
Setelah merasa sudah benar-benar menyatu dengan bayangannya, ia pun langsung mengayunkan pedangnya.
Slash..!!
Bruk..!!
“Masih bersuara, fokuskan tujuanmu, aku melihat adanya jejak keraguan dari tujuanmu menyerang target. Ingatlah, jangan ada keraguan, jika ada keraguan, musuhmu tidak akan mati dalam sekali serang,” ucap tetua Fu We Jiang.
Han Liu yang mendengar itu seketika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Rasanya akan sulit jika tergetnya benda mati Senior,” ucap Han Liu kini melirik ke arah tetua Fu We Jiang.
“Justru jika makhluk hidup kau akan jauh lebih kesilutan, karena targetmu selalu bergerak, berbeda dengan benda mati. Dan juga, setiap sesuatu di mulai dari bawah, bukan langsung melonjak tinggi secara tiba-tiba,” ucap Tetua Fu We Jiang menjelaskan dengan sabar.
Han Liu pun langsung mengangguk dan mengikuti arahan dari tetua Fu.
***
“Bagaimana ayah? Apakah kau sudah memberikan informasi kepada setiap klan cabang?” Tanya Xiu Bai kini melirik ke arah ayahnya.
“Hemm..!! Sudah, mungkin mereka akan datanh setidaknya dalam waktu 10 atau bahkan lebih dari 20 tahun lagi, karena setiap klan cabang berada di Alam Celestial yang sangat jauh.” Jawab Xiu Lou.
“Jika seperti itu, seperti yang sudah ku putuskan, sambil menunggu berkumpulkan setiap pemimpin klan cabang, aku akan pergi bersama kelompok ku untuk mencari pengalaman lebih dan juga mencari jejak Anggota Menara yang asli.” Ucap Xiu Bai terlihat sudah menetapkan keyakinannya.
Tap tap..!!
“Jangan lupa untuk mendatangi Dinasty Kuno, terserah kau mau memberinya pelajaran atau tidak. Tapi yang pasti, jangan biarkan mereka menganggap kita rendah agar mereka tidak ketagihan mencari masalah kepada kita, maupun setiap orang nantinya.” Ucap Xiu Mu Lian datang sambil membawa nampan berisi makanan ringan.
“Tentu saja nek, aku tak akan mengecewakan kepercayaan anggota klan yang telah yakin terhadapku,” balas Xiu Bai terdengar serius.
“Ini baru cucu nenek, jangan kasih ampun mereka yang belagu,” ucap Xiu Mu Lian langsung tersenyum bahagia.
Xiu Bai pun ikut tersenyum sambil menikmati makanan ringan yang neneknya sajikan.
“Jadi kapan rencanamu akan pergi Bai'er?” Tanya Xiu Lou saat ketiganya sedang asik menikmati makanan mereka.
“Hemm..!! Secepatnya ayah, mungkin besok atau lusa, tergantung dari anggota kelompok ku nanti,” jawab Xiu Bai dengan mulut penuh makanan.
__ADS_1
“Heng,, kau ini, biarkan Bai'er menyelesaikan makanannya terlebih dahulu, baru kau bertanya,” dengus Xiu Mu Lian langsung melotot ke arah Xiu Lou.
Glek..!!
“Kenapa aku yang salah?” Gumam Xiu Lou menggerutu. “Bai'er kan bisa menjawab setelah makanannya habis, tapi ia lebih memilih menjawab saat makanannya penuh, jadi yang salah itu Bai'er, bukan aku,” sambung Xiu Lou terlihat memasang wajah kesal.
“Apa hah, apa kau tidak terima ibumu ini marahi,” ucap Xiu Mu Lian langsung bangkit.
“Eeh,, Bu..Bukan begitu, siapa juga yang tidak terima,” ucap Xiu Lou tergagap.
Xiu Bai yang melihat itu seketika tersenyum hangat. “Sudah nek, ayah tidak salah, justru yang salah itu Bai'er, karena Bai'er bisa menjawab setelah makanan Bai'er habis.” Ucap Xiu Bai langsung menengahi.
“Nah itu tu,, putramu sendiri mengakui kesalahannya, tapi kau malah ngeyel,” dengus Xiu Mu Lian. Entah ada dendam pribadi apa Xiu Mu Lian terhadap Xiu Lou, sehingga setiap ada sedikit kesalahan, ia selalu memarahi Xiu Lou.
Sementara Xiu Lou hanya bisa mengumpati nasibnya saja saat ini.
“Sial, lebih baik aku tidak bertanya saja tadi di depan iblis tua rempong ini,” gumam Xiu Lou dalam hati.
...
Keesokan paginya.
