
“Apa yang kalian diskusikan kecoak-kecoak bulat,” ejek Tu Long yang muncul secara tiba?tiba di depan musuhnya sambil mengayunkan kakinya.
Wung..!!
Bom..!! Duar duar duar..!!
Melihat semua musuhnya mampu menghindar, Tu Long semakin menyeringai, karena sadar jika musuh yang ada di depannya ini semuanya kuat dan cerdas.
Dret..!!
Tepat saat Tu Long akan melangkah ke musuhnya yang paling dekat, sebuah serangan lebih dulu muncul dari arah belakang Tu Long.
Sret..!!
Trank..!!
Dengan cepat Han Liu muncul dan langsung menahan serangan musuhnya.
Melihat itu, Tu Long pun kembali menerjang ke arah musuh yang tadi hendak akan ia serang sambil berteriak. “Dia ku serahkan kepadamu paman Liu.”
Wuss..!!
Tangan Tu Long pun langsung terayun ke arah musuhnya yang terlihat berdiri tanpa bergeming.
Dret..!!
Bom bom..!!
Dengan santainya musuh Tu Long menghindar, dan saat menghindar, sekilas Tu Long melihat seringai mengejek dari wajah musuhnya.
“Hoho,, sialan,” ucap Tu Long tertawa lebar.
Wung..!!
Bersamaan dengan tangan kiri Tu Long melewati musuh yang menghindar, Tu Long pun langsung menyundulkan kelapanya.
Bom..!!
Tapi musuhnya dengan santai menahan kepala Tu Long dengan lututnya kanannya.
Tidak ingin di serang secara sepihak, musuhnya dengan cepat memberikan isyarat kepada rekannya untuk membagi kelompok melawan Tu Long, Han Liu dan Duan Du.
Setelah itu, musuh yang Tu Long hadapi terlihat mengayunkan tangan kananya ke arah punggung Tu Long.
Blush..!!
Bom..!!
Saat memukul Tu Long dengan di lapisi energi, terlihat tangan musuhnya yang di lapisi energi langsung hancur oleh punggung Tu Long.
Bukan hanya itu saja, tangan musuhnya pun bergetar hebat saat ini.
“I..Ini,” gumam musuh Tu Long terkejut akan kekuatan fisik Tu Long yang dapat di anggap setara dengan tangan kanan Xiu Mo Lang.
“Hehe,, aku tak menduga jika kekuatan fisik ku akan sekuat ini,” kekeh Tu Long sambil mengangkat kepalanya dengan santai.
Dret..!!
Dengan cepat Tu Long mengulurkan tangannya lalu mencekik leher musuhnya.
“Kau mau mati seperti apa?” Tanya Tu Long terdengar sedikit arogan.
“Hoo,, apakah kau mampu melakukannya,” dengus musuh Tu Long langsung menantang Tu Long apakah ia bisa membunuh dirinya.
Mendengar itu, Tu Long pun hendak mengalirkan energinya untuk menghancurkan kepala musuhnya.
Tapi seketika ia terhenti saat mendengar suara telepati dari Duan Du yang mengatakan jika musuhnya sudah bergabung dengan Roh mereka.
Jika membunuh mereka, bukannya mati, malah musuh akan berlipat ganda.
“Hemm..!! Jika begitu,” pandangan Tu Long pun langsung teralihkan. Dan apa yang ia tebak ternyata benar jika salah satu dari Duan Du atau Han Liu pasti sudah lebih dulu membunuh musuhnya.
Kini terlihat jumlah musuh sudah mencapai 50 lebih.
Melihat Han Liu yang tanpa rasa takut terus menebas musuhnya, darah Tu Long seketika menjadi mendidih.
__ADS_1
Krak..!!
Bom..!!
“Hahaha,, ayo belah dirimu sialan, akan ku hancurkan berapa pun jumlahmu,” teriak Tu Long kini langsung berubah ke mode Bersek.
...
Di kejauhan, Duan Du yang melihat kedua pamannya kini sudah mulai kurang waras hanya bisa mengumpati mereka.
“Kedua sialan ini, jika begini, maka rencana gagal total dan harus di ubah ke rencana kedua,” gumam Duan Du langsung mengeluarkan seringai licik dan dua pedang kayu bewarna hitam pekat.
Tap tap..!!
Tak lama, Tu Long dan Han Liu pun muncul di samping kiri, kanan Duan Du.
“Jadi rencana pertama gagal, maka kita gunakan rencana kedua, mulai,” teriak Duan Du.
Wuss..!!
Wuss..!!
“Mati,” teriak Duan Du, Tu Long dan Han Liu dengan bar-bar mengayunkan senjata mereka masing-masing.
Bom bom..!!
Terlihat semakin banyak yang mati, semakin banyak pula muncul belahan musuh bermunculan dengan kekuatan yang sama.
Sret..!!
Bom bom bom..!!
