Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Peningkatan Tu Long Tanpa Ia Sadari Di Saat Bertarung


__ADS_3

”Hancur,” teriak Tu Long.


Crash..!!


Duar..!!


Bom bom bom..!!


Seketika semua batu yang di atas kepala Tu Long langsung hancur setelah terkena cakar Tu Long secara langsung.


Jing Chen yang sudah merasa di tempat yang jauh, kini memasang wajah jelek saat melihat serpihan batu yang hancur menyebar ke segala arah, salah satunya tepat ke arahnya.


“Sial,” gumam Jing Chen langsung bergerak sejauh mungkin. Jing Chen sadar jika mencoba menghancurkan serpihan batu ini, itu tak akan ada habisnya. Karena serpihan yang mengarah ke dirinya bukan hanya 10 atau 20, melainkan ratusan, dan setiap serpihan yang mengarah ke dirinya dapat di katakan sekuat dirinya.


Dret..!!


Wuss..!!


Duar..!!


Tepat saat kaki Jing Chen melangkah, sebuah bongkahan batu besar langsung mendarat di tempat Jing Chen bersembunyi sebelumnya.


Wung..!!


Bom bom bom..!!


“Sial, aku merasa kemana aku pergi, semua serpihan ini seolah mengarah ke tempatku,” umpat Jing Chen.


“Dasar batu sialan, jika saja aku sekuat dirimu, sudah ku hancurkan kau karena mempermainkanku,” sambung Jing Chen tak henti-hentinya mengumpat karena merasa seperti pecundang yang kini di kejar-kejar hanya dengan serpihan.


...


Wung..!!


Crash crash..!!


Bom bom bom..!!


Sementara di tempat Tu Long, ia saat ini mengamuk sejadi-jadinya hingga tidak sadar jika dampak amukannya berdampak ke rekannya sendiri Jing Chen dan kota-kota maupun desa terdekat.


Gerr..!!


“Kemana kau akan terus bersembunyi Batu sialan,” teriak Tu Long langsung meraung saat menyadari jika Batu Merah serta Inti dari Monster Batu terus bersembunyi dan memanfaatkan batu yang ada di sekelilingnya.


Sadar jika dirinya tak akan mampu bertarung terus menerus, Tu Long pun kini menghentikan aksinya.


“Hemm..!! Bagaimana caraku memancingnya keluar dari area bebatuan ini?” Gumam Tu Long kini terlihat seperti orang bodoh dalam wujud Naganya.


“Ah sial, kenapa aku tidak bisa sepintar bocah sialan itu ya,” umpat Tu Long mengutuk Duan Du yang tidak tahu apa-apa.


“Jika ia tahu, maka ia pasti akan mengejek ku idiot lagi,” sambung Tu Long seketika memasang wajah jelek saat membayangkan Duan Du memanggilnya idiot lagi.


Goar..!!


Membayangkan hal tersebut, Tu Long pun kembali mengamuk sejadi-jadinya dengan menembakkan bola energi menggunakan mulutnya.


Bom bom bom..!!


“Sialan Naga berengsek, bagaimana bisa aku di tekan oleh Naga lemah sepertimu,” teriak Inti Monster Batu kini terlihat sudah tidak bisa menahan amarahnya.


Dret..!!


Wung..!!


Seketika semua batu yang ada di area tersebut langsung berguncang.


Brum brum..!!


...

__ADS_1


“I..Ini,” gumam sosok pria langsung bangkit dari tempat duduknya.


Di klan yang ingin Tu Long dan Jing Chen tuju, yaitu Klan We.


Tap tap..!!


“Apa Penjaga Selatan mengamuk lagi Pemimpin klan?” Tanya salah satu sosok pria sepuh muncul di depan pria tua yang terlihat jauh lebih muda.


“Dia memang mengamuk, tapi aku merasa ia saat ini sedang bertarung dengan sosok yang setara dengannya hingga menggunakan seluruh kemampuannya,” jawab pemimpin Klan We, yang bernama We Qifan.


Mendengar jawaban pemimpin klan We Qifan, mata pria sepuh yang dulunya adalah pemimpin sebelumnya kini melebar.


“Jika kita tidak hentikan, maka kediaman klan kita akan ikut hancur pemimpin Qifan,” ucap mantan pemimpin klan We terdengar khawatir.


“Itu juga yang aku pikirkan, tapi siapa nanti yang akan menghentikan musuhnya?” Tanya We Qifan.


“Jika ia musuh, maka akan berbahaya bagi kita,” sambung We Qifan.


Tap tap..!!


“Biarkan kami membantu, walau kami masih terluka, kekuatan kami sudah tidak berbeda jauh dengan yang dulu,” ucap salah satu penatua.


Semua penatua pun ikut mengangguk sambil melangkah di belakang penatua yang berbicara barusan.


