Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Perseteruan Tu Long dan Du Jian dalam Memancing Musuh


__ADS_3

“Ayo,” ajak Tu Long dengan nada penuh semangat karena kini ia sudah tidak sabar membuat kekacuan di Ibukota.


Tap tap..!!


Dengan segera Tu Long bersama yang lainnya keluar dari Tambang Dimensi.


Sesaat setelah muncul di Kota Xin. Terlihat pandangan semua penduduk kota langsung mengarah ke Tu Long bersama kelompoknya dan langsung tahu jika mereka adalah para pekerja tambang.


“I..Ini, para tahanan-”


“Sssttt,, jika kau menyayangi nyawamu, maka lebih baik kau diam saja, karena kami tidak ingin orang yang tidak berkaitan terlibat terlalu dalam. Paham,” ucap salah satu tahanan tambang.


Dengan segera penduduk Kota tersebut mengangguk patuh.


Tu Long yang melihat para tahanan menyebar ke seluruh area kota hanya diam saja, karena ia cukup mengenal mereka semua, jadi ia membiarkan mereka melakukan apapun semau mereka.


Tap tap..!!


Setelah melangkah ke portal yang bisa membawa mereka ke Ibukota. Bersamaan dengan sampainya Tu Long, para tahanan tambang pun bermunculan dengan pakaian berbeda-beda.


Ada yang mengenakan pakaian Bangsawan, ada yang mengenakan pakaian prajurit ada juga yang mengenakan pakaian semula yang berasal dari tambang.


“Hoo,, apa kalian puas bermain-main?” Tanya Tu Long menyeringai lebar.


“Hehe,, tentu saja, beruntung orang yang tinggal di kota ini kebanyakan penduduk biasa, jika mereka berkaitan. Mungkin kami sudah menghancurkan mereka semua,” kekeh pria tua yang mengenal Tu Long.


“Hoo,, kalian cukup menahan diri juga karena tidak melampiaskan amarah kalian kepada orang yang tidak berkaitan,” ucap Tu Long tersenyum lebar.


“Jika begitu, setelah melewati portal ini, kalian semua tidak perlu menahan diri lagi, karena aku mendapat informasi jika semua yang tinggal di sana adalah musuh kalian,” kekeh Tu Long.


Tanpa basa basi Tu Long langsung menyuruh kedua prajurit Kekaisaran yang telah ia lumpuhkan untuk mengaktipkan portal.


Dret..!!


Tak lama, sebuah pusaran cahaya seketika muncul.


Wuss..!!


Wuss..!!


Tu Long pun dengan cepat melesat masuk bersama Du Jian dan para tahanan.


Dret..!!


Tap tap..!!


“Siapa kau?” Teriak salah satu prajurit penjaga portal ibukota seketika langsung menghunuskan pendangnya ke arah Tu Long.


Bukannya menjawab, Tu Long malah dengan cepat mengayunkan tinjunya.


Wung..!!


Bom..!!


Namun sebelum tinju Tu Long mendarat ke wajah prajurit tersebut. Du Jian lebih dulu menghempaskan prajurit tersebut dengan sebilah angin.

__ADS_1


Wajah Tu Long seketika berubah menjadi jelek saat melirik ke belakang.


Sementara Du Jian langsung tersenyum lebar. “Hehe,, siapa cepat dia dapat,” kekeh Du Jian yang terlihat masih menjulurkan tinjunya dengan memadatkan tekanan di sekitar, sehingga membuat tinjunya langsung menciptakan bilah angin yang langsung terhempas ke musuhnya.


“Dasar kerdil sialan,” dengus Tu Long langsung melesat ke arah para prajurit yang kini entah muncul dari mana.


Kini para prajurit tersebut dengan cepat mengepung mereka.


Tap tap..!!


“Siapa kalian? Berani sekali kalian memberontak kepada Kekaisaran Qian Long?” Teriak salah satu Jendral Kekaisaran Qian Long yang memiliki tingkat kultivasi setara dengan Qian Liyun.


Bukannya menjawab, Tu Long malah menyeringai lebar saat melihat ada musuh kuat muncul.


“Hehe,, dia bagianku,” kekeh Tu Long.


Dengan cepat Tu Long melesat ke arah Jendral Kekaisaran Qian Long dan mengklaim jendral tersebut miliknya, lantaran takut jika ada yang mendahuluinya.


Wuss..!!


Dret..!!


Tepat saat Tu Long muncul, lagi-lagi Du Jian ikut muncul dengan senyum lebar.


“Hehe,, mulut ember, apa yang kau lakukan? Dia ini milikku, aku yang lebih dulu melihatnya,” ejek Du Jian.


