
Sebuah bola energi seketika muncul dari kepalan tangan Du Jian sesaat setelah ia mengayunkan tinjunya.
Bom..!!
Duar..!!
Langkah Tu Long seketika terhenti saat melihat targetnya di habisi oleh Du Jian.
“Si kerdil sialan ini, awas saja kau jika aku lebih kuat suatu saat nanti, akan ku jitak kepalamu dan membuatmu memohon-mohon,” dengus Tu Long dalam hati sambil menatap tajam Du Jian.
Sementara Du Jian yang baru saja mendaratkan kakinya langsung berteriak. “Apa kau lihat-lihat hah, apa kau tidak pernah melihat pria tampan seperti diriku,” ucap Du Jian dengan nada bangga.
“Heng tampan apanya, bahkan Monyet Hutan jika disamakan denganmu, maka orang-orang pasti akan bilang jika Monyet Hutan itu lebih tampan dengan dirimu paman kerdil,” ejek Tu Long.
Tanpa melihat reaksi Du Jian, dengan cepat Tu Long melesat kabur ke arah Istana, karena ia sadar jika saat mendengar ejekannya, Du Jian pasti akan marah.
Benar saja, kini wajah Du Jian langsung berubah menjadi hitam.
“Dasar mulut ember sialan, akan ku jahit mulut sialanmu itu, dan jangan lari kau,” teriak Du Jian langsung mengamuk sejadi-jadinya.
Du Jian terlihat menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya tanpa pikir panjang.
Tu Long yang melihat itu pun langsung tersenyum lebar. “Hehe dasar dungu,” ejek Tu Long dengan suara lantang.
***
Sementara Meng Chen yang saat ini sedang mengawasi Kaisar Qian Long dan Penasehat Qian kini terlihat tidak pernah memasang wajah, datar, serius bahkan bahagia, melainkan saat ini wajah Meng Chen sangatlah jelek lantaran ia menyadari keributan yang muncul di ibukota adalah ulah dari Du Jian dan Tu Long.
“Bajingan, sialan, bangsat itu, ingin sekali rasanya ku kebiri kalian hidup-hidup,” Meng Chen terus menerus mengumpat.
Ingin sekali rasanya ia keluar menemui mereka lalu menghajarnya, tapi sayangnya saat ini ia dalam masa-masa yang cukup penting, karena ia baru saja menemukan sesuatu yang menarik, walau belum pasti mengetahui kebenarannya. Saat ini Meng Chen mengetahui secara kasar jika sosok yang mengendalikan Kaisar Qian Long dan Penasehat Qian adalah sosok yang berasal dari Alam Celestial yang berbeda.
Dan rencananya Meng Chen hanya membutuhkan waktu sedikit lagi untuk menunggu sosok tersebut keluar.
__ADS_1
Namun semuanya gagal lantaran keributan yang di buat Du Jian dan Tu Long di luar sana.
...
“Mengapa tidak ada yang bisa menghentikan 2 tikus kecil itu? Apa hanya ini saja kemampuan kalian hah?” Teriak Kaisar Qian Long di hadapan para jendral dan petinggi Kekaisarannya.
“Apa, harta, sumberdaya, kekuasaan, jabatan yang ku berikan kepada itu hanya pajangan saja. Aku tak mau tahu, hentikan dan bawa kedua tikus kecil itu ke hadapanku dengan segala cara, dan jika dalam waktu 1 jam kalian tidak datang membawanya, maka kalian semua yang akan ku bunuh.” Sambung Kaisar Qian Long dengan nada lantang.
“Ka..Kami mengerti Yang Mulai,” ucap para petinggi dan Jendral Kekaisaran dengan nada terbata-bata di sertai kepala menunduk lantaran tidak berani melihat wajah Sang Kaisar.
“Apa yang kalian tunggu, cepat pergi,” teriak Kaisar Qian Long membentak mereka semua.
Dengan cepat para petinggi dan Jendral Kekaisaran langsung keluar tanpa berani mengangkat kepala mereka semua.
Wung..!!
Tap tap..!!
Tidak sampai beberapa detik setelah semua petinggi dan Jendral Kekaisaran keluar, muncul sebuah celah tidak jauh dari lokasi berdiri sang Kaisar bersama Penasehat Qian.
Bruk bruk..!!
“Salam Tuan,” ucap Kaisar Qian Long dan Penasehat Qian langsung berlutut dengan tubuh tegak, kaki kiri menyentuh tanah dan tangan kanan menyentuh dada.
