Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Sifat Yang Tidak Pernah Bisa Hilang


__ADS_3

Bukan hanya itu saja, batu tersebutlah yang memberitahu Xiu Bai cara untuk menjadi manusia atau mahkluk hidup sesungguhnya serta memberikannya Energi Asura.


***


Tap tap...!!


Terlihat kini Xiu Bai menatap jiwa putranya yang masih terguncang.


“Huuff,, hanya Jia'er lah yang bisa menenangkannya,” gumam Xiu Bai dengan helaan nafas berat.


Xiu Bai pun langsung memejamkan matanya, ia kini berpikir apakah harus membawa putranya menemui keluarganya yang ada di Alam Semesta yang lebih rendah.


Namun jika ia membawa putranya dalam kondisi seperti ini, ia harus menanggung kemarahan Ibunya, Istrinya dan anggota keluarganya yang lain.


“Apa boleh buat, aku harus melakukan ini, karena jika terlambat, aku takut Ye'er akan menjadi monster yang akan menghancurkan semua yang ia lihat maupun temui. Dapat di katakan Ye'er adalah Bencana berjalan.” Gumam Xiu Bai langsung membuka dunia jiwanya.


Dret..!!


Tap tap..!!


“Baiklah, sebelum pergi, aku lebih baik memberitahu beberapa dari mereka, agar mereka bisa menutupi kepergianku.” Ucap Xiu Bai melirik ke arah tempat Duan Diyu berada.


***


1 Bulan telah berlalu.


Wuss wuss..!!


Setelah memberitahu Duan Diyu 1 bulan yang lalu, kini Xiu Bai terus melesat melalui ruang hampa, tujuannya adalah Alam Semesta tempat Ibu, Istri, dan anggota keluarganya yang dulu ia tinggalkan di sana, agar jauh lebih aman.


Dalam perjalanannya, Xiu Bai terlihat ragu untuk mendatangi ibu dan istrinya. Karena ia yakin mereka semua pastinya akan mengancam Xiu Bai untuk di izinkan ikut nantinya, dengan alasan tidak bisa menjaga putranya.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Aku baru sadar jika ada Alam Semesta lain di sana,” gumam Xiu Bai saat melihat Alam Semesta berbentuk kubus cukup jauh dari tempatnya berhenti.


“Nanti saja setelah aku kembali dari tempat keluargaku, aku mendatangi tempat tersebut.” Gumam Xiu Bai kembali melesat.


Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


Hoamm..!!


Terlihat sosok pemuda berjalan dengan santai, sembari menguap karena ngantuk.


Masih sama seperti dulu, terlihat di seluruh jarinya di penuhi oleh Cincin penyimpanan, bahkan terlihat saat ini jauh lebih gila. Jubah yang pemuda tersebut kenakan terbuat dari magnet, sehingga seluruh jubahnya di tutupi oleh cincin penyimpanan.


Wuss wuss..!!


“Dia di sana, ayo kepung pencuri sialan itu, jangan biarkan dia melarikan diri lagi,” teriak salah satu pria paruh baya menunjuk ke arah pemuda yang tubuhnya di selimuti oleh cincin penyimpanan.

__ADS_1


Wung..!! Wung..!! Wung..!!


Dalam sekejap ratusan kultivator menerjang ke arah pemuda yang masih menguap dengan malas.


Dan tepat pada saat semua kultivator sudah berjarak 10cm darinya, dengan cepat menggerakkan kaki kanannya di sertai senyuman lebar.


“Khehe kena kalian,” kekeh Cen Tian langsung menghilang dan tepat sebelum Cen Tian menghilang, tangan kanan Cen Tian bergerak lebih dulu.


Bam bam..!!


Kini terlihat para kultivator yang menerjang ke arah Cen Tian bertubrukan.


“Dasar pencuri sialan, akan ku cincang tubuhmu,” teriak semua kultivator saat tersadar mereka tidak mengenakan pakaian saat ini.


Terdengar juga berbagai sumpah serapah di lontarkan oleh para kultivator lain.


...


Tap tap..!!


Sementara Cen Tian yang terlihat muncul cukup jauh dari sekumpulan penduduk kota, langsung mengayunkan tangan kanannya.


Prok..!!


“Hehe,,.bagus Li'er, ayo kita cari mangsa lagi,” kekeh Cen Tian sambil melirik keponakannya yang kini terlihat sangat tampan dan tinggi.


Duan Li yang mendengar itu, langsung mengangguk penuh semangat. “Tentu saja, ke kota mana tujuan kita saat ini?” Tanya Duan Li melirik pamannya.


“Ada apa paman? Kenapa kau ketakutan seolah melihat hantu saja.” Tanya Duan Li menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Cen Tian hanya diam sambil mengisyaratkan menggunakan mata untuk melihat ke arah belakang.