“Hemm..!! Baiklah, tapi sebelum itu, amankan para anggota klan kita terlebih dahulu, akan berbahaya jika kita pergi meninggalkan mereka tanpa persiapan yang pasti,” ucap pemimpin We Qifan.


Dret..!!


Tanpa basa basi, Pemimpin We Qifan, mantan pemimpin klan We dan semua penatua klan We langsung melesat keluar dan melakukan persiapan agar semua anggota klan mereka tidak terluka.


“Ayo cepat, jangan pikirkan semua harta benda kalian, keselamatan jauh lebih penting,” teriak salah satu penatua kini melirik ke arah para anggota klannya yang terlihat mencoba memasukkan barang bawaan mereka terlebih dahulu ke dalam cincin penyimpanan mereka.


Seketika, semua anggota klan We yang awalnya berniat memasukkan semua barang-barang mereka, kini mengurungkan niatnya.


Tap tap..!!


Setelah semuanya telah pergi, kini pemimpin We Qifan langsung memerintahkan beberapa penatua untuk melindungi anggota klan dan sisanya mengikuti dirinya.


Tanpa ada bantahan, mereka semua langsung menyebar ke dua arah berbeda.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Crash..!!


Duar..!!


“Tiga,” teriak Tu Long yang terlihat menghancurkan batu bewarna merah.


Tanpa Tu Long sadari saat ini tingkat kultivasinya meningkat sedikit demi sedikit dan tingkat serangan semakin kuat setiap detiknya.


Itu karena semua batu yang ada di sekitarnya adalah material yang mengandung energi, dan tubuh Tu Long terus menerus menyerap energi area di sekitarnya tanpa ia tahu juga.


“Sial, kenapa serangannya semakin kuat,” umpat Inti Monster Batu kini terus menerus berpindah tempat untuk menghindari serangan Tu Long.


Saat ini tingkat kultivasi Tu Long sudah berada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 7 Ahir. Dan daya serangannya sudah setara Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 2 Awal, itu karena di dukung perubahan Bersekernya.


Ger..!!


“Ketemu kau kecoa sialan,” raung Tu Long.


Dret..!!


Tu Long pun langsung membuka mulutnya dan semua energi di sekitarnya langsung berputar-putarnya.


Melihat itu, Inti Monster Batu seketika memasang wajah jelek.

__ADS_1


Dret..!!


Tak mau kalah, ia pun semakin meningkatkan pertahanannya, setiap sepuluh meter, kini berdiri dinding batu setinggi ratusan meter. Dan setiap dindingnya mampu menahan kekuatan Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 1 Puncak.


Inti Monster Batu yakin jika Naga di depannya tak akan mampu menghancurkan semuanya dan berhenti di tengah-tengah pertahanannya.


Wung..!!


Blush..!!


Dalam sekejap bola energi keluar dan melesat ke arah Inti Monster Batu.


Bom bom bom..!!


Bola energi yang melesat langsung menghancurkan setiap dinding menghalangi.


Bersamaan dengan itu, Tu Long pun berubah kr wujud Berseker manusia setinggi 4 meter.


Dret..!!


Wuss..!!


Diam-diam Tu Long memasuki pusat inti tanah dan bergerak dari bawah sambil menggali dengan kecepatan penuhnya.


Wung..!!


Duar..!!


Bertepatan dengan bola energi yang Tu Long muntahkan berhenti di pertahanan terahir Inti Monster Batu.


Inti Monster Batu yang bewarna Emas, kini keluar dari persembunyiannya, walau begitu, terlihat ia di kelilingi oleh ratusan batu merah.


“Hahaha,, kau tak akan pernah bisa menang melawanku Naga idiot sialan,” teriak Inti Monster Batu.


Blush..!!


“Apa kau yakin Batu sialan,” wajah Tu Long berubah menjadi hitam karena sangat marah di panggil idiot.


Amarah Tu Long saat ini sudah berada di puncaknya, hingga tanpa sadar tubuhnya dengan rakus menyerap semua energi batu yang ada di sekelilingnya.


Bahkan batu merah kinu mulai memudar.


Bam bam bam..!!


Seketika terdengar dari dalam tubuh Tu Long suara ledakan.


Goar..!!


Bom bom bom..!!


“Mati kau batu sialan,” teriak Tu Long langsung mengayunkan tangan kirinya.


Slash..!!


Crash..!!


Duar..!!


Tanpa bisa menghindar Inti Batu Monster bewarna Emas langsung terkena serangan Tu Long, hingga membuat sebagian dari dirinya hancur.


“Sialan, aku sudah tidak peduli apakah aku mati atau tidak, asalkan kau ikut mati, aku akan bahagia,” teriak Inti Monster Batu kini bersinar semakin cerah.


Wung wung..!!


Saking cerahnya sinar yang muncul dari Inti Monster Batu, membuat mata Tu Long sedikit silau.


Tanpa sadar Tu Long menutup matanya.


”Mati,” bersamaan dengan Tu Long menutup matanya, suara teriakan terdengar keras di depan wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2