Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menyiksa Li Cheon Dang dan Cucunya


__ADS_3

“Argh..!! Kakek ini sangat panas dan menyakitkan, tolong bantu aku,” teriak Li Cheon Rong kini merasakan rasa sakit yang luar biasa.


Pandangan Li Cheon Dang seketika teralihkan saat mendengar jeritan cucunya.


Sementara Li Zhang yang melihat adanya kesempatan langsung bergerak cepat sambil mengayunkan pedang besarnya.


Dret..!!


“Teknik Pemecah Langit.”


“Pedang Penghancur Naga,” teriak Li Zhang.


Wuss..!!


Bilah pedang yang sangat besar langsung melesat ke arah Li Cheon Dang.


“Dasar licik kau Li Zhang,” teriak Li Cheon Dang saat merasakan bahaya.


Dengan cepat Li Cheon Rang menekan kakinya lalu mengayunkan tombaknya.


“Teknik Benteng Langit.”


“Pertahan Sang Naga Besi.” Teriak Li Cheon Dang.


Dret..!!


Bom..!!


Ledakan besar langsung tercipta saat kedua serangan bentrok.


“Dimana kesombonganmu yang tadi Cheon Dang,” ejek Li Zhang kini muncul sambil mengayunkan pedang besarnya yang telah di aliri energi yang cukup banyak.


Wuss..!!


Trank..!!


Ujung tombak Li Cheon Dang dengan cepat menahannya, terlihat jika kedua tangan Li Cheon Dang bergetar hebat saat berusaha menahannya.


“Dasar licik, pecundang, jika kau berani hadapi aku dengan sebagai pria sejati,” teriak Li Cheon Dang.


“Heh,, sungguh tak tahu malu, apa kau tidak sadar jika yang pecundang itu kau, dua lawan satu. Apa kau akan beralasan lagi ini itu saat kau tertekan, dan pada saat aku yang kalah, kau pasti berkata itu karena aku lemah,” ejek Li Zhang mendorong pedangnya.


Dret..!!


Wuss..!!


Setelah Li Cheon Dang terhempas sejauh tiga meter, Li Zhang dengan cepat mengayunkan kakinya.


Bam..!!


Duar..!!


Argh..!!


Li Cheon Dang yang terhempas hingga menyebabkan kawah kecil saat tubuhnya berbenturan dengan tanah langsung merintih.


Saat Li Cheon Dang akan bangkit, Li Zhang lebih dahulu muncul sambil mengayunkan kakinya.


Sret..!!

__ADS_1


Duar..!!


“Hoo,, kau masih punya energi untuk menghindar,” ejek Li Zhang dengan nada dingin saat Li Cheon Dang menekan kakinya dengan energi yang menyebabkan dirinya terhempas agar bisa menghindari serangan Li Zhang.


Tatapan Li Cheon Dang terlihat dingin. “Dasar pengkhianat, berani-beraninya kau bekerjasama dengan klan Wei,” teriak Li Cheon Dang langsung menuduh Li Zhang.


“Akan ku laporkan ini kepada Patriak, para Leluhur dan tetua,” tunjuk Li Cheon Dang.


Li Zhang seketika terkekeh kecil saat melihat Li Cheon Dang semakin tidak tahu malu. “Laporkan? Bagaimana caramu melapornya jika kau sudah berada di alam Neraka,” ejek Li Zhang.


Argh...!!


“Dasar pengkhianat, kau yang memaksaku melakukan ini,” teriak Li Cheon Dang ingin meledakkan dantiannya, namun sebelum itu terjadi, lagi-lagi gerakannya terbatasi oleh beberapa benang energi.


Dan karena hal itulah yang membuat Li Cheon Dang cepat kalah bersamaan energinya cepat terkuras, karena pergerakannya selalu di batasi jika akan melakukan hal yang berlebihan.


Crash..!!


Bruk..!!


“Argh,, Ta..Tanganku,” teriak Li Cheon Dang saat melihat tangan kanannya kini terpotong.


Saat Li Cheon Dang ingin melihat ke arah Li Zhang. Pedang besar lebih dulu sampai ke perutnya.


Bam..!!


Seketika terdengar suara ledakan di dalam dantian Li Cheon Dang.


Brukk..


“Argh,, aku tidak terima ini sialan, akan ku bunuh kau pecundang, pengkhianat dasar licik,” teriak Li Cheon Dang terus mengumpati Li Zhang.


Bam..!!


Kaki Li Zhang langsung terayun tepat ke arah wajah Li Cheon Dang yang membuatnya terhempas ke arah Li Cheon Rong yang masih merintih kesakitan.


Dret..!!


Argh..!!


Tangan Li Cheon Dang yang terputus seketika di injak oleh Li Zhang.


“Kau kira aku tidak menyadari jika kau mengirim pesan tersembunyi yang mengatakan aku Pengkhianat, dasar licik,” dengus Li Zhang.


