Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kasih Sayang Seorang Ibu Kandung Tidak ada Duanya


__ADS_3

“Sialan, ini pasti akal-akalan mereka lagi,” dengus Feng He langsung yakin jika ini ulah Han Liu dan Feng Liu.


Tap tap..!!


Saat akan membuka perisai, Feng Shui terlihat menghentikan langkahnya. Ia yang ingat dirinya masih mengenakan pakaian yang tidak pantas di lihat oleh orang lain, kecuali suaminya, langsung mengeluarkan gaun dan mengenakannya.


Dret..!!


Setelah mengenakan gaun, Feng Shui pun melambaikan tangannya dengan santai.


Cklek..!!


Duarr..!!


Tepat di saat Feng Shui hendak membuka pintu, pintu seketika hancur berkeping-keping.


Woaahh..!!


“Shui'er, ayah, ayah-”


“Ayah kenapa Jie Jie?” Tanya Feng Shui ikut panik saat melihat Feng Shelin panik, saking paniknya, ia tidak bisa melanjutkan ucapannya.


“Ayah, ayah pergi berperang melawan Wilayah Serigala merah, dia pergi berdua dengan paman Han,” ucap Feng Shelin langsung menarik tangan adiknya.


“Ayo hentikan ayah, hanya kau yang bisa menghentikannya Shui'er,” ucap Feng Shelin masih memasang wajah khawatir.


Di saat bersamaan, lirikan Feng Shelin mengarah ke Feng He, ia pun langsung memasang senyuman mengejek.


Tap tap..!!


Melihat istrinya yang begitu polos, mau saja di ajak pergi. Wajah Feng He langsung cemberut.


“Kedua orang tua sialan itu, apa mereka tidak bisa membiarkan ku bahagia sesaat saja?” Umpat Feng He.


“Apalagi wanita batu itu, setiap detik selalu menganggu,” sambung Feng He langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.


Ia sadar jika ia mengejar istri dan kakak iparnya, itu tidak ada gunanya. Karena ia sudah puluhan kali melakukan hal yang seperti itu.


“Tunggu dulu, apa aku harus meminta bantuan dari Tuan Besar?” Gumam Feng He langsung bangkit.


“Tidak-tidak, Tuan pasti akan menyuruhku berjuang sendiri,” gumam Feng He menggelengkan kepalanya.


“Jika begitu, aku harus meminta bantuan dari Tuan Tu atau Tuan Du,” sambung Feng He langsung merasa bersemangat.


“Tapi dimana aku mulai mencari?” Feng He langsung berjalan bolak balik untuk berpikir ia harus mulai mencari dari mana.


“Aha,, seperti kata pepatah, dimana ada kekacauan dan keributan, disana ada mereka,” ucap Feng He langsung melesat keluar.


Dret..!!

__ADS_1


Wuss wuss..!!


***


Urghh..!!


“Dimana ini?” Gumam Duan Du terlihat membuka mata sambil memegangi kepalanya yang nyeri.


“Sayang, kau sudah bangun nak,” ucap Fei Sia Ying langsung memeluk putranya.


“I..Ibu, kau sudah-”


“Hemm..!! Ibu sudah kembali seperti biasa, itu karena Tuan Asura telah datang mengambil kembali Pohon Bayangan yang menyatu dengan tubuh ibu,” ucap Fei Sia Ying di sertai seutas senyum hangat.


Mendengar itu, wajah Duan Du pun seketika berseri-seri, saat ia hendak bangkit. Ibunya lebih dulu menghentikannya dan menyuruhnya untuk tetap berbaring.


“Istirahat dulu nak, dan minumlah sup buatan ibu,” ucap Fei Sia Ying.


Duan Du pun mengangguk dengan patuh, secara perlahan ia membuka mulutnya.


Terlihat pancaran wajah kebahagian Duan Du tampilkan di saat ia di suapi ibunya.


Inilah hal yang ia inginkan selama ini, sosok kasih sayang seorang ibu.


Dari dulu, Duan Du selalu memimpikan hal seperti ini, dan kini semua impiannya di wujudkan.


“Terimakasih bu,” ucap Duan Du yang terlihat tanpa sadar meneteskan air matanya.


Bruk..!!


“Ibu lah yang seharusnya meminta maaf, karena keegoisan ibu di masa lalu, kau menjadi menderita tanpa adanya Ibu di sisimu,” ucap Fei Sia Ying langsung memeluk putra satu-satunya.


“Tidak bu, ibu tidak salah. Du'er yakin jika ibu pastinya memiliki tujuan melakukan hal itu, dan juga, Du'er juga tidaklah menderita, karena ada banyak wanita di keluarga Du'er yang menyangi Du'er.” Ucap Duan Du menggelengkan kepalanya.


