
Ren Jiang yang mendengar perintah Bai Chu Ye, dengan wajah menggemaskan ia melototi Bai Chu Ye terlebih dahulu, baru setelah itu ia pergi menjalanlan perintah Bai Chu Ye.
Tap tap..!!
...
Melihat tingkah Ren Jiang, Bai Chu Ye hanya bisa menggelengkan kepalanya, dan tanpa sadar, seutas senyum hangat muncul dari wajahnya.
Sret..!!
Bai Chu Ye dengan cepat memotong semua daging dan sayur dalam satu kali gerakan.
Setelah itu, ia kini mulai meracik bumbu yang ia keluarkan dari cincin penyimpanannya.
***
Di ruang utama yang biasa tempat Ren Saxin dan Ren Jiang duduk, terlihat Xiu Bai bersama yang lainnya duduk.
Sambil menunggu kedatangan Bai Chu Ye dan Ren Jiang membawa makanan, mereka kini terdengar mendiskusikan cara untuk membunuh semua musuh yang ada di kota ini, tanpa harus melukai orang yang tidak bersalah.
“Baiklah, langsung saja, malam ini mereka pasti bergerak, karena, semua bawahan yang di utus tadi tidak kembali, dan pada saat itu, aku ingin kalian lebih dulu untuk bergerak.” Ucap Xiu Bai dengan nada santai.
”Kau Du'er, kau akan pergi bersama dengan paman Jian dan Chen Long, kalian bertiga akan bergerak ke arah Barat, di sana ada dua sosok yang terbilang kuat sebagai lawan kalian,” ucap Xiu Bai kini memberikan selembaran informasi tentang wilayah Barat, seperti dua lawan kuat dan para bawahannya.
Duan Du pun dengan senang hati mengambilnya dan melihat informasi tersebut bersama Du Jian dan Chen Long.
Setelah memberikan selembaran berisi informasi, kini Xiu Bai melirik ke arah Tu Long.
“Untuk Tu Long, kau akan ke sisi Utara, di sana ada dua sosok yang sama kuatnya dengan lawan Du'er, dan sepertinya ada bertambah satu lagi,” ucap Xiu Bai memberikan selembaran berisi informasi juga.
“Untuk orang yang aku maksud, mungkin kau mengenalnya, karena aku tadi merasakan saat ia datang, ada jejak energi milik ibumu yang tersisa. Mungkin saja kau pernah berhadapan dengannya sebelumnya,” sambung Xiu Bai.
Mendengar itu, wajah Tu Long langsung tersenyum lebar.
“Hehe,, aku tahu siapa yang Tuan Besar maksud,” kekeh Tu Long mengambil selembaran informasi yang Xiu Bai berikan.
Setelah melihatnya, ia pun melirik ke arah Xiu Bai. “Lalu dengan siapa aku bergerak?” Tanya Tu Long.
“Oh ya, aku lupa, kau nanti akan bergerak bersama Lan Yuheng dan Bai Da Xing, aku yakin dengan kerja sama mereka, itu akan memberikan bantuan yang cukup besar bagimu.” Jawab Xiu Bai.
“Terahir, Ren Saxin, kau mungkin baru sadar dan belum seutuhnya pulih, tapi aku yakin dengan bantuan putraku Han'er dan Ye'er, bersama Bai Hu dan Bai Ha, kau pasti bisa menghadapi Monster kepala Serigala Hitam bersama rekannya monster kepala Babi Merah.” Ucap Xiu Bai melirik ke arah Ren Saxin dan putranya.
Ren Saxin pun langsung mengangguk tanpa ragu, karena kedua monster yang Xiu Bai sebutkan tadi adalah dalang dari penderitaan serta hilangnya orang tua Ren Jiang.
__ADS_1
Setelah melihat semuanya mengangguk dan menerima selembaran informasi, terdengar Xiu Bai kembali bicara.
“Apa kalian semua paham?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah semua anggota keluarganya, terutama Duan Du dan Tu Long yang suka bertengkar saat bertarung. Xiu Bai yakin mereka pasti akan bertemu nantinya, karena jarak mereka tidak terlalu jauh.
“Hemm..!! Tunggu dulu ayah, bagaimana dengan paman Chen? Mengapa ayah tidak menyebut namanya untuk ikut juga?” Tanya Bai Han kini melirik ke arah ayahnya.
”Hemm..!! Untuk paman Meng Chen, ia akan di sini menjaga Ren'er nantinya,” jawab Xiu Bai yang langsung di angguki oleh semua orang.
...
Tap tap..!!
Tepat setelah Xiu Bai selesai bicara, terdengar suara langkah kaki dari luar aula penginapan.