Srek..!!


Arghh..!!


“Apa kau kira aku juga tak tahu jika kau mengincarku dari awal karena selalu menggalkan rencanamu yang ingin menguasai seluruh Klan,” sambung Li Zhang dengan nada dingin.


Crash..!!


Argh..!!


Argh..!!


“A..Ampuni aku Leluhur Zhang, hentikan aku mohon hentikan,” teriak Li Cheon Dang kini terus meraung saat merasakan rasa sakit yang tidak pernah ia rasakan seumur hidupnya.


“Kau kira aku peduli hah,” ucap Li Zhang dengan memandang Li Cheon Dang. “Apakah kau juga pernah peduli dengan orang-orang yang selalu kau siksa dan bunuh hah. Apakah kau kira aku tidak tahu semua hal kotor yang selama ini kau lakukan beserta seluruh keluargamu.” Sambung Li Zhang menarik rambut Li Cheon Dang.

__ADS_1


“Akan ku siksa semua keluargamu yang tidak memiliki perasaan itu, semuanya tanpa terkecuali.” Ucap Li Zhang dengan seringai lebar.


Tubuh Li Cheon Dang seketika bergetar hebat. “Ja..Jangan aku mohon jangan,” teriak Li Cheon Dang mencoba merangkak menggunakan kedua kakinya saat Li Zhang melangkah ke arah cucunya.


Argh..!!


“Ka..Kakek tolong aku, aku tak mau mati,” teriak Li Cheon Rong saat Li Zhang menusuk tubuh Li Cheon Rong menggunakan pedang besarnya.


Crash..!!


Tak lama, tangan kiri Li Cheon Rong langsung terputus, tanpa rasa iba, Li Zhang terus menyiksa Li Cheon Rong hingga mati kehabisan darah.


“Dasar iblis, monster, kau bukan manusia, akan ku bunuh kau iblis tak berperasaan,” teriak Li Cheon Dang terdengar frustasi saat ini.


“Hehe,, aku yakin salah satu korbanmu juga pernah mengatakan hal ini terhadapmu bukan,” kekeh Li Zhang.


Li Cheon Dang seketika termenung, ia pun mengingat banyak korbannya yang memang benar pernah mengatakan hal tersebut.


Tak lama, ia pun terdiam karena sadar jika mungkin inilah karma yang ia dapat karena sering melakukan hal kejahatan.


“Tidak ada gunanya kau menyesal sekarang, jika kau benar-benar ingin menyesal. Maka lakukanlah banyak hal kebaikan di kehidupanmu yang nantinya,” ucap Li Zhang mengayunkan pedang besarnya.


Crash..!!


Bruk..!!


Kepala Li Cheon Dang pun langsung menggelinding.


...


Tidak jauh, Xiu Bai yang menyaksikan semua itu hanya diam saja.


“Itulah yang kau dapat jika berkhianat,” gumam Xiu Bai tanpa sadar.


Tak lama, pandangan Xiu Bai pun mengarah ke arah kota. “Selesaikan semua yang ada di sini, hilangkan semua jejak sekecil mungkin, lalu kembalilah,” ucap Xiu Bai melalui telepati terhadap Li Zhang.


Tanpa menunggu jawaban dari Li Zhang, Xiu Bai pun menghilang dari tempatnya.


Dret..!!


***


Di tempat Wang Daexin.


Ia saat ini mundur dengan wajah ketakutan saat melihat wajah Du Jian.


Tapi yang sebanarnya bukan wajah Du Jian lah yang Wang Daexin takutkan. Melainkan wajah Han Liu Leluhur Agung Sekte Elang Petir.


Han Liu kini ikut berjalan di belakang Du Jian dalam jarak kurang dari 1 meter.


“Hehehe,, takutlah terus takut,” kekeh Du Jian dengan bangga karena merasa Wang Daexin takut terhadap dirinya tepat setelah ia membuka pintu kamar Wang Daexin.


“A..Ampuni aku Le..Leluhur. A..Apa aku pernah berbuat salah dengan anda?” Ucap Wang Daexin dengan nada terbata-bata.


“Tentu saja dasar sialan, berani-beraninya kau mengusik kehidupanku di masa lalu, bahkan kau juga membunuh istriku,” teriak Du Jian sambil menatap tajam Wang Daexin dengan tatapan mengerikan.


“Jika saja Tuan muda tidak melarangku langsung melakukan apapun semua keinginanku, sudah ku siksa kau hingga kau memohon mati,” sambung Du Jian.


Blush..!!

__ADS_1


Tekanan mengerikan langsung Wang Daexin rasakan seorang diri. Wajah dan seluruh tubuhnya langsung berubah menjadi biru saat tersadar jika Du Jian jauh lebih mengerikan dari Han Liu.


__ADS_2