Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Langsung Akrab dan Ketahuan Mengintai


__ADS_3

Tap tap..!!


Keduanya pun langsung melangkah, satunya terlihat ceria, dan satunya terlihat datar dan sedikit kaku.


...


“Silahkan di nikmati paman Bai dan para paman semuanya,” ucap Ren Jiang dengan senyum cerah dan terlihat tidak malu saat bertemu anggota keluarga Xiu Bai.


“Woah, ini terlihat sangat enak, apakah kau yang membuat ini nona kecil?” Tanya Duan Du melirik ke arah makanan, lalu melirik Ren Jiang dengan senyum hangat, tapi di balik senyuman hangatnya, ada tujuan tertentu dari balik itu.


“Hem hem..!! Namaku Ren Jiang paman, panggil saja Ren'er, dan semua makanan ini Ren'er lah yang membuatnya,” ucap Ren Jiang mengangguk-angguk dengan bangga.


“Hoho, jika begitu akan paman coba masakanmu Ren'er,” ucap Tu Long yang terlihat meneteskan air liurnya tanda tidak sabar ingin memakan semua yang ada di meja.


Sret..!!


Dengan cepat tangan Tu Long meraih salah satu makanan yang ada di meja dan langsung melahapnya.


Uhuk..!!


“Makanan ini sangat- em em,” sebelum Tu Long sempat menyelesaikan ucapannya, Duan Du lebih dulu menyumpal mulut Tu Long, hingga membuat Tu Long menelan semua makanan yang ada di mulutnya yang hendak ia muntahkan.


“Apakah enak paman?” Tanya Ren Jiang yang kini terlihat memasang wajah imut dan sedikit berkaca-kaca.


Hem hem..!!


Tu Long yang kini berkeringat dingin karena tatapan semua orang, langsung mengangguk dengan cepat.


“Ini sangatlah enak, saking enaknya paman langsung melahapnya tadi,” jawab Tu Long.


Mendengar jawaban Tu Long, wajah Ren Jiang pun jadi berseri-seri bahagia.


“Woah, apakah begitu?” Tanya Ren Jiang.


“Kata nenek, masakan Ren'er sangatlah tidak enak, tapi Ren'er tidak menyangka jika paman sangat menyukainya,” ucap Ren Jiang.


“Jika begitu, ayo habiskan semuanya paman, Ren'er masih punya banyak stok makanan di dapur, nanti Ren'er akan membuatnya lagi,” sambung Ren Jiang.


Glek..!!


Wajah Tu Long langsung membiru, dan dengan terpaksa ia mengangguk.


Tangannya terlihat sedikit bergetar saat hendak mengambil makanan.


Ingin rasanya Tu Long melarikan diri dari sana, tapi karena semuanya sedang menatapnya dengan tatapan mengerikan dan menunggunya untuk memakan semua yang ada di meja, ia pun dengan terpaksa menuruti keinginan Ren Jiang.


“Urgh sialan, malang sekali nasib ku,” umpat Tu Long yang kini memakan salah satu daging yang rasanya campur aduk, ada rasa pedasnya, ada rasa asinnya, ada rasa pahitnya karena gosong dan ada rasa mentahnya karena belum matang merata.


Sementara Ren Jiang yang melihat Tu Long memakannya dengan perlahan, kini membuat Ren Jiang semakin bahagia.


Dengan cepat ia membalik badan dan ingin pergi memasak lagi.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Eeh,, kau mau kemana Ren'er?” Tanya Duan Du.


“Pergi memasak paman, kan kalian semua belum kebagian,” jawab Ren Jiang dengan nada polos.


Mendengar itu, Duan Du pun langsung melirik Bai Chu Ye.


Bai Chu Ye yang di tatap, terlihat diam saja, tapi tak lama, ia pun bergerak saat melihat tatapan semua orang kecuali Tu Long, kini mengarah kepadanya.


Tap tap..!!


“Ayo aku akan membantumu memasak,” ajak Bai Chu Ye dengan nada datar.


“Woah, benarkah itu? Apakah Ye gege bisa memasak?” Tanya Ren Jiang terlihat semakin senang.


Hemm..!!


Melihat Bai Chu Ye hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata, Ren Jiang tidak mempermasalahkannya.


“Ayo, ikuti Ren'er,” ajak Ren Jiang langsung menarik tangan Bai Chu Ye, lalu mengajaknya je dapur.


Tap tap..!!


Tepat setelah Bai Chu Ye dan Ren Jiang hilang dari balik pintu.


Prok..!!


Terlihat hanya Tu Long saja yang memasang wajah cemberut, karena dirinya di jadikan umpan di sini.


