cepat bangun,” teriak Ren Jiang seketika meneteskan air matanya.


“Tu..Tuan, maafkan kelakuan saya, saya mohon maafkan kami, kami sudah cukup menderita selama ini, hiks hiks.” Seketika pandangan Ren Jiang pun mengarah ke Xiu Bai lalu memohon ampun.


Sementara Xiu Bai, terlihat menghela nafas. Karena ia tahu, di setiap kehidupan, pasti ada yang seperti ini.

__ADS_1


“Jangan di ambil ke hati, aku memakluminya karena dia gadis yang sangat ceria, mirip dengan putriku,” ucap Xiu Bai dengan nada santai sambil mengarah ke sosok wanita tua.


“Dan jika tidak salah dengar, nama mu Ren Jiang bukan, tetaplah seperti biasa, jangan paksakan dirimu untuk menjadi dewasa,” sambung Xiu Bai melirik Ren Jiang dengan seutas senyum hangat.


...


Duaarr..!!


Tap tap..!!


Tepat di saat Xiu Bai selesai bicara, terdengar pintu utama penginapan langsung hancur.


“Nenek tua renta, keluar kau dan cepat bayar hutangmu, jika tidak, tempat ini akan ku sita,” teriak sosok monster berkepala Babi.


Tap..!!


Langkah monster berkepala Babi langsung terhenti tidak jauh dari meja tempat Xiu Bai duduk.


Wajahnya seketika berkerut di saat melihat ada tamu yang berani datang kesini.


Melihat wajah monster berkepala Babi, wajah wanita tua langsung ketakutan.


Tap tap..!!


“Tu..Tuan, aku mohon berikan kami keringanan sedikit lagi, kami pasti akan membayar lunas hutang kami,” ucap wanita tua sembari melangkah mendekati monster berkepala Babi.


“Heh,, apa kau memang bisa membayarnya,” ejek monster berkepala Babi.


“Dengan menjual penginapan ini pun, tidak mampu menutupi setengah hutang kalian,” ejek monster berkepala Babi.


“Dan kau, kenapa kau datang kesini hah? Bukankah di sebelah penginapan ini ada penginapan yang jauh lebih besar serta mewah, jadi cepat pergi dari sini sebelum ku hajar kau,” teriak monster berkepala Babi menunjuk ke arah Xiu Bai.


Tidak berhenti sampai di sana, kini monster berkepala Babi melirik ke arah Ren Jiang yang sedang bersembunyi di balik jubah Xiu Bai.


“Khehe,, kali ini akan ku dapatkan kau untuk melunasi setengah hutang ayahmu yang bodoh itu, jadi kemarilah sebelum aku bertindak kasar,” kekeh monster berkepala Babi dengan air liur terus menetes dari mulutnya.


“Ti..Tidak, aku tidak mau, jangan bawa aku,” teriak Ren Jiang terlihat benar-benar ketakutan, bahkan saking takutnya, tubuhnya bergetar hebat.


“Tu..Tuan, kata nenek Tuan muda sangat hebat, bantu Ren'er Tuan, Ren'er mohon,” ucap Ren Jiang menarik jubah Xiu Bai sambil mengigit bibirnya dengan air mata menetes.


“Huuf,, bukankah kau memiliki kekuatan, kenapa kau membiarkan cucumu di tindas seperti ini, dan juga, bisa-bisanya kau rela menerima penindasan seperti ini,” ucap Xiu Bai melirik wanita tua tersebut.


“Jangan takut, aku akan bertanggung jawab jika ada orang yang mencarimu, jadi selesaikan masalahmu,” sambung Xiu Bai memberikan keyakinan dengan memberikan tekanan yang hanya bisa di rasakan oleh wanita tua tersebut.


“I..Ini,” gumam wanita tua yang langsung sadar jika apa yang ia duga benar. “Dia sangat kuat, tapi aku tak menduga jika ia memiliki kekuatan melebihi Penguasa Kota ini,” gumam wanita tua langsung bangkit.


Krak krak..!!


Blush..!!

__ADS_1


__ADS_2