Tu Long dan Han Liu pun langsung di pukul mundur oleh puluhan musuh.
“Hehe,, ayo datang lagi kecoa sialan,” kekeh Tu Long yang terlihat jubahnya telah hancur saat ini.
Dret..!!
Crash..!!
Bom bom bom..!!
“Mati mati mati,” bukannya mundur, Tu Long malah semakin gencar mengayunkan senjatanya secara acak kesana kemari.
Slash slash slash..!!
Duar..!!
***
Di tempat Peng He, ia yang merasakan suara ledakan dan pertarungan sengit langsung membuka matanya.
Beruntung energinya telah pulih sepenuhnya. Pandangannya pun mengarah ke klon anggota keluarganya.
“Hemm..!! Klonnya semakin lama semakin pudar, itu artinya energi mereka sudah mulai berkurang.” Gumam Peng He langsung bangkit.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Dengan cepat Peng He melesat dengan wujud aslinya.
Kiakk..!!
Blush..!!
Dalam sekali kepakan sayap, Peng He pun langsung menghilang.
Wuss..!!
Melihat musuh dalam jumlah ratusan dan ketiga anggota keluarganya mampu melawan mereka semua. Peng He pun seketika membuka mulutnya.
“Mundur,” teriak Peng He.
Duan Du, Tu Long dan Han Liu pun dengan cepat mundur.
__ADS_1
Dret..!!
Blush..!!
Bersamaan dengan mundurnya mereka, Peng He pun langsung menembakkan Api Hitam dari mulutnya.
Duar..!!
“I..Ini,” gumam Duan Du, Tu Long dan Han Liu serempak sambil melototkan mata mereka.
“Hanya Api tingkat tinggi yang mampu memusnahkan Roh mereka, jadi gunakan Api untuk melawan mereka agar langsung mati tanpa bisa membelah diri lagi,” teriak Peng He yang terlihat tahu akan kekuatan Roh musuhnya.
Mendengar itu, wajah Duan Du, dan Tu Long pun menyeringai.
“Mundurlah paman Liu, hanya kau yang tidak mempunyai Hukum Api. Jadi jangan menjadi beban,” ejek Duan Du dan Tu Long melirik ke arah Han Liu yang memasang wajah jelek.
“Huh,, dasar bocah sialan,” dengus Han Liu langsung mundur.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tepat setelah Han Liu mundur, kini Duan Du, Tu Long dan Peng He pun langsung berdiri sejajar.
“Ayo, kita selesaikan ini dengan cepat lalu kabur, karena tak lama lagi musuh dalam jumlah banyak akan datang,” ucap Duan Du terdengar serius.
Blush..!! Blush..!! Blush..!!
Tubuh mereka bertiga pun langsung di tutupi oleh Api.
Dengan cepat Duan Du dan Tu Long menggabungkan serangan mereka. “Gerakan ketiga, Api Neraka.” Teriak Duan Du dan Tu Long.
Blush..!!
Lesatan Api bewarna merah kehitaman pun langsung meluncur ke arah musuh dan tepat saat serangan gabungan Duan Du dan Tu Long melesat.
Peng He yang melayang di atas pun seketika membuka mulutnya.
Seketika api yang sangat kuat dari mulut Peng He dapat di rasakan oleh semua orang.
“Raja Api Phoenix, Semburan Pemusnah,” teriak Peng He.
Blush..!!
Bom..!!
Duar duar duar..!!
Dalam sekejap Api Hitam langsung bergabung ke gabungan serangan Duan Du dan Tu Long.
Kejadian tersebut kurang lebih hanya 2 detik, sehingga semua musuh kelompok Duan Du tidak ada yang bisa menghindar.
Dret..!!
Crash..!!
Melihat ada yang masih bisa bertahan, dengan cepat Tu Long muncul lalu membunuh mereka satu persatu dengan tangan kiri yang telah ia alirkan Hukum Naga Apinya.
Tap tap..!!
1 menit kemudian, setelah semuanya selesai, terlihat Cen Tian muncul dengan wajah tergesa-gesa.
“Ayo kabur, jarak mereka hanya beberapa menit dari tempat kita, dan juga informasi yang Bai'er katakan salah,” ucap Cen Tian terlihat kesal karena sadar jika Xiu Bai pasti sengaja memberikan informasi palsu.
Dret..!!
Dengan cepat Duan Du dan yang lainnya melesat ke arah portal yang tidak jauh dari tempat mereka.
Wuss wuss..!!
Saat Duan Du dan anggota kelompoknya akan masuk, mereka semua pun langsung merasakan aura yang sangat mengerikan.
Glek..!!
“I..Ini,” gumam Duan Du dan Peng He saling memandang.
__ADS_1
“Ayo cepat masuk sebelum ia muncul,” ucap Duan Du langsung tersadar, ia pun langsung melesat masuk sambil menyeret Tu Long serta Han Liu yang terlihat ingin melawan musuh kuat.
Jlep..!!