Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Mengadu Domba Dua Penguasa Daerah


__ADS_3

Tepat setelah menghancurkan batu hitam kemerahan, suara gemuruh seketika terdengar di dalam hutan.


Bom bom bom bom..!! Duaaarrr..!!


Dalam sekejap api mengelilingi hutan di sertai asap melambung tinggi.


Hutan yang awalnya lebat, kini luluh lantahkan oleh api.


Dan satu hal yang pasti, mengapa Bai Han menginginkan untuk menghancurkan hutan, karena hutan tersebut di penuhi oleh racun yang sangat bisa membunuh secara perlahan, jika orang menyerap udara di dalam hutan, maupun memakan tumbuhan yang ada di dalam.


...


“Ayo cepat, aku merasakan beberapa energi kuat mendekati hutan,” ajak Bo Wuhan terdengar serius.


Duan Du, Tu Long dan Bai Han yang memandang ke arah hutan, langsung mengangguk.


Dengan cepat Bai Han dan Duan Du menggerakkan tangan mereka.


Dret..!!


Sebuah portal seketika muncul dan tanpa basa basi keempatnya masuk.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


Bertepatan dengan menghilangkan kelompok Bai Han, beberapa monster tingkat tinggi muncul tidak jauh dari lokasi kelompok Bai Han menghilang.

__ADS_1


“Hemm..!! Beberapa saat aku merasakan adanya energi di sekitaran sini, aku yakin merekalah pelaku yang menghancurkan Hutan Racun milik Yang Mulia.” Ucap salah satu Monster berkepela Naga, dengan dua tanduk di kepalanya.


“Tapi setelah sampai sini, kenapa aku tidak bisa merasakan energi atau jejak mereka.” Sambung Monster kepala Naga terlihat bingung.


Tap tap..!!


“Akan aku periksa area sekitar, beberapa dari kalian juga cobalah untuk menyebar, karena tidak mungkin jejak mereka tiba-tiba menghilang.” Ucap monster kepala Singa dan memerintahkan rekannya.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Keenam monster bawahan langsung Dewa Iblis Neraka, langsung menyebar.


Salah satunya monster kepala Naga, ia kini muncul di tempat kelompok Bai Han menghilang sebelumnya.


“Hemm..!! Di sini tidak aja jejak sama sekali, apa mereka masih di dalam kobaran api?” Gumam monster kepala Naga, melirik ke arah hutan yang masih di selimuti api.


Monster kepala Naga tidak bisa merasakan jejak kelompok Bai Han, karena Bai Han dan Duan Du menggunakan Portal ruang untuk melarikan diri.


Tap tap..!!


Tepat saat Monster kepala Naga hendak pergi, ia tanpa sengaja melihat sobekan kain.


Sret..!!!


Setelah mengambil sobekan tersebut dan melihat adanya lambang milik Dewa Iblis Angin Darah.


Wajah monster kepala Naga pun memerah. “Sialan, berani sekali dia mengkhianati kepercayaan Yang Mulia,” teriak monster kepala Naga dengan lantang.


Tap tap..!!

__ADS_1


“Ada apa? Kenapa kau berteriak penuh amarah seperti ini?”


Dalam sekejap rekan-rekannya berdatangan dan bertanya serempak.


Monster kepala Naga tidak langsung menjawab, ia hanya menunjukkan sobekan kain kepada semua rekannya.


Melihat itu, semua rekannya, atau semua bawahan Dewa Iblis Neraka mengubah ekpresi mereka.


“Kita harus melaporkan ini ke Yang Mulia, jika terlambat, maka tak lama tempat kita yang lain pasti akan di hancurkan.” Ucap monster kepala Singa terdengar serius.


***


Tap tap..!!


“Haha,, aku yakin mereka kini akan berkonflik tak lama lagi. Kau sungguh luar biasa Han'er,” ucap Duan Du terdengar bahagia.


“Hem hem..!! Jika begini, tugas kita pasti akan sukses, dan jika bisa, kita buat lagi kekacuan di beberapa Daerah lain,” sambung Tu Long terlihat ikut bersemangat dan tidak sabar ingin bertarung.


“Iya, kita tunggu saja, apakah mereka akan termakan umpan kita atau tidak. Tapi sebelum itu, untuk melancarkan usaha kita, kita habisi semua bawahan Dewa Iblis Neraka di Gunung ini terlebih dahulu, serta membebaskan para budak yang di tahan oleh Dewa Iblis Neraka.” Ucap Bai Han.


“Satu hal lagi, jangan sampai menyentuh para budak milik Dewa Iblis Angin Darah, sementara para bawahannya, paman boleh membunuh beberapa yang terlihat ingin menyerang kita,” sambung Bai Han terlihat serius.


Tu Long dan Bo Wuhan pun mengangguk patuh, walau mereka bodoh, mereka tentu sadar, jika membunuh semua musuh, maka rencana yang di bangun oleh Bai Han akan gagal.


“Jika begitu, kita menyebar dari sini ke tempat yang sudah menjadi bagian kita sesuai rencana,” ucap Bai Han.


Duan Du, Bo Wuhan dan Tu Long pun seketika menyeringai lebar.


“Hehe,, waktunya kembali bersenang-senang,” kekeh Tu Long dan langsung melesat ke arah sisi timur Gunung Tambang.

__ADS_1


Dret..!! Wuss wuss..!!


__ADS_2