“Seperti Ibu Mei, ada kakak ipar Xia, kakak ipar Jia, nenek Lian, dan masih banyak lagi. Mereka semua adalah pengganti Ibu selama ibu tidak ada di sisi Du'er.” Sambung Duan Du.


Tidak berhenti sampai di sana, Duan Du kembali menceritakan perjalanannya bersama kakaknya dan semua anggota keluarganya.


Hingga tanpa terasa 1 minggu Duan Du bercerita tanpa henti, dan Fei Sia Ying terlihat tetap mendengarkan dengan seksama serta sabar.


....


1 jam telah berlalu, kini Duan Du terlihat tertidur lelap, tangan Fei Sia Ying terus menerus mengusap rambut putranya dengan kasih sayang.


“Walau kau sudah terlihat dewasa, nyatanya kau seperti anak kecil yang manja di depan ibu, itu tandanya selama ini kau sangat merindukan sosok Ibu kandungmu ini.” Gumam Fei Sia Ying langsung meneteskan air matanya.


Dengan cepat Fei Sia Ying meneteskan air matanya, agar air matanya tidak terjatuh ke wajah putranya.


Tapi nyatanya, ada satu tetesan air mata Fei Sia Ying yang terjatuh tanpa di sadari.

__ADS_1


Duan Du yang belum benar-benar tertidur, merasakan perasaan bersalah ibunya langsung berpura-pura mendengkus.


“I..Ibu, ibu, terimakasih sudah mau bertemu dengan Du'er, walau ini hanya sekedar mimpi, Du'er sangatlah bahagia. Terimakasih ibu.” Ucap Duan Du sambil mendengkur.


Mendengar itu, Fei Sia Ying pun langsung memeluk putranya dengan erat.


“Kau tidak bermimpi nak, ibu benar-benar ada di sisi mu dan tidak akan pernah pergi meninggalkanmu lagi,” bisik Fei Sia Ying yang langsung memeluk putranya dengan erat.


...


Keduanya pasangan Ibu dan anak itupun tertidur dengan lelap.


Di kejauhan, Duan Diyu dan semua bawahan Xiu Bai yang melihat itu. Terlihat ikut meneteskan air matanya.


“Kenapa kau ikut menangis juga sialan, dia itu istri dan anak ku, jadi wajar aku yang menangis,” dengus Duan Diyu memarahi rekannya.


“Sialan, ayah tak berperasaan, mengapa kau membuat putra yang begitu baik sangat menderita sih, kau ini perlu di hajar sampai sadar,” dengus Jendral Kematian ketiga.


“Benar, kau ini tidak bisa menjaga istri dan putramu, lihatlah, mereka terlihat sangat menderita,” sambung pemuda dengan pedang besar di punggungnya.


Satu persatu kini semua bawahan Xiu Bai memarahi Duan Diyu.


Duan Diyu hanya bisa memasang wajah cemberut saja.


“Sialan kalian ini, sudah kayak anak kecil yang cengeng, kalian malah memarahi dan mengumpatiku. Apa perlu aku yang menghajar kalian hah,” dengus Duan Diyu.


“Nah kan, dia mulai marah karena terpojok.” Ucap sosok manusia batu.


Hemm hemm..!!


Melihat dirinya kembali di pojokkan, Duan Diyu hanya bisa cemberut.


“Sialan kalian, jika saja istri dan putraku tidak di sini, sudah ku *****-***** kalian,” umpat Duan Diyu dalam hati.


Melihat Duan Diyu diam sambil memasang wajah kesal. Semua bawahan Xiu Bai tersenyum penuh kemenangan.


Mereka sadar jika Duan Diyu bersama istrinya, maka Duan Du tidak bisa berkutik dan itulah kelemahan Duan Diyu satu-satunya.


Makanya di saat Duan Diyu di kejar, ia berusaha menjauh dari istrinya, agar istrinya tidak di jadikan sandera atau di lukai.


Dan alasan Fei Sia Ying bergabung dengan Pohon Bayangan, salah satunya selain menyelamatkan putranya, adalah untuk menyelamatkan dirinya agar tidak ada yang bisa melukainya.


Karena jika Fei Sia Ying bergabung dengan Pohon Bayangan, maka musuh yang mencoba melukai atau mendekatinya akan di serang oleh Pohon Bayangan.


Bahkan jika itu sosok seperti Iblis Neraka sekalipun.


***


Sementara jauh dari wilayah yang di penuhi kehidupan, terdengar suara raungan meminta ampun terus menerus.

__ADS_1


Arghh..!!


“A..Ampuni aku sayang, ampun,” teriak Long Qiu yang terlihat merengek layaknya anak kecil di hadapan Istrinya.


__ADS_2