Tapi dengan polosnya Duan Li berkata. “Ayolah paman, mana ada hantu di dunia ini. Kan kau tahu jika memang benar ada hantu, maka hantunya adalah nenek Ling dan Bibi Xia, mereka itu jauh lebih mengerikan loh,” ucap Duan Li tersenyum kecil.


Glek..!!


“Dasar bocah sialan, jika kau mengatakan hal yang tidak-tidak, maka jangan bawa-bawa aku,” teriak Cen Tian dalam hati.


Duan Li yang melihat pamannya semakin ketakutan pun ingin membalik badan.


Tap..!!


Tapi sebelum ia membalik badan, sebuah tangan lebih dulu menyentuh pundaknya.


“Coba katakan sekali lagi apa yang kau katakan tadi Li'er,” bisik Xiu Mu Lian.


Glek..!!


“Ne..Nenek, kapan kau-”


Bom..!!


Argh..!!

__ADS_1


Seketika Duan Li terlempar hingga menabrak tubuh Cen Tian.


Tap tap..!!


Xiu Mu Lian langsung muncul dengan senyuman hangat di depan Cen Tian dan Duan Li.


Tapi keduanya tahu jika senyuman tersebut adalah senyuman Iblis yang paling mengerikan dan tanpa ampun dari siapapun.


“A..Ampun Nenek,” teriak Cen Tian dan Duan Li langsung berlutut di sertai kepala menunduk.


“Hoo,, apa kalian mengira aku akan tertipu lagi seperti sebelumnya,” ucap Xiu Mu Lian dengan seringai lebar.


Glek..!!


“Malang sekali nasibku menuruti ucapan paman untuk ke sini,” ucap Duan Li langsung memasang wajah penuh penyesalan.


Mendengar itu, wajah Cen Tian langsung menyeringai lebar. “Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.” Ucap Cen Tian terdiam sesaat. “Anak dan ayah sama saja, sama-sama licik.” Sambung Cen Tian.


“Eeh,, jangan samakan Li'er dengan ayahku paman, Li'er itu anak yang penurut, tidak seperti ayah yang sulit di beritahu.” Dengus Duan Li.


Pada saat Cen Tian dan Duan Li berdebat, Xiu Mu Lian yang melihat keduanya saling menyalahkan, hanya diam saja. Ia juga melirik ke arah tangan keduanya yang melakukan sesuatu.


Seutas senyum lebar Xiu Mu Lia tampilkan saat melihat itu. “Hoo,, bocah-bocah nakal ini tidak pernah kehabisan akal untuk melarikan diri.” Gumam Xiu Mu Lian yang membiarkan keduanya melakukan sesukanya.


Blush..!!


Dalam sekejap Duan Li dan Cen Tian langsung menghilang dengan seutas senyum bahagia mereka tampilkan ke arah Xiu Mu Lian.


Dan sebelum keduanya menghilang, terdengar keduanya mengucapkan salam perpisahan kepada Xiu Mu Lian.


“Kalian pikir bisa melarikan diri, ketahuilah, Iblis yang jauh lebih mengerikan dariku sedang menunggu kalian di sana.” Ucap Xiu Mu Lian tersenyum prihatin.


***


Tepat saja, 10 menit setelah kemunculan Cen Tian dan Duan Li di salah satu kota. Kini keduanya babak belur di hajar oleh sosok wanita paruh baya, namun wajahnya tetap terlihat cantik.


Wung..!!


Bom bom bom..!!


“A..Ampun nenek, ampun,” teriak Duan Li terlihat menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Sementara Cen Tian tidak mau kalah saat meminta ampun. Ia terus merengek meminta ampun kepada Ibu angkat yang telah ia anggap ibu kandungnya.


“Hiks hiks,, maafkan Tian'er Bu, Tian'er janji tidak akan mengulanginya lagi,” teriak Cen Tian menunduk dengan tangan menutupi kepala.


Tapi sosok wanita yang ada di depannya tidak berhenti memukuli keduanya di depan penduduk kota.


“Dasar anak-anak nakal, ini sudah ribuan kalinya kalian mencuri barang orang lain dan selalu meminta ampun. Tapi kalian selalu mengulanginya lagi,” dengus Ling Mei, ibu kandung Xiu Bai.


“Kalian kira aku akan mengampuni kalian hah, lihatlah betapa marahnya penduduk kota akibat kelakuan kalian dan betapa menderitanya saudara kalian akibat menutupi kelakuan kalian dengan mengganti rugi semua yang kalian curi,” sambung Ling Mei yang terus memukul Cucu dan putranya.


Walau begitu, terlihat jelas jika Ling Mei sebenarnya enggan memukul keduanya dan dari tatapan wajahnya, ia sangat menyayangi keduanya dari lubuk hatinya yang paling dalam.

__ADS_1


__ADS_2