
“Tapi yakin lah, saya akan terus mencoba untuk memastikan kebenarannya dengan satu-satunya cara yaitu memasuki tempat yang tak lain sebuah Tambang.” Ucap Xiu Bai membaca surat yang Qian Liyun tulis dengan senyum seutas senyum lebar.
Bam..!!
Tap tap..!!
Terdengar suara ledakan saat Xiu Bai menginjakkan kakinya.
Pandangan Xiu Bai langsung terlihat semakin meluas semenjak satu tahun belakangan, tingkat kultivasinya juga meningkat pesat selama satu tahun ini bersamaan dengan tingkat kekuatannya dalam bertarung.
Wuss..!!
Setelah melihat area sekitar, Xiu Bai melesat ke salah satu puncak gunung yang paling tinggi terlihat.
Dret..!!
Dalam hitungan beberapa menit, Xiu Bai muncul di atas puncak gunung tersebut, melihat tidak ada jejak kehidupan, Xiu Bai pun melangkah turun.
Tap tap..!!
“Gerakan 10 Tombak Kehancuran, aku rasa nama inilah yang cocok sekarang,” gumam Xiu Bai telah menggabungkan Teknik Naga 1000 Tombak, karena terlalu banyak gerakan yang tidak pasti, Xiu Bai pun menggabungkkan semuanya hingga menjadi 10 gerakan yang Xiu Bai anggap cocok karena setiap satu gerakan daya hancurnya cukup kuat.
Tanpa basa basi, pandangan Xiu Bai mengarah ke salah satu batu menjulang tinggi layaknya bukit.
“Gerakan Pertama, Tombak Bayangan Penghancur,” gumam Xiu Bai kini mengayunkan tombaknya dengan santai.
Wung..!!
Duar..!!
Sebuah bilah energi berbentuk bayangan tak terlihat langsung melesat ke arah batu yang mirip bukit tersebut hingga menghancurkan seluruh batu tersebut.
“Gerakan kedua, Tombak Penghancur Alam,” gumam Xiu Bai langsung melompat dan saat di udara Xiu Bai memutar tubuhnya dan menghunuskan tombaknya ke arah salah satu batu yang jauh lebih besar.
Wung..!!
Duar..!!
Terlihat tidak ada jejak bilah tombak yang melesat mengarah ke batu tersebut, namun secara tiba-tiba saja batu tersebut langsung hancur menjadi serpihan debu.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Lumayan, tanpa menggunakan lebih banyak energi bisa membuat daya hancur seperti ini,” gumam Xiu Bai sedikit bangga.
Tidak berhenti sampai di sana, Xiu Bai kembali berlatih mengasah setiap ayunan tombaknya agar menjadi lebih halus lagi, ia merasa jika saat ini setiap kali ia mengayunkan tombaknya, itu masihlah kasar.
Dan di setiap kali Xiu Bai mengayunkan tombaknya, suara dengungan serta desiran angin selalu berhembus, membuat area sekitar merasakan dampaknya, itulah yang tidak Xiu Bai inginkan, ia ingin di setiap ia mengayunkan tombaknya, tidak mengeluarkan bunyi dengungan dan desiran angin.
...
Huh huh...!!
“Satu minggu aku telah berlatih hanya untuk menganyunkan tombak saja, ini cukup sulit seperti yang aku bayangkan,” gumam Xiu Bai kini mengelap keringat.
Tanpa mengenal lelah, Xiu Bai kembali mengayunkan tombaknya, terlihat di setiap kali Xiu Bai mengayunkan tombaknya, kini Xiu Bai telah memahami niat tombak ke bagian terdalam yang sempurna. Karena di setiap tombak terayun, terdengar tidak ada suara maupun desiran angin.
Itu seolah-olah tombak Xiu Bai layaknya sebuah angin itu sendiri yang menyelaraskan diri dengan alam sekitar.
Tap tap..!!
“Tuan muda, nona Jing Mui sudah kembali, ia kini ingin bertemu dengan anda,” ucap Li Zhang langsung menghampiri Xiu Bai semabari membungkukkan sedikit badannya.
Tap tap..!!
“Baiklah, ayo kembali,” ajak Xiu Bai.
...
“Bagaimana? Apakah sudah kau berhasil melakukan permintaanku?” Tanya Xiu Bai tersenyum tipis ke arah Jing Mui.
