
Walau begitu, terlihat jelas jika Ling Mei sebenarnya enggan memukul keduanya dan dari tatapan wajahnya, ia sangat menyayangi keduanya dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Cen Tian dan Duan Li yang di pukuli, hanya bisa menutupi kepala dengan suara rintihan minta ampun.
Walau mereka tidak merasakan sakit secara fisik, namun mereka merasakan sakit secara batin dan mental, karena di lihat oleh para penduduk kota.
***
Keesokan harinya.
Terlihat Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu yang di tugaskan menuju penjara, kini melangkah bertiga.
“Hais,, aku tak menduga jika mereka tertangkap begitu cepat,” ucap Lang Zai menghela nafas panjang.
“Hemm..!! Biasanya butuh berbulan-bulan baru mereka tertangkap. Itu artinya nyonya sudah tahu cara menjebak dan tahu cara menangkap keduanya.” Sambung Pixiu.
“Hais,, jika mereka keseringan tertangkap, maka pendapatan yang mereka jarah semakin berkurang, hal tersebut membuat kita cukup sulit membiayai mereka.” Balas Long Yuan terlihat menghela nafas panjang.
Tap tap..!!
Langkah ketiganya pun berhenti tepat di depan sel penjara.
“Kalian akhirnya datang, bagaimana dengan orang-orang itu? Apakah semua yang aku berikan 5 bulan lalu cukup?” Tanya Cen Tian terlihat duduk santai dengan gaya seakan tidur.
“Masih kurang Tuan muda Tian, mereka terus bertambah, bahkan semua hasil jarahan yang kau berikan 5 bulan lalu, tidak cukup untuk biaya 1 bulan mereka. Terutama untuk makanan. Kita jauh dari kata kurang.” Jawab Long Yuan dengan wajah lesu.
Mendengar itu, Cen Tian pun mengerutkan keningnya dan langsung bangkit.
“Hemm..!! Aku sebenarnya masih penasaran, dari mana mereka semua datang, dan Lubang Hitam itu sama sekali tidak bisa kita tutup.” Ucap Cen Tian kini memegangi dagunya untuk mencoba berpikir.
Lubang Hitam yang Cen Tian maksud adalah lubang dari mana orang-orang dari berbagai Ras bermunculan.
Mereka muncul di Dimensi Kegelapan, 1 dari 3 Dimensi tempat mereka tinggal saat ini.
Beruntung Dimensi Kegelapan sudah tidak di tinggali oleh orang-orang asli penghuni di sana, mereka semua pindah ke Dimensi Surgawi, dimana keluarga Xiu Bai tinggal.
Bahkan Dimensi Kekacauan pun kini hanya beberapa saja yang mendiaminya, kebanyakan mereka pindah ke Dimensi Surgawi dengan alasan ingin kedamaian dan sumberdaya yang ada di Dimensi Surgawi jauh lebih melimpah dari Dimensi Kegelapan dan Dimensi Kekacauan.
__ADS_1
Satu hal lagi, alasan Cen Tian mencuri dan menjarah harta para penduduk kota, sebenarnya untuk membantu orang-orang yang tiba-tiba muncul di Dimensi Kegelapan, melalui Lubang Hitam.
Cen Tian mencuri karena ia tahu jika para penduduk kota yang ia curi, masih bisa mendapatkan uang lagi, karena kini mereka bisa hidup tenang dan mudah mendapatkan pekerjaan, tanpa adanya intimidasi. Bukan hanya itu saja, setiap bulan, setiap penduduk kota yang kurang mampu, mereka akan di berikan beberapa koin emas oleh Pemimpin kota.
Dan cara ini di usulkan oleh Ling Mei, Xiu Mu Lian serta para wanita yang menginginkan kedamaian mutlak.
***
Kembali ke Cen Tian, ia yang kini berpikir, langsung mengangkat kepalanya.
“Bagaimana kondisi di sana? Apakah mereka semua yang datang, tidak ada yang membuat kekacauan, maupun ingin pergi dari sana?” Tanya Cen Tian.
Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu pun saling melirik.
“Untuk saat ini, mereka semua tidak ada yang berani berontak untuk pergi dari sana, tapi untuk kekacauan, ada beberapa dari mereka yang mungkin saling mengenal dan benci, mulai melakukan pertarungan kecil.” Jawab Long Yuan.
“Kami tidak bisa menjaga mereka semua, karena mereka juga cerdas, saat penjaga datang, mereka langsung berpencar untuk menghindari penjaga.” Sambung Pixiu.