“Urgh,, ada apa ini, tumben ada keributan,” gumam Xiu Bai langsung bangkit.
Tap tap..!!
“Ada apa ayah? Siapa yang membuat keributan di depan gerbang?” Tanya Xiu Bai kini melirik ke arah Xiu Lou.
“Biasa, itu Meng Chen dan Du Jian, mereka tidak mau di hukum oleh para tetua karena merasa tidak bersalah,” jawab Xiu Lou sambil melangkah ke depan gerbang klan.
Xiu Bai yang mendengar itu, seketika ingatannya tertuju ke sebelum ia sampai ke klan. Ia mengingat pada saat itu Duan Du dan Tu Long berhenti sesaat dan sedang mendiskusikan sesuatu.
“Ini pasti ulah kedua pembuat onar itu,” gumam Xiu Bai menggelengkan kepalanya sambil melangkah mengikuti ayahnya.
Tap tap..!!
“Nah ini Tuan muda, bantu aku Tuan muda, aku sama sekali tidak bersalah, ini salah kedua bocah sialan itu yang menjebak kami.” Du Jian langsung berteriak saat melihat kemunculan Xiu Bai.
__ADS_1
“Hoam..!! Ada apa ini ribut-ribut?” Tepat setelah Du Jian selesai berteriak, Duan Du muncul dengan rambut acak-acakan seolah ia baru bangun tidur.
“Hahaha,, kau kenapa paman? Apa kau ketahuan mencuri ****** ***** wanita lagi, seperti sebelumnya,” teriak Duan Du langsung tertawa saat ia melihat Du Jian dan Meng Chen di ikat menggunakan rantai.
Wajah Meng Chen dan Du Jian seketika berubah menjadi gelap saat melihat Duan Du sangat pandai memainkan lidahkan dan perannya saat ini.
Tap tap..!!
“Eeh,, paman, apa kau membuat masalah lagi? Terahir aku mengingat di dunia luar kalian berdua ketahuan mengintip para wanita mandi kalau tidak salah. Jadi, sekarang apa lagi masalah yang kau perbuat?” Tanya Tu Long terlihat memasang wajah terkejut dan bingung.
Blush..!!
Seketika asap keluar dari kepala Du Jian dan Meng Chen saat mendengar ucapan Tu Long.
“Ini penipuan, mereka menjebak kami, percayalah,” teriak Du Jian sambil menatap Duan Du dan Tu Long dengan tatapan kesal, seakan ingin ******* tubuh mereka berdua hidup-hidup.
“Jebakan apanya, semakin kau marah, maka semakin terbukti ucapan mereka berdua, selain kalian ingin menindas mereka, kalian juga melakukan banyak kesalahan rupanya di dunia luar, ini tidak bisa di ampuni,” teriak salah satu tetua di bagian penegak hukum.
Terlebih lagi tetua penegak hukum ini adalah seorang wanita yang terbilang benci dengan sikap-sikap maupun kelakuan apa yang Duan Du dan Tu Long sebutkan tadi. Yaitu masalah harga diri wanita, seperti di intip mandi maupun pakaian dalamnya di curi.
Glek..!!
Wajah Du Jian dan Meng Chen seketika berubah jelek.
Tatapan mereka berdua pun memohon ke arah semua tetua maupun anggota klan yang menonton mereka, tapi mereka semua lepas tangan lantaran sadar akan akibatnya jika ikut campur di saat tetua penegak hukum sudah turun tangan.
Xiu Lou yang melihat itu dari awal, terlihat iba, ia pun berniat membantu. Tapi dengan cepat ia membalik badannya lalu melesat dengan kecepatan penuhnya seolah melihat sesuatu yang mengerikan.
Bukan hanya Xiu Lou saja, semua anggota klan maupun para penetua pun ikut berhamburan dan melakukan aktifitas mereka dan seolah-olah mereka tidak pernah melihat kejadian barusan.
Hanya penetua penegak hukum bersama Xiu Bai dan dua pembuat onar saja yang masih berdiri di sana.
“Nek, jangan terlalu kejam, karena mereka berdua besok akan ikut bersama Bai'er. Jika mereka dalam keadaan kurang baik saat ikut, itu akan membuat Bai'er kerepotan nantinya,” ucap Xiu Bai sambil mendekati neneknya.
Xiu Mu Lian yang awalnya memasang wajah garang ke arah Du Jian dan Meng Chen, langsung merubah ekspresinya saat melihat cucu kesayangannya.
“Tentu saja Bai'er, nenek akan lembut kok terhadap mereka berdua dan nenek janji akan mengambilakan mereka besok dalam keadaan sehat,” ucap Xiu Mu Lian dengan hangat.
__ADS_1
Glek glek..!!