
“Akan ku hancurkan tubuhmu bocah sialan,” teriak saudara kedua langsung melesat ke arah Tuan muda Tian.
Dret..!!
Wuss..!!
Bom..!!
Duar..!!
Tu Long yang mencoba menghalangi salah satu dari Kedua Jendral Perang seketika terlempar hingga menabrak tanah.
“Urgh,, dia benar-benar kuat, tapi tidak sekuat paman kerdil dan paman Chen,” gumam Tu Long langsung bangkit.
Walau kalah, terlihat jelas semangat bertarung Tu Long tidak pudar. Malah ia kini terlihat semakin termotivasi dengan melawan musuh yang kuat-kuat.
Sementara Xiu Bai dan yang lainnya melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala.
“Benar-benar Idiot,” ucap Meng Chen sambil memasang wajah datar.
“Hemm..!! Adik, jika Tu Long bertarung dengan salah satu dari mereka, maka berapa persen kekalahan Tu Long?” Tanya Tuan muda Tian kini melirik Xiu Bai.
“85% ia akan kalah,” jawab Bai Han, Du Jian, Meng Chen dan Qian Liyun serempak.
“Eeh,, aku tak menyangka jika Tu Long selemah itu. Jadi rupanya saja yang kuat, tapi dalamnya sangat rapuh,” ucap Tuan muda Tian dengan santai, tapi saat bicara ia sengaja mengalirkan energinya sehingga suaranya menggema ke seluruh puncak bukit.
Bersamaan dengan itu, saudara pertama yang terus maju kini akan mencapai tempat Xiu Bai berdiri bersama yang lainnya.
“Mati,” teriak saudara pertama.
Wuss..!!
Bam..!!
Mata saudara pertama dari Jendral Perang seketika melotot saat tinjunya di tahan oleh jutaan benang energi.
Xiu Bai yang muncul terlihat tersenyum tipis. “Tak akan ku biarkan kau menyentuh kakak ku,” dengus Xiu Bai.
Wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai bergerak mendekati saudara pertama.
Wung..!!
Melihat Xiu Bai muncul dengan berputar sambio mengayunkan kakinya.
Saudara pertama dengan cepat menyilang kedua tangannya, tentu ia dapat merasakan tekanan dari serangan Xiu Bai, walau terlihat sederhana, tapi itu sangatlah mengerikan.
Bom..!!
Saudara pertama yang menahan serangan Xiu Bai kini terlihat mundur dua langkah.
Tidak mau kalah, ia pun langsung bergerak ke arah Xiu Bai. Tapi langkahnya langsung terhenti saat melihat daun yang ia gunakan untuk menutupi area bawahnya kini sudah tidak ada.
“Apakah kau mencari ini,” ejek Xiu Bai.
“Si..Sialan,” teriak Saudara Pertama kini sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya saat ini.
Wung..!!
Tanpa bisa di tahan oleh Tuan Muda Tian, terlihat cincin penyimpanan saudara pertama bergengung di jari Tuan muda Tian.
Dret..!!
Tap..!!
Kini saudara pertama langsung memegang tombaknya yang memiliki bilah layaknya sebuah pedang dan panjang gagangnya 2 meter lebih.
__ADS_1
Xiu Bai yang melihat itu pun langsung melirik ke arah Meng Chen.
Sadar jika cincin penyimpanan kedua Jendral Perang Dinasty Kuno telah di teteskan darah kepemilikan, Meng Chen pun dengan cepat meminta kedua cincin penyimpanan yang Tuan muda Tian curi.
...
Kembali ke Xiu Bai.
Xiu Bai yang melihat musuhnya kini mendekat langsung memasang wajah serius kali ini, karena musuhnya sangat kuat.
Walau sadar belum bisa menang melawannya, tentu saja Xiu Bai tidak patah semangat, malahan ia semakin bertekad untuk terus berkembang dengan melawan musuh yang kuat-kuat.
Wung..!!
Slash..!!
Trank..!!
Melihat Xiu Bai menahan serangannya menggunakan tombak juga, saudara pertama kini menyeringai kejam.
“Khekeke,, akan ku buat kau menderita,” kekeh saudara pertama langsung mengayunkan tombaknya.
Dret..!!
Bilah tombak saudara pertama seketika di selimuti oleh petir, bukan hanya petir saja, melainkan angin dan hukum ruang.
“Teknik Dewa Tombak. Tebasan Pembelah Langit,” teriak Saudara pertama.
Slash..!!
Wajah Xiu Bai seketika berubah menjadi serius. “Teknik Pertama Asura, Gerakan Kematian,” gumam Xiu Bai terlihat tak mau kalah.
Dret..!!
Dalam sekejap Xiu Bai muncul di depan bilah energi musuhnya sambil mengayunkan tombaknya.
Bom..!!
“Berat,” gumam Xiu Bai dalam hati setelah ia terlempar sejauh 10 meter, tapi bukan Xiu Bai saja yang terlempar, melainkan musuhnya juga.
Kini terlihat jelas jika musuh Xiu Bai melebarkan matanya. “I..Itu, teknik itu, dimana aku pernah melihatnya,” gumam saudara pertama kini mencoba mengingat-ngingat teknik yang Xiu Bai gunakan.