“Huh,, kalian semua sungguh tak punya perasaan,” dengus Tu Long.


“Heh,, siapa suruh kau sangat rakus, itulah akibat yang kau dapat,” ejek Duan Du.


“Huh, awas saja kau nanti,” dengus Tu Long memberikan Duan Du ancaman.


Kini Tu Long tidak berani membuat keributan, karena ia pasti akan di hukum oleh Xiu Bai.


...


Tap tap..!!


Sementara Bai Chu Ye dan Ren Jiang yang kini sampai ke dapur, terlihat Ren Jiang sangat senang.


“Sini, kenapa diam,” ajak Ren Jiang menarik tangan Bai Chu Ye dan membawanya ke beberapa daging mentah dan sayur yang belum di potong.


“Nah Ye Gege potong ini kecil-kecil,” ucap Ren Jiang dengan riang.


Tap tap..!!


Dengan santai Bai Chu Ye melangkah dan mengambil pisau dapur yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Tep tep tep tep..!!


Tep tep tep..!!


Dengan cepat tangan Bai Chu Ye memotong sayur dan daging.


Ren Jiang yang melihat itu, seketika memasang wajah kagum.


“Woah,, kau sangat pandai memasak Gege, kenapa kau tidak kerja di sini saja bersama Ren'er,” celetuk Ren Jian.


Huff..!!


Tapi dengan cepat Ren Jiang menutup mulutnya di sertai wajah sedikit memerah, lantaran sadar merasa salah bicara tadi.


Sementara Bai Chu Ye yang mendengar itu langsung terdiam, pandangannya pun melirik ke arah Ren Jiang.


“Hais, kau itu masih kecil, jangan berpikir yang tidak-tidak, dan juga, ayah, kakak, paman, kalian semua jika ingin ikut membantu, maka masuk saja, tidak perlu mengintai dari balik dinding,” ucap Bai Chu Ye kini terdengar santai.


Tangan Bai Chu Ye juga terlihat mengusap rambut Ren Jiang, layaknya ia mengusap rambut adiknya Ling Bai Xie.


...


Brak..!!


Tidak jauh dari balik dinding, Xiu Bai dan anggota keluarganya yang tertangkap basah mengintai, langsung cepat-cepat kembali, hingga tanpa sadar Du Jian dan Lan Yuheng menabrak pintu yang sengaja di buka oleh Duan Du.


“Aduh duh, sialan, ulah siapa ini,” umpat Du Jian dengan nada suara kecil.


Pandangan Du Jian pun mengarah ke Tu Long, tapi ia tahu bukan Tu Long pelakunya, ia pun mencoba mencari Duan Du, tapi tidak melihat keberadaan maupun jejaknya.


“Sial, ini pasti ulahnya,” dengus Du Jian.


Tap tap..!!


Mereka semua terlihat kembali dengan langkah hati-hati, agar tidak ketahuan mengintai dan juga terdengar Duan Du, Bo Wuhan dan Bai Da Xing mengeluarkan suara Kucing dan suara Kera.


***


“Itu bukan mereka Gege, itu kan suara kucing dan juga Kera,” celetuk Ren Jiang sambil memasang wajah cemberut, lantaran kepalanya di usap layaknya anak kecil.


“Hais, mana ada Kera di penginapan ini, dan juga, hanya anggota keluargaku berada di sini bersama nenekmu Ren'er, aku sangat mengenal mereka semua, jadi tidak mungkin mereka membawa Kucing maupun monyet kesini.” Ucap Bai Chu Ye kembali mengusap rambut Ren Jiang di sertai seutas senyum kecil.


“Uuhh, Gege, berhentilah membuatku seperti anak kecil, aku ini sudah dewasa loh, aku sudah 20 tahunan tahu, bukan anak 7 tahunan,” ucap Ren Jiang semakin cemberut dan itu terlihat sangatlah imut.


Hal tersebut tentu membuat Bai Chu Ye semakin gemas.


Bukan hanya Bai Chu Ye saja, Xiu Bai dan yang lainnya juga terlihat sangat ingin mencubit pipi Ren Jiang yang kini cemberut.


“Ya ya, sudah, sini biarkan Gege yang meracik bumbu dan memotong daging, sana kau nyalakan api serta masak air,” ucap Bai Chu Ye terdengar datar, tapi ia kini sedikit bahagia, entah karena apa.


Ren Jiang yang mendengar perintah Bai Chu Ye, dengan wajah menggemaskan ia melototi Bai Chu Ye terlebih dahulu, baru setelah itu ia pergi menjalanlan perintah Bai Chu Ye.

__ADS_1


Tap tap..!!


__ADS_2