“Hormat kalian aku terima, jadi langsung saja, apa tugas kalian sudah kalian jalankan dengan benar?” Tanya sosok berjubah merah dengan tudung untuk menutupi wajahnya.
“Sudah Tuan, seperti yang anda perintahkan. Kami sudah menyuruh seseorang yang mudah di perdaya untuk menjalankannya,” ucap Kaisar Qian Long.
“Kami yakin jika orang tersebut akan melaksanakan tugasnya dengan lancar dan mencoba membujuk kedua utusan dari Dinasty untuk mendatangi pusat terdalam dari Hutan tanpa batas.” Sambung Penasehat Qian.
Mendengar itu, sosok berjubah merah langsung mengangguk. “Bagus, jika ini berjalan lancar, maka aku pastikan akan memberikan kalian hadiah yang sesuai kontribusi kalian. Jadi jangan khawatir, aku pastikan kalian akan sangat senang dengan hadiahku nanti.” Ucap sosok berjubah merah.
Wuss..!!
__ADS_1
Terlihat sosok berjubah langsung mengeluarkan sebuah benda aneh. “Untuk menghilangkan bukti keterlibatan ku dan kalian, gunakan benda ini. Kalian hanya perlu mengaktipkannya dengan menaruh sedikit energi kalian lalu menaruhnya di pusat kota. Setelah itu kalian langsung melarikan diri. Sisanya kalian sudah tahu akan melarikan diri kemana,” ucap sosok berjubah merah langsung memberikan sebuah lempengan mirip dengan sebuah Token.
Kaisar Qian Long dan Penasehat Qian yang melihatnya langsung mengangguk patuh.
Walau mereka tidak tahu benda apa ini, mereka tentu tidak berani bertanya, karena bisa-bisa nyawa mereka akan langsung hilang setelah bertanya.
“Bagus, jika begitu aku akan kembali, akan ku dengar kabar baik dari kalian dua hari lagi,” ucap sosok berjubah merah langsung memasuki celah yang masih aktip.
Wuss..!!
Kaisar Qian Long dan Penasehat Qian seketika menghela nafas lega saat melihat Tuan mereka telah pergi.
Mereka kini saling melirik satu sama lain, setelah sepakat dari hanya tatapan mata, terlihat Penasehat Qian yang menyimpan lempengan pemberian sosok berjubah merah.
“Baiklah jika begitu, aku akan pergi terlebih dahulu untuk mengawasi apakah Jendral Liyun sudah sampai ke Lembah Naga atau tidak. Karena jika sampai ia tidak datang, rencana kita pasti akan hancur.” Ucap Penasehat Qian.
Setelah melihat Kaisar Qian Long mengangguk, Penasehat Qian pun langsung melangkah pergi.
Sementara tidak jauh dari tempat mereka. Meng Chen yang melihat itu langsung tersenyum tipis.
“Aku tak menduga jika keributan yang di buat oleh kedua bajingan sialan itu akan membuat rencana mereka sedikit di percepat. Kini entah aku harus marah atau bahagia dengan mereka berdua. Tapi yang pasti, aku akan membuat mereka membayar perbuatan mereka lantaran telah membuatku merasakan frustasi tadi,” gumam Meng Chen langsung menghubungi Xiu Bai melalui telepati karena ia telah mendapat informasi yang Xiy Bai cari.
Setelah menghubungi Xiu Bai, Meng Chen pun menghilang, karena merasa tugasnya di sini telah selesai.
...
Tap tap...!!
Sementara Xiu Bai yang melangkah mengikuti Mo Yanse seketika terhenti setelah mendapatkan suara pesan telepati dari pamannya.
“Hemm..!! Apa yang aku rasakan ternyata memang benar jika kedua berandalan sialan itu ternyata tidak mendengar pesan yang aku tinggalkan. Mereka bahkan membuat kekacauan yang besar yang membuat paman Chen hampir saja gagal mendapatkan informasi penting. Beruntung paman dengan sabar menunggu hingga ia mendapatkan informasi pasti tentang siapa dalagnya” Gumam Xiu Bai langsung memijit keningnya.
Xiu Bai tentu tidak mengetahui jika Meng Chen memanipulasi ceritanya, padahal karena Du Jian dan Tu Long lah ia bisa sedikit lebih cepat mendapat informasi tersebut. Tapi karena kesal, tentu saja Meng Chen ingin membalas dendam kepada Du Jian dan Meng Chen dengan memanipulasi ceritanya kepadanya Xiu Bai.
__ADS_1
“Awas saja kalian berdua, akan ku buat kalian bersenang-senang dengan nenek nanti,” dengus Xiu Bai dalam hati.