Tentu saja saudara pertama tidak akan ingat, itu karena Xiu Bai sedikit menggabungkan dan mengubah Teknik Asura yang berasal dari Klan Asura.
Wuss..!!
Setelah menyetabilkan diri, dengan segera Xiu Bai muncul di depan musuhnya sambil menggunkan Teknik Asura.
“Gerakan kedua, Jalan Kematian,” gumam Xiu Bai.
Blush..!!
Wung..!!
Duar..!!
Melihat musuhnya masih baik-baik saja tanpa terluka, Xiu Bai pun mencoba mundur. Tapi sebelum ia mundur, sebuah bilah muncul lebih dulu tepat di depan mata Bai Han.
“Mati,” teriak saudara pertama langsung mengalirkan energinya.
Wung..!!
Bom..!!
“Sialan,” teriak saudara pertama saat melihat Xiu Bai di selamatkan oleh seseorang dengan kecepatan mengerikan.
Pandangan saudara pertama pun mengarah ke Meng Chen.
__ADS_1
“Akan ku bunuh kau,” teriak saudara pertama kini melesat ke arah Meng Chen.
Meng Chen yang mendengar itu terlihat santai, pandangannya kini mengarah ke Xiu Bai.
Melihat Xiu Bai mengangguk. Meng Chen pun langsung menggerakkan kedua tangannya dan langsung menariknya.
Blush..!!
Bersamaan dengan itu, tiba-tiba sebuah panah dan anak panah yang terbuat dari Energi muncul.
Dret..!!
Langkah saudara pertama seketika terhenti tepat 200 meter dari jarak Meng Chen dengan mata melotot seakaan keluar. “I..Itu panah Asura. Ka..Kau dari Klan Asura,” teriak saudara pertama sambil menunjuk Meng Chen sambil memasang wajah penuh amarah.
Wuss..!!
Bertepatan dengan selesainya saudara pertama bicara, anak panah Meng Chen pun melesat tanpa bisa di lihat oleh semua orang kecuali pemiliknya sendiri.
Jlep..!!
Kuakkhhh..!!
Saudara pertama seketika memuntahkan cukup banyak darah dari mulutnya saat anak panah milik Meng Chen kini menanjap di lengan kirinya.
“Hemm..!! Ia bisa menghindari seranganku, lumayan juga,” ucap Meng Chen kini kembali menarik busur panahnya.
“Kau yang meminta perang ini, akan ku kabulkan permintaanmu Klan Asura,” ucap Saudara pertama dengan menyayat tangan kanannya lalu mengeluarkan sebuah pil.
“Dia mau kabur paman, jangan biarkan itu terjadi,” teriak Xiu Bai sadar jika pastinya musuhnya akan melarikan diri, dari mana Xiu Bai tahu, itu karena ia mendengar ancaman musuhnya tadi.
“Terlambat,” kekeh saudara pertama kini tubuhnya mulai memudar.
Jlep..!!
Jlep..!!
Bersamaan dengan tubuh musuhnya mulai memudar. Meng Chen yang berhasil mengenai musuh pun melirik Xiu Bai.
“Aku yakin jika ia akan mati dalam hitungan hari, semoga saja ia tidak bisa mencapai Dinasty, karena jika ia berhasil maka apa yang ia katakan tadi, aku yakini akan terjadi Tuan muda.” Ucap Meng Chen terdengar serius.
“Hemm..!! Jika begitu kita harus menangkap yang satunya hidup-hidup lalu membawanya kepada ayah dan nenek,” ucap Xiu Bai terlihat tersenyum kecut.
Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Tu Long dan Du Jian yang kini terlihat menghajar saudara kedua dari Jendral Perang Dinasty Kuno.
Terlihat jelas jika saat ini Tu Long sebenarnya hanya ikut-ikutan menyerang di saat ada kesempatan, dan itupun setiap dari serangan yang Tu Long berikan sama sekali tidak berdampak terhadap musuhnya.
Walau begitu, Tu Long tentu saja sangat bahagia, dan Du Jian terus menerus memasang wajah jengkel karena merasa Tu Long hanyalah parasit.
Wung..!!
“Hancur kau sialan,” teriak Tu Long kini mengayunkan tangan kirinya.
Crash..!!
Tebasan yang Tu Long berikan tentu terlihat tidak mampu merobek kulit musuhnya saat ini.
Pandangan saudara kedua pun mengarah ke Tu Long, karena orang yang paling ia benci saat ini adalah Tu Long.
Di saat ia ingin menghindari serangan Du Jian, Tu Long pasti muncul menjadi pengganggu yang membuat ia terkena serangan Du Jian.
“Dasar sampah menjijik-”
Duar..!!
Kepala saudara kedua seketika terhantam kaki Du Jian yang membuat kepala saudara kedua membentur batu yang ada di sebalah kirinya hingga hancur.
Blush..!!
__ADS_1
Duar..!!
Aura dari saudara kedua seketika meledak bersamaan dengan itu suara teriakan terdengar menggema.