“Terlebih, penjaga yang kita bawa kesana terbatas, jumlah mereka ada 1000, dan jumlah orang-orang yang terus berdatangan, kini mungkin sudah mencapai 700 juta. Jika begini terus, aku yakin banyak yang akan mati, karena jumlahnya melebihi Dimensi tersebut.” Ucap Lang Zai terlihat tertekan.
“Apa kita sebaiknya memberitahu Nyonya Xiu saja? Aku yakin ia pasti bisa membantu?” Tanya Long Yuan kini melirik Cen Tian.
Seketika semuanya terdiam.
10 menit berlalu, semuanya masih diam dan terlihat jelas kini, mereka semua mencoba mencari ide di kepala mereka masing-masing.
“Hais, seandainya Bai'er ada di sini, aku yakin ia mampu menutup Lubang Hitam sialan itu, tapi sayang ia pasti masih sibuk di Alam Semesta yang lebih tinggi,” gumam Cen Tian dalam hati.
***
Tap tap..!!
Sehari sebelum Cen Tian di tangkap, terlihat Xiu Bai muncul di lingkaran kubah besar di depannya.
Lingkaran kubah tersebut adalah Hukum Alam yang melindungi ketiga Dimensi yang ada di dalamnya.
“Eeh..!! Bukankah itu Black Hole,” gumam Xiu Bai saat melihat ke arah lubang hitam yang muncul di Dimensi Kegelapan.
__ADS_1
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat Xiu Bai melesat ke arah lubang hitam tersebut.
Tap..!!
“Setelah sekian lama, kini aku bisa menemukannya,” gumam Xiu Bai tersenyum puas saat melihat Lubang hitam yang ada di depannya.
Xiu Bai juga melihat ke arah orang-orang yang terus muncul dari lubang hitam.
“Hemm..!! Apakah Black Hole ini tertuju ke Alam Semesta yang sedang terjadi pertarungan besar?” Gumam Xiu Bai dalam hati.
Karena seingatnya, jika Black Hole muncul. Maka, ia akan menghisap semua yang ia kehendaki dan di bawa ke suatu tempat.
Dan setiap Black Hole muncul, maka itu artinya ia akan membawa makhluk hidup yang dalam keadaan bahaya.
Xiu Bai tahu karena Black Hole ini dulu ia sendiri yang menciptakannya saat dirinya berperang melawan Ras Iblis Darah Kuno, Ras Tubuh Dewa Perang dan makhluk yang sama seperti dirinya.
Tujuan Xiu Bai menciptakannya, agar kedua adiknya bisa selamat, yang tak lain Fei Sia Ying dan Fei Wei Xian. Kedua adiknya adalah sosok yang paling berjasa menurut Xiu Bai.
Karena pada saat Xiu Bai muncul dari Inti Ruang Hampa dan dalam kondisi lemah, keduanya lah yang membawa dan merawatnya hingga tersadar. Jadi, untuk membalas jasa keduanya, Xiu Bai membuat Black Hole agar saat kedua adiknya dalam bahaya, Black Hole bisa membawanya ke tempat aman.
Tapi karena ia merasa Black Hole yang ia ciptakan mempunyai batas, hanya bisa membawa mahkluk hidup yang mempunyai tingkat kultivasi tertentu saja. Xiu Bai pun melepaskannya, karena Black Hole yang Xiu Bai buat, dapat di katakan mempunyai pikiran.
***
Kembali ke Xiu Bai saat ini.
“Hemm..!! Bagaimana kabarmu Jiansan?” Tanya Xiu Bai menatap ke arah Black Hole dengan nada ramah.
Mendengar suara yang familiar baginya, Black Hole terlihat memunculkan sosok mata.
“Tuan, apakah ini kau?” Tanya Jiansan melalui telepati, nada suaranya sangatlah girang.
“Benar, ini aku Asura,” jawab Xiu Bai dengan senyuman ramah dan kembali melanjutkan. “Jadi, dari mana semua orang-orang ini kau bawa?” Tanya Xiu Bai yang terlihat penasaran.
***
__ADS_1
Note : Mohon maaf jika dalam 9 hari ini jarang update, itu di karenakan Author saat ini sibuk mempersiapkan banyak hal, termasuk mental. Karena beberapa hari ke depan, Author akan menikah. Mohon doa'a nya kawan-kawan 🙏