Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Rumah Judi Kematian


__ADS_3

Kini Bai Han, Duan Du dan Tu Long terlihat akan memasuki sebuah bangunan yang cukup besar bertulis Rumah Judi Kematian.


Tap tap..!!


“Tunggu, mohon perlihatkan kartu keanggotaan jika ingin masuk.” Ucap salah satu penjaga gerbang yang langsung menghentikan langkah kelompok Bai Han.


Bai Han yang sudah menduga hal tersebut akan terjadi pun, melirik ke arah belakang.


Tap tap..!!


“Bukankah seorang pengunjung luar kota akan di bebaskan masuk kemanapun mereka ingin masuki,” ucap Duan Du yang langsung maju sembari memperlihatkan sebuah token pengunjung, yang artinya kelompok Bai Han bukanlah warga kota di bukit Hianjin ini.


Penjaga yang paham saat mendengar dan melihat token tersebut pun langsung tersenyum hangat.


“Ah,, maafkan saya Tuan muda, silahkan masuk jika anda ingin berjudi. Tapi akan saya beri sedikit peringatan, seperti namanya yang terpampang di atas pintu masuk, Rumah Judi Kematian, artinya di sini sedikit bebas dan kematian bisa saja menghampiri kalian.” Ucap penjaga Rumah Judi melirik ke arah Bai Han dan kelompoknya, setelah melihat ekspresi mereka yang masih penasaran, penjaga tersebut kembali melanjutkan.


“Dan juga, jika ada pertarungan, kami tidak akan menghentikannya, kecuali mereka yang hendak merusak properti Rumah Judi. Di dalam Rumah Judi juga ada sebuah arena jika ingin bertarung hidup dan mati.” Sambung penjaga gerbang Rumah Judi.


Bai Han yang mendengar itu pun mengangguk-angguk.

__ADS_1


“Jadi begitu ya, lalu jika ada yang berbuat curang atau ada yang tidak menerima kekalahan, apakah mereka bisa menantang yang berbuat curang tersebut? Atau apakah mereka bisa menantang orang yang mengalahkan mereka walau tidak berbuat curang?” Tanya Bai Han sembari menyelipkan beberapa koin emas ke saku penjaga gerbang.


Melihat itu, penjaga gerbang tersebut seketika mengeluarkan senyuman bahagia.


Ia pun mendekati telinga Bai Han dan membisikkan jika itu bisa.


“Baiklah terimakasih informasinya,” ucap Bai Han langsung melangkah masuk bersama Duan Du dan Tu Long.


Tap tap..!!


“Bagaimana Han'er?” Tanya Duan Du melalui telepati.


“Hemm..!! Dapat di katakan jika tempat ini seperti sebuah arena paman. Mana yang terkuatlah yang berkuasa, atau mana yang kuat itulah yang terkaya.” Jawab Bai Han melalui telepati sembari terus melangkah bersama Duan Du dan Tu Long.


Tapi Bai Han dan kelompoknya terlihat acuh dan terus melangkah naik ke lantai dua.


Saat dalam perjalanan naik, Bai Han dan kelompoknya melihat jika di lantai 1 ini ada dua arena di tengah. Mereka juga mendapat informasi tambahan jika di sini banyak pengunjung luar kota, serta mereka tidak akan di tantang bertarung sebelum ikut bermain judi.


Buktinya adalah saat kelompok Bai Han mengacuhkan beberapa penjudi yang berusaha mendekati mereka. Para penjudi ini tentu kesal, tapi mereka semua langsung kembali ke tempat mereka.

__ADS_1


Tap tap..!!


Tepat setelah mencapai lantai 2, kini Bai Han, Duan Du dan Tu Long melihat jika area lantai 2 ini jauh lebih luas, karena lantai 2 ini di bantu menggunakan Batu Ruang untuk memperluas areanya.


“Hemm..!! Kekuatan orang yang ada di sini sedikit lebih kuat dari pada yang ada di lantai 1, rata-rata mereka yang ada di sini ada di tingkat Kaisar Dewa Energi ⭐ 5 Puncak dan ⭐ 6 Awal.” Ucap Duan Du merasa sedikit tertarik dengan Rumah Judi Kematian ini.


“Apakah saat kau mencari informasi dulu, kau tidak tahu jika ada sesuatu tentang batas tingkatan lantai Han'er? Seperti orang yang sekuat ini harus bermain di lantai ini?” Tanya Duan Du melirik keponakannya.


“Rumah Judi Kematian dan Rumah Judi di Menara Gelap, informasi mereka tidak ada paman, makanya aku membagi menjadi 2 kelompok ke sini, aku merasa kedua tempat tersebut di huni orang-orang kuat dan kita perlu mencari sampai batas mana tingkatan mereka.” Jawab Bai Han.


“Hehe,, apakah kita juga bisa bertarung Han'er, aku rasa aku bisa membantu mengurangi jumlah musuh jika bertarung sekarang,” kekeh Tu Long sembari mengosok kedua telapak tangannya dan melirik ke arah Bai Han.


Setelah mendengar ucapan Bai Han dan melihat Rumah Judi Kematian ini bebas, tentu saja tubuh Tu Long saat ini bergetar hebat karena ingin ikut bertarung.


Duan Du yang mendengar permintaan Tu Long pun langsung tersenyum tipis.


“Hehe,, itu boleh juga, aku pun juga ingin mengurangi jumlah musuh sebanyak-banyaknya, dengan memanfaatkan kebebasan Rumah Judi ini.” Sambung Duan Du.


Bai Han pun terdiam sesaat dan berpikir apa yang kedua pamannya katakan ada benarnya.

__ADS_1


“Baiklah, tapi dengan syarat, kita lihat dulu sampai batas lantai berapa yang bisa kita masuki,” ucap Bai Han dan yang langsung di angguki Duan Du serta Tu Long.


Tap tap..!!


__ADS_2