Pandangan mereka pun mengarah ke Bai Chu Ye dan Ren Jiang yang melangkah beriringan.
Melihat keduanya tampak akrab, Xiu Bai pun mengangguk puas, tanda, putranya menyukai Ren Jiang.
“Makanan datang,” ucap Ren Jiang terlihat riang.
Melihat kelakuan cucunya, Ren Saxin pun sedikit penasaran, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena sadar ini bukan waktunya.
Mereka semua pun kini mulai makan bersama-sama dengan nikmat.
***
“Apa kau yakin jika semua bawahanmu kini mati?” Tanya monster kepala Babi Merah.
“Hemm..!! Karena sampai sore ini mereka tidak kembali, itu artinya mereka mati, dan juga, bukankah kau tadi ikut merasakan aura yang cukup kuat, yah walau tidak sekuat kita berdua, aku yakin jika aura itu adalah sosok di belakang wanita jal***ng itu,” jawab Monster kepala Serigala Hitam dengan santai.
“Ho, ini menarik, aku jadi tidak sabar untuk kesana melihat siapa yang berani membantunya,” ucap Monster kepala Babi merah terlihat sangat angkuh.
“Dan aku tidak sabar untuk menangkap kedua wanita jal***ng itu, terlebih cucunya,” sambung monster kepala Babi merah.
“Ya, aku pun tidak sabar meremukkan sosok yang membantunya, karena aku takut jika Tuan mendengar pekerjaanku gagal, maka ia akan membunuhku,” ucap monster kepala Serigala Hitam.
“Dan, aku ingatkan sekali lagi, jangan sentuh Ren Saxin, jika kau menyentuhnya, maka Tuan akan marah besar,” sambung monster kepala Serigala Hitam terdengar serius.
Monster kepala Babi Merah pun terdiam, ia langsung mengingat jika Tuan mereka sengaja ingin menyiksa Ren Saxin dengan penderitaan.
Mereka semua boleh menyiksanya, tapi tidak ada yang boleh menyentuhnya, dan menyentuh dalam artian menggaulinya.
Jika ada yang berani, maka kematian adalah hal yang paling ringan bagi mereka semua.
__ADS_1
Mengingat itu, Monster kepala Babi merah pun berkeringat dingin.
“Urgh,, untung kau mengingatkan ku, jika tidak, mungkin aku akan tinggal nama beberapa hari lagi,” ucap monster kepala Babi merah.
“Ya, jangan banyak bicara, ayo kita bergerak, lebih cepat maka akan jauh lebih baik,” ajak monster kepala Serigala Hitam terlihat memiliki firasat buruk kali ini, sehingga ia ingin bergerak lebih cepat.
Tap tap..!!
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Sementara di pusat kota, terlihat sosok manusia berkelapa Naga hitam duduk santai.
Tubuhnya sangat tinggi, mungkin jika ia berdiri, maka tingginya kurang lebih 4 meter.
Monster tersebut tak lain Gu Chen, salah satu sosok bawahan Dewa Iblis Penghancur.
“Hemm..!! Kenapa mereka semua tidak datang memberikanku budak lagi? Apa mereka ingin aku hancurkan,” ucap Gu Chen terlihat bosan dengan semua wanita yang ada di sekelilingnya.
“Jeng Li,” teriak Gu Chen.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Jeng Li menghadap ke Yang Mulia,” ucap Jeng Li, bawahan Gu Chen yang terkuat dari ke 8 bawahan milik Gu Chen.
“Bawa ke 6 bawahanku kesini dan juga, kirimkan kabar untuk Du Lang, jika ia masih ingin hidup, maka suruh ia kemari dengan puluhan budak terbaik,” ucap Gu Chen terdengar dingin.
Jeng Li langsung mengangguk patuh, secara perlahan ia mundur, lalu melesat keluar.
Tap tap..!!
Dret..!! Wuss wuss..!!
Melihat Jeng Li pergi, kini Gu Chen memegangi dagunya.
“Hem..!! Bukankah aku ada dua stok yang tersisa,” ucap Gu Chen mengingat Ibu Ren Jiang yang di bawa oleh monster kepala Babi Merah dulu dan mengingat jika Ibu Ren Jiang memiliki putri yang kini pasti telah dewasa.
Sret..!!
Dengan santai Gu Chen bangkit dari tempat duduknya. “Hehe, aku harus melihat keadaan yang satunya terlebih dahulu, sebelum berkunjung ke yang lebih muda,” kekeh Gu Chen langsung melangkah dengan santai menuju penjara.
__ADS_1
Tap tap..!!