Jing Mui sedikit cemberut saat melihat senyum Xiu Bai. “Jangan mengejek begitu, walau aku gagal, tapi setidaknya aku berhasil kembali dengan selamat.”
“Dan juga kenapa kau begitu jahat kepada seorang wanita,” dengus Jing Mui.
Mendengar itu, Xiu Bai langsung tersenyum lebar. “Karena kau akan menjadi bebanku, jika kau ingin selalu mengikutiku, setidaknya kau harus berhasil mengambil Inti Kristal Gajah Perak yang setara Dewa Suci ⭐ 1,” ucap Xiu Bai terang-terangan.
Mendengar itu, Jing Mui langsung bangkit, tatapan matanya langsung berubah serius. “Heng,, awas saja, saat kita bertemu lagi, aku bersumpah akan menghajarmu dan akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku. Tak akan ku biarkan wanita lain mendekatimu karena kau milik ku seutuhnya, camkan itu.” Dengan wajah yang penuh tekad Jing Mui langsung pergi meninggalkan Xiu Bai dan meninggalkan klan Li entah kemana.
...
__ADS_1
Tap tap..!!
“Hehe,, wanita yang galak, setiap melihatnya aku seolah melihat Penetua Agung,” kekeh Du Jian dan sedikit merinding saat membayangkan wajah Xiu Mu Lian.
“Benar, beruntung saja ia berasal dari Dinasty, jadi aku merasa ia akan terus bertambah kuat karena bantuan yang ada di belakangnya. Dan pada saat kau bertemu lagi, sebaiknya kau berhati-hati Tuan muda. Karena aku merasa ia berkata dengan jujur tadi,” sambung Meng Chen sambil melirik Xiu Bai.
“Setahuku, orang-orang yang berasal dari Dinasty tidak akan pernah meninggalkan Benua Utama, tapi akan berbeda jika itu mereka yang berasal dari wilayah ibukota. Setiap para jeniusnya akan di berikan tugas sama seperti klan kita, yaitu mengembara untuk melihat luasnya dunia sambil meningkatkan kekuatan kita tanpa bantuan siapapun.”
“Aku tahu ini karena aku pernah bertemu salah satunya dan saat ini ia adalah saudara sesumpahku yang ke 3 atau paling muda,” ucap Han Liu menjelaskan.
Mendengar penjelasan Han Liu yang memiliki cukup banyak pengetahuan, Xiu Bai pun teringat akan Drak Elf.
“Sebelum meninggalkan klan, aku ingin bertanya sampai kapan paman akan mengikuti kami?” Tanya Xiu Bai berjalan menuju meja makan dan di ikuti oleh Du Jian, Meng Chen dan Han Liu.
“Aku juga tidak tahu, jika Sekte dalam masalah, mungkin di saat itu aku akan kembali,” jawab Han Liu sedikit bingung akan pertanyaan Xiu Bai.
“Artinya paman akan ikut juga saat kami menuju Kekaisaran Qian Long kan?” Tanya Xiu Bai memastikan.
Hemm..!!
Melihat Han Liu mengangguk, Xiu Bai pun menghela nafas.
“Jika begitu setelah sampai Kekaisaran nantinya, paman ajarkan aku cara untuk membuat Dark Elf mendatangi kita dan apa saja yang membuat mereka berminat, mungkin saja aku bisa mengajak mereka bekerjasama,” ucap Xiu Bai.
Burr..!!
Han Liu langsung menyemprotkan arak yang baru saja masuk ke mulutnya tepat mengarah ke wajah Du Jian yang hendak membuka mulut untuk makan daging.
“Eeh ehr,, saya rasa itu sulit untuk mengajak mereka bekerjasama Tuan muda, tapi jika memancingnya menemui-” ucapan Han Liu terhenti saat Du Jian bangkit lalu menarik kerah baju belakang Han Liu.
“Maaf Tuan muda, aku memiliki urusan dengan bocah ini sebentar, aku pasti akan mengembalikannya dengan sehat nanti,” ucap Du Jian.
Glek..!!
Han Liu seketika menelan ludahnya saat melihat wajah Du Jian berubah mengerikan.
“Waah,, ini pembulyyan namanya,” teriak Han Liu dan ingin kembali berteriak. Tapi Du Jian langsung menyumpal mulutnya.
Tidak sampai 20 menit, kini Du Jian kembali dengan wajah cerah dan di belakangnya Han Liu mengikuti dengan wajah bengkak dan terlihat cemberut setiap saat.
__ADS_1