“Dasar kerdil sialan, enak saja kau, dia ini milik ku, pergi kau jauh-jauh. Hus hus,” dengus Tu Long langsung mengusir Du Jian.


...


“Dasar sialan, mati kau,” teriak Jendral tersebut langsung mengayunkan tombaknya ke arah Du Juan dan Tu Long.


Wuss..!!


Tap..!!


Krak krak..!!


Duar..!!


Tu Long dan Du Jian yang beradu mulut pun seketika menjadi kesal saat di serang diam-diam oleh parasit di depannya. Sehingga dengan cepat tangan mereka menahan bilah tombak tersebut, lalu menekannya hingga hancur.


“Dasar sialan, berani sekali kau menganggu kami, akan ku cincang tubuhmu,” teriak Tu Long dan Du Jian serempak.


Wuss..!!


Keduanya pun langsung mengayunkan kepalan tinju mereka lalu di arahkan ke wajah sang Jendral.


Bom..!!


“Haha,, aku mengenainya lebih dulu, jadi akulah pemenangnya,” teriak Tu Long langsung tertawa terbahak-bahak.


“Enak saja kau mulut ember, akulah yang lebih dulu mengenainya, lihat itu wajahnya hancur oleh tinjuku,” dengus Du Jian langsung tak mau kalah.


“Heh,, dasar dungu, coba kau lihat tanganku yang di penuhi darah, itu artinya akulah yang menghancurkannya,” dengus Tu Long langsung mengejek Du Jian dengan seutas senyum mencibir.

__ADS_1


“Dungu kau bilang, dasar anak kurang ajar. Ayo kita lihat siapa yang membunuh lebih banyak, aku atau kau,” teriak Du Jian seketika mulai memanas.


“Heh,, siapa takut,” ejek Tu Long.


Setelah membuat taruhan, kini dengan cepat Du Jian dan Tu Long melesat ke arah yang berbeda.


Wuss..!!


Bom bom..!!


Dan terlihat jelas, apapun yang mereka lalui, pasti itu berahir dengan kehancuran, bahkan bangunan pun menjadi korban.


Dret..!!


Duar..!!


Tu Long kini terlihat menerjang ke arah salah satu tembok hingga hancur. “Sialan, menghalangi jalan saja, siapa sih yang membangun dinding sialan ini, awas saja jika aku menemukanmu, akan ku injak-injak kepalamu,” dengus Tu Long kini berdiri dengan jubah yang di penuhi oleh darah.


“Itu dia, dialah yang menghancurkan kota kita. Jangan biarkan dia melarikan diri,” teriak salah satu prajurit langsung menunjuk Tu Long.


Dan di belakang prajurit tersebut, terlihat banyak sekali prajurit berkumpul layaknya semut.


Bukannya takut, Tu Long malah tersenyum lebar.


“Hehe,, jika aku tahu kalian akan datang sendiri hanya dengan menghancurkan bangunan bobrok ini, lebih baik aku hancurkan saja semua bangunan ini dari awal,” kekeh Tu Long langsung menemukan ide.


Wuss..!!


Melihat Tu Long terbang menjauh. Para prajurit seketika berteriak penuh amarah. “Mau kemana kau penjahat sialan,” teriak para prajurit langsung mencoba mengejar Tu Long.


Sementara Tu Long yang melesat menjauh, bukannya takut dengan mereka, melainkan ia mengarah ke bangunan-bangunan yang terlihat masih kokoh dan niatannya ingin menghancurkan mereka semua.


Wuss..!!


Bom..!!


Tu Long yang mendarat di salah satu bangunan, langsung meledakkan bangunan tersebut. Tidak puas dengan itu, dengan senyum lebar ia kembali melesat sambil menggiring para prajurit menuju istana.


Dan apa saja yang menghalang di depannya terus menerus ia hancurkan, yang membuat para prajurit semakin geram dengan tingkah Tu Long.


Bahkan saking di penuhi oleh amarah. Para prajurit yang akan menuju Du Jian maupun para tahanan Tambang pun kini berubah jalur, mereka yang awalnya akan mengepung Du Jian dan para tahanan kini berganti mengejar Tu Long.


Du Jian yang melihat itu seketika memasang wajah jelek.


“Dasar licik,” teriak Du Jian tak terima.


Dengan segara Du Jian melesat ke arah sekumpulan para prjaurit. “Akan ku buat kalian mengejar diriku,” dengus Du Jian.


Wuss..!!


Sebuah bola energi seketika muncul dari kepalan tangan Du Jian sesaat setelah ia mengayunkan tinjunya.


Bom..!!


Duar..!!

__ADS